"The Psycopath!"
Chap 2
Main Cast : KiAnn, TeukLenn, KyuMonn, DongGu dan YeLizz.
Genre : Romance, Crime, Canibalisme and Other!
Rated : T/M
Warning! : Typo, pairingnya bikin semaput, GAJE dan banyak kesalahan lainnya!
Don't Like, Don't Read!
Enjoying please 😊
.
.
Lagi! Dipagi ini kembali terdengar berita heboh yang sebenarnya sudah sering terjadi dari beberapa tahun silam hingga saat ini. Berita tentang yang entah sudah keberapa kalinya, ditemukan seorang mayat dengan luka akibat bacokan yang mengerikan di beberapa bagian ditubuhnya. Sekaligus berita tentang mereka yang kehilangan anggota keluarganya entah dimana. Dan sampai saat ini semua kasus itu belum juga menemukan titik terang akan terpecahnya siapakah sang pelaku keji yang ada dibalik setiap pembunuhan, penganiayaan dan penculikan yang sering terjadi akhir-akhir ini.
Bahkan Pemerintah Korea pun sudah turun tangan untuk ikut membantu para detektif dan polisi yang ditugaskan untuk melacak keberadaan sang pelaku. Dan untuk kesekian kalinya juga mereka menemui jalan buntu tentang kasus yang sangat meresahkan seleruh penduduk Korea.
Karena meski selalu menemukan keadaan mayat yang kondisinya mengenaskan sama seperti sebelumnya tapi tetap saja semua petugas tidak bisa menemukan satu jejakpun tentang sang pelaku. Karena para detektif sendiri mengakui bahwa mereka melakukannya dengan sangat bersih dan rapih hingga sulit untuk dilacak dan diselidiki.
Dan disebuah ruang keluarga dirumah Pigu. Gadis itu dan keempat sahabatnya yang lain, Lizz, Lenny, Monie dan Nishi tengah sama-sama menonton berita yang lagi-lagi menayangkan kasus pembunuhan yang mereka lakukan. Dan jujur saja hal tersebut membuat lima gadis sekawan tersebut merasa bosan.
Tentu saja, apakah tidak ada berita lain selain kasus yang mereka buat? Heol, itu menggelikan!. Dan sepertinya mereka tidak sadar bahwa berita tersebut sering muncul itu juga Kerena ulah mereka sendiri.
"Bisakah kau ganti acaranya? Aku bosan melihat pemberitaan yang selalu itu-itu saja", keluh Lenny sembari menikmati keripik yang Monie bawa untuk mereka tadi malam.
"Mau diganti chanel mana coba, itu berita lagi panas-panasnya tau", sela Pigu disela kunyahannya memakan setoples coklat rasa darah yang ada dipelukannya. Itu sungguh nikmat!
Monie dan Lizz saling lirik sebelum terkekeh geli. Begitu juga dengan Nishi yang kini sibuk dengan smartphonenya karena harus lebih dulu menanggapi ocehan manajernya yang cerewet. Maklum karena gadis cantik itu adalah seorang model yang sedang naik daun.
"Oh ya Lenny. Selamat untuk lukisan berdarah mu yang untuk kesekian kalinya masuk dalam galeri ternama Korea yang tentunya akan masuk dalam galeri internasional dunia juga", Lizz memeluk gadis yang ada disebelah kanannya. Ikut merasa bangga dengan keberhasilan yang dicapai oleh salah satu sahabatnya tersebut.
Gadis itu balas memeluk, meski sedikit kesulitan karena memegang toples keripik yang membuat lidahnya terus bergoyang nikmat, "Makasih, itu juga karena kalian", ucap Lenny senang.
"Kali ini lukisan yang mana yang terpilih Lenn?", tanya Monie penasaran. Tapi tatapan matanya fokus pada layar smartphone miliknya karena tengah memilih menu-menu yang mungkin akan dicobanya nanti.
"Yang "My Killer". Kata mereka itu sangat bagus seolah ada sesuatu didalam lukisan ku", jelas Lenny enteng. Masih fokus pada acara berita ditv yang membosankan.
"Tentu saja begitu. Catnya saja bukan cat biasa", sahut Nishi. Yang kini merampas toples keripik yang ada digenggaman Lenny. Membuat gadis itu melotot padanya tapi tidak mempan.
Karena bagaimanapun mereka sama!
"Kau sendiri bagaimana dengan jadwal pemotretan mu Nishi", Pigu menatap kesamping nya dimana Nishi sudah duduk manis sembari mencomot keripik yang ada ditangannya.
"Seperti biasa membosankan", gadis itu menjawab acuh tak acuh. Yang membuat keempat sahabatnya yang lain hanya saling mengedikan bahu seperti biasa.
"Semua juga kau anggap membosankan", celetuk Lizz santai.
"Kecuali satu, 'bermain' dengan mereka", timpal Monie gadis manis itu kini menyeringai kecil ke arah sahabatnya yang super model itu. Membuat yang lain terkikik geli karena itu memang benar adanya.
"Ya, ya, ya terserah kalian saja", Nishi berujar malas. Sedangkan yang lainnya hanya saling tersenyum jenaka.
"Bagaimana dengan si pecinta PSP itu Monie? Apa dia masih menduakan mu dengan benda jelek itu?", Lenny bertanya pada sahabat yang duduk tepat dibelakangnya diatas sofa. Menatap penasaran dengan kisah cinta sang sahabat yang memiliki kemampuan memasak yang luar biasa. Tidak heran jika saat ini Monie sudah punya beberapa restoran di Korea.
"Tidak juga. Dia tetap romantis meski aku harus mengancamnya dulu dengan membakar semua game yang dimilikinya", kini perhatian Monie sudah tidak tertarik lagi untuk melihat-lihat menu. Karena mendengar pertanyaan itu membuatnya jadi merindukan kekasih tampan tapi manisnya itu.
"Kadang aku kasian padamu Monie. Kenapa kau tidak bakar beneran saja", tukas Pigu enteng yang kemudian nyengir bodoh saat monie menatap kearahnya malas.
"Kayak tidak tau dia saja", sahut Monie malas. Yang lagi-lagi membuat mereka tertawa lucu.
"Kau sendiri, bagaimana dengan si ikan Nemo mu itu Pi?", tanya Lizz penasaran. Lagipula tumben sekali sahabat mereka sedari tadi tidak telfon-telfonan padahal biasanya bisa berjam-jam dua pasangan yang menurut mereka terlalu hiperaktif itu saling berkomunikasi lewat smartphone.
"Dia lagi ada latihan dance seharian ini jadi tidak bisa menghubungiku sekarang", Pigu cemberut. Dalam hati ia sedih juga tidak bisa mendengar suara kekasih jelmaan ikannya yang tampan itu.
"Sabar,sabar", Lenny menepuk-nepuk pundak Pigu dengan senyum jenaka. Yang membuat sang empu mendelik sadis kearahnya.
"Jangan sok peduli, aku tau kau mentertawaiku dalam hati", tukas Pigu kesal. Yang hanya dibalas tawa renyah dari Lenny.
"Memang", sahut Lenny enteng. Tangannya mencomot dengan cepat coklat rasa darah yang dipegang Pigu. Membuat Pigu mendengus kesal.
"Hey, ku dengar si datar manusia es itu akan main film yang ada adegan intimnya Nishi. Apa itu benar?", Lizz mengalihkan perhatian teman-temannya yang kini jadi fokus menatap salah satu temannya yang mendadak pasang wajah keruh dan kesal setengah mati.
Kerena sepertinya pertanyaan itu benar adanya!
"Ya, dan setelahnya tentu saja kalian tau apa yang akan ku lakukan pada gadis yang menjadi lawan main kekasihku", dingin, suara itu tanda bahwa mungkin sebentar lagi Nishi akan berubah dalam mode haus darahnya.
"Jangan lupa aku minta darahnya", celetuk Lenny yang membuat suasana yang sempat mendadak beku kembali mencair begitu saja.
Lenny yang melihat keempat sahabatnya memutar mata malas jadi bingung sendiri, bukankah biasanya juga begitu?
"Kenapa? Aku hanya minta darah seperti biasa, kenapa menatapku seperti itu", tanyanya polos menatap keempat sahabatnya yang lain.
"Lupakan saja", sahut Nishi malas. "Kau sendiri bagaimana dengan si kepala besar?", lanjutnya yang disambut wajah kesal Lizz yang sangat kentara.
"Mukamu tidak enak dipandang sekali", Komen Pigu asal membuat wajah Lizz makin tertekuk masam.
"Jangan bahas dia, aku sedang kesal padanya. Bisa-bisanya dia lebih memilih si Ddangko Brother daripada bersama denganku", gerutu Lizz dan penjelasannya berhasil membuat keempat sahabatnya kembali tertawa ngakak. Oh itu sungguh menggelikan!
"Kau juga patut dikasihani ternyata", Monie terkikik geli kerah Lizz, yang kini mendelik sebal pada semua yang ada disana.
"Ck! Berhenti tertawa kalian, itu tidak lucu", rajuk Lizz pada teman-temannya yang justru terlihat seolah ingin kembali menertawai nya.
"Arra-arra. Mianhae", sahut Lenny yang masih mencoba menahan tawanya. Tidak tega juga melihat sang sahabat diduakan dengan kura-kura?
"Huh!", dengus Lizz keki kearah ke empat sahabatnya.
"Bagaimana dengan si angel pelit mu itu Lenn?", Nishi kini memandang Lenny yang sudah kembali menghadap kearah TV yang masih juga menayangkan pemberitaan membosankan.
"Kami baik-baik saja. Dia sedang sibuk sekarang", jelasnya santai.
"Dia angel tapi dapat kekasih devil sepertimu, kasian", cibir Pigu. Gadis itu tidak sadar bahwa kekasih ikan nemonya juga kasian dapat dia yang juga sama-sama devil?
"Pacar kita semua kasian. Bukan hanya angel ku saja", tukas Lenny. Yang kini kembali sibuk memakan keripiknya lagi yang sempat tertunda.
"Benar juga ya. Dan aku tidak bisa bayangin jika mereka tau tentang kita suatu hari nanti", Pigu menatap keempat sahabatnya yang lain. Pandangan kelima gadis itu mendadak berubah dingin dan kelam.
"Bunuh saja kalau sampai tau", ucap Nishi sarkas. Kerena meraka pernah membahas ini sebelumnya.
"Ya, atau buat mereka lupa tentang kita", timpal Lenny suara gadis itu terdengar datar. Menatap serius keempat sahabatnya yang lain.
"Aku bisa melakukannya dengan baik jika masalah itu", sambung Lizz dengan seringainya yang bisa memebuat siapa pun akan merinding.
"Tapi yang jadi pertanyaanya adalah ...," dengan sengaja Monie menjeda ucapannya. Gadis itu menatap dalam pada iris setiap sang sahabat dengan serius.
Sedang Lenny, Nishi, Pigu dan Lizz mereka saling pandang. Penasaran akan lanjutan dari ucapan sahabat mereka yang satu ini.
"Apakah kita sanggup melakukannya?",
Dan kelima gadis itu terdiam. Saling bertanya pada diri sendiri. Tentang kesanggupan dimana jika sewaktu-waktu mereka bisa saja dituntut untuk bersenang-senang dengan mereka.
Mereka yang dalam artian sebenarnya adalah seseorang yang berstatus sebagai kekasih mereka. Karena jika panggilan jiwa itu telah hadir Lizz, Nishi, Monie, Lenny dan Pigu bahkan tidak bisa menjamin jika mereka tidak akan menjadi korban berikutnya.
-/-
TBC_!
