Chapter 2

"waaw… menakjubkan sekali. Aku masih belum percaya, kalo aku diundang. DIUNDANG lho ya. Aku bahkan nggak pernah bermimpi akan masuk ke sekolah se-elite ini sebelumnya. Tuhan, Engkau sungguh adil." Gumam Naruto pelan, sebelum melanjutkan langkahnya menuju ke aula utama, tempat yang digunakan untuk melakukan upacara penyambutan murid baru. Sebelumnya, Naruto merapikan dulu penampilannya, takutnya ntar malah malu-maluin kalo nggak dirapikan.

Disepanjang perjalanan menuju ke aula tersebut, Naruto merasa bahwa dirinya selalu diperhatikan oleh murid-murid yang di lewatinya. 'padahal tadi aku udah rapiin penampilanku deh. Kenapa masih pada ngeliatin ya.' Batin Naruto, merasa risih juga karena dari tadi diliatin mulu.

"yo. Kau juga murid kelas satu ya?" Tanya seorang pemuda berambut coklat pekat model jabrik, hamper serupa model rambutnya dengan Naruto, pemuda tersebut memakai tato segitiga terbalik di kedua pipinya.

"iya. Kamu juga?" Tanya Naruto balik, pemuda yang menyapanya tadi datang bersama seorang pemuda dengan rambut yang dikuncir menyerupai nanas, matanya terlihat mengantuk. Dan seorang lagi, pemuda yang bertubuh gempal, sedang asik menikmati snack kripik kentangnya.

"kami juga kelas satu, mau bareng ke aula nggak? krauk.. krauk.." jawab pemuda bertubuh gempal tersebut. Naruto berpikir sejenak sebelum akhirnya menganggukan kepalanya.

"oh ya, namaku Kiba Inuzuka. Salam kenal"

"aku Chouji Akimichi. Krauk.. krauk.. salam kenal ya."

"ck. Aku Shikamaru Nara."

"salam kenal juga, namaku Naruto Namikaze." Di hari pertama sekolah, sudah mendapatkan tiga kenalan yang kelihatannya cukup baik, Naruto merasa senang dengan kenalan barunya, tapi dia juga sedikit cemas, apakah teman barunya ini nggak akan mempermasalahkan statusnya yang hanya murid biasa saja? Entahlah.

"Namikaze? Itu keluarga mana? Kok aku jarang dengar sih?" Tanya Chouji yang udah selesai makan kripiknya. Kiba dan Shikamaru terlihat mendengarkan apa yang akan dijawab Naruto.

"hehehe… keluargaku. Aku nggak seperti kalian kok, aku dari keluarga biasa-biasa aja. Aku sekolah disini cuman karena mendapatkan undangan. Uhm.. aku ini murid beasiswa." Aku Naruto, sedikit gugup juga sebenarnya, dia melihat ekspresi apa yang akan di tunjukan oleh teman barunya tersebut. Terlihat mereka tak mempermasalahkannya.

"wah, berarti kamu ini jenius dong ya." Celetuk Kiba. Merasa iri juga dengan kemampuan otak yang dimiliki oleh pemuda di depannya ini.

"nggak kok. Aku dapat beasiswa karena prestasi non akademikku, bukan karena otakku. Hehehe" jelas Naruto sambil memberikan senyum charmingnya, yang sukses membuat siswi bahkan siswa (termasuk Kiba, Shika, Chouji) yang meliatnya merona terpesona. Karena kedahsyatan dari efek senyum charming khas keluarga Namikaze #plak [lebay deh lu! baka author].

"waw…" satu kata yang muncul dari mulut ketiga teman baru Naruto setelah melihat senyumannya.

"hm? Ada apa? Kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Naruto innocent. Bener-bener nggak tau apa yang terjadi.

"senyumanmu.. bener-bener dahsyat Naru, lihat para siswi sampe ada yang pingsan karena melihat senyumanmu itu." Kiba merangkul bahu Naruto dan menunjukan pada Naruto efek dari senyuman khasnya itu.

"apa itu berarti buruk?" Tanya Naruto dengan polosnya.

"berarti kau tampan." Celetuk Shikamaru yang terkenal jarang mau mencampuri urusan orang lain. Sedangkan Chouji mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan Shikamaru.

Lalu Naruto?

Hanya bisa cengo karena di bilang tampan. Hahaha, masa dibilang tampan malah cengo sih Nar? Alasanya? Karena di Hokkaido, ibunda tercintanya nggak pernah bilang kalo Naruto itu tampan, yang ada Naruto malah selalu di bilang muka preman oleh Kushina, sang bunda.

"hahaha… kalian ini, becandanya nggak lucu. Aku tau aku jelek, jadi jangan bilang aku ini tampan deh." Tawa Naruto hambar, bikin ketiga temannya sweatdrop aja.

"yah, terserah kaulah." Mereka berempat segera jalan menuju ke aula utama.

.

.

.

Murid-murid sudah berkumpul di tengah ruang aula utama, terlihat semuanya adalah orang-orang kelas atas, hanya beberapa yang murid beasiswa seperti Naruto. Bahkan dia bisa melihat sepupunya, Gaara, yang sedang berdiri di podium, karena dia yang mendapatkan nilai tertinggi saat mengikuti ujian masuk ke Konoha Gakuen. Gaara tengah memberikan pidatonya,

"ternyata dia sangat digilai para siswi ya." Gumam Naruto, yang masih bisa didengar oleh Shikamaru.

"dia teman sekelasku di Konoha Junior High School. Memang dia siswa yang jenius juga popular dikalangan para gadis." Jawab Shikamaru santai. Naruto mengangguk mendengar cerita Shikamaru. Meskipun Gaara adalah sepupunya, tapi Naruto tak pernah mengenal Gaara lebih dekat, selain karena status social mereka yang berbeda jauh, juga karena keluarga Gaara jarang sekali pulang ke Hokkaido, dikarenakan pekerjaan Kazekage, sang paman.

"yah, dia memang benar-benar cool sih. Jadi nambah lagi deh daftar pangeran-pangeran es." Celetuk Kiba.

"pangeran?" Tanya Naruto, nggak tau apa-apa. Baiklah, masalah pangeran es akan dijelaskan oleh Kiba.

"yap. 'Pangeran-pangeran es'. Mereka adalah sekumpulan siswa-siswa kelas satu seperti kita, tapi mereka popular, cool, dari anak orang kaya semua, bahkan tahun ini, ada si kembar pewaris Konoha corp. yang masuk ke Konoha Gakuen.

Pangeran es, atau Ice Prince's, adalah sekumpulan murid cowok yang terdiri dari Sasuke dan Itachi Uchiha, yang notabene si kembar dari Konoha Corp. padahal Itachi itu bukanlah cowok yang dingin meskipun irit bicara seperti adik kembarnya, lalu ada Hyuuga Neji, pangeran dari keluarga Hyuuga. Calon pewaris Byakugan Corp.

Uzumaki Nagato, dari klan Uzumaki, keluarga tertua yang masih menjunjung tinggi adat jepang kuno. Dia sangat jago dalam berkuda dan berpedang. Pangeran klan Uzumaki yang terkenal akan wibawa dan kebijaksanaannya, meskipun sikapnya yang dingin dan irit bicara. Ada juga Sabaku Gaara, dari keluarga Sabaku, adik dari Sabaku Sasori, kakak kelas kita. Meski Gaara masuk ke dalam grup Ice Prince's, tapi Sasori tidak, selain karena dia meiliki sifat yang berbeda 180o dari adiknya, juga karena dia kakak kelas kita. Tapi mereka berdua sangatlah kompak jika harus membuat robot.

Pernah meraih juara 1 tingkat internasional saat mereka masih SMP. Lalu yang terakhir ada Kimimaro Senju, cucu dari Tobirama Senju. Keluarga Senju sangatlah terkenal akan keahliannya dalam bidang kesehatan, dan Kimimaro salah satu cucu yang sangat dibanggakan oleh keluarga Senju karena kecerdasan otaknya dalam bereksperimen dan mengolah obat-obatan herbal.

Dan itulah para member dari IP (baca: sebutan Ice Prince's)" jelas Kiba panjang lebar, sampai membuat Shikamaru nyaris tertidur sambil berdiri [wah, emangnya bisa ya? #bisa kok]

"ya ampun… ternyata seperti itu ya." Saking bingungnya mau jawab apa, akhirnya Naruto hanya bilang begitu.

.

.

.

.

.

To be continued….

Hahh…. Maaf ya, Kuu potong di sini, hehehe.

Gimana? Ceritanya aneh ya? Gak menarik kan?

Kuu tau itu. Kuu juga udah merasa ada yang nggak beres sama cerita ini. Ha-ahh…

thanks banget yang udah mau baca ama review... karena Kuu juga bingung ma judulnya, jadi tetep Kuu kasih judul 'none'

Semoga kalian suka deh. Next chap?

Review? Sankyuu na. ^^