Kehidupan Baru
Xover: Naruto x Highschool DxD
Pair: Naruto
Disclaimer: Masashi Kishimoto x Ichiei Ishibumi
Genre: Romance, School life, adventure, drama, ecchi
Summary: Naruto setelah meninggalkan panti asuhan di kota lamanya, memulai kehidupan barunya di kota Kuoh
Chapter 2
"Nngghhh..." erang pemuda bernama Naruto saat baru bangun pagi dia pun melihat jamnya, jam yang menunjukkan jam 5 lewat 25. Saat Naruto ingin bangun entah kenapa tubuhnya terasa berat, dengan mata yang mengantuk Naruto melihat kiri dan kanannya, disaat melihat kanannya Naruto merasa bahwa semalam seingat dirinya Naruto tidur tidak menggunakan guling, dengan mata yang mengantuk Naruto pn menyentuh sosok yang seperti guling tersebut
Nyuuttt...
"AAhhh.." terdapat suara erangan yang cuku menggoda. Naruto yang mendengar hal itu sedikit terdiam dan menyentuhnya lagi "Aahh.." lagi-lagi suara itu terdengar, suara yang cukup menggoda. Naruto yang baru sadar dari kantuknya langsung menyingkirkan selimutnya
"Hhhhwaaaa..." teriak Naruto yang langsung mundur dari sosok tersebut
Bbrruukkk...
"Nngghhh... Selamat pagi." ucap sosok tersebut
"Selamat pagi apanya dan apa yang kau lakukan disini Gremory-san." teriak Naruto
"Mou Naruto-kun jangan teriak-teriak ini masih pagi." balas Rias yang masih mengantuk
"Gimana aku tidak teriak-teriak hei tomat." teriak Naruto lagi
"Hei siapa yang kau sebut dengan tomat." ucap Rias yang sepertinya emosi
"Tentu saja kau tomat, memang ada lagi yang mirip tomat selain kau hah." balas Naruto sambil menunjuk rias tanpa mengetahui aura hitam dibelakang sosok Rias
"Ne Naruto-kun." ucap Rias yang menyingkirkan selimut dari tubuhnya
"Apa...HHHwwaaa... kau gila ya kenapa kau hanya memakai pakaian dalam hei tomat apa kau gila." ucap Naruto yang langsung memalingkan mukanya karena Rias hanya memkai bikini berwarna hitam yang cukup minim
"Kau menyebutku apa Naruto-kun." ucap Rias yang mendekati Naruto
"Tomat GILA." Balas Naruto
Bugh...brak...JDER...DUG...Bruk...CTAR...NGEONG...
"Apa kau sudah menyerah Naruto-kun." ucap Rias yang bangun dari lantai kamar Naruto
"A...ampun...Rias-sama." balas Naruto yang babak belur dilantai
Naruto yang masih babak belur segera bangun dan saat itu wajahnya tepat di tengah kemaluan Rias. Rias yang melihat wajahnya langsung memerah "Eeecchhiiiii..." teriak Rias sambil menendang wajah dengan tendangan memutar miliknya dan sukses membuat Naruto terbang menabrak dinding dan menciptakan ratakan sarang laba-laba disana.
.
.
.
"Aduuhh... kenapa badanku sakit semua." ucap Naruto yang berbaring dikasurnya
Cklek
"Kau sudah sadar." ucap sosok Rias yang baru saja masuk ke kamar Naruto (Kali ini pakai baju dan celana kok)
"Oh Gremory-san sepertinya aku bermimpi aneh." ucap Naruto
"A...aa...mimpi apa Naruto-san." ucap Rias yang sepertinya salah tingkah
"Aku bermimpi kau tidur dikamarku, lalu memukuli dan diakhiri aku ditendang oleh mu." ucap Naruto
"Oh hahahaha... mimpi yang aneh ya." balas Rias dengan senyuman yang dipaksakan
"Lalu ada apa pagi-pagi kesini dan gimana cara mu masuk?" tanya Naruto
"Oh aku disuruh nii-sama membawakan mu sarapan dan aku masuk lewat pintu sepertinya semalam kau lupa menguncinya." ucap Rias
"Oh begitu ya." balas naruto 'Perasaan aku telah mengunci semuanya semalam.' tambah batinnya
"Nah karena badanmu katanya sakit, semua bagaimana kalau aku suapi saja makannya." ucap rias malu-malu
"Ti...tidak perlu aku bisa sendiri kok." balas Naruto yang bangun dengan dipaksakan lalu mengambil kotak yang dipegang Rias
"Oh baiklah, ya sudah aku pulang dulu, jika ada apa-apa kamu disuruh menghubungi rumahku, no nya ada di sebelah teleponmu dibawah. bye" ucap Rias yang menutup pintu lalu keluar dari kamar Naruto
Naruto POV
Entah kenapa mimpi tadi terasa seperti nyata bahkan liat sekarang tubuhku bukan cuma perban bahkan juga plester dipelipisku hhhh... pagi yang menurutku mengerikan. Lebih baik ku mandi. beberapa menit kemudian aku selesai dan mamakai kaos polos biru dan celana training berwarna sama. Aku pun memutuskan untuk berjalan keluar rumah tidak lupa membawa hpku, saat aku berjalan direrumputan dipinggir sungai aku melihat 3 sosok yang sepertinya bahagia karena daritadi mereka terus tertawa
"Hei apa yang kalian lakukan?" tanya ku kepada ketiga pemuda
"Sedang melihat surga dunia." jawab salah satunya
"Surga dunia? maksudnya." tanyaku semakin penasaran
"Sudah lebih baik sini-sini." ucap salah satu mereka melambaikan tangannya kepadaku dengan tujuan mengajakku.
Aku pun mendekati mereka dan melihat apa yang sedang mereka lakukan, saat aku melihatnya mataku terbuka selebar-lebarnya dn langsung merebut majalah itu. "Hei." ucap salah satu dari mereka. Aku pun tidak mempedulikan protes dari mereka bertiga dan langsung melempar majalah yang mereka baca itu ke sungai
"Hei apa yang kau lakukan SIALAN." ucap salah satu mereka melancarkan tinjuannya kepadaku
AKu yang melihatnya langsung dapat menghindar. "Apa yang kulakukan, harusnya aku yang bertanya kenapa kalian membaca majalah NISTA itu KAMPRET." balas ku emosi
Disaat itu kedua temannya mengelilingiku. "Hei..hei... 3 lawan 1 itu tidak adil." ucapku
"Adil bagi anak SIALAN sepertimu." ucap salah satu mereka dan disaat yang mereka bertiga menerjangku dari tiga arah
Hari ini menurutku seperti benar-benar hari sial ku, setelah pagi aku seperti habis ditabrak truk berwarna merah, kali ini harus mengurus tiga anak SESAT. Aku pun berusaha menghindari semua sergapan mereka, tapi salah satu dari mereka berhasil menahanku dari belakang, secara reflek aku menginjak kaki anak itu, dan langsung mengaduh kesakitan pada kakinya. Aku pun berlari meninggalkan ketiga pemuda yang sepertinya keturunan setan tersebut.
Aku pun menuju tempat kerja part time, walau aku baru bekerja jam 3 tapi tidak ada salahnya untuk berkunjung kan. Aku pun masuk, dan melihat sih pemilik cafe yang bernama Kokabiel menerung seperti kehilangan hidupnya. Padahal aku yang babak belur ini saja maish bisa menjalani hidup.
"Siang bos." ucapku
"Oh kau Naruto hhhhh..." ucapnya langsung menghela nafas
"Kenapa bos, kau seperti kehilangan semangat hidupmu saja." ucapku kembali
"Harusnya aku yang bertanya kenapa kau sampai babak belur begini." ucapnya yang melihat kondisiku
"Aku habis ditebrak truk berwarna merah." balas ku
Disuatu tempat
"Huachi..."
"Kau kenapa Rias? kau flu."
"Tidak Akeno."
"Mungkin ada yang sedang membicarakan mu mungkin fufufu..."
"Sudahlah lebih baik kita ke toko buku."
"Baik...baik..."
kembali kepada Naruto
"Nah sekarang giliranku bos kenapa murung?" tanyaku
"Sepertinya belakangan ini pelangganku semakin sedikit." balasnya
Aku yang mendngarnya langsung mendapat ide, aku mengajukan diri untuk bekerja lebih awal disabtu dan minggu dan pulang seperti biasa dengan gaji juga dimasukkan ke standar gaji biasa saja, aku melakukan hal itu karena sabtu dan minggu aku pastikan, aku seperti pengangguran, jadi tidak salahnya membantukan.
"Bos bagaimana kalau sabtu sampai minggu aku bekerja lebih awal dan pulang sampai toko tutup. Soal gaji bos tidak perlu menambahkannya lagipula sabtu dan minggu aku menganggur kok, jadi sam-sama untungkan."
"Tahu darimana bakal untung?" tanya nya
"Karena aku anak tampan." balas ku seenaknya
Dan saat itu juga aku langsung bekerja, dan serius baru kali ini aku melihat perempuan sampai tidak berledip melihatnya, ya walau tadi pagi aku juga dapat penyajian yang hebat dari tetanggaku. Tapi kali ini bisa dibilang membuat menelan ludah ku sendiri dengan sepertinya aku sudah OOC disini melihat sosok didepanku, dia merupakan sepupu dari bosku bernama Raynare ya walau umurnya diatasku bahkan bia ku asumsikan lebih tua dari Rias, tapi bentuk lekuk tubuhnya ku jamin kedua temanku akan memberikan poin 100++ saat melihatnya, Raynare spertinya baru bangun dari tidur tapi bukan itu yang membuatku tidak bisa berkedip, bahkan aku bisa bilang dia lebih gila dari Rias karena tanpa memakai sehelai benang pun ditubuhnya.
"Oh siang Naruto-san."
"Naruto-san."
Saat itu aku kembali sadar dari dunia ku, dan langsung memalingkan muka tampan ku ini. Melihat hal yang aku lakukan sepertiya Raynare bingung.
"Bi...bisakah ka..kau me...makai pakaianmu. A...aku bisa melihat dua gunung fu...fuji.. dengan je..las dan juga le..tusan kecil di u..jungnya." ucapku terbata-bata
Raynare yang sadar dan melihat tubuhnya tanpa sehelai benang, bukan hanya itu dia langsung memukul kepala belakangku dengan telapak tangannya dan lumayan keras "Naruto no Echhiiiii..." teriaknya dan sepertinya dia langsung menuju kamarnya saat aku mendengar suara langkah kaki
Benar-benar deh sepertinya hari ini aku sangat sial, pagi bermimpi aneh, lalu ketemu ketiga pemuda keturunan iblis karena memiliki sifat SESAT yang setara dan sekarang kepala belakang ku dipukul padahal bukan aku yang salah. AAkkkhhh... sepertinya aku salah memilih kota, harusnya aku pilih kota Karakura atau kota lainnya.
Setelah beberapa saat Raynare kembali menggunakan baju maidnya, walau ettap saja bagian atas dadanya terlihat tapi ini sudah bisa dibilang cukup normal dibanding yang sebelumnya, "Maaf Naruto-san."
"Ah tidak apa-apa kok, aku juga yang salah karena tidak langsung memberitahukanmu."
Naruto POV end
Konoha
Berbeda dengan di Kouh, di Kota Konoha rupanya masih dibilang pagi. Saat itu tiga orang mendatangi panti asuhan dimana Naruto pernah tinggal salah satu dari ketiga sosok itu mengetuk pintu tersebut
tok..tok...tok...
"Iya sebentar." ucap seseorang dari dalam
Sosok dari dalam rumah pun membuka kan pintu dan melihat ketiga sosok didepannya dengan tatapan bingung 'Siapa mereka' ucap batinnya
"Ano, maaf apa saya bisa bertemu dengan pemilik panti ini." ucap sosok pria berambut kuning
"OH Kabuto-san. Tunggu sebentar ya." ucap sosok tersebut yang langsung memanggil Kabuto
Kabuto pun sampai di depan dan mempersilahkan tamu tersebut masuk, dan sesudah sampai diruang tengah Kabuto mempersilahkan sang tamu untuk duduk dan tidak llupa menyediakan minum, Kabuto selalu bersikap seperti itu sebelum menanyakan minum Kabuto sudah membuatkan minum untuk tamu
"Begini apa anda tahu soal bayi yang berambut kuning dan ditaruh di depan panti dan itu sudah sekita 14- 15 tahun lalu." ucap pria dewasa dengan rambut kuning
"Maaf anda bertiga ini siapa ya?" tanya Kabuto
"Nama saya Namikaze Minato, ini istri saya uzumaki Kushina dan sekarang menjadi Namikaze Minato, lalu ini putri kami Namikaze Naruko dan juga adik kembar dari bayi yang ditaruh di depan panti ini." ucap pria dewasa tersebut bernama Minato
"Oh...begitu, Uzumaki ya maksud anda bayi yang bernama Uzumaki Naruto." ucap kabuto
"Ah iya benar itu dia, sekarang kakak kembar saya dimana Kabuto-san." ucap Naruko
"Soal itu saya akan bicarakan dengan Naruto dahulu, bagaimana pun aku masih sah menjadi orang tua asuhnya, walau kalian keluarga. Tapi, mohon dimengerti." ucap Kabuto
"Baiklah, tapi tolong kabari saya jika anda sudah membicarakan hal ini kepada Naruto." ucap Minato. "Dan oh iya ini kartu nama saya dan kami juga memberikan anda mini bus sebagai ucapan terima kasih kami karena anda telah merawat Naruto." ucap Minato menyerahkan kartu namanya dan juga sebuah kunci
"Itu seharusnya tidak perlu Namikaze-san. Sudah menjadi kewajiban panti ini untuk merawat anak-anak yang terlantar." balas Kabuto
Setelah itu keluarga Namikaze pun pamit dan kabuto mengantar kepulangan keluarga tersebut sampai gerbang. "Tolong kasih tahu secepatnya Kabuto-san." teriak Naruko dari dalam mobil dan Kabuto hanya membungkuk tanda mengiyakan
Kembali kepada Naruto
"Kau kenapa?" tanya Raynare kepada Naruto yang sedang beres-beres
"Tidak apa-apa kok, harusnya aku yang bertanya, kenapa kau terus memandangi ku. Ya aku tahu kalau aku tampan, tapi jangan dilihat terus dong hahaha..-"
Prang..klontang...
"Aduhh... apa yang kau lakukan." ucap naruto kepada raynare yang baru saj melempar nampan kepada wajah bagian kiri Naruto.
"Itu karena kau terlalu narsis rambut durian." balas Raynare
"Terserah kaulah, hari ini selesai juga dan benar begini saja cukup, tidak perlu ku bantu yang digudang?" tanya Naruto.
"Tidak, lagipula besok kau sekolah jadi pulang sana hush...hush..." ucap Raynare
"Dasar kau kira aku anak kucing." balas Naruto yang juga mulai keluar dari cafe tersebut
Naruto selama perjalanan terus bersiul untuk menghilangkan rasa sepi selama perjalanan ke rumahnya, sesampainya dirumahnya Naruto melihat beberapa mobil terparkir dan saat melewati rumah Rias, Naruto langung mengasumsikan bahwa dirumah tersebut sedang berlangsung pesta yang meriah. Naruto pun hanya bisa menghela nafas. 'Angan-angan yang terlalu tinggi.' ucap batin Naruto kepada dirinya sendiri
"Aku pulang." ucap Naruto saat membuka pintu rumahnya yang kosong. Naruto pun langsung mencari saklar untuk menyalakan lampu, setelah selesai Naruto berjalan menuju meja makannya, setelah selesai Naruto segera menuju kamarnya dan kembali menyalakan lampu, malam ini Naruto terlalu malas untuk mandi dan disaat Hp milik Naruto pun berbunyi
"Siapa." ucap Naruto saat melihat no yang menelponnya dan langsung terpikir untuk merelekskan otaknya. "Halo apa kabar Mata empat." tambahnya
'Mata empat ndasmu kumis rubah.'
"Hahahaha... jangan begitu Kabuto, tumben malam-malam menelpon, kangen ya sama ketampanan ku."
'Aku serius Naruto.'
"HHhh... baiklah ada apa?"
'Tadi ada yang datang dan mengaku sebagai keluarga asli mu, bahkan sebenarnya kau memakai marga ibumu bukan marga ayahmu entah alasan mereka berbuat seperti itu. Tapi, mereka ingin bertemu dengan mu Naruto.'
"Ku kira ada apa. Kaluarga ku hanya dirimu dan anak-anak dipanti Kabuto. Bagiku kalian lah keluarga ku, lagipula jika memang mereka keluarga asli ku. Aku juga tidak terlalu peduli, kalau mereka ingin aku kembali. Aku lebih memilih tinggal di kota sesat ini."
'HHHhh... sudah kuduga kau akan menolaknya dan apa maksudmu kota sesat.'
"Apa kau gila baru dua hari ku disini aku sudah babak belur dihajar 2 perempuan gila yang satunya hanya memakai pakaian dalam dan yang satunya telanjang dan aku yang dikatain mesum, bukan cuma saat aku berjalan dipinggir sungai ada 3 pemuda yang bisa disebut pewaris sifat ibli dengan kemesuman tingkat akut"
'Hahaha... bukannya mendapat jackpot.'
"Jackpot gundulmu, yang ada jackpot menuju alam baka mata empat beruban"
'Ha..ha...ha sudah...sudah... lebih baik kau istirahat malam ini, besok hari pertama mu sekolah dan jangan buat onar disana.'
"Baik kapten"
Naruto pun menutup teleponnya dan melihat jam baru setengah 10 dan Naruto tidak mengantuk sama sekali, jujur saja walau baru 2 hari Naruto kangen dan rindu dengan suasana panti yang bisa dibilang ramai, bahkan jam segini mereka lagi pada bercerita horror, ya walau Naruto takut dengan hal-hal tersebut. tapi itu lebih baik dibanding yang sekarang dimana dirinya tidak teman untuk bercerita. Naruto pun melihat rumah tetangganya dari balik jendela, dan Naruto pastikan seandainya dia disana juga, saat itu juga Naruto langsung menggelengkan kepalanya. Memang Naruto pikir dirinya siapa, Naruto pun segera masuk kamarnya dan tidur untuk esok.
Saat pagi menjelang Naruto yang bersemangat untuk ke sekolah langsung pundung melihat cuacanya yang turun hujan dengan lebat. 'HHhhh... ini menyedihkan.' batin Naruto
Saat Naruto membuka pintu Bugh. "Aduh..." ucap Naruto saat dirinya terdorong dan terjatuh di depan pintu rumahnya. "hei..hei..." ucap Naruto kepada sosok yang menabraknya
"Hiks..ku mohon...Naruto-kun hiks...nikahi aku..hiks..." ucap sosok tersebut dan Naruto langsung membatu saat itu juga.
Beberapa menit kedepan. Naruto yang awalnya berniat sekolah sekarang harus terkurung dirumahnya bersama perempuan yang menjadi tetangganya karena kasus perempuan ini akan dinikahi dengan orang yang sudah dojodohkan dengannya. Jujur saja bagi Naruto ini benar-benar gila karena menurutnya kenapa dirinya yang diikut sertakan dalam masalahnya.
"Jadi bisa jelaskan apa yang terjadi Gremory-san." ucap naruto sambil memberikannya coklat hangat
"Ah terima kasih dan pnggil nama depanku saja Naruto-kun." Balas Rias
"Baiklah, bisa kau jelaskan apa yang terjadi Rias-san." ucap ulang Naruto
"Kau tahu kalau semalam dirumahku ada pesta."
"Wah ada pesta ah maaf kemarin aku kerja part time dan pulang malam." balas Naruto berbohong
"Begitu ya, semalam dilangsungkannya pesta untukku dan orang yang dijodohkan untukku, tapi aku tidak mencintainya Naruto-kun."
"Bukannya cukup dengan menolaknya saja cukup."
"Memang tapi dia tidak menyetujuinya jika mau membatalkannya dia minta syarat kalau aku harus membawa jodohku sendiri."
"Lalu apa hubungannya denganku?" tanya Naruto
"Aku mencintaimu Naruto-kun, sejak kau datang ke rumahku. Aku menyukai mu entah kenapa dirimu selalu membuat hangat hatiku. jadi ku mohon hiks.. kau mau menjadi pacarku kan." ucap Rias
Naruto pun langsung memegang bahu Rias dan membuat Rias melihat wajah Naruto. "Maaf Rias, aku tidak bisa. Tapi, aku akan tetap memabntu mu sebisa. Tapi, kalau soal berpacaran dengan mu maaf untuk saat sekarang aku tidak bisa." ucap Naruto
Selama ini rias yang disebut-sebut sebagai salah satu dari dua Great Onee-sama selalu dipuja bahkan mungkin jika setiap laki-laki diposisi Naruto orang itu langsung menerimanya detik itu. Tapi saat itu juga untuk pertama kalinya ada yang menolak Rias.
"Apa kau tidak mencintai ku Naruto-kun hiks. padahal hiks... aku benar-benar mencintaimu." ucap Rias yang menangis.
Naruto pun menempelkan dahinya kepada dahi milik Rias. "Hari ini kau boleh nangis sepuasnya aku akan menemanimu." ucap Naruto lembut dan disaat itu juga tangis Rias pecah. naruto langsung memeluknya dan membiar seragamnya basah oleh air mata Rias. Setelah puas menangis, naruto membawa Rias menuju kamar di depan kamarnya. dan menaruhnya tidak lupa menyelimuti tubuh Rias. Setelah selesai Naruto mengganti seragamnya dengan kaos putih dan celana pendek selutut berwarna hijau. Saat itu Naruto melihat foto yang berada dikamarnya dimana difoto itu Naruto bersama dengan seorang gadis yang sedang memberi tanda peace saat Naruto sedang menggendongnya. "Maafkan aku Mayu-chan." ucap Naruto sambil mengelus gadis dalam foto tersebut
Rias POV
"NNgghhh... ini bukan kamarku." ucapku yang baru saja terbangun.
Akupun mengingat-ngingat lagi dan disaat itu wajahku memanasbahkan akan bunyi boff kalau dalam anime saking memerahnya wajahku sekarang. Tapi, kenapa Naruto menolakkua apa dia sudah punya kekasih sebelumnya, dan yang buatku bingung dengan cara apa dia membantuku. Sudahlah lebih baik aku izin untuk pulang, aku tidak enak jika harus tinggal disini. Aku keluar dari kamar tersebut dan menuruni tangga, saat itu melihat Naruto yang sepertinya sedang asik menonton tv
"Naruto-kun." ucapku sambil menyentuh pundaknya
"Oh kau sudah bangun, gimana sudah lebih tenang." ucapnya dan aku hanya mengangguk saja
"Aku izin ingin pulang." ucapku
"Lebih baik kau disini dahulu, jika kau kembali yang ada kau akan kembali menangis." balasnya walau nadanya datar tapi disitu terdapat rasa perhatian dari Naruto dan aku mengangguk saja. naruto pun menggeser badannya dan meminta ku duduk disebelahnya, aku pun mengikutinya dan duduk disebelahnya
Aku terus memandangi wajahnya saat dia serius menonton acaranya yang ditonton, bahkan sesekali dia tertawa, aku benar-benar menyukai sosok didepannya ini, aku akan mendapatkannya apapun resikonya kedepannya aku akan menjadikan Naruto kekasih
"As."
"Rias."
"Halo."
"E..eh... Iya Naruto-kun."
"Kau kenapa melamun sambil menatap wajahku. Ya aku tahu kok kalau wajahku tampan hahahaha..."
Akupun yang mendengarnya langsung memrah kembali wajahku dan memukuli kepala Naruto, Naruto pun melihatku ingin memukul langsung refleks melindungi kepalanya ddengan kedua lengannya. "Bodoh...bodoh...dasar narsis... dasar kepedean... siapa yang melihati terus...dasar bodoh..." ucap ku sambil terus memukuli kepalanya sedangkan dia hanya tertawa saja dan membuatku semakin kesal dan juga malu
"Naruto-kun, datanglah nanti malam aku akan menunggu mu." ucapku yang telah berada diluar gerbang rumah Naruto
"Ya, aku pasti datang dan oh iya besok kita harus sekolah, karena sekarang aku tidak masuk padahal hari ini, hari pertama ku." balasnya
"Ah begitu, maaf ya tapi besok pasti aku akan menjemputmu bahkan membuatmu bangun jika kau tidak bangun pukul enam pagi." ucapku lalu meninggalkan rumah Naruto, tanpa kami ketahui ada yang mengawasi kami berdua
Rias POV end
"Aku pulang." ucap Rias memasuki rumahnya
"Darimana kau Rias." ucap Sirzech
"Main sama teman nii-sama. balas Rias cuek
"Teman atau calon kekasih." goda Sirzech
"Te...teman kok." Rias pun langsung gugup 'apa nii-sama tahu kalau aku habis dari rumah Naruto-kun.' batin Rias bingung soalnya selama ini entah darimana kakaknya selalu tahu dirinya pergi kemana
"Ya baiklah, kita lita nanti malam." ucap Sirzech yang meninggalkan Rias
Naruto POV
Hhh...kenapa juga harus menyetujui ucapannya, kalau begini aku seperti orang jahat yang mau membawa kabur kekasih orang, ditambah aku juga sudah lama tidak menggunakan itu, ya walau ku berharap nanti pertandingannya menggunakan itu
"To."
"Ruto."
"NARUTO."
"Hhhwaaa... apa yang kau lakukan."
"Itu karena kau tidak menjawab saat ku panggil kepala durian."
"Ah maaf kalau begitu, oh iya apa aku sudah boleh pulang."
"Ah benar juga baru saja mau ku persilahkan pulang, ditambah cafe juga sepi."
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu."
"Oke dah."
Sekarang tinggal memberesi masalah Rias-san. Lalu pergi tidur untuk bersekolah besok, Oh iya keluarga Phenex yang memiliki perusahaan dalam bidang distributor. Hhh... jika aku menjadi Rias, aku akan menerimanya dengan lapang dada Ya walau keluarga Gremory lebih kaya tapi kan lumayan jika kedua perusahaan itu bisa bekerja sama.
"Permisi." ucap ku didepan rumah keluarga Gremory dan aku melihat mobil hitam yang sama persis di dalam malam sebelumnya.
"Ah Naruto-san. Kami sudah menunggu mu." ucap kakak dari Rias ini dan membukakan pintu
"Jadi tujuanku kesini sebenar-"
"Kami sudah tahu bahkan Raiser sudah di dalam menunggumu."
Aku pun menaikan salah satu alisku bingung, tahu darimana orang ini apa dia menguping pembicaraanku dengan Rias atau dia diberitahu oleh Rias dan kenapa langsung diperbolehkan, sebetulnya maksud dari orang ini apa, emang benar-benar menjodohkan Rias atau mau mengetes diriku soal kekuatanku
"Ruto-san."
"Naruto-san."
"A..ah iya maaf aku sepertinya melamun lagi hehehe..."
"Ya sudah tidak apa-apa, oh iya perkenalkan pria yang disebelah Rias itu Raiser, Raiser ini Naruto." ucap Sirzech
"Mmmpphhhh... hahahahaha... apa kau gila Rias, bocah seperti ini mau melawan ku, kau harus lebih memilih pria yang lebih kuat."
Mendengar hal itu aku langsung cengo, darisini bisa langsung aku simpulkan kalau dia orang yang gila, egois, otaknya setengah dan kemungkinan masih banyak lagi, pantas Rias menolaknya.
"Jadi bagaimana jika Sekarang saja, aku sudah tidak mencabik-cabik tubuh bocah ini dan menjadikan rias sebagai istriku. Hahaha..." Kata Raiser dengan nada angkuhnya
'Sepertinya malam ini aku akan melakukan hal itu lagi dalam pertarungan ini.' batin ku yang merasa kasihan terhadap lawanku
"Baiklah ikut aku." kata Sirzech membawa kami ke halaman belakang dan disana terdapat rumah kecil yang sepertinya tempat untuk berlatih walau rumah kecil tapi rumah tersebut terbuat dari kaca dan pintunya terbuat dari besi kokoh dengan ukiran yang menakjubkan. Dasar orang kaya.
"Baiklah peraturannya simpel kalian bebas menggunakan senjata disini, dan siapa yang menyerah terlebih dahulu dinyatakan kalah." ucap Sirzech
Aku pun melihat raiser menggunakan dua pedang, dan yang jadi masalah bukan ada dua pedang tapi pedang itu, pedang sungguhan. Aku pun mengambil pedang kayu yang menurutku cukup. "Baiklah dimulai." ucap Sirzech
Naruto POV end
Raiser pun langsung menerejang Naruto dengan kedua pedangnya lalu menggunakan teknik gunting dimana pedang kiri dan kanannya disilangkan saat sudah mencapai jangkauan targetnya. Naruto pun bergerak mundur, tapi kaosnya sempat robek akibat serangan Raiser.
'Rupanya dia bukan amatiran, baiklah ini akan menarik.'
"Kau kenapa bocahapa kau takut dengan teknik guntingku hahahaha..."
'Sepertinya aku harus meralatnya walau dia bukan amatir tapi dia bodoh.'
"Baiklah aku akan menyerangmu lagi bocah." ucap Raiser yang berlari menuju Naruto Lalu mengarahkan kedua pedangnya kearah Naruto. Naruto pun terus melangkah mundur. "Hyyaatt...hhyyaatt...ayo bocah kenapa kau tidak melawannya kan" ucap Raiser dengan nada sombong
'Sudah kuduga dia ini bodoh.' Pundung batin Naruto melihat tingkah laku Raiser.
Naruto pun yang sudah tersebut karan punggungnya menyentuh pintu membuat Raiser semakin tersenyum karena melihat kemenangan sudah didepan mata. "Hahahah... dengan aku yang menang." ucap Raiser yang menusuk Naruto dengan kedua pedangnya.
"Sekarang giliranku bodoh." balas Naruto yang menghindari pedang raiser dengan menyampingkan tubuhnya, dan menyebabkan tubuhnya terjepit diantar kedua pedang Raiser, Naruto pun tidak menyia-nyiakannya dengan mendang peut raiser membuat Raiser mengeluh sakitbelum cukup sampai disitu Naruto langsung menendang pas diwajah Raiser saat Raiser lagi berlutut karena perutnya sakit, dan membuat Raiser terpelanting ke belakang.
"Hhhh... bajuku robek, Sirzech-san nanti aku minjam jarum dan benang untuk menjahitnya ya." ucap Naruto kepada Sirzech padahal peratrungan belum selesai
"Apa yang kau lakukan terhadap wajah tampanku."
"Membuatnya menjadi semakin tampan." balas Naruto cuek dan Rias yang mendengarnya hanya menahan tawanya
"Dasar BOCAH SIALAN."
"Kau ini berisik terus memanggil ku bocah...bocah...bocah..." ucap Naruto
Raier yang berusaha menyerang Naruto dapt Naruto hindari karena Raiser tidak menggunakan pedangnya yang tertancap di pintu. "Hahaha... kau bodoh, tujuanku ku adalahsenjataku bodoh."
"Kalau begitu silahkan ambil ucap Naruto yang melakukan tendang berputar dan menendang tepat dipunggung Raiser membuat raiser terdorong ke pintu dan sukses membuat wajahnya mencium pintu
"Hahaha... gimana Phenex-san rasanya mencium pintu dan ku jamin wajahmu akan semakin tampan hahahaha..." ucap Naruto yang tertawa bahkan Riaspun ikut tertawa
"KUrang ajar akan ku bunuh kau bocah." ucap Raiser yang menarik pedangnya dari pintu dan menyerang Naruto dengan serangan berputar, Naruto yang melihatnya cukup terkejut membuat gerakannya sedikit terlambat , dan itu menyebabkan bajunya kembali robek disana-sini bukan hanya itu kulit Naruto pun banyak menerima luka.
"Gimana bocah apa kau menyerah."
"Menyerah ya, maaf harusnya aku menarik kata-kataku karena mengataimu kamu bodoh lewat batinku, sekarang aku serius." balas Naruto yang memegang pedangnya dengan kedua tangannya pada gagangnya dan berdiri tegak sambil menutup matanya
"Hahahah... rupanya kau memang telah menyerah BOcah. MATI..." teriak Raiser yang melompat sambil menghunuskan kedua pedangnya kepada Naruto.
"Naruto..." teriak Rias
"Selesai." gumam Naruto. Naruto langung melakukan satu langkah maju dan membungkukkan tubuhnya lalu menusuk dagu Raiser sambil kedahinya Raiser.
Raiser pun yang tidak megira hal sepertinya langsung terjatuh dan mnutup wajahnya sambil mengaduh kesakitkan. Naruto pun mendekati Raiser dan menempelkan ujung pedangnya pada leher Raiser
"Menyerah...aku menyerah..." ucap Raiser ketakutan.
"Hhhh... akhirnya selesai." ucap Naruto sambil melempar pedang dan duduk lemas
"Pemenangnya Uzumaki Naruto." ucap Sirzech
"Naruto..." ucap Rias sambil menerjang Naruto.
"Waaddaaww...waadaaww...waaddaaw..." ucap Naruto saat Rias memeluknya masalahnya luka-luka yang dibuat Raiser itu baru saja.
"Bodoh...bodoh...hiks...ku kira kau akan mati...dasar bodoh hiks..."
"Aku kan sudah bilang bahwa aku akan membantumu." balas Naruto smabil mengelus rambut Rias
"Tapi baru kali ini ada yang mengalahkan ku, bahkan orang itu hanya bocah." ucap Raiser, dan Rias pun melihat Raiser dnegan tatapan tidak menyukainya
"Hhh... aku juga harus berterima kasih karena mendapat lawan sepertimu, dan kalau boleh jujur serangan berputarmu jauh lebih hebat dibanding serangan berputarku." balas Naruto
"Begitu ya, suatu kehormatan dipuji oleh pemenang dan Sirzech-sama saya akan membatalkan pernikahanku dengan Rias sesuai janji diawal." kata Raiser yang membungkuk hormat lalu meninggalkan ruangan
"Oh iya apa kau punya jarum dan benang sepertinya aku harus menjahit bajuku ini." ucap Naruto kepada Sirzech dengan tampang polos
TBC
Chapter 2 nih hehehehe...
Tomy G7: menarik , fi fic ini ada unsur supranatural ndk
next
A: sepertinya tidak ada mau saya buat normal saja
Rhindnewbie: Nga mainstream thor hehe..
Klw boleh tw nih, fic ini berkisah seputar apa ya thor?
Klw bisa up nya teratur ya thor, word nya juga ditambahin hehe..
Newbie loh out!
A: ya sama mau buat Normal saja si, karena kalua pakai kekuatan super power dan supranatural ujung-ujungnya Naruto pakai rinnegan
: Nice fic, author.
Kalau boleh ane kasih saran dan pendapat, Naruto bisa tidak dibuat jadi mesum sedikit, ya lucu aja kalau liat cewek seksi dia malah menjauh. Itu malah membuat reader berpikir ini ah udah mainstream, udah biasa, Naru gak normal nih gak suka liat cewek, dan sebagainya. Ditambah pula teman Naru saat di panti juga ada yang mesum, paling tidak adalah Naru kena sifatnya sedikit-sedikit. Misalnya liat cewek seksi Naru perhatikan dengan tampang lucu, panasaran, bego, kayak orang liat soal ujian matematika gitu hahaha...
Dan kalau mau untuk kejutan di chapter depan buat Naru sama Rias sekelas, sebagai kejutan gitu ke Rias gitu kan tamang Naru lebih muda, ternyata seangkatan. Tapi ini pendapat ane aja, gak author ikut juga gak masalah. Tapi yang mesum itu buat sedikit loh, soalnya mainstream kalau Naru begitu.
Sekian dari ane, di tunggu updatenya.
A: ya saya buat Naruto mesum sesuai kondisi aja, karena kalau bikini si, dijepang sendiri udah biasa. Jadi saya buatnya saat pas benar-benar tanpa sehelai benang saja
Yasaka Nazuka: harus nya Lucius gremory bukan zeoticus gremory loh...
perbaiki ya...
A: saya dapat google wiki/Zeoticus_Gremory
Date Uzumaki Ryumune Otsutsuki: Saran nih thor
buat naruto dan rias jangan langsung pacaran walaupun rias sudah suka pada pandangan pertama
agar kesannya gk kecepetan
cobalah buat 2-4 chapter tentang pendekatan pendekatan yg dilakukan rias ke naruto(karena naruto disini keknya agak gk peka)
segitu saja saran saya
Lanjut thor
semangat
#Date Uzumaki Ryumune Otsutsuki-log out
A: ya nanti saya akan buat chapter khusus deh. Ini masih focus ama tokoh utamanya dulu
mrheza26: Kan nama ayahnya rias lucius gremory thor .
O iya thor disini keluarga gremory bukan iblis kan
A: saya dapat google wiki/Zeoticus_Gremory. Ah bukan disini saya buatnya normal kok
Wow: dikasih hp sama tetangga woW
A: hehehe… pengalaman pribadi author walau dulu dikasihnya masih Cuma sms dan teleponan
Deva Gremory: yo senpai .. salam kenal nama saya Deva..
saya sangat berharap pada Fic ini.. saya harap Fic ini single pair dan NaruRias..
masih ada beberapa typo.. kebanyakan yang seharusnya huruf 'r' tapi malah tergantikan dengan huruf 't' .. dari bahasa sudah lumayan
humor juga lumayan.. tinggal menunggu beberapa chap dan silahkan masukan romance nya.. dan saya harap fic ini tdak akan hiatus dan tidak terlalu lama up nya..
oke sekian dari saya.. Ganbatte Senpai!
A: salam kenal juga. Oh begitu ya baiklah makasih karena teliti, nanti author akan berusaha lebih telit lagi. Untuk diawal mungkin masih belum saya masukkan romance, nanti saat Naruto sudah mulai bersekolah. Kalau up mungkin setiap sabtu dan Minggu akan cepat tapi sisanya akan sedikit lama karena kesibukan kuliah
Geki uzumaki: apa kah di sini keluarga germory buan iblis thor?
A: disini saya buat 100% real manusia
Sederhana: menarik... nampaknya gak ada hubungan dg iblis ya, di tunggu nex chp
A: Disini saya buat 100% real manusia
Dan terima kasih kepada: dimasbinedi, yellow flash115, Muhammad2611, Christian, Dendy706, .980
