Accentier Glass

By Nameyousoon

SiChul / Heechul-centric / Other canon pair

Romace| Slice of Life | Angst

T+ — M

Enjoy

.

.

.

-CHAPTER 2-

"Stt.. biar aku yang menemuinya lebih dulu!"

"Tapi Hyung, dia kan pacar—"

"Diam kau Ikan!"

Lee Donghae hanya mengesah pasrah setelah di pelototi kakak kesayangannya. Dan ia juga hanya pasrah saat Heechul dengan langkah riang mendekat pada pemuda kurus yang sedang menunggu kehadiran Donghae di area mawar Taman Everland.

"Hae-ya?" Eunhyuk atau Hyukjae terkekeh merdu lantaran kedua matanya ditutup oleh Heechul dari belakang. "Hei, itu tidak lucu, Sayang." Heechul menahan tawanya sebisa mungkin karena ucapan Eunhyuk.

"Aku tidak bisa melihat wajah tampanmu kalau ditutup begini, Hae-ya..." Eunhyuk berusaha melepaskan jemari Heechul yang menutupi matanya. Setelah berhasil dilepas, pemuda kurus itu segera balik badan dan langsung menerima ciuman usil dari Heechul. Tepat di bibir.

"YHA, HYUNG!" Donghae mengerang tak terima, cepat-cepat ia pisahkan sang kekasih dari kakak cantiknya.

"Aigo... Eunhyuk-ah~ kau makin manis saja!" Heechul tertawa sambil menjilat bibir atasnya. Eunhyuk ikut tertawa. Sudah biasa.

Kim Heechul dekat dengan siapapun. Siapapun yang mengenal Heechul pasti sudah biasa mendapat ciuman atau pelukan mesra darinya. Heechul tidak pelit untuk urusan kasih sayang, catat.

"Maaf Hyukie-ah... Heechul-hyung memaksaku untuk ikut dengan kita berkencan." Donghae mendengus sambil menautkan lengan di pinggang Eunhyuk. Heechul mengernyit tak suka.

"Tidak apa-apa. Hyung sehat kan hari ini?" tanya Eunhyuk dengan senyum, sukses membuat kernyitan Heechul terganti dengan senyum manis. "Aku baik-baik saja."

Eunhyuk tahu tentang Heechul. Termasuk kelemahannya. Dan Heechul sudah hafal untuk bersikap jika ditanya tentang kelemahannya.

"Kalian hanya akan berkencan disini?" ganti Heechul yang bertanya sambil memisahkan tautan Donghae dari pinggang Eunhyuk. Pemuda tampan disana kembali mengesah pasrah.

"Oh, kami ingin ke toko musik dulu, Hyung." Jawab Eunhyuk. Tangannya diam-diam mengelus punggung Donghae sebagai isyarat 'sabar...'.

"Kalau begitu aku ikut! Pokoknya aku ikut kalian kemana saja hari ini!"

"Hyung! Kau kan harus kerja!" Donghae mulai tak suka. Heechul langsung menatap adiknya itu dengan sinis. "Aku bisa berangkat kerja kapapun sesukaku. Kau kenapa sewot sekali 'sih? Aku hanya akan menganggu kalian hari ini, kalian kan sudah sering kencan berdua!"

"Hanya hari ini?" nada Donghae meninggi. "Hyung, kau sudah sering menganggu momen romantisku dengan Hyukie. Tidak hanya hari ini!"

"Yasudah anggap saja hari ini yang terakhir sebelum aku mati. Simpel kan?"

Keadaan hening seketika. Donghae bahkan merasa oksigen tak menguar setelah Heechul mencetus demikian.

Pemuda tampan itu akhirnya menepuk dahi Heechul setelah keheningan melanda belasan detik. "Jangan pernah bicara seperti itu, Hyung." Ucapnya dalam. Namun respon Heechul justru terkekeh riang.

"Takut ditinggal mati olehku, hmm? Kau kan punya Eun—"

"HYUNG!"

Eunhyuk memangkas ucapan Heechul, rautnya terluka. "Jangan katakan hal itu. Jangan pernah mengatakan mati semudah itu, Hyung. Kau bebas mengikuti kami kencan kapanpun yang kau mau! Kau be—"

Heechul tak tahan lagi untuk tidak mencium Eunhyuk yang kedua kalinya.

"Astaga..." Dan lagi-lagi, Donghae hanya mengesah pasrah.

"Ayo kita kencan bertiga! Threesome!" gelegar Heechul setelah melepas ciumannya. Ia merangkul kedua adiknya dan menyeret mereka keluar dari area Taman Bunga Everland.

Piiip piiiiip piiip—

Sebuah alarm berbunyi. Datang dari tangan kanan Heechul yang terlingkar jam tangan canggih.

"Kau bawa obat kan, Hyung? Kalau kau bilang tidak, aku akan menyeretmu pulang sekarang juga!" ujar Donghae tegas. Heechul melambaikan tangannya isyarat 'tenang saja'.

"Tapi aku tidak bawa minum. Aku beli dulu." Heechul meraih obatnya dari dalam ransel oranye yang ia gendong. "Dan sepertinya aku berubah pikiran untuk threesome hahaha... kalian kencan berdua saja. Aku beli minum dulu lalu segera berangkat kerja."

Mata Donghae melebar seketika. "Kau langsung sehat Hyung? Wow."

Eunhyuk tertawa sambil mencubit pinggang kekasihnya. Kalimat Donghae barusan benar-benar sarkasme untuk Heechul tapi untungnya si kakak hanya memutar bola matanya-cuek. "Ikan senang ya? Selamat. Aku beli minum dulu." Heechul mengecup kilat pipi Donghae sebelum berlari ala bocah menuju mini market disekitar taman.

Akhirnya pasangan HaeHyuk bisa kyusyuk kencan berdua.

=:=

Heechul rencananya ingin langsung kerja setelah beli minum dan menelan obat wajibnya. Namun keadaan Taman Everland yang sungguh indah membuatnya enggan meninggalkan tempat itu cepat-cepat.

"Bunga, aku padamu Sayang~!" teriaknya dengan—kelewat—riang. Persetan dilihat aneh oleh para pengunjung. Heechul kini berlarian menyusuri area tulip merah muda. Banyak sepasang kekasih yang sedang selfie bersama disana. Dan itu sukses membuat Heechul iri.

"Aish, apa-apaan mereka itu?!" rutuknya tak jelas pada siapa. Heechul sebenarnya suka berfoto di keramaian. Hanya saja pemuda cantik itu sedang sendiri sekarang. Seketika ia menyesal tidak jadi ikut HaeHyuk kencan. Tak mau ambil pusing dengan para sejoli yang sedang berselfie-ria, Heechul menyusuri tulip-tulip pink disana sambil menghirup udara banyak-banyak.

Tulip adalah bunga kesukaan Heechul meski sesungguhnya ia menyukai semua jenis bunga yang memiliki keindahan. Karena ia merasa dirinya adalah bunga. Bunga yang sangat cantik dan bisa memikat para lebah-lebah haus. Tak sedikit yang memuji Heechul cantik. Nyaris semua makhluk mengakui kecantikannya. Karena Kim Heechul adalah laki-laki yang ditakdirkan untuk menjadi cantik melebihi kebanyakan wanita.

Baru saja Heechul ingin memuja kecantikan tulip merah diantara barisan tulip paling ujung, matanya tiba-tiba menangkap hal yang keji.

"YHA, KAU!"

Sangat keji karena pemuda super tampan dan tinggi tengah memetik salah satu tulip merah di taman tersebut. Sukses membangunkan amarah Heechul.

"KAU GILA, HAH?! BUNGA DISINI TAK BOLEH DIPETIK, BODOH!"

Sementara reaksi si pemuda hanya diam dan berkedip cepat.

"YHA! KAU TULI, HAH?! APA KAU ALIEN DARI MARS YANG TIDAK TAHU BAHWA BUNGA-BUNGA DI TAMAN INI TIDAK BOLEH DIPETIK?!"

Heechul terus mengamuk tak peduli pemuda yang sangat tampan itu terlihat kebingungan.

"Maaf.. akan segera ku bayar." Katanya kemudian. Diucapkan dengan sangat enteng dan sukses membuat Heechul kembali mengamuk.

"AKU TIDAK BUTUH UANGMU, BRENGSEK! KAU ITU IDIOT YANG TIDAK TAHU BETAPA TERSIKSANYA BUNGA JIKA DIPETIK DAN DIPISAHKAN DA—eunghhnnn..!"

Ciuman dadakan. Heechul nyaris tesedak salivanya sendiri ketika bibirnya tiba-tiba dibungkam oleh bibir pemuda itu. Tak lebih dari lima detik karena selanjutkan si cantik itu meninju pipi pelaku penyerbu mulutnya dengan sekuat tenaga.

"KAU...!" Heechul mendesis ngeri. Namun pemuda berjas mahal itu justru menatap kagum Kim Heechul sembari mengelus pipinya yang ditinju. "Akhirnya kutemukan..." Tidak ada ekspresi sakit, namun kebalikannya. "Akhirnya kutemukan. Cinta..."

"HAH!?" Heechul benar-benar menganggap pemuda itu gila sekarang. Ia melirik arlojinya sebentar dan lalu memisuh keras.

"Siapa nama—"

"Heh, dengar ya," sela Heechul sinis, "aku tidak punya banyak waktu untuk meladenimu sekarang. Jadi lebih baik kau rawat tulip cantik yang baru saja kau petik dan jangan sampai mati! Rawat baik-baik untuk menebus kesalahanmu. Tidak akan kuampuni sampai dia mati! Yaish!" kepalan tangan Heechul kembali melayang namun hanya untuk mengancam sang pemuda. Kemudian ia berlari terburu-buru menuju kantornya.

Pemuda tampan itu masih diam di tempat. Memperhatikan Heechul yang berlari kecil keluar dari taman bunga.

"Tuan Muda Siwon... apa anda baik-baik saja?" tanya pemuda lain yang datang dari kejauhan. Siwon—si pemuda super tampan itu—malah tertawa.

"Firasat yang di berikan kacaku benar, Kibum-ah..." ucapnya ceria. Kibum tentu tak mengerti.

"Aku akan menemukan si Cinta di taman bunga. Karena tadi kaca salibku membentuk pantulan cahaya yang seperti bunga tulip. Cantik sekali. Sama seperti dia."

"?"

Siwon balik badan dan segera memerintahkan Kibum yang merupakan pelayan pribadinya. "Cari tahu tentang si cantik itu, Kibum-ah. Selengkap mungkin! Aku ingin segera tahu tentang Cintaku hari ini juga!"

"Baik, Tuan Muda."

-End of Chapter 2-

A/N : obat wajib sama obat pas kambuh beda ya. Kalo kata temen aku sih beda. Biasanya obat wajib diminum setiap 6 jam sekali. Makasih yang menunggu chapter 2 ini. Aku usahakan apdet tiap seminggu sekali hehe... see you next chapter.