Gia : Ahai! Akhirnya chapter 2 selesai~ *nari-nari*

Yurika : Plis, jangan bikin gue malu karena punya author kaya lu!

Gia : *Cemberut* Jahat banget lu OC

Atem : Terus, di sini bakal keungkap kan siapa cowok yang gue selametin?! *Penasaran*

Gia : so pasti~ *ngedipin sebelah mata*

Yami & Yurika : *Sweatdrop*

Yugi : Gue dapet dialog kan kali ini?

Gia : Tenang aja Yugi, lu dapet dialog kok!

Yugi : *Nangis bahagia*

Gia : Cuma gak banyak sih... Cuma di 1 scene doang

DEG!

Yugi : *Down* kenapa pemeran cowok utama malah cuma dapet dialog di 1 scene doang? *Mundung di pojokan*

Gia : *Nepuk-nepuk pundak Yugi* Gomen, gomen, habis chapter ini fokusnya ke Atem sih...

Yurika : Weh! Cepet! Mulai!

Gia : Ah iya-iya!

All : Happy reading!


Disclaimer :

Yu-Gi-Oh! (c) Kazuki Takahashi

The Little Mermaid (c) Hans Christian Andersen

Story, Gia's OC (c) Gia-XY


"Atem."

Sebuah suara baritone terdengarmemanggil nama Atem.

"Kenapa?"

"Kemana saja kau kemarin?" Tanya pemilik suara itu menunjukkan sosoknya, kulit putih cream, berambut tiga warna seperti bintang dan bermata crimson seperti Atem. Namanya Sennen Yami, kakak kembar Atem.

"Er, itu… Kemarin saat badai, aku menemukan seorang manusia hanyut, sepertinya jatuh dari kapal, lalu aku membawanya Ke pantai." Jawab Atem sambil menggaruk kepalanya.

"KE PANTAI?! MAKSUDMU DOMINO BEACH?!"

"Iya, Domino kulihat dari bajunya, ciri-cirinya seperti baju orang dari Domino Kingdom."

"Kau bukannya belum pernah bertemu manusia sebelumnya?" Tanya Yami sambil menaikkan alisnya dengan tatapan kebingungan.

"Seto memberitahuku, diakan pernah pergi ke dekat Domino Kingdom untuk mencari barang buat Jou."

"Lalu, apa manusia itu tau kalau yang menyelamatkannya itu, err… Seorang Mermaid?"

"Err… Nope, dia pingsan waktu itu."

"Apa dia cowok?"

"Iya."

"Kau tidak berpikir untuk memiliki kisah cinta seperti Marina kan?"

"Maksudmu?"

"Kau tidak naksir cowok itu kan?"

"Tau deh. Aku kan waktu itu Cuma mikir mesti nyelamatin dia, that's all."

"Tapi, apa di lubuk hatimu yang paling dalam, kau merindukannya sekarang?"

"Aku… Ahahaha! Yami, Yami! Bukannya kau sendiri yang bilang kalau kita itu tidak boleh jatuh cinta pada… Manusia?" Tanya Atem dengan nada agak sedih.

'Sepertinya adik kembarku memang… sudah melanggar peraturan Mermaid… Tapi, aku tidak punya hak apapun untuk membatasi perasaannya, karena sebetulnya akupun… sudah melanggar peraturan itu…'

~Domino Kingdom~

"Ngh, dimama ini?" Tanya Seorang lelaki berambut tiga warna mencoba membuka kedua mata amethysnya dan bangun dari tidurnya.

"Ini… Kamarku? Seingatku terakhir kali aku ada di kapal dan terjebak badai besar… Apa aku hanyut ke Domino Beach? Atau ada salah seorang dari pengawalku yang bisa berenang lalu menyelamatkanku dan membawaku kesini?"

CKREK!

"Yurika?"

Wanita berambut pirang bermata aquamarine bernama Kisaragi Yurika yang baru masuk ke kamar lelaki itu, Mutou Yuugi, hanya menatap Yugi dengan tatapan kaget yang berisi 'Kau sudah sadar?'

"Kau selalu nice timing! Sini! Ada banyak yang ingin kutanyakan! Kau bawa alat tulis kan?"

Yurika hanya mengangguk lalu berjalan dan duduk di kursi di samping tempat tidur Yugi.

"Kau tau kenapa aku bisa di sini?"

Yurika mulai menulis di atas kertas yang dibawanya.

Waktu itu aku menemukanmu pingsan di pantai

"Apa menurutmu aku hanyut dan terbawa sampai ke pantai?" Tanya Yugi meminta pendapat Yurika.

Yurika kembali menulis.

Mungkin saja

Tapi aku punya pemikiran lain

Kau tau Mermaid?

"Mermaid? Aku tau, itu bukannya manusia setengah ikan?"

Tepat sekali!

Kemarin aku menemukan sesuatu seperti sisik ikan menempel di lehermu

"Kurasa itu tidak sengaja tertempel padaku saat hanyut."

Pendapatmu masuk akal juga, tapi sisik ini menempel persis di bagian lehermu yang terluka dan sisik itu tidak bisa dilepas sampai lukamu sembuh kemarin

Kau tau kan mitos yang mengatakan kalau sisik Mermaid itu bisa menyembuhkan luka dan tidak akan terlepas sampai lukanya sembuh?

"Kurasa itu Cuma kebetulan."

Ya sudahlah, toh itu hakmu mau percaya atau tidak

Aku Cuma menyampaikan pendapatku kok

Nah, Yuu, aku pergi dulu

Istirahatlah seharian ini

Kau tidak boleh kemana-mana hari ini soalnya kau baru siuman

Nah, aku pergi dulu

Yurika lalu meninggalkan kamar Yugi.

'Mermaid ya?' pikir Yugi.

~Mermaid Sea~

"Yami." Panggil Atem.

"Kenapa Atem?"

"Aku sudah memikirkan kata-katamu tadi. Sepertinya aku memang jatuh cinta pada manusia itu…" kata Atem dengan wajah serius.

"Hah, sudah kuduga akan jadi seperti ini akhirnya. Lalu? Apa yang mau kau lakukan? Mencari Witch seperti yang Marina lakukan?"

"Ya, aku mau bertemu lagi dengan manusia itu. Walaupun harus bernasib seperti Marina-sama." Jawab Atem dengan nada sedih.

"Yah, aku memang tidak bisa menghalangi keinginanmu." Kata Yami pasrah.

"Jadi, kau mendukungku?" Tanya Atem dengan wajah berharap.

"Tentu, tapi apa kau tau dimana Witch itu?"

"Err… Tidak. Hehehe." Kata Atem sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Sepertinya aku memang harus membantumu. Aku tau dimana tempat Witch itu, jadi aku akan mengantarmu."

'Tumben sekali Yami mau membantuku. Ada yang salah nih…' pikir Atem sambil menatap Yami dengan tatapan curiga.

"Yami, tumben kau membantuku, sepertinya ada udang dibalik batu nih…" sindir Atem.

"Atem… Aku sebenarnya juga ingin… Menjadi manusia dan pergi ke Domino Kingdom."

"Apa kau tertarik dengn manusia hah?" ejek Atem.

"Bukan, tapi aku mau… Mencari seseorang."

Atem menatap Yami dengan tatapan shock.

"Apa kau juga… Sudah melanggar peraturan, Yami?"

"Begitulah…" jawab Yami sambil tersenyum simpul.

"Jadi, kita kerja sama?"

"Ya, tentu saja."

"Ayo kita… Mencari Witch itu. Tapi, apa dia masih hidup? Ini kan sudah 100 tahun berlalu sejak kejadian itu…"

"Asal kau tau Atem, kekuatan Witch itu lebih besar daripada kita, para Mermaid, jadi bisa saja dia masih hidup sampai sekarang."

"Oh, aku mengerti."

"Jadi, tunggu apa lagi? Ayo!"

"Ya!"

~Yurika's Room~

'Apa benar ya, yang menyelamatkan Yuu kemarin itu Mermaid? Tapi kemarin aku memang melihat Yuu sedang bersama seorang Mermaid, dan yang paling penting… Mermaid itu sangat mirip dengannya! Tapi aku yakin yang kemarin itu Mermaid wanita, jadi itu tidak mungkin dia.'

Yurika berjalan menuju meja di samping tempat tidurnya dan mengambil sebuah kotak kecil dari dalam laci. Dia membuka kotak itu. Ternyata isinya sebuah sisik. Yurika lalu mengambil sisik yang ada di atas meja dan mencocokkannya dengan yang tadi. Keyakinan Yurika semakin kuat.

'Ini… Sama! Ya! Tidak salah lagi! Yang menolong Yuu adalah Mermaid! Begini-begini aku masih bisa membedakan sisik Mermaid dan sisik ikan!'

~Death Sea~

"Wah, wah, rupanya ada yang mengunjungiku ya?" kata seorang wanita yang kita tau pasti bukan manusia walaupun fisiknya mirip manusia, karena manusia tidak akan mungkin bisa bertahan ada di dalam laut bahkan sampai bicara tanpa alat bantu. Wanita itu adalah Witch, dengan rambut biru keputihan dan mata biru.

"Jadi kau si Witch itu huh?" Tanya Yami.

"Aku agak keberatan kalau kau memanggilku dengan sebutan Witch, panggil saja Kisara." Kata Kisara dengan sebuah senyum di wajahnya.

"Lalu, kau sudah tau maksud kedatangan kami kan, Kisara?" Tanya Yami.

"Tentu, kalian mau menjadi manusia kan? Akupun sudah tau apa tujuan kalian mau menjadi manusia dan pergi ke darat."

"Benarkah? Sugoi…" kata Atem kagum.

"Jadi, apa kita harus mengorbankan suara kita berdua seperti yang dilakukan Marina?" Tanya Yami.

"Tidak, aku sudah membuat ramuan yang lebih hebat dari pada yang dulu. Hanya saja…"

"Hanya saja apa?" Tanya Yami sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Ramuan itu hanya berfungsi selama 3 hari."

"3 hari?! Nani?! Kau serius?!" Tanya Atem.

"Iya, tapi aku yakin itu cukup untuk menemukan orang yang kalian cari." Kata Kisara dengan sebuah senyum keyakinan di wajahnya.

"Apa kau… Akan meminta imbalan?" Tanya Atem.

"Tidak, aku akan memberi ramuanku secara Cuma-Cuma pada orang-orang terpilih saja yang bisa masuk ke Death Sea, kalian tau kan tidak semua orang yang bisa masuk ke sini?"

"Ya, hanya orang-orang dengan keinginan kuat saja yang bisa masuk ke sini." Kata Yami.

"Yah jadi… Barang ini jadi milik kalian, selamat berjuang." Kata Kisara sambil menjentikkan jari tangannya, lalu muncul 2 botol di depan Yami dan Atem.

"Terima kasih, Kisara." Kata Atem sambil tersenyum tulus.

"Ya, sama-sama. Aku juga akan langsung mengirim kalian ke Domino Beach sekarang. Ganbatte, Yami, Atem."

Kisara lalu mengambil tongkat sihirnya dan membaca sebuah mantra. Setelah Kisara selesai membaca mantranya, tubuh Yami dan Atem perlahan-lahan menghilang dari hadapan Kisara.

~Domino Beach~

'Haha, aku masih ingat saat itu aku pertama kali bertemu dengannya di sini.' Pikir Yurika sambil duduk bertekuk lutut di tepi pantai dan memeluk kakinya.

'Dia yang menguatkanku saat itu. Apa dia masih mengingatku ya? Aku hanya berharap bisa bertemu lagi dengannya…'

Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Yurika dari belakang. Yurika menengok dan mendapati sesosok lelaki bermata crimson. Ya, dia Yami.

"Maaf, apa anda tau jalan menuju…" kata-kata Yami terputus saat melihat wajah Yurika.

'Dia!'

"Kenapa tiba-tiba diam Yami? Kita kan harus cepat-cepat!" protes Atem melihat kakak kembarnya itu diam saja.

"Ah, maaf, aku mau Tanya, apa kau tau jalan menuju ke kota?" Tanya Yami.

Yurika hanya mengangguk-ngangguk dan mengambil buku dan alat tulisnya lalu mulai menulis.

Ikuti saja aku

Aku juga sudah mau kembali ke istana

'Dia bisu?' pikir Yami.

"I, istana? Kau tinggal di istana?!" Tanya Atem takjub.

Yurika kembali menulis di atas buku tulisnya.

Begitulah, pangeran Domino Kingdom itu teman masa kecilku

"Sugoi… Oh ya! Apa kau kenal dengan orang yang mirip kembaranku ini? Hanya saja matanya ungu amethyst."

Ah!

Pasti maksudmu Yuu!

Ikut saja aku ke istana kalau mau bertemu dia

"Benarkah? Arigatou!" kata Atem tersenyum senang.

Ayo kita ke istana!

"Baiklah! Ayo Yami!"

Atem, Yami dan Yurika mulai berjalan meninggalkan pantai. Yurika hanya melirik Yami dengan tatapan observasi.

'Apa mungkin dia…'


Gia : Oke! Cukup segitu untuk chapter 2!

Yurika : *Mancarin aura pembunuh* Kenapa... Gue... Bisu... DISINI?!

Gia : Ehehehe, gomen, gomen, biar seru *Merinding*

Yurika : TIADA MAAF BUAT AUTHOR BEGO KAYA LU! *Nyengkram kerah baju Gia*

Gia : Duh, Yami! Tolongin gue!

Yami : Peduli amat! Gak ada untungnya gue bantu author kaya lu!

Atem : Oh ya! Readers pasti ada yang bingung kan kenapa dari chapter 1 Mermaid itu disebutnya 'seorang' Mermaid? Itu gara-gara author bingung mesti pake 'seorang' atau ' seekor', makanya dia pakenya seorang! Gak tega dia bilang seekor sama kita, ehehehe

Gia : *Udah bebas dari cengkraman maut* O, oke... Bales review...

.

Runa-chan Ryuuokami :

Gia : Arigatou reviewnya Runa-san *Bungkukin badan*

Atem : Wah, tebakan Yura-san bener tuh! Yang kuselametin tuh Yugi!

Yami : *menghela nafas* Fuh, untung bukan gue... Ngeri banget kalo sampe gue twincest sama si Atem, gak boleh ada Monarchshipping disini! Cuma Hime yang boleh milikin gue! *meluk-meluk Yurika*

Yurika : *blushing* Urusai! Jangan peluk-peluk gue!

Mokuba : Arigatou untuk favenya!

.

LalaNurrafa GemasangkalaOke :

Gia : Arigatou reviewnya, errr... Boleh kupanggil Lala-san?

Ryou : Wah? Belom pernah nonton Little Mermaid? Author juga gak pernah nonton sampe full, cuma tau ceritanya aja! Hahaha

Yurika : Lala-san rajin banget, nonton berita, gak kayak author bego gue yang tiap hari kerjaannya cuma nontonin Vocaloid, Yu-Gi-Oh!, dll dan baca manga di Youtube, Mangafox dan situs-situs lainnya *lirik Gia*

Gia : Berisik lu OC! Jangan sebar-sebar aib gue kenapa?! Itu kan wujud dari cinta setia gue terhadap anime sama manga! HIDUP ANIME DAN MANGA~! *ngibarin bendera Jepang*

Bakura : Hahaha, tapi lu sendiri gak tau banyak dari anime-anime Jepang kan? Yang orang bilang seru aja lu kaga nonton

Gia : Gue kan cuma suka komik shoujo! Kalau shounen gue cuma demen YGO! YEAH~! HIDUP YGO! *teriak-teriak histeris*

Yurika : Hahaha, tebakan anda benar, yang diselamatkan Atem itu Yuu

Yugi : Gue gak akan rela kalau tuh author bikin Monarchshipping di sini

Atem : *bungkukin badan* Sekali lagi, arigatou Lala-san~

.

MagiMagi No Yami Atemu :

Gia : Arigatou pujiannya *senyum-senyum gaje*

Jou : Yeah, satu kata yang dapat membuat baka author ini melayang-layang sampe langit ketujuh...

Yurika : Gue bingung apa bagusnya nih cerita! *Baca ulang naskahnya*

Yugi : Arigatou reviewnya~

.

Litte Yagami Osanowa :

Atem & Yugi : *Blushing*

Atem : tolong jangan bahas lagi tentang ciuman itu... *malu banget*

Yami : Eh? Pitchi Pitchi Pitch? Film apaan tuh?

Yurika : Dasar bego! Itu anime yang pemeran utamanya Mermaid!

Yami : Ohh...

Gia : Ehehehe, bener tuh, yang diselametin Atem memang Yugi

Yami : Gue udah doa-doa biar di sini gak ada Monarchshipping! Jantung gue udah ada punya! *meluk-meluk Yurika*

Yurika : *Blushing* Gya! Pergi lu! Jauh-jauh dari gue! *Berusaha membebaskan diri*

All(-Yurika and Yami) : *sweatdrop* (Yami agresif ya?)

Jou : Yap, jadi seperti yang anda baca, begitulah lanjutannya di atas

Seto : Lagi-lagi aku hanya disebut dalam dialog orang lain...

Gia : Arigatou review dan favenya Litte-chan!

.

Ryou & Bakura : Arigatou untuk semua yang telah mereview chapter 1!

Malik & Marik : Maklumin aja kalau baka author bikin misstypo

Atem & Yugi : Dukung Blindshipping ya!

All : Selamat menanti chapter 2!