Chapter 2
Hai.. Jumpa lagi sama saya author gaje.. Shichidaime.. Disini saya hanya bisa nambahin dikit wordnya, namun saya harap memuaskan agan-agan semua.. Ok, jangan banyak cincong lagi.. Selamat membaca...
Aishiteru Okaasan
"Okaa-san,kenapa? "
"Kenapa? Karena perbuatanmu, Menma harus meregang nyawa di Rumah Sakit. "
"Hiks.. Hiks.. Itu bukan salahku, Okaa-san"
"Mulai saat ini, jangan pernah lagi kau menampakkan wajahmu di depanku".
"Aku sangat membencimu, Naruto".
Dream Off
"Hah.. Hah.. Sial, mimpi itu lagi", kata naruto sambil memegang kepalanya. Sejak kejadian itu, ia selalu bermimpi tentang kejadian tersebut.
"Hmm.. Sudah Jam 5 pagi rupanya. Aku harus bersiap-siap". Naruto kemudian membersihkan tempat tidurnya, setelah itu pergi mandi.
Naruto Pov
Hmm... Perkenalkan, namaku Uzumaki Naruto, dan umurku masih 10 tahun. Aku memiliki rambut berwarna kuning yang menurun gen ayahku, memiliki wajah yang tampan,menurutku. Aku tinggal di sebuah apartement kecil yang dibelikan oleh Ayahku, sang Yondaime Hokage. Dalam usia 10 tahun, aku sudah menjadi Kapten Anbu, tanpa sepengetahuan orang lain, kecuali para petinggi Desa Konoha. Baiklah, cukup itu saja perkenalannya.
Naruto Pov End
Setelah selesai mandi, Naruto langsung memakai pakaian Anbunya. Saat sedang memakai topengnya,dari belakang tiba-tiba seorang anbu bercode name Neko(Kucing) datang dan langsung tunduk kepadanya.
"Ada apa Neko? "tanya naruto
"Youndaime-Sama memanggil anda,Taicho".
"Baiklah, aku akan segera kesana", kata Naruto sambil memasukan tantonya.
"Hai. Wakarimasu(saya mengerti)", jawab anbu tersebut lalu menghilang.
Sebelum pergi, Naruto melihat sebuah bingkai poto di atas meja tidurnya. Di poto tersebut terlihat Naruto tersenyum lebar dengan Kushina yang memeluknya dari belakang. Naruto tersenyum saat melihat poto tersebut, kemudian ia menciumnya.
"Itekimasu, okaa-san", setelah menciumnya, Naruto pun menghilang dengan hiraishin nya.
Gedung Hokage
Terlihat seorang pria berusia sekitar 35 tahunan, namun masih nampak muda sedang duduk di Kursi Hokagenya sambil memandang Desa Konoha dari jendela belakang kursinya. Sedetik kemudian, datang seorang Anbu bercode name Ryuu sambil menunduk hormat.
"Ada apa anda memanggil saya, Hokage-sama? ", tanya Anbu tersebut.
"Bukalah topeng mu itu saat kita sedang berdua saja, Naruto", jawab Hokage atau Minato selaku ayahnya.
"Tapi.. "
"Tidak apa-apa", potong minato.
Kemudian Naruto pun membuka topengnya.
"Ada apa Tou-san memanggil Naru? "
"Bagaimana kabarmu, naru? Apa kau sudah sarapan? Apa tidurmu nynyak? "tanya minato berkali-kali.
"Kabarku baik, Tou-san. Aku sudah sarapan dan tidurku nyenyak. "jawab Naruto sambil tersenyum.
"Hmm.. Syukurlah kalau begitu"
"Bagaimana kabar okaa-san dan Menma-nii, Tou-san? Apa mereka baik-baik saja? "tanya Naruto
"Hmm.. Mereka baik-baik saja"jawab Minato
"Syukurlah. Jadi ada apa Tou-san memanggilku kemari? "
"Aku memiliki misi untukmu"
"Misi apa Tou-san? "
"Menangkap penghianat Konoha yang kabur tadi malam", jawab Minato dengan serius.
"Hai. Wakarimasu", jawab Naruto sambil memasang topengnya. Sesaat Naruto ingin pergi, Minato mengatakan sesuatu yang membuat Naruto tersenyum mendengarnya.
"Hati-hatilah Naru", kata Minato.
"Hai, Otou-san", kemudian Naruto menghilang.
Tbc...
Wah.. Makasih atas saran yang diberikan, reader-san..
Dan terima kasih karna mendukung fic saya yg Gaje ini...
Ok.. Next chap akan saya usahakan wordnya sampai 1k. Sekian dari saya...
Hiraishin no jutsu
