Hallo Minna-san, maafkan Zuzu yang melalikan ff ini sampai lumutan wkwkkw.

Buat pemberitahuan saja Zuzu tidak pindah ke wattpad, hanya saja ff Saat Kau Pergi itu di publish di wattpad.

Jadi Zuzu masih setia kok disini hehehhe.

Naruto, dkk milik mbh Mashasi Kishimoto

Sasuhina

Rate M

Typo(s)

Dark Side

Chapter 2

"Siapa nama murid itu?"

"Hyuuga Hinata"

Deg

.

"Bagaimana kau tahu- Sasuke?"

Shikamaru mendongak terkejut melihat Sasuke yang sedang berdiri disampingnya. Shikamaru tahu bahwa Sasuke tidak mungkin membaca pikirannya, Sasuke sudah berjanji padanya. Keadaan tiba-tiba saja sunyi, satu nama yang diucapkan oleh Sasuke membuat semua orang disana berpikir keras.

Shikamaru menatap serius wajah Sasuke, seketika ia sadar bahwa pria dengan sorot mata dingin itu tengah memperhatikan sesuatu, ia ikuti arah pandang Sasuke yang mengarah pada taman belakang sekolah-

"!"

Shikamaru seketika berdiri.

'Benar gadis itu' gadis bersurai Indigo yang sedang duduk dibawah pohon Ek belakang sekolah, itu adalah gadis yang sama.

Langit berubah suram, awan putih menghilang tergantikan dengan warna abu-abu. Hujan rintik mulai mengguyur bumi, menimbulkan bau tanah yang menyengat. Angin kencang berhembus menemani datangnya sang hujan, rambut emo itu bergoyang diterpa angin, tetesan air hujan terlihat jatuh dari ujung rambutnya. Nampaknya Kami-sama memang menakdirkan pertemuan mereka saat sepasang mata bulan dibawah sana menatapnya terkejut.

.

Seusai acara penyambutan siswa baru Konoha Gakuen, para siswa memasuki kelasnya masing-masing. Berkenalan dengam wali kelas mereka dan mencatat jadwal pelajaran yang akan mereka pelajari mulai senin nanti.

Sebagian murid membentuk kerumunan saling bertukar cerita, sebagian lagi memilih ke kantin untuk menghabiskan waktunya, dan ada beberapa juga yang berjalan-jalan menyusuri koridor sekolah, salah satunya Hyuuga Hinata. Ia menyusuri koridor sekolah, mengamati pemandangan di luar lewat kaca di sepanjang jalan. Tiba-tiba matanya terpaku pada salah satu pohon Ek rindang dibelakang sekolah, sepertinya tempat yang nyaman untuk membaca buku.

Disinilah ia sekarang, duduk dibawah rindangnya pohon ek sambil membaca novel ringan untuk membunuh waktu. Angin berhembus lembut menerpa wajahnya, membuat helaian indigo miliknya terhanyut mengikuti arah angin membawa. Cukup lama ia berada disana, ditatapnya langit mulai mendung dan hujan rintik mulai turun, ia bergegas bangkit dari duduknya. Tetesan air hujan menyentuh wajahnya lembut saat ia melangkah menuju gedung sekolahnya. Tiba-tiba semilir angin menerpa kulit nya, tidak begitu keras malah terkesan lembut membuatnya menikmati sensai dingin yang dirimbulkan, seperti terbuai dalam kenyamanan gadis itu mengikuti arah angin yang membawanya pada sepasang mata onyx di atap sekolah. Tidak jelas memang, Hinata sedikit menatap lebih lekat sosok itu, sebelum ia terkejut saat menyadari bahwa orang itu adalah-

Uchiha Sasuke

Ketua Osis

Hinata segera berlari,spontanitas akibat keterkejutannya. Sesampainya di toilet, Hinata mengatur nafasnya yang tidak teratur dan degub jantungnya yang cepat sekali, efek dari 'lari sore' dan tatapan maut dari sang ketua osis. Oh, ayolah Hinata tidak buta sampai tidak bisa melihat betapa menawannya wajah sang ketua osis.

Hinat tersentak kecil saat mendengar pintu toilet yang dibanting dengan kuat, sekitar lima orang yang ia yakini adalah seniornya masuk, sempat Hinata dengar suara pintu di kunci. Gadis bersurai indigo itu menatap cermin panjang di depannya, ia melihat para seniornya itu tersenyum. Sepertinya hari ini bisa lebih buruk dari perkiraannya.

"Kau pasti Hyuuga Hinata kan?" ujar seorang gadis bersurai coklat yang berdiri tepat dibelakangnya-Hinata berbalik.

"Ha-hai" Hinata menelan ludahnya dengan susah payah.

"kau sudah sangat beruntung bisa bersekolah disini jadi jangan mencoba peruntunganmu lagi dengan mendekati Shikamaru-kun" Salah satu gadis mendorong bahunya hingga menabrak wastafel.

"A-aku tidak mendekati Shikamaru-senpai"

"Kau pikir kami buta? Shikamaru terus memperhatikanmu tadi, kau pasti menggodanya kan?" Apa? Menggoda? Dilihat dari sudut manapun tidak ada yang menggoda dari Hinata. Rambutnya yang lurus, poninya yang datar, tingginya yang rata-rata, bentuk tubuhnya yang biasa saja, coba lihat saja dari ujung rambut sampai ujung kaki, Hinata itu gadis yang biasa-biasa saja, apalagi matanya yang putih itu sering membuat orang lain takut.

"Ti-tidak senpai, aku tidak pernah-" sebelum Hinata sempat menyelesaikan kalimatnya, salah satu senpai-nya itu menarik lengannya dan mendorongnya masuk kedalam salah satu bilik toilet dan menguncinya dari luar.

"Senpai, keluarkan aku dari sini" Hinata menggedor-gedor pintu bilik toilet

Byuuurrrrr

Hinata terdiam saat merasakan guyuran air membasahi tubuhnya. Terdengar suara para seniornya tetawa.

"Ini baru awal Hinata, jika kau berani mendekati Shikamaru- oh bukan Shikamaru saja, tapi seluruh inti Osis, kau akan menerima yang lebih dari ini" segerombolan gadis itu pergi meninggalkan Hinata yang masih terkunci di dalam bilik toilet.

"Hiks...hiks.." Air mata jatuh dari mata mutiaranya, tubuh Hinata merosot terduduk di lantai. Kepalanya mengadah ke atas, airmatanya menyusuri sisi pipinya. Hinata meringkuk menekuk kakinya dan membenamkan wajahnya.

.

"Ceklek"

Hinata mengerjapkan matanya, oh Kami-sama ia sampai tertidur di dalam toilet, sudah jam berapa ini? Hinata yakin sekolah pasti sudah usai, terlihat pencahayaan yang mulai meredup menandakan hari sudah sore dari ventilasi udara.

Seseorang membuka pintu bilik ini, betapa bersyukurnya Hinata akhirnya ia bisa keluar dari sini, ia harus berterima kasih banyak pada penyelamatnya ini. Hinata ingin berdiri tapi tubuhnya serasa mati rasa, persendiannya sakit, dan kepalanya terasa berat. Perlahan penglihatannya mulai mengabur dan kesadarannya perlahan menghilang, sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya Hinata melihat seseorang yang membuka pintu toilet tadi mendekatinya, dan dia adalah laki-laki.

.

"Ugh" seorang gadis bersurai indigo mengeluh sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut-denyut.

"Kau sudah bangun"

"!"

Hinata-nama gadis itu langsung terduduk saat menyadari suara laki-laki asing yang menyapanya. Ugh lagi-lagi kepalanya berdenyut akibat gerakannya yang tiba-tiba.

"jangan bergerak tiba-tiba" Laki-laki itu membantu Hinata duduk menyender di kepala ranjang. Hinata mengarahkan pandangannya ke penjuru ruangan, ini adalah kamar, dan jelas sekali ini bukan kamarnya, kamarnya tidak seluas dan semewah ini, dan pandangannya terakhir jatuh pada seorang laki-laki yang berdiri di sampingnya.

"Se-senpai" Gadis itu mulai mengingat kejadian kemarin, ia terkunci di dalam bilik toilet selama berjam-jam, kemudian seseorang menolongnya.

"Kemarin kau pingsan jadi aku membawa mu kemari" Jelas laki-laki dengan wajah stoic. Hinata memperhatikan kondisinya, ia hampir berteriak saat menyadari ia mengenakan pakaian yang berbeda dari kemarin. Dengan wajah terkejut ia menatap laki-laki di sampingnya.

"Sa-sasuke-senpai, siapa yang menggantikan pakaian ku?" Tanya Hinata ragu-ragu

"Untuk apa pertanyaan itu? Apa yang berbeda jika aku atau orang lain yang melakukannya" Hinata terdiam mendengar jawaban Sasuke.

"umm, Terimakasih sudah menolongku Senpai, maaf sudah merepotkan" sambung Hinata, ia tidak ingin memikirkan siapa yang menggantikan pakainnya.

"Hn, kau istirahat saja aku akan menghubungi sekolah"

"Tidak perlu senpai aku baik-baik saja"

Brukk

Itulah yang terjadi saat orang sakit memaksakan dirinya, Hinata berakhir jatuh saat ia berniat berdiri, kakinya terasa seperti jelly dan kepalanya berdenyut-denyut.

"Ck, merepotkan saja" Sasuke membantu Hinata kembali ketempat tidurnya, jarak mereka sangat dekat, Sasuke bisa melihat dengan jelas wajah Hinata.

"Maaf" Hinata berkata penuh penyesalan.

"Lavender" ucap Sasuke tiba-tiba, dan itu sukses menimbulkan raut kebingungan di wajah Hinata.

"Matamu berwarna Lavender" Jelas Sasuke.

"Oh, i-iya tapi orang-orang menyebutnya putih" Tutur Hinata dengan senyum kikuk.

"Sasuke ayo pergi, eh- dia siapa?" Seseorang memasuki kamar dengan suara cempreng, wajahnya tampak bingung melihat Hinata yang berbaring di kasur.

"Kiora"

TBC

Jrengggssss Ini dia chapter 2.

Jangan lupa reviewnya.