Main Cast: Xi Luhan, Oh Sehun, Kai
SC: All EXO official couple
Warning: Yaoi/ Boy x Boy. Do not bash!
Happy reading~
.
.
.
.
.
Baekhyun tetap mengunyah sandwich nya dengan nikmat tanpa memperdulikan tatapan membunuh Luhan yang sedari tadi dilayangkan padanya. Setelah perutnya terasa kenyang barulah ia balas menatap Luhan dengan cengiran tidak berdosa.
" Luhannie, sekali-kali kau harus ikut berlibur bersama kami. Bagaimana bisa kau menghindari teman-teman mu terus. Selain aku tentunya yang kebetulan satu kampus dengan mu. Yang lain merindukan mu, Lu. Terutama Sehun."
Luhan mengernyit heran mendengar ucapan Baekhyun yang terakhir. Tapi sedetik kemudian ia teringat soal masalah yang sedang mereka bahas itu.
" Sudah kubilang kalau aku tidak bisa Baekki. Aku sibuk! "
" Tidak mungkin ada kata sibuk di libur musim panas, Lu. Demi eyeliner yang sedang kupakai, kita libur selama tiga bulan. Tiga bulan! Bagaimana bisa kau tidak mau menyisakan waktu beberapa hari untuk berlibur bersama teman-teman mu. Kau bahkan tidak mungkin kembali ke Cina. Orang tua mu sedang berada di Amerika, bukan?"
" Tapi-"
" Sekali ini saja, Lu. Ayolah~"
Dan entah kenapa Luhan malas berdebat lagi. Lagipula ia juga sudah merasa tidak enak karena selalu menolak ajakan mereka. Akhirnya ia mengangguk pasrah membuat Baekhyun memekik senang. Setelah heboh sendiri selama beberapa menit, Baekhyun segera pamit pergi karena kelasnya sebentar lagi mulai.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya setelah seminggu penuh berkutat dengan praktikum dan ujian akhir, liburan musim panas pun datang. Luhan sibuk memilih-milih baju apa yang akan dibawanya, sedangkan Kai sedang tiduran di ranjang Luhan sambil memainkan smart-phone nya.
" Tumben kau ikut, Lu. Biasanya kau selalu menolak saat ku ajak"
Luhan tidak menjawab tapi kemudian berbaring disamping Kai, memeluk namja itu dari samping.
" Apa kau ikut karena ada Sehun?"
Luhan sendiri tidak tahu mengapa jantungnya terasa berdebar saat Kai menyebut nama itu. Bahkan pertanyaa Kai tadi membuatnya kembali berpikir apakah benar kalau ia ikut gara-gara namja albino itu? Tapi segera ditepisnya pikiran itu jauh-jauh.
" Bodoh. Baekhyun yang memaksaku. Lagipula, aku sudah cukup merasa tidak enak selalu menolak ajakan kalian" Luhan menggembungkan pipinya lucu membuat namja tan itu tertawa melihat tingkahnya.
" Kau benar-benar menggemaskan"
Sedetik kemudian Luhan dapat merasakan bibir Kai menyapu lembut bibir pink nya. Ia menutup mata sambil membalas ciuman Kai tapi bunyi ponsel menginterupsi kegiatan mereka.
" Waeyo, chagi?"
Luhan sudah tahu siapa yang menelpon Kai. Otomatis ia bergerak menjauh dan duduk dipinggiran ranjang.
" Ne, arraseo. Aku akan menjemputmu sekarang. Bye" ujar Kai sebelum menekan tombol merah kemudian memasukan benda kotak itu kedalam sakunya.
" Mianhae, Lu. Aku harus pergi"
Dan lagi-lagi Luhan hanya bisa menatap punggung namja itu menghilang dibalik pintu kamarnya.
.
.
.
.
.
.
Hangatnya udara daerah pesisir pantai menyentuh permukaan kulit Luhan ketika ia turun dari mobil. Aroma air asin bercampur pasir masuk kedalam indra penciumannya. Rasanya sudah lama sekali ia tidak ke pantai.
" Kajja, Lu"
Xiumin menyenggol pelan bahu Luhan dan mengajaknya masuk kedalam rumah kayu bertingkat yang tidak jauh dari situ.
" Jadi, semuanya total ada 6 kamar. 3 di lantai atas dan 3 di lantai bawah. Kamar mandi ada di dalam masing-masing kamar. Satu kamar akan dihuni 2 orang. Sekarang bereskan barang-barang kalian dan beristirahatlah" Suho selaku pemilik rumah memimpin pergerakan teman-temannya.
Kai dan Kyungsoo memilih kamar paling depan. Disusul Baekhyun dan Chanyeol, juga Xiumin dan Jongdae yang naik ke lantai 2. Tao segera menarik Kris menaiki tangga, ia juga sepertinya ingin tidur di lantai atas. Sedangkan Suho mengajak Yixing untuk menempati kamar utama yang berada dekat dengan ruang tamu. Sekarang tinggal Sehun dan Luhan yang saling menatap dengan canggung.
" Sehun- "
Belum selesai Luhan berucap, namja tinggi itu sudah menariknya ke kamar terakhir yang masih kosong. Sehun kemudian membaringkan dirinya di kasur yang lumayan besar itu sedangkan Luhan masih mematung di pintu kamar. Bingung harus bagaimana.
" Kau istirahat saja, Lu. Aku akan mandi dulu" ujar Sehun kemudian mengambil handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi.
.
.
.
.
.
Kyungsoo terlihat sibuk memotong sayur dan mengaduk-aduk sup kimchinya untuk makan malam mereka hari itu. Sedangkan Yixing sendiri menyerut es untuk membuat patbingshu sebagai dessert mereka.
" Ada yang bisa kami bantu?" Xiumin dan Baekhyun masuk kedalam dapur sambil melihat-lihat.
" Aku tahu kalau kalian hanya ingin mencari camilan. Ambillah sendiri di kulkas" Yixing menjawab tanpa menengok ke arah 2 namja yang sekarang sedang cekikan itu.
" Apa kalian melihat Kai?" tanya Kyungsoo yang hanya di balas gelengan oleh mereka.
" Kai berada di teras depan bersama Sehun"
Luhan tiba-tiba muncul dengan wajah berkerut kesal. Pasalnya tadi ia pergi kedepan, bermaksud untuk mengobrol bersama dua namja itu tapi begitu ia datang mereka malah langsung diam dan hanya menatapnya lurus dengan pandangan aneh. Bahkan saat ia mencoba mengobrol mereka hanya diam saja. Entah ada apa dengan dua orang itu.
" Lu, ayo kita ke atas. Chanyeol, Jongdae dan Suho sedang menonton film horror di kamar."
Luhan mengangguk setuju dengan ajakan Xiumin dan Baekhyun, meninggalkan Kyungsoo dan Yixing yang masih sibuk memasak.
.
.
.
.
.
Setelah selesai makan malam, Luhan dan Kai kebagian tugas mencuci piring akibat kalah dalam permainan gunting, batu, kertas. Entah mengapa menurut perasaan Luhan, Kai sengaja kalah saat ia melihat Luhan sudah kalah duluan di ronde pertama.
" Lu, ada yang ingin kubicarakan"
Dan benar saja, sepertinya Kai sengaja mengalah agar mendapat kesempatan bicara dengan Luhan.
" Apa?" tanya Luhan acuh sambil menggosok piring dengan spons. Kai terdiam cukup lama sebelum menjawab.
" Sehun menyukaimu"
Hampir saja piring yang sedang dipegangnya terlepas kalau Kai tidak sigap menahan tangannya.
" Ja- jangan bercanda" Luhan sadar kalau nada suaranya terdengar gugup. Ia mencoba tertawa walau itu terdengar sangat kaku.
" Aku serius dan ini sama sekali tidak lucu, Lu"
Suara tajam dan rendah milik Kai membuat Luhan seketika diam tidak tahu harus menjawab apa.
" Ia mengatakan pada ku saat kami di teras tadi" lanjut Kai membuat Luhan sedikit paham alasan sikap aneh mereka tadi.
" Dan bagaimana kalau aku juga menyukainya?" kata-kata itu meluncur begitu saja hingga membuat Luhan sendiri kaget dengan perkataannya. Kai menelan ludah kasar mencoba menahan emosinya. Cemburu? Tentu saja.
" Bodoh, kau hanya menyukaiku" suara Kai lebih mirip geraman di telinganya.
Luhan tersenyum penuh kemenangan karena setelah sekian lama mereka bersama, ini kali pertama ia bisa memancing emosi seorang Kim Jongin. Sangat jarang, bukan?
" Jangan terlalu pede tuan Kim. Apa yang membuat mu seyakin itu, eoh? Sehun cukup tampan dan pintar " Luhan makin senang melihat perubahan raut muka Kai.
" Neo-"
Dan dengan gerakan cepat, Kai menarik tengkuk Luhan dan menciumnya tepat dibibir. Luhan kaget dan segera mendorong tubuh namja itu. Ia kemudian melihat sekeliling, takut kalau ada yang melihat kejadian barusan. Tapi, untunglah dapur sudah sepi dan tidak terlihat seorang pun dekat situ.
" Kau gila! Bagaimana kalau ada yang melihat?" Luhan menahan dirinya untuk tidak berteriak membentak Kai. Mereka kemudian segera menyelesaikan tugas mereka dalam diam tanpa melihat sosok yang berdiri membatu di samping tangga.
" Luhan? Kai?"
TBC
