Sayaka : ...
Allen : ...
Kanda : ...Che
Allen : *menghelang nafas*
Sayaka : *Menunduk* Maffkaan akuu ,,
Kanda : Akhirnya,,
Allen : Yang penting sih udah update,,
Sayaka : Aku ga bisa update gara gara kemarin persiapan UAS ,, ah belajar memang membosankan.
Allen : Hoo ,, Setuju,,
Kanda : ,,Che,, Pantas saja Mosyashi itu bodoh ,, Membaca buku saja malas ,,
Allen : aku tak mau mendengar apapun dari mu,, BakaKanda,, yang cuman bisa mengeritik.
Kanda : haaa?! Apa matsudmu!?
Allen : *tertawa kecil* Jendral Tiedol bilang padaku , Kau langsung tidur pas sedang membaca buku,, dan itupun belum ada 5 menit setelah memegang buku.
Kanda: Ha! Itu karena aku habis menyelesaikan misi,, Lihat dirimu,, dirimu itu lebih parah !
Allen : Apa matsudmu!?
Sayaka : Husssshhh ! Diam. D Gray man bukan milikku Tetapi milik Hoshino Katsura – Sensei. Tapi jalur cerita yang ini miliku #melihat Kanda dan Allen yang bertengkar#
*Kapan mereka bisa akur?* #menghelang napas#
Chapter Sebelumya :
Sang Exorcist Jepang ini hanya bisa mengelang nafas dan menarik dagu sang Exorcist Eropa didepannya , karena merasa binggung akan tindakan yang Kanda berikan padanya ia hanya menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya
"Ka,,kanda apa yang kau lakuka-
Ucapan sang Exorcist Eropa ini terpotong karena Kanda menciumnya dan karena kaget sang Exorcist Eropa ini membuka matanya dengan lebar dan tindakan kanda berhasil membuat tubuh sang Eropa ini berhenti bergetar ,setelah ciuman itu berakhir Allen hanya bisa diam terpaku karena ia tidak menyangka bahwa kanda menciumnya dan membuat badanya berhenti bergetar , padahala dulu sang ibunya sendiri saja berusah payah untuk mengehentikannya tetapi kanda ,, berbeda.
"Ka,,kanda?"
"Shh..Tidurlah"ucap si Exorcist Jepang itu sambil memeluk lebih erat agar pemuda Eropa ini merasakan nyaman yang luar biasa dan membuat dirinya tertidur pulas di dalam pelukan orang yang ia Benci.
Pada pagi hari yang cerah jam menujuk pukul setengah tujuh pagi hari di dalam kamar "Kanda" terlihat 2 sosok pemuda yang sedang tidur lelap , dan tidak lama kemudian golem emas ini membangunkan tuanya dengan cara menarik rambutnya dengan giginya ,tak lama kemudian Allen atau bisa dibilang tuan pemilik golem ini terbangun
"Hmm.. ada apa timcanpy..?" Ucap pemuda itu dengan mata sayu dan nada yang rendah karena masih mengantuk sambil melihat kearah timcanpy ,dan pemuda ini belum sadar kalau kanda masih tidur disampingnya. Lalu si golem itu terbang di atas kepala kanda yang masih tidur.
"..." Exorict Eropa itu kaget setengah mati dan mulutnya ingin teriak dengan cepat Allen turun dari tempat tidur dan menarik timcanpy dengan paksa lalu keluar dengan pelan pelan dan berlari ke kamarnya.
.
"Timcanpy,, Putarkan kejadian kemarin malam" Ucap Exorcist Eropa itu dengan wajah merah
.
.
~ Di Markas Black Order~
"LENAAAALLEEEE OKAERI!" Ucap Komui dengan haru sambil memeluk adik kecilnya
"Nii-san,, Tadaima,," jawabnya dengan riang
"Allen kun , Kanda dan Lavi selamat datang kembali syukurlah kalian baik baik saja"Ucapnya sambil melepas pelukanya dan berjalan ke arah mereka.
"Terima kasih komui san " ucap Allen dengan nada lembut sambil tersenyum
"Oi Komui kita sudah bicarakan tadi tentang innocence nya ,cepat sekarang selesaikan , aku mau latihan" ucap kanda dengan kesal sambil menatap tajam atasanya.
"Yuu jangan seperti itu ! meskipun kita menganggap komui itu teman kita , dia itu atasan kita juga"
"Jangan panggil aku dengan nama depanku Baka Usagi , Diamlah atau akan kujadikan kau sate kelinci malam ini "
"Hiii Maafkaan aku !"Teriak Lavi sambil bersembunyi dibelakang Allen.
"Hahaa tak apa apa Lavi, biarkan saja dia memang seperti itu " ucap Komui dengan tenang agar tidak jadi keributan yang memanjang.
"Kalau begitu , kanda kau ikut aku ke hevlaska"
"Che,, kenapa tidak kau saja?"
"Sudah sudah ayo kita pergi " ucap komui sambil mendorong kanda dari belakang.
Tetapi tanpa disadari Komui ,Allen melirik Kanda dengan diam diam , karena takut ketauan oleh exorcist jepang itu
.
.
.
"Jadi bagaimana dengan misi kali ini Kanda?"
"Mudah,, tidak ada kendala"
"Benarkah? Tapi aku merasa tidak.. apa yang terjadi?
"Che kau berisik sekali,, sudah kubilang tidak ada ya tidak ada"
"Hahaha kejamnya kau padaku ~"
"Berisik,,Ada yang ingin kutanya kan.."
"Ada apa?"
"... aku merasa aneh "
"? Apa kau sakit?"
"Che bukan itu ,, Seja pertama kali aku menyentuh innocence ini,, aku selalu memimpikan seseorang"
"Orang? Pria? Wanita?"
"Wanita .."
"Jangan jangan kamu,,"
"Che Bukan seperti itu!"
"Terus?"
"Dia berambut hitam panjang dan memegang 2 anak kecil berambut ungu "
"Mungkin perasaan mu saja Kanda ,, sehabis ini kau istirahatlah jangan teralalu banyak latihan "
"Chee ia aku tau ,,"
.
.
.
.
.
Saat di malam hari sekitar jam tujuh malam
"Pesta?"tanya Allen kepada 2 sahabat nya itu. "Kenapa pesta?"
"Nii san bilang innocence yang kita temukan itu langkaaa! Jadi untuk merayakan itu kita membuat pesta"
"Matsudmu innocence nya itu HEART?!"
"Untuk detail nya kita belum tau , yang pasti langka, aku tau ini dari dari nii san sendiri" ucap leenalee dengan gembira.
"Aku dan pandajiji sedang memeriksa innocence nya itu , tapi untuk ini marilah kita bersenang senang Moyashi chan ~~! Ucap Lavi dengan girang sambil merangkul lenalee dan allen
"Baiklah aku ikut,, dan Nama ku Allen !"
.
.
Saat ini mereka , para exorcist , finder dan anggota penelitian semua sedang merayakan pesta terlihat Allen , Lavi , Lenalee sedang mencari makan sedangkan kanda sedang duduk dengan wajah kesal disamping kanan ada Marie dan damping kiri ada si Tiedol
"Wooahh!"
"Kenapa Moyashi chan?
"Makanya banyak sekalii! Aku tidak tau harus makan dari mana!"
"Makanlah yang banyak Allen kun ,, nanti kalau kurang jerry pasti akan memaskannya lebih untuk mu"
"Baiklah!" Jawabnya dengan riang sambi mengambil makanan
.
Che, kenapa aku juga ikut ikutan?!
"Yuu kun kau sudah berusaha dengan keras , sekarang nikmati lah sebentar pesta ini" ucap Tiedol sambil mengambil satu botol wine merah dan menuangkan kedalam gelas dan menyerahkan ke Marie
"Terima kasih " ucap Marie kepada Tiedol , dan Tiedol meletakan botol wine ke meja.
"Chee aku tidak punya waktu untuk ini,,," Jawab Kanda dengan kesal .
"Hahaha sudah lah ikuti saja ".
"Che... Baiklah " Kata kanda sambil memegang botol wine tersebut lalu meminumnya.
"Wuaahhh Yuu kun kau tidak boleh minum itu! Umurmu belum cukup!"ucap Tiedol dengan kaget dan menarik botol wine itu dari Kanda.
"Haah?! berisik ! aku ini umurnya 19 tahun ! dan aku bukan anak anak lagi!".
"Tapi Kanda aku dengar di jepang umur 20 tahun keatas aja yang boleh minum sake".
"Berisik kita ini exorcist untuk apa aku mengikuti aturan , kerjaan exorcist hanya membunuh akuma dan Noah serta menggambil innocence liar"jawab kanda dengan kesal sambil mengambil wine ditanganya.
"Kalau kau khwatir , kenapa tidak khwatirkan si Baka Moyashi itu? "ucap kanda sambil berjalan pergi ke luar ruangan , dan kejadian ini membuat allen dan 2 sahabatnya ini binggung.
"Lenalee , Lavi aku mau bicara dengan Kanda sebentar"
"Baikalah pelan pelan ya moyashi chan ,, jangan smpai kau mati.." kata Lavi dengan nada serius
"Huh? B..baiklah" jawab Allen dengan binggung. Lalu Allen berjalan dan menyusul kanda
.
"Kanada!" teriak Allen sambil berlari kearahnya.
"Ada apa ?! " jawab Kanda dengan kesal.
"Aku ingin berbicara.."
"3 detik .."
"Eh?!.."
" Cepatlah kau ingin ngomong apa?".
"Itu,,ano,,hm,,,"
"Huhhh... " Kanda dengan kesal menarik Allen kedalam kamarnya , dan segera megunci pintu dan berjalan kearah Exorcist Eropa itu.
"hmm maaf.." jawab Allen sambil menunduk , karena tubuhnya dan kanda sangat dekat sampai ia tidak bisa menatap kanda.
"Untuk apa? Dan tidak sopan sekali kau ,, saat bicara tatap lawan bicaramu"
"Tapi,,Kau teerlalu dekat.."
"hm,, kau masih malu meskipun kita sudah melakukanya kemaren malam" ucapnya dengan santai sambil menarik dagu allen
"EHH? Kau ,,,jangan jangan .."
"Tentu saja tidak ,, dasar BakaMoyashi" ucapnya sambil menjauh darinya dan duduk di atas kasur
"Eh? Dan apa kau ingat kejadian kemaren malam?"
"Huh apa ,, aku tidak ingat"jawabnya dengan acuh tanpa melihat Allen
Allen duduk lemas di lantai dan menunduk , perasaanya bercambur antara kesal dan sedih karena dipermainkan oleh Kanda
"Kau,, jahat sekali,, aku tau kau mem,,benci ku ta,,,tapi jangan seperti ini" ucapnya dengan terisak pelan.
"Huh apa matsudmu? " tanya nya dengan kesal
Aku tidak bisa bilang ,,meskipun aku melihat kejadian kemaren malam melalui Timcanpy dan kita tidak melakukan lebih jauh , apa dia tidak ingat,,?
Dengan itu Allen berjalan kearah Kanda dan memukul kepalanya dengan Timcanpy denagan keras
"Sudah ! Aku sudah muak dengan muak dengan mu selamat malam ! BakaNda!"teriaknya dengan kesal dan berjalan kearah pintu,tetapi dengan cepat kanda berdiri untuk menarik tangan Allen dan melemparnya keatas kasur lalu dengan gesit kanda memgang kedua tanganAllen dengan 1 tangan dan satu tanganya lagi memgang dagu Allen sedikit kasar
"Lepaskan aku BakaKanda!" ucap Allen sambil memberontak dan memukuli kanda
"Diam" ucap Kanda dengan tatapan tajam seakan memberikan perintah yang Absolut dan mencium allen kedua kalinya
Sekejap Allen pun tenang karena kaget melihat kelakukan Kanda yang menciumnya,pertama ciuman itu sedikit kasar lama kelamaan ciuman itu semakin lembut dan akhrnya memanas. Sungguh Allen tidak pernah merasakan perasaan ini , disaat kanda memasukan lidahnya ke dalam mulut nya dan mengobrak abrik yang ada didalam,serta lidah mereka yang berdansa disana membuat Allen merasakan kenikmatan yang luar biasa, ciuman itu berlangsung agak lama dan akhinya Kanda melepas ciuman itu , dan melihat wajah Moyashi "nya" itu dengan nafsu, karena yang dilihat adalah mata yang berair ,pipi yang merona, mulut yang terbuka sedikit dengan nafas tersenggal senggal dan juga sedikit benang salvia yang tertinggal diujung bibirnya sungguh pemandangan yang indah .
"K..kanda.. A..apa ya..ng kau,,-"
"Menciummu , emang kamu kira tadi apa"
"Ya,,,a,,aku t,,tau ,,Tet,,tapi kena.,pa"
"Kau diam saja ,, dan nikmati saja" Ucap kanda sambil menjilati mulutnya dengan lidahnya sendiri..
"Eh?! Kandaaa Apaa yang kau-AHHH!" Teriak Allen dengan kaget karena ia melihat kanda mulai membuka kaos hitamm kebiruanya,, lalu meleparnya , dan mulai membuka kemeja yang dipakai oleh pemuda yang didepanya. Dan langsung Menyerang Kedua nipple dengan kedua tanganya
"K..Kan.. Kan..daaa..aaahhh..egghh" Allen pun medesah karena sentuhaan yang Kanda berikan secaara tiba tiba. Lalu mendekatkan mulutnya kearah salah satu telingga Allen ,dan kanda mulai menjilati telinga Allen dengan Nafsu sambil menggigit dan meariknya
"Ahhh!...Ka..kanda..aa..aahhhh..uhn..."Allen pun hanya bisa mendesah dengan keras karena Titik Sensitif nya telah ditemukan oleh Kanda dengan mudahnya.
"Hoohh jadi ini ya titik lemahmu" dengan singgap kanda pun mengehelus dengan pelan nan pasti pada salah satu kupingnya dan tangan yang satu lagi menggesekan dan memutar salah satu nipple Allen dengan penuh perasaan
"K..KA..KANDAA! D.. ..situuuu ahhhhh"Erangannya semakin jelas terdengar dan membuat Kanda tidak sabar menghantamkan dirinya kedalam liang yang ada itu Kanda dengan gesit melepaskan celananya karena merasa tidak nyaman, dan membuka celana pemuda itu dengan cepat.
Sekejap Kanda merasa tidak bisa bernapas rasanya,karena melihat pemandangan yang luar ada Allen si Moyashi Kecil "telanjang bulat " sedang tergeletak tak berdaya dengan paha putih mulus,Nipple yang sudah kemerahan dan basah,serta tatapan muka yang sangat mengairahkan nya.
"K..kandaa..."Suara Desahan kecil membuat Kanda terlepas dari imajinasinya, dan melihat Allen seakan Ia meminta lebih dari ini"
"Bagaimana Perasaanmu sekarang,, I~" Bisik kanda disalah satu telinganya dan sukses membuat Allen Mendesah kenikmatan
"annehh..aku..tak..pe..pernah..mer..merasakan i..ini se..sebelumn..ya" ucap Allen dengan napas tersenggal senggal
"Hee jadi ini pertama bagi mu? Kukira kau sudah melakukan nya dengan wanita lain"
Mendengar ucapan Kanda, Allen pun langsung bangun dan menatap Kanda
"Itu siH si Crooss bukan akuu,, aku tak per-AHHH!" Ucapan Allen pun terputus karena kanda mulai menyerang "benda" yang sudah mengegang diantara selangkanya itu.
"Iya,,aku tauu ,Bagaiman kalau kita lanjutakan,Hm?"ucapnya dilengkapi seringai Kanda yang seksi dan membuat wajah Allen memerah karena malu
Kanda mulai mencium lembut Allen dari kening,Pipi ,Mata,Hidung,Bibir,Lalu mencium perpotongan leher nya dan Itu membuahkan Hasil sekarang Allen Mendesah keenakaan , Dan desaahaan itu menjadikan lagu yang terindah bagi kanda ,karena itu Kanda langsung menggigit perpotongan leher Allen guna menandai bahwa Allen adalah miliknya,Tak butuh waktu yang lama Kiss Mark dan Bite Mark telah menjalar keseluruh tubuh Allen.
"Moyashi.. " Kanda menyodorkan ke 5 jari nya kedepan Allen.
"I..Iyaaa?" jawabnya dengan binggung melihat jari jari kanda yang lebih besar dari nya didepan nya
"Basahi Jari ku dengan mulutmu"
"Eh?!..."Teriak Allen dengan wajah yang memerah karena tidak percaya apa yang telah Kanda Katakan.
"Aku bilang Basahi jari jari ku ini dengan mulutmu"
"B..baiklah" ucap Allen sambil menarik tangan kanda medekat dan mulai membasahi satu persatu
"Basahi dengan benar kalau nanti terasa sakit jangan salah kan aku"
Awalnya Allen tidak mengeri apa yang diucapkan oleh Kanda dan ia hanya mengangguk sambil membasahi jari jari Kanda.
Karena merasa jarinya sudah cukup basah Kanda pun menarik jari jarinya itu
"Moyashi ini pasti akan terasa sakit jadi tahan lah"
"Apa matsu...AHHH!AW..Ba..bakanda S..sakittt!"
"Che,,Rileksan Tubuh dan otot ototmu idiot , ini msih satu jari , "
"Ukhh..Ukhh..Haahh..haahh..K..Kandaaaa"
Lama lama Sakit menjadi Nikmat sekarang Allen hanya bisa mendesah dan menguatkan gengamanya pada sprei dibawahnya
"K..kandaa...! Ahh..."
Allen pun menatap Kanda dengan wajah yang erotis, dengan itu Kanda mulai memasukan jari tengahnya sekarang Kanda pun mencari titik titik dimana nanti Allen akan mengerang nikmat tiada duanya.
"Ahhhh!..di..disi..situuu..aahhhhh" Desah Allen dengan sangat Kuat karena ia merasakan seperti ada listrik yang menjalar ketubuhnya.
"Disini,,,yaa"Ucap kanda yang menekan titik kenikmatan Allen Berulang kali dan membuat Allen Mendesah kuat
"Yaaa..Ahhhhhh..DISITUUU..AAHHH .. !"
Kanda dengan cepat mengeluarkan jarinya dan terlihat Allen sedikit kesal akan tindakan Kanda tadi
"Kena..kenapaa?a..aku m...mauuuuu"
"Kau mau keluar kan, Moyashii?"
"I..iyyaa ... ..gaa...tahaaan "
"Setidaknya tunggu aku ,, dan kau tidak boleh keluar hanya dengan jari saja"
"Eh?"
Mendengar perkataan itu Kanda langsung beranjak turun dari kasur dan membuka laci nya, dan terlihat Kanda megeluarkan Botol kecll berisi cairan bening.
"Apaa ituu,,?"
"Ohh inii..Tak akan kuberi tauuu.."Ucapanya sambil berjalan dan naik ke atas kasur keposisi semula dan mulai membuka tutup botol dan menuangkannya langsung keorgan intimnya hingga basah. Allen rasanya hatinya ingin copot melihat pemandangan yang luar biasa didepanya.
"Moyashi balikan badamu "
Tanpa basa basi Allen membalikan badan dan meletakan wajahnya didepan kasur
"Moyashi..Ini sedikit akan terasa sakit" Dengan itu Kanda Langsung memasukan dirinya kedalam lubang didepanya tadi dengan satu hentakan.
"Ahhhhh!.. .saa..sakiiitt..ahhhhh"
"Bodoh jangan seperti itu rileks saja ,, regakan otot otomu "Ucap kanda dengan sedikit tersenggal karena merasa organya di himpit oleh dindingdan menjadi sangat sempit
Denagn itu Kanda diam sejenak dan memberikan waktu kepada Moyashinya itu untuk terbiasa terlebih dahulu,beberapa lama kemudian Allen pun menatap kanda serta mengangguk pelan dengan isyarat agar kanda mulai bergerak
"Ahhh...kaaa..kandaa..di..disitu"
"Hmmmya aku tau.. moyashi boleh aku bergerak lebih dala lagi?"
"Eh...?..Ahhhhhh! ..Jan..gaann..p..posisii..aaahh..ga..kuatahhhh"Kini Kanda meletakan salah satu kaki moyashi keatas pundaknya agar dapat memperdalam organnya agar dapat menekan titik lemah nya kanda pun dengan cermat mengegam organ intim nya dengan satu tangan dan mencubit halus Nipple pemuda dihadapnya
"ahh..jangaaaaaann...kaaa..kalau..kau pege...pegang ..nan..na..ntiiii"
"Ini belum seberapa moyashi~"bisiknya dengan nada menggoda
Pandangan Allen semakin lama semakin memutih ,Lubangnya yang sedang dihantam,dada,organya,serta titik sensitifnya semua dimainkan oleh Kanda secara bersamaan dan membuat Allen merasa ingin mengeluarkan hasratnya segaeraa
"KKKKAAAANDAAA,,,Akuuuuu akuuu...aakuuu ...mauuu.."
"yaa ak..aku tauu. Kau bisa..datang kapan saja moyashi"
"KAANNNDAAAA!AHHHHHH!"Teriak Allen dengan keras dan pemandanganya pun memutih , tidak lama setelah Allen Keluar kanda pun mengeluarkan cairanya kedalam tubuh Allen,seteah itu sebelum kanda jatuh ke kasur dia mencium Allen terlebih dahulu
"Selamat Tidur Aren"
Tanpa disadari kedua pemuda ini Timcanpy telah merekam semua adegan yang barusan terjadi di atas kasur,dan mungkin akan menjadi barang bukti yang kuat akan hubungan mereka nantinya.
Setelah itu semua orng yang tadi berpest kembali keruangan masing masing untuk istirahat dan terlihat Komui sedang berjalan ke arah ruang penelitian di depan pintu lab terlihat Johnny dan Reever sedang berbincang
"Bagaiamana apaa ada perubahan?" Tanya Supervisor Komui Lee
"Ada yang aneh Komui san" Ucap Johnny
"Apaanya"
"Innocence nya berubah jadi manusiaa"Ucap Reever
"APAAAA?!"Teriak Komui sambil berlari kearah lab dan melihat tabung besar berisi seorang anak perempuan berambut sangat panjang berwarna hitam .
Peristiwa ini membuat Komui merasa kaget dan ia pun berbicara Johnny dan Reever akan kejadaan ini dan disaat komui asik berbicara didalam tabung orang itu berkata
"Allen Walker"
Yapzz akhirnya selesai juga chap 2 ,, maaf kalau masih ada typo, dan maaf kalau ada adegan lemonya kurang greget,, dan yang pasti aku akan berusaha membuat cerita ini lebih baik. Maaf juga klo updte nya lama , nanti aku usahakan aku bakal mempercepat jadwal update,sekiaan dari saya,, jangan lupa tinggalakan jejak ,, kritik apa pun saya terima. Sampai jumpa di chap 3
