Hoi...! Minna!

Apa kabar?

Ketemu lagi dengan Faris.

Hmm?

Sebelumnya Faris minta maaf, Sama SHls.

Maafin Faris ya! #Memohon dengan Kucing eyes.

Yap.

Sebelumnya Faris juga minta maaf karna gak bisa balas Review 1 per 1.

Dan juga, Faris mau berterima kasih Untuk Orang yang me-Review Fict faris di chapter sebelumnya. Menerangkan panjang lebar X tinggi. Tentang cara penulisan kata. Seseorang tidak akan berubah kalau tidak mendapat teguran bukan?

Orang yang me-Review Panjang lebar X tinggi =luas, mempunyai penName : Na-Nafor-Nafor. Ah susah namanya. Faris lupa. Tapi yang penting aku sungguh sungguh sangat berterima kasih. Jangan marah ya..? kalau aku lupa namanya.

Baiklah. Author sudah kebanyakan Bacot nich. Kita langsung aja Chapter 2.

Naruto© Mashasi K

Cerita© Faris

Pair : Naruhina

Warning: OOC, AU, ABAL, THYPO, GAJE, PASARAN DLL.

Jyuuken

Chapter 2

Normal Pov

Hinata-pun berjalan menuju bangku kosong di samping Naruto. Untuk sampai ke bangku naruto, Hinata melewati bangku-bangku teman sekelasnya. Walaupun belum resmi menjadi teman. Bangku naruto berada di barisan ke-dua dari belakang. Sementara Hinata berjalan menuju bangku tersebut. Dia melewati bangku siswa yang sedang menggendong anjing di pangkuanya. Siswa itu melihat Hinata dengan mata berbinar-binar. Sepertinya Siswa itu tidak tau siapa yang sedang dilihatnya. Hinata kemudian melewati Siswa yang mesum tadi pagi. Yang tak lain adalah Uchiha Sasuke. Kenapa Uchiha sasuke dibilang sangat mesum?. Karena Hampir setiap hari dia selalu memegang atau meraba dada siswi sekelas-nya. Tapi anehnya cewek itu-pun hanya diam saja. Contohnya siswi yang mempunyai rambut berwarna Pink. Si Uchiha itu juga hampir meraba dada seorang guru, padahal guru tersebut merupakan guru yang paling galak. Anko Mitarashi, itulah namanya. Untung saja kejadian itu tidak terjadi, karna dia dilarang oleh sahabatnya yaitu adalah Namikaze Naruto. Sementara saat ini, Sasuke sedang Berkeringat dingin dan tubuhnya sedang bergetar dengan hebat. Takut. Takut akan Hinata yang melewatinya akan tiba-tiba memukulnya. Sementara Hinata hanya berjalan melewatinya, seperti tidak ada yang terjadi apa-apa. Sasuke sekarang bisa bernafas dengan lega. Sungguh bukanlah sifat Uchiha. Hinata sekarang melewati Siswa yang sedang asik memakan keripik kentang. Choji Akimichi, itulah nama-nya. Sementara Choji yang merasa bahwa Hinata akan melewatinya, Choji pun berbisik.

"Pssst.. Hei kau!" kata choji pelan. Hinata pun menoleh sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Iya kau, Hei Dadamu besar juga, coba dadamu itu kentang, pasti rasanya sangat nikmat." Hinata yang mendengarnya hanya bisa mendelik kesal.

"Dasar Gendut" balas Hinata dengan menekankan kata Gendut. Sementara Choji yang mendengarnya, wajahnya berubah menjadi merah karna Marah. Tapi kemarahanya bisa diredam, karna dia sadar sedang berada didalam kelas.

Hinata akhirnya sampai. Hinata sedang berdiri di samping bangku kosong yang berada di samping Naruto.

"Silahkan duduk" ucap Naruto tak lupa dengan cengiran Khas-nya.

"Te-terima ka-kasih" ucap hinata tergagap karna melihat cengiran Khas Naruto.

Hinata Pov

"Oh Kami-Sama Dia tampan sekali. Matanya sungguh Indah. Mataku tak henti-hentinya menatapnya. Dia mempersilahkanku duduk. Dan kenapa aku jadi seperti ini. Aku gugup, jantungku deg-degan dan kenapa aku jadi tergagap seperti ini. Oh Kami-Sama apakah aku akan sanggup bila terus didekatnya." Ucapku dalam hati.

Akupun duduk di sebelahnya. Matanya tak henti-hentinya menatapku. "Aku, aku kenapa jadi seperti ini, aku malu. Aku malu di tatapnya terus." Tanyaku dalam hati Lagi.

"Ano. A-apa ada y-yang salah de-denganku?" Tanyaku padanya. Dengan malu aku menatapnya.

Dia tersenyum lembut padaku. Senyuman ini berbeda dengan senyuman tadi. Senyuman ini sungguh manis. Dan dia kelihatan tampan. Dan akhirnya pertanya'an aneh mucul di kepalaku. "Kenapa dia bisa di kelas ini? padahal tidak ada yang aneh dengan-nya."

"Hai, perkenalkan, Namaku Namikaze Naruto!" Suara itupun membuyarkan lamunanku di saat menatapnya.

"Hyuga Hi-Hinata, Salam kenal dan mohon bantuanya." kataku menjawab.

End Hinata Pov

Naruto Pov

Aku terbangun dari lamunanku tatkala aku mendengar TERIAKAN dari Kakashi sensei. Aku pun melihat kedepan dan bertanya ada apa. Tapi Kakashi sensei tidak menjawab, dia malah menyuruh siswi baru untuk duduk disampingku. Aku pun melihat siswi itu. Pandangan kami pun bertemu. "Cantik dan seksi" itulah yang terlintas di kepalaku. Dia pun akhirnya berjalan menuju bangku kosong disebelahku. Setelah menyuruhnya duduk, mataku tak henti-hentinya menatapnya. Hingga dia bertanya padaku. Terdengar dari suaranya yang malu-malu. Dia pun balas menatapku bisa kulihat wajahnya ada sedikit semburat merah di kedua pipinya. Untuk meredam kecanggungan yang melanda, aku tersenyum dan akhirnya aku putuskan untuk memperkenalkan diri.

Dia pun membalasnya. Setelah aku melihatnya lekat-lekat aku teringat sesuatu "Glek" aku menelan ludah. Perasa'an senang dan khawatir muncul bersamaan di kepalaku. Aku senang karna ada Siswi yang cantik dan seksi duduk di sebelahku dan aku juga khawatir, karna dia adalah siswi yang membuat Sahabatku Sasuke jatuh tersungkur hanya dengan satu pukulan yang mendarat di dadanya.

Kualihkan pandanganku darinya dan mulai mengikuti pelajaran Kakashi Sensei.

End Naruto Pov

Normal Pov

Jam istirahat pun berbunyi. Para Siswa-Siswi berhamburan keluar kelas. Tapi tidak untuk Naruto, di jam istirahat dia hanya ingin tiduran di kelas. Karna semalam habis bergadang nonton Film bersama kakek-nya Jiraiya. Baru lima menit dia tertidur, tapi dia sudah terbangun karena dibangunkan oleh orang disebelahnya.

"Hinata! Kenapa kau membangunkanku?" tanya naruto yang sedikit kesal dan terkejut. Kesal karna tidurnya terganggu dan terkejut karena yang membangunkanya adalah Hinata.

"A-ano, Na-Naruto. Bisakah k-kau menemaniku k-ke Ka-Kantin. A-aku lapar. Aku ti-tidak tau tempatnya." Kata Hinata yang terlihat sedikit memelas. Semburat merah pun tak lepas dari kedua pipinya.

Naruto pun teringat sesuatu. Dia hari ini membawa bekal, yang dibuat oleh Ibu-nya.

"Ini makanlah, aku sedang tidak lapar hari ini." Ucap Naruto sambil monyodorkan kotak putih yang berisi Bento.

"A-ano, Na-Naruto. Aku ma-mau Ramen" Ucap Hinata memohon.

"Ck. Ramen tidak baik untuk Tubuhmu. Tidak baik kalau memakan ramen terus setiap hari. Makanlah makan-makanan bergizi seperti sayuran." Balas Naruto panjang lebar sambil menirukan gaya Ibunya saat menasehatinya.

"Kumohon" Kata Hinata memelas sambil menunjukan Jutsu kucing eyes.

"Hahhhh. Baiklah-baiklah, tapi setelah aku mengantarmu ke kantin Kau jangan mengganggu tidurku lagi." Kata Naruto kesal.

"Ma-maaf" ucap Hinata lirih.

"Baiklah ayo pergi" kata Naruto malas.

Merekapun akhirnya pergi ke kantin. Naruto di depan sementara Hinata di belakang.

Sepasang tangan membekap mulut dan tagan Hinata. Naruto yang berjalan didepan tidak tau kalau Hinata sedang dibekap oleh seseorang.

"Kakak Dialah yang telah memukulku tadi pagi." Kata siswa yang tak lain adalh Uchiha Sasuke.

"Hmm.. Dia Cantik dan manis juga!" Kata sang kakak. Yang diketahui bernama Uchiha Itachi.

"Bagaimana kalau kita perkosa saja" ucap Itaachi sambil menyeringai.

Kakak beradik itupun mendekati hinata. Tangan sasuke sedang Ingin menyerang Payudara Hinata. Sementara tangan sang kakak mencoba menyingkap Rok pendek Hinata.

"Kaiten" seru Hinata. dan Kakak beradik itupun jatuh terpental menghantam dinding dan akhirnya pingsan.

"Ck. Dasar lelaki lemah" kata Hinata.

Hinata pun Akhirnya menyusul Naruto. Dan akhirnya menemukan Naruto yang sedang clingak clinguk mencari seseorang.

"Hei kau!" seru Naruto pada Hinata "jadi ke kantin tidak?" timpalnya lagi.

"I-iya ma-maaf" kata Hinata.

Hinata akhirnya berjalan mendahului Naruto. Sementara Naruto hanya menghela nafas.

Masalah selalu saja datang kepada Hinata. Entah kenapa? hari ini selalu saja ada yang ingin melecehkanya.

"Hei Kau Payudara Kentang!" seru siswa yang bernama Choji tersebut.

"Tadi kau bilang aku Gendut, sekarang berikan payudara Kentangmu!" katanya lagi.

Choji pun berlari menuju Hinata. Seperti biasa orang yang ingin melecehkan Hinata pasti Babak belur. Sementara Naruto hanya terdiam dan berharap.

"Semoga itu semua tak akan terjadi padaku." ucap Naruto dalam Hati.

TBC.

Sekian dulu ya chapter 2 nya

Maaf kalau belum memuaskan para readers.

Karna aku juga ngerasa gak puas untuk chapter 2 ini.

Gomen.

Jaa nee!