My Innocent Girl

Main Cast: Sehun x Luhan. HunHan.

Other Cast(s): other EXO members (maybe, slight ChanBaek)

Rating: T. Sedikit menyimpang di chapter ini.

GS. OOC. Akan ada typo yang bertebaran.


Xi Luhan. Yeoja asal Cina yang dikagumi banyak orang karena kepolosannya, juga disenangi karena keramahannya. Sampai sekarang ia telah berumur 18 tahun, ia tidak mengerti apa itu cinta, first kiss, dan seks. Oh mungkin ia tahu, namun hanya dari pelajaran Biologi yang ia terima di sekolah saja. Melalui pertukaran pelajar, ia bersekolah di Seoul. Di sinilah ia bertemu seorang laki-laki yang berani merusak kepolosannya, Sehun. Bagaimana jika ia malah jatuh cinta pada laki-laki itu? Sedangkan yang dicintai ternyata hanya memandangnya sebagai alat pemuas nafsu.


"Annyeonghaseyo, naneun Xi Luhan imnida. Kalian bisa memanggilku Luhan. Aku murid pindahan dari Cina. Mohon bantuannya," kata Luhan sambil membungkuk sopan pada guru dan teman-temannya.

"Apa ada yang mau bertanya?" Semua murid di kelas itu kontan saja mengangkat tangan masing-masing. Oh, tampaknya tidak semuanya. Seorang laki-laki dengan kulit seputih susu hanya menatap malas ke luar jendela. Ia sepertinya tidak tertarik dengan apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

"Baiklah. Kalian bisa menanyakannya pada Luhan. Seonsaengnim akan mengambil buku tugas kalian dulu."

"LUHAN! BOLEH AKU MINTA ALAMAT RUMAHMU?" Boleh saja, kenapa tidak?

"KAU CANTIK SEKALI. JADILAH PACARKU!" Bukankah sekarang kita telah berpacaran?

"AAAH, LUHAAAN! JADI PACARKU SAJA YA?" Tidak perlu berebut menjadi pacarku seperti itu.

"LUHAN, KAU BELUM PUNYA PACAR, KAN?" Tentu saja punya. Bahkan pacar di sekolah lamaku sangat banyak.

Teriakan-teriakan itu langsung terdengar setelah Shin seonsaengnim meninggalkan ruang kelas. Semuanya, kecuali laki-laki dengan kulit seputih susu tadi, berebut kesempatan untuk berinteraksi dengan Luhan. Yeoja kelahiran Cina itu tersenyum manis pada teman-temannya, membuat ruang kelas semakin penuh oleh teriakan histeris pengagum Luhan. Pengagum? Ya, sebutlah begitu. Bukankah mereka yang tengah berteriak histeris itu memang terlihat seperti pengagum?

Sebentar, biar aku jelaskan dulu sedikit mengenai yeoja bermata rusa ini. Xi Luhan, yang biasanya dipanggil Luhan adalah yeoja berkewarganegaraan Cina. Ia lahir di Beijing, 20 April 1990. Ia memiliki wajah yang sangat cantik, mata rusa dengan bulu mata yang lentik, bibir tipis yang warnanya seperti buah cherry, tubuh yang tidak begitu tinggi−namun juga tidak bisa disebut pendek.

Kemampuannya di bidang akademis maupun non-akademis tidak perlu diragukan lagi. Ia mendapat beasiswa di sekolah lamanya. Dan sekarang pun ia mendapat kesempatan berpartisipasi dalam pertukaran pelajar Beijing-Seoul. Sekarang ini ia belajar di SY shs di Seoul, juga dengan beasiswa. Mengenai bakatnya, ia bisa bernyanyi, juga menari. Kemampuannya di bidang olahraga juga cukup bagus, lebih tepatnya pada olahraga basket. Sering bermain basket tidak membuat Luhan dikenal sebagai yeoja tomboy oleh penghuni sekolahnya. "Ia tetap cantik, bahkan terlihat sangat cantik saat bermain basket." Itulah pendapat teman-temannya.

Satu hal yang membuat Luhan banyak dikagumi orang-orang, sikap polosnya. Banyak orang yang berusaha mengungkap pengalaman Luhan dalam hal cinta. Tapi tidak ada satupun yang berhasil. Bagaimana bisa berhasil? Yeoja cantik ini belum memiliki pengalaman apapun dalam hal cinta. Bahkan jika ditanya apa itu cinta, ia akan dengan polosnya menjawab, "Cinta itu saat aku merasa senang berada di dekat teman-temanku." Dan tidak ada satupun yang berhasil mengubah cara pandang Luhan tentang cinta. Pernah juga yeoja manis ini ditanya mengenai first kiss. Lagi-lagi dengan polosnya ia bertanya, "Apa itu first kiss? Dulu appa dan eomma sering mencium bibirku."

Yah, kepolosannya lah yang membuatnya disenangi banyak orang. Tidak jarang ada yang mencubit pipi Luhan saking gemasnya. Sejauh ini, tidak ada yang berani memperalat kepolosan Luhan. Semua orang di sekolahnya dulu, juga di sekitarnya, sangat menyayanginya. Yeoja itu sendiri juga memang sangat baik hati.

Baru saja Luhan akan menjawab pertanyaan teman-temannya, Shin seonsaengnim memasuki ruang kelas. Suasana kelas yang tadinya penuh dengan teriakan, berubah hening.

"Sepertinya akan ada penilaian dari kepala sekolah. Jadi kita harus memulai pelajaran sekarang. Luhan, kau bisa duduk di belakang sana."

Banyak pasang mata yang menatap tidak rela saat Luhan berjalan ke arah Sehun. Oh, ralat. Ia berjalan ke tempat duduknya yang berada di sebelah Sehun.

"Kenapa Shin seonsaengnim mendudukkan Luhan di sebelah monster itu?"

"Seharusnya Luhan duduk sebangku denganku."

"Luhan belum menjawab pertanyaanku."

"Bisa kita mulai pelajarannya?" tanya Shin seonsaengnim membuat bisik-bisik tersebut mereda.

.

Tidak jauh berbeda seperti apa yang terjadi di kelas, berpuluh-puluh pasang mata di kantin menatap Luhan dengan tatapan kau-malaikat-dari-mana. Kantin yang biasanya memang ribut menjadi lebih ribut karena kehadiran Luhan.

"Aku Baekhyun! Mulai hari ini, aku penggemar beratmu, Luhan! Ayo duduk denganku." Luhan tersenyum manis pada yeoja di depannya yang mengaku bernama Baekhyun itu.

"Tidak. Kita berteman ya? Jangan jadi penggemarku," kata Luhan saat ia dan Baekhyun telah mendapatkan tempat duduk.

Baekhyun terdiam. Namun sedetik kemudian, ia menatap Luhan dengan tatapan memuja. "Astaga, Luhan! Kau sangat rendah hati. Aku semakin mengagumimu!"

"Aku dengar, namamu Luhan, ya?" Seorang laki-laki mendekat ke arah yeoja bermata rusa itu. Luhan yang baru saja akan menanggapi Baekhyun langsung menoleh dan mengangguk. Tak lupa ia menyunggingkan senyum manisnya.

Laki-laki itu langsung menggenggam tangan Luhan. Luhan sedikit terkejut, namun ya, seperti yang kalian tahu, Luhan kan polos. Jadi ia hanya membiarkan tangannya digenggam seperti itu.

"Kau mau menjadi pacarku?" Seketika suasana kantin menjadi hening. Mereka menahan nafas, berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sekecil apapun.

Dan... Cukup banyak murid di kantin itu yang hampir pingsan. Kalian tentu saja tahu kenapa. Luhan menganggukkan kepalanya. Itu artinya, ia menerima laki-laki, yang bahkan ia tidak tahu namanya, itu menjadi pacarnya.

"Lu- Luhan, kau bahkan belum tau namanya," ucap Baekhyun ragu-ragu. Sedangkan laki-laki itu melemparkan tatapan tajam pada Baekhyun. Ia baru saja akan mengatakan, "Jangan mempengaruhi pikirannya," pada Baekhyun. Namun Luhan lebih dulu bersuara.

Ia melirik Baekhyun sebelum akhirnya melirik laki-laki yang baru saja menembaknya. "Kalau begitu kita bisa berkenalan, kan? Aku Luhan. Namamu siapa?" Luhan mengulurkan tangannya ke arah laki-laki itu.

"E- eh, namaku Jongin. Kau bisa memanggilku Kai. Aku di kelas dance." Kai memperkenalkan dirinya setelah membalas uluran tangan Luhan.

"Bagaimana kalau kita cari tempat berdua?" tanya Kai yang membuat Baekhyun mulai panik. "Kita kan sudah resmi menjadi sepasang kekasih."

Luhan memiringkan kepalanya. Membuat seisi kantin yang melihatnya menjadi gemas. "Kenapa hanya berdua? Kan Baekhyun juga."

Baekhyun dan Kai mengernyitkan dahinya. Aku juga? Juga apa? Batin Baekhyun.

Namun setidaknya, Baekhyun sedikit lega karena akhirnya Luhan tetap menghabiskan makan siangnya bersama Baekhyun. Tidak hanya berdua dengan Kai.

Siapa murid di shs ini yang tidak mengenal Kim Jongin, atau yang lebih sering dipanggil Kai? Kai sangat terkenal. Sayangnya, kepopulerannya bukan karena hal positif. Tidak usah berbelit-belit. In short, ia seorang playboy. Sudah tidak terhitung berapa banyak yeoja yang pernah ia kencani. Bahkan juga tidak terhitung berapa banyak yeoja yang pernah tidur dengannya.

Yang membuat Baekhyun cukup heran, yeoja-yeoja itu masih saja mau berkencan atau bahkan melakukan seks dengan Kai meskipun telah mengetahui bagaimana Kai sebenarnya. Sambil menghabiskan makan siangnya, Baekhyun memikirkan cara untuk membantu teman barunya. Ia sendiri merasa Luhan tidak mengerti maksud pertanyaan Kai tadi. Ia cukup menyadari Luhan termasuk yeoja polos.

"Lu, nanti aku antar pulang ya," kata Kai sebelum kembali ke kelas.

"Terima kasih. Sepertinya, tidak perlu. Aku pulang sendiri saja." Dahi Kai berkerut, tanda ia tidak suka mendengar penolakan Luhan. Oh, satu lagi. Siapa yang tidak tahu bahwa Kai tidak menerima penolakan? Jawabannya, Luhan.

Baekhyun sudah bersiap melindungi Luhan jika Kai nantinya berniat menyakiti teman barunya itu. Namun ajaibnya, Kai tidak membentak Luhan, tidak juga marah, atau apapun itu.

Kai membuang nafas kasar sebelum tersenyum pada Luhan. "Baiklah. Nanti hati-hati ya, chagi."

Baekhyun terus mengawasi Kai yang−menurutnya−gelagatnya sedikit aneh. Akhirnya ia memutuskan untuk memberi peringatan pada Kai setelah kelas selesai.

.

Luhan bersiap untuk pulang. Sambil merapikan alat tulisnya, ia kembali mengingat hari pertamanya di SY shs. Hari pertamanya tidaklah buruk. Ia mendapat banyak teman yang baik dengan cepat.

"Luhan!"

Luhan menoleh ke sumber suara dan tersenyum. "Ada apa, Baek?"

"Hanya ingin mengunjungimu. Andai saja kau memilih kelas vokal, pasti kita sekelas."

Yeoja cantik itu terkekeh. "Kita kan masih bisa bertemu walaupun tidak sekelas."

"Iya sih, Lu. Oh ya, boleh aku bertanya?" tanya Baekhyun saat menyelesaikan basa-basinya. Sebenarnya bukan basa-basi juga, sih. Luhan mengangguk imut. Baekhyun tidak bisa menahan diri untuk tidak mencubitnya.

"Yaaa. Kenapa banyak sekali yang mencubit pipiku?" kesal Luhan sambil mengerucutkan bibirnya.

"Karena kau imut," kata Baekhyun sambil mencubit pipi Luhan lagi. Sepertinya dua yeoja ini cepat akrab.

Luhan mengusap pelan pipinya. "Tadi kau mau menanyakan apa, Baek?"

"Ah itu. Lu, kau yakin menerima Kai?"

"Yakin. Aku menerima siapa saja menjadi temanku." Jawaban Luhan membuat Baekhyun mengernyit. Ia menerima Kai menjadi pacarnya. Lalu sekarang ia bilang, teman?

"Kau menerimanya menjadi pacar, kan?"

"Iya. Sama sepertiku menerimamu menjadi pacar," jawab Luhan polos. Bola mata Baekhyun hampir saja keluar dari tempatnya. What the hell she just said?! Ia kembali menahan diri untuk tidak berteriak: LU, KAU PENYUKA SESAMA JENIS?

Baekhyun memikirkan kemungkinan positif. "Apa kau tau apa itu berpacaran?"

Luhan mengangguk antusias. "Tentu saja. Berpacaran kan sama dengan berteman. Seperti aku denganmu, Kai, semua teman-teman di kelas, juga seisi sekolah ini. Kau ini menanyakan apa sih, Baek?"

Tanpa sadar, Baekhyun menghela nafas. Hhh, aku pikir ada yang salah dengan yeoja ini. Ternyata Luhan masih normal, batin Baekhyun.

"Kau polos sekali," kata Baekhyun sambil menatap Luhan dalam. Ia mengabaikan pertanyaan yeoja cantik itu.

"Teman-temanku dulu juga sering berkata begitu." Bingo! Sepertinya yeoja ini memang benar-benar polos.

.

"Jauhi Luhan." Baekhyun menarik kerah baju Kai. Ia tidak tau darimana ia mendapat keberanian menghadapi Kai seorang diri. Kai berdiri dari tempatnya setelah mengamati keadaan sekitar ruang kelas.

"Oh, lihat siapa yang datang. Santai saja, yeoja manis." Kai tersenyum remeh pada Baekhyun. "Kenapa aku harus? Kau lihat sendiri kan tadi siang, Luhan menerimaku menjadi pacarnya."

"Luhan tidak tau apa-apa tentang itu, Kai! Ia tidak mengerti." Baekhyun berusaha mempertahankan suaranya. Ia tidak ingin Kai menganggapnya lemah.

"Memangnya aku peduli? Yang penting Luhan resmi menjadi pacarku sekarang." Kai tertawa sinis setelah mengucapkan hal itu.

Ekspresinya terlalu cepat berubah. Sekarang ia menatap tajam pada Baekhyun. "Sepertinya aku butuh sedikit bersenang-senang."

Setelah menampilkan seringainya, ia menarik tangan Baekhyun yang tadi mencengkram kerah bajunya. "Mungkin aku bisa sedikit bermain denganmu."

Baekhyun membulatkan matanya. "Lepaskan, bodoh! Kau mau apa?!"

"Tentu saja kau tau siapa aku, manis. Salah siapa datang padaku? Bahkan seorang diri." Kai menjilat bibirnya. "Kau tentu saja tau apa yang akan kulakukan."

Baekhyun menepis segala kemungkinan buruk yang berputar di kepalanya. Tidak mungkin kan Kai akan memperkosaku? Ini di sekolah! Baekhyun berusaha menenangkan dirinya.

"Takut, hm?" tanya Kai dengan nada sensual yang malah membuat Baekhyun jijik. Bodohnya, dengan cepat Baekhyun menggeleng.

Untuk menutupi kebodohannya, juga karena ingin cepat menyelesaikan urusannya dengan laki-laki mesum itu, ia kembali pada tujuan awalnya. "Jangan ganggu Luhan. Ia yeoja baik-baik yang tidak pantas untukmu!"

Kai mencengkram kedua pipi Baekhyun dengan tangannya yang masih bebas. "Jangan sok pahlawan, manis. Daripada memikirkan sahabatmu itu, kenapa tidak kau pikirkan saja nasibmu sekarang?"

Baekhyun tidak tahu sejak kapan dua kancing teratas seragamnya terbuka. Bahkan sekarang Kai mulai menjilat leher Baekhyun. Yeoja itu menggigit bibir bawahnya. Bagaimanapun ia adalah yeoja yang mudah terangsang. Bukannya murahan, garis bawahi, ia mudah terangsang. Untuk kalian tahu, tubuh Baekhyun belum pernah dijamah siapapun.

"Kau menikmatinya?" bisik Kai seduktif di telinga Baekhyun. Ini pelecehan seksual! Baekhyun ingin berteriak sekarang juga. Namun lidahnya serasa kelu. Bukan karena ia menikmati ini semua. Ia terlalu takut pada Kai.

"Hentikan... Kai. Ini... se- sekolah." Baekhyun merutuki dirinya yang terbata saat mengucapkan itu. Ingat, terbata. Bukan mendesah. Baekhyun masih punya malu. Ia tidak akan sudi dibuat mendesah oleh Kai.

Kai menghentikan kegiatannya. "Jika bukan di sekolah, kau tidak akan menghentikanku, begitu?"

Baekhyun terbelalak. Ia tidak bermaksud berkata seperti itu. Sungguh, ia ingin menampar laki-laki di depannya agar tersadar dari pikiran-pikiran kotornya. Baekhyun berusaha memberontak. Namun tetap saja, laki-laki lebih kuat dari yeoja. Bahkan Kai yang tidak mengeluarkan tenaganya berhasil menahan berontakan Baekhyun.

"Nikmati saja. Lagipula kau terlihat menikmatinya." Kai kembali menjilat leher Baekhyun. Tangannya mulai berani meremas gundukan kenyal milik yeoja itu. Tanpa bisa Baekhyun tahan, air matanya jatuh. Ia tidak tahu bahwa kesucian yang selama ini ia jaga akan hilang begitu saja. Tidak. Ia tidak akan menyalahkan teman barunya, Luhan. Ini semua memang salahnya. Seperti kata Kai, ia sok pahlawan.

Tangan Kai baru saja akan menelusup masuk ke bagian bawah yeoja itu jika tidak ada yang berdeham menginterupsi kegiatannya. Kai menyeringai saat menyadari dehaman itu berasal dari seorang laki-laki.

"Kau tau, ada laki-laki lain di sini. Sepertinya ia juga cukup terangsang. Ah, jelas saja. Memangnya siapa yang tidak terangsang melihat tubuhmu. Benar kan, manis?" Kai mengelus pipi Baekhyun yang basah karena air mata.

"Malam ini kita akan bersenang-senang..." bisik Kai menggantung, kemudian mengulum salah satu telinga Baekhyun. "Bertiga."

.

.

.

T B C

Annyeong! Aku seneng sama review reader yang penasaran minta fanfic ini di lanjut terus cepetan update. Makasih buat yang udah RnR teaser fanfic ini. So, ini dia chapter awalnya. Gimana? Ga jelas kah ceritanya? Tenang aja, ini fanfic HunHan kok, bukan KaiLu. Jadi Kai di sini sejenis cameo aja, hehe. Liat respon reader yang nungguin fanfic ini, aku sedikit takut ngecewain kalian karena ternyata fanfic ini ga seberapa.

Kemaren aku mau update. Tapi pada tau sendiri kan ada berita apa? Baekhyun Taeyeon dikonfirmasi pacaran. Jujur ya, kalau aku emang udah lama ngeship mereka. Jadi aku ga terlalu mempermasalahkan. Tapi bukan berarti aku ga ngerti perasaan Baekstan. Mungkin mereka sakit hati, cemburu. Lagian memang sih, terlalu cepat buat Baekhyun yang baru 2 tahun debut. Iya ga sih? GG aja butuh waktu setelah debut berapa tahun baru punya pacar (yoona sooyoung). Tapi Taeyeon jangan dibash. Kasian. Di instagramnya banyak comment you bitch dan yang sejenisnya. Baekhyun juga. Masa didoain mati, dibilang bohongin fans. Setiap manusia punya hak untuk masalah pribadi kayak gini. Lagian sebenernya, kenapa di reveal sekarang sih? Masalah Kris aja belum selesai diurus. Aih, kangen Wu Yi Fan...

Yang lucu, tapi aku kasian juga sih, Bambam. Dia kayaknya patah hati banget ya pas tau tentang Baekyeon? Bambam cute, serius. Stay strong ya buat semuanya. Yang terbaik aja buat semuanya. Kok jadi curhat ya ini? Udah dulu ah berkoar-koarnya.

Thank you,

zoldyk, sfournia, luludeer, Guest1, mamamiaoZumi, .96, ha-ha, delimandriyani, oh-hundeer, AmeliaBellatrix, ChenChen, shounars, Rahma94, pandawu, lisnana1, Nedera, , ruixi, Gigi onta, younlaycious88, Guest2, Guest3, BubbleBlack13, KimRyeona19, PandaDragon9093, Peter Lu, Riyoung17, dewilololala, hannamoru27, tirayunita, 0212echy, BabyRennie, bimbimbab, cici fu, fia97, purplesky12, salsabilajum (maaf kalau ada yang ketinggalan)

Mind to RnR?

makasih buat yang udah baca, terlebih yang udah tinggalin review