Title :

New Appa?

Cast :

JaeJoong Kim, Yunho Jung

Other Cast:

Changmin Shim, Junsu Kim, Yoochun Park , Soohyun Kim

Genre :

Family, Romance

Rating:

T

Desclaimer :

I have only the story. Yunjae Belong to each other and God

.

.

~ CHAP 1 ~

.

.

JaeJoong menggerutu kesal begitu sampai di kelasnya bersama dengan Changmin. Pasangan Yoochun-Junsu sampai heran sendiri setelah mendegar bunyi tas yang di lempar begitu saja di atas mejanya.

"Kenapa dia ? " tanya Junsu pada Changmin yang hanya di jawab dengan mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.

JaeJoong masih saja menggerutu.

Dia benar-benar kesal.

Pertama dua hari yang lalu , Ummanya tiba-tiba saja kembali, padahal setahunya, Soohyun harusnya sedang ada di Australia untuk pembuatan film terbarunya, Soohyun datang membawa pemuda yang umurnya setahun diatas JaeJoong dan mengenalkannya sebagai Appa barunya, demi Tuhan, bahkan pemilik nama Jung Yunho itu baru saja berusia 18 tahun. Setelah mengenalkan Yunho di depan teman-temannya, Ummanya pergi begitu saja, melanjutkan kembali pekerjaannya, terbang kembali ke Australia. Meninggalkan JaeJoong dengan tanda tanya sebesar gajah, binatang kesukaannya. Heran pada sang Umma yang malah menikahi namja yang masih sekolah, padahal ratusan namja yang lebih mapan dan mungkin lebih baik bertekuk lutut padanya.

Kedua. JaeJoong sempat shock begitu tahu kalau namja yang sejak kedatangannya itu selalu diperhatikan diam-diam, yang senyumnya mampu membuatnya tersenyum dan tersipu malu, yang suara baritonnya mampu membuat desiran aneh di dadanya, malah di perkenalkan sebagai suami baru Ummanya. Dan sayangnya harus pasrah menerima kondisi tersebut setelah Umma dan suami barunya menunjukkan foto pernikahan mereka, serta surat-surat sah pernikahan mereka. Dan dia tentu saja harus meredam debaran aneh di jantungnya setiap kali berhadapan dengan namja Jung itu. Sedikit kesal juga sebenarnya.

Ketiga. Ternyata Yunho itu sifatnya sama ajaibnya dengan Soohyun. Dia usil dan cerewet seperti Soohyun. Dia senang sekali menjahili JaeJoong, dan jangan lupakan sifat manjanya yang harus selalu di hadapi oleh JaeJoong jika dia tidak mau kelakuannya itu dilaporan oleh sang 'appa' pada Ummanya. Bisa diceramahi habis-habisan kalau itu terjadi. Dia juga memaksa JaeJoong untuk memanggilnya 'Appa' jika sedang di rumah, dan 'Hyung' kalau sedang di luar rumah.

JaeJoong mengacak-acak rambutnya kesal mengingat kejadian tadi pagi yang membuat moodnya buruk seketika dan membuat appanya memiliki julukan baru untuknya.

.

.

~flash back~

JaeJoong baru saja bangun dari tidurnya. Keinginnya untuk mengluarkan cairan dari tubuhnya sebenarnya yang mendesaknya untuk bangun pagi ini. Mengingat kamar mandi di kamarnya pipa airnya sedang bermasalah. Dia berjalan keluar kamar, dan menyelesaikan urusannya di kamar mandi di lantai 2 di dekat kamarnya.

Dia masih mengantuk. Matanya terpejam sementara cairan dari tubuhnya mengalir terus ke closet.

"lega ... " ujarnya setelah buang air kecil. Dia menekan tombol di closet hingga air mengalir menyiram urinenya. Dia berbalik ketika ingin menaikkan celana piyamanya. Dan

"Kyaaa ... kaaau ... sejak kapan kau ada disana ? "

Histeris. JaeJoong dengan gerakan cepat menarik celananya ke atas. Sementara orang yang ditunjuk JaeJoong yang tidak lain adalah Yunho hanya menyeringai aneh memperhatikan tingkah panik 'anak'nya yang menurutnya berlebihan.

"Salahmu sendiri kenapa tidak mengunci pintu .. " balasnya tak mau kalah

"Kau ... kau melihatnya ? " Tanya JaeJoong takut-takut, dia tahu dia yang salah tapi kan ...

"melihat apa ? " Yunho pura-pura tidak tahu

"Kau melihatku sedang buang air kecil kan ? "

"Lalu ? "

Yunho dengan wajah innocentnya menjawab dengan santai

"Jadi kau melihatnya kan ? " Tanya JaeJoong lagi

"Melihat apa ? " Yunho masih pura-pura tidak mengerti ucapan JaeJoong

"Itu ... itu ... "

Aigo ... bahkan JaeJoong sendiri malu mengatakan maksudnya

"Ah ... apa maksudmu benda kecil yang tadi menyembul dari balik celanamu? Benda kecil yang cepat-cepat kau sembunyikan ? " Tanya Yunho dengan wajah usilnya dan seringai lebarnya dengan menekankan kata 'kecil'

"Yaaa ... Yah ... benda kecil apa maksudmu ? " Bentak JaeJoong yang wajahnya sudah merah padam.

"Aigo masa kau tidak tahu ... itu lho, benda kecil yang ada diantara pahamu. Apa sekarang kita namai 'little Joonggie' saja agar kita mudah menyebutnya ... " goda Yunho, merah di wajah JaeJoong semakin merah, kesal dan malu tentu saja.

"Argh ... dasar beruang mesum ! "

Karena tidak tahu harus berkata apalagi untuk menghadapi sang Appa,diapun meninggalkan kamar mandi dengan menghentakkan kakinya diiringi dengan tawa kemenangan membahana milik Yunho

~end of flash back~

.

.

JaeJoong menggerutu kesal

"Menyebalkan, dasar beruang mesum. Enak saja bilang punyaku kecil, wajar sajakan. Aku masih 17 tahun dan masih dalam perkembangan. Aish ... "

Rambut almondnya kembali dia acak-acak.

"Waeyo ? apa ada yang terjadi ? " Tanya Junsu, JaeJoong langsung menggeleng cepat. Tidak mungkin kan dia menceritakan kejadian tadi pagi pada teman-temannya. Bisa malu karena di tertawakan nanti.

"Apa ada yang terjadi dengan Yunho Hyung ? " tanya Yoochun

Blush

Aish ... jeongmal JaeJoong benar-benar malu dan kesal pada kejadian itu.

"Benar juga , apa terjadi sesuatu, biasanya orang yang baru tinggal bersama, akan mengalami kejadian-kejadian yang tidak di sengaja. Misalnya ketika kau sedang ada di kamar mandi dan kau lupa mengunci pintu, lalu tiba-tiba Yunho hyung masuk dan melihat 'Little Joonggie' mu, atau ... "

"YA ! " JaeJoong yang wajahnya sudah memerah langsung berteriak memotong analisa si jangkung. Dari sekian banyak kejadian tak di sengaja, mengapa justru Changmin memberikan contoh yang tepat sekali seperti apa yang di alaminya.

"Wajahmu merah Jae ... " Kata Yoochun

"Ani ... " bantah JaeJoong, yang langsung buang muka, menghindar dari tatapan teman-temannya, menyembunyikan semburat merah parah yang timbul di wajah cantiknya.

Changmin yang sudah lama mengenal JaeJoong pun tertawa terpingkal-pingkal. Tak disangka tebakannya ternyata benar terlihat dari tingkah sahabat kecilnya itu. JaeJoong sampai harus melayangkan pukulan ke bahu Changmin namun belum juga mampu meredam tawa khas milik namja berbibir tipis tersebut. Hingga bel masuk sekolah berbunyi, dan Yoochun segera kembali ke kelasnya sendiri.

Mereka menghabiskan waktu belajar mereka dengan tenang. Sesekali JaeJoong menguap ketika ada pelajaran sejarang yang tidak disukainya. Dan Junsu yang mengerenyit heran saat songsaengnim menjelaskan materi pelajaran matematika. Changmin terlihat santai sambil sesekali memakan cemilan yang ada di bawah laci mejanya.

Tak terasa sudah waktunya untuk istrirahat siang. Suasana kelas langsung berubah riuh, banyak siswa yang berkumpul sesuai kelompok pertemanannya, ada yang langsung keluar kelas untuk menuju kantin. Begitu juga dengan tiga sahabat disana

"Ya ... Changmin~ah ... siapa yang paling lambat sampai kantin, dia yang traktir makanan " lengkingan suara lumba-lumba terdengar nyaring memekakan telinga JaeJoong yang berada di sebelahnya. Selanjutnya namja imut itu berlari keluar kelas tanpa aba-aba

"YA ... DuckButt .. kau Curang ... " kali ini suara tenor yang memekakan telinga JaeJoong. Namja jangkung itu langsung melesat keluar kelas.

Aigo ...

Sepertinya JaeJoong harus terus bersabar duduk diantara mereka yang memiliki suara lengkingan yang dahsyat yang bisa keluar sewaktu-waktu. Dua orang itu memang senang sekali berteriak jika sudah bersama, dan sepertinya mereka melakukan taruhan bodoh lagi kali ini.

JaeJoong menyusul mereka berjalan ke kantin dengan langkah santai. Toh pasti kedua temannya itu sudah akan memesan makanannya juga. Di koridor dia bertemu dengan Yoochun, JaeJoong menceritakan tentang hal tadi. Akhirnya mereka berdua berjalan ke kantin bersama.

Dan benar saja, Changmin dan Junsu sudah ada di salah satu bangku di kantin, Terlihat wajah Junsu yang cemberut, sepertinya Junsu kalah lagi kali ini. Yoochun duduk di samping Junsu dan JaeJoong disamping Changmin. Benar kan, sudah ada makanan untuk JaeJoong dan Junsu juga. Tentu Changmin tahu betul apa makanan kesukaan JaeJoong begitu juga dengan Junsu mengetahui makanan kesukaan Yoochun.

"Jadi siapa yang menang ? " tanya JaeJoong yang pada dasarnya sudah tahu

"Si jerapah itu curang, dia tadi menarik tanganku dan menghambatku berlari " adu Junsu, Yoochun menepuk pelan punggung Junsu

"Mwo ? yang curang duluan kan kau dolphin " balas Changmin singkat, dia tak ingin lama-lama berdebat karena makanan sudah menanti untuk dimasukkan ke perutnya melalui mulutnya.

Acara makan mereka kali ini seperti biasa, di selingi dengan acara mari-menggoda-Junsu, membuat namja Chubby itu kesal dan Yoochun yang harus berkali-kali menenangkannya.

"KYA ... KYA ..."

"TAMPANNYA ... "

Tiba-tiba suara yang di dominasi oleh para Yeoja terdengar memekakan telinga ke empat orang itu dan tentu saja telinga orang yang tidak ikut berteriak.

Penasaran

Akhirnya keempat orang itu mengikuti arah pandang para Yeoja yang berteriak. Dan rupanya, seorang Jung Yunho baru saja memasuki kantin sekolah di temani beberapa Yeoja cantik di sekelilingnya. Dia tampak sedang bercengkrama dengan salah satunya sambil tersenyum manis, senyum yang sempat membuat JaeJoong terpesona. Namun sekarang malah membuat JaeJoong muak karena seenaknya di layangkan untuk orang banyak.

Aigo ...

JaeJoong memandang malas pada Appanya tersebut.

"Ck ... tebar pesona begitu, apa sih hebatnya dia, sampai umma memilih untuk menikah dengannya. Menyebalkan " Gerutu JaeJoong, dia mengaduk-aduk makanannya dan tidak nafsu lagi makan

"Kau seperti yeoja yang sedang cemburu Jae, menggerutu tidak jelas " celetuk Changmin yang pasti mendengar gerutuan sahabatnya itu

"Mwoya ? enak saja. Dia itu benar-benar menyebalkan, bukankah dia sudah menikah dengan Umma, tapi kenapa kelakuannya malah seperti itu, menyebalkan " sangkal JaeJoong.

JaeJoong melanjutkan makannya dengan perasaan kesal, namun sebuah lengan kekar melingkar di lehernya, menghentikan makannya dan nafsu makannya ketika doe indah itu melihat siapa si pemilik lengan tersebut.

"Lepas ... "

JaeJoong langsung menghentakkan tangan tersebut. Si pemilik tangan, siapa lagi kalau bukan Yunho, yang entah sejak kapan sudah ada di sana, duduk di samping JaeJoong.

"Aigo ... uri aegya jahat sekali " wajah sedih dan memelas dari Yunho sukses membuat kaki JaeJoong di bawah meja sana di tendang oleh Junsu dan Yoochun bersamaan.

Mereka menatap tajam pada JaeJoong, menyuruhnya untuk bersikap lebih baik pada Appa barunya.

Dibalas dengan tatapan malas oleh JaeJoong namun tetap menuruti isyarat yang di berikan oleh kedua sahabat di depannya.

"Mianhae ... " Ujar JaeJoong pasrah.

"Ah ... aegya manis sekali ... " Yunho mencubit sebelah pipi JaeJoong gemas, membuat si pemiliknya mencibir kesal, dan hal tersebut malah di pandang oleh teman-temannya sebagai moment Appa – aegya yang sangat manis dan hangat.

"Menyebalkan ... " Gerutu JaeJoong yang hanya dapat di dengar oleh dirinya sendiri.

"Ah lapar sekali ... Aegya , bisa kah kau pesankan aku makanan ? aku sangat lapar, karena aku baru disini, aku tidak tahu mana makanan yang enak. Jadi pesankan aku makanan , nee ? " Pinta Yunho dengan wajah aegyo-nya yang di buat-buat , semakin menambah muak JaeJoong

Tak mendapatkan reaksi apapun, dalam satu waktu, Junsu menendang kaki JaeJoong dan Changmin menyikut lengan JaeJoong.

"NEE ... arasso .. "

JaeJoong berdiri dari duduknya dengan wajah yang memerah luar biasa kesal. Bisa-bisa dia mati kesal karena tingkah Appanya itu dan badannya babak belur karena di tendang dan disikut. Aigo ... JaeJoonggie kau sungguh berlebihan.

Ugh .. mengapa teman-temannya malah terlihat membela sang Appa, mereka tidak tahu saja bagaimana kelakuan Appa barunya tersebut

Aigo ... JaeJoong terus saja menggerutu dalam hati.

.

.

Sepulang sekolah

Rumah keluarga Kim (ah ... atau mungkin sekarang harus di ganti dengan 'Jung' , karena kepala keluarga baru mereka bermarga 'Jung')

Yunho mengendurkan dasi seragam sekolah lamanya, yang masih belum di ganti dengan seragam sekolah baru karena baru hari ini dia masuk sekolah.

"Lelahnya ... "

Dia menghempaskan dirinya di atas sofa di ruang tengah. Sementara JaeJoong melihatnya dengan jengah. Dia melewati Appa barunya itu begitu saja

"Nae little Joonggie, mau kemana? "

Gezz ... JaeJoong langsung menghentikan langkahnya, berbalik dan menatap tajam namja tampan yang tengah tersenyum manis dengan tampang innocentnya.

"Buatkan aku minuman ya, aku haus sekali. Hari ini benar-benar melelahkan " ujar Yunho sambil mengerjap-ngerjapkan matanya lucu namun di pandang jijik oleh JaeJoong.

"Buat saja sendiri. Kau kan punya tangan, lagipula apa yang membuatmu lelah. Seharian kerjamu hanya tebar pesona pada gadis-gadis saja " sungut JaeJoong

"Eoh ? siapa yang tebar pesona. Apa kau tidak bisa lihat kalau gadis-gadis itu yang mendekatiku. Bukan aku " balas Yunho

"Tetap saja kau meladeni mereka. hey ... kau ini Appaku, kau sudah menikah dengan Umma. Ingat itu " Kata JaeJoong mengingatkan, sementara yang di ingatkan hanya tersenyum licik

"Jadi kau sudah mengakuiku sebagai Appamu , aigoo ... aku senang sekali .." Ekspresi senang berlebihan a.k.a euforia ditampakkan dari wajah berahang tegas tersebut, membuat JaeJoong bergidik ngeri.

"Menyebalkan, siapa yang sudah mengakuimu " teriak JaeJoong tak terima

"Tadi bukankah kau bilang 'kau ini Appaku' . aigo ... little Joonggie sungguh menggemaskan "

Muka JaeJoong memerah kali ini, malu , tidak terima dan kesal pada sikap sang Appa. Sepertinya dia harus ekstra sabar menghadapi keisengan sang Appa muda tersebut.

.

.

YUNHO's POV

Apa yang harus aku katakan tentang hari pertamaku di sekolah baruku.

Menyebalkan.

Mungkin kata itu saja tidak cukup. Bukankah ini Seoul, tapi kenapa para siswi itu terlihat begitu kampungan. Mereka terus saja mendekatiku dan bertingkah sok manja dan sok kenal. Aigo ... apakah mereka tidak pernah melihat pria tampan, eoh ? *aigoo ... Appa narsis

Karena aku adalah namja yang baik, ramah, tidak sombong, dan rendah hati , aku tidak mungkin kan bersikap acuh tak acuh pada mereka yang sengaja mendekatiku. Dan, hey ... jangan salahkan aku kalau mereka mendekatiku. Toh bukan aku yang mendekati mereka.

Tapi lihat, namja cantik di hadapanku ini sekarang sedang mengerucutkan bibir seksinya, karena berdebat denganku. Salah satu perdebatannya adalah karena gadis-gadis itu.

Ck ... sudah ku katakan bukan, bukan aku yang mendekati mereka, tapi mereka lah yang selalu menempel padaku. Kenapa namja cantik di depanku ini tidak mengerti juga.

"Ya ... Tuan Jung. Ingat ya aku belum menerimamu sebagai Appaku. " dia mendesah kesal. Aku memasang muka memelas.

Dengan santai ku rogoh saku celanaku dan mengambil ponsel silver metalik milikku. aku menyeringai licik padanya, ku hubungi seseorang dan tak lama orang yang kuhubungi tersebut mengangkat ku

"Yeoboseyo, Yeobo~ya ... " ujarku manja

"Nee ... waeyo Yunnie~ah "

Tanyanya lembut.

"Uri Aegya, jahat sekali padaku, dia tidak mau menerimaku sebagai appanya, dia juga tidak mau mendengarkan aku , tidak menuruti kata-kataku. Yeobo~ya . aku sedih sekali " aduku padanya.

Aku melihat JaeJoong melotot ke arahku, dengan tatapan siap membunuh siapapun yang di tujukan padaku, namun kesannya tetap saja imut, tidak seram sama sekali.

"Mwo ? berikan telponnya pada Joonggie "

Aku menyeringai senang.

"Nae Yeobo ingin bicara denganmu ... "

Aku mengulurkan tanganku ke depannya, tanpa bergerak sedikitpun dari dudukku. Dia berdecak kesal, dan melangkah dengan menghentakkan kakinya ke arahku. Dengan kasar dia mengambil ponsel di gengamanku.

Hahaha

Kau tidak akan menang melawan seorang Jung Yunho.

.

.

JAEJOONG's POV

Sial

Namja itu benar-benar mengesalkan.

Dia menghubungi Umma dan mengadu pada Umma tentang perlakuanku padanya

Cih .. benar-benar ke kanakan.

"Yeo ... yeoboseyo " Sapaku takut-takut, sedikit ngeri karena kalau umma sudah marah dia benar-benar akan jadi menyeramkan.

"Kenapa kau tidak bisa bersikap baik pada Appamu, Joonggie ? Kenapa Yunnie sampai mengadu padaku. Apa kau sudah berbuat keterlaluan padanya ? "

Ck ... menyebalkan

"An... ani Umma, aku ... "

"Dengar Joonggie, bersikap baiklah pada Appamu, turuti perintahnya, dan jangan membantahnya, bantu dia jika dia kesulitan, Umma tidak akan mengampunimu jika Yunnie mengadu lagi pada Umma, arraso "

Gezz ... apa-apaan ini ? bahkan umma begitu membelanya seperti itu. Memanggilnya dengan panggilan sayang dan berkata tidak akan mengampuniku segala lagi.

"Tapi Umma, ini tidak sepenuhnya salahku. Aku kesal padanya, karena di sekolah dia suka tebar pesona dengan para sunbae yeoja. Dia kan suami umma, jadi ... "

"MWO ? Tebar pesona ? yeoja ? "

Hahaha ... mati kau Jung Yunho. Umma pasti akan marah padamu kali ini.

Aku balas menyeringai ke arahnya, tapi dia malah tersenyum kearahku, santai sekali menanggapi aduanku pada Umma, seperti tidak akan terjadi apa-apa.

"Nee , Umma .. dia ... "

"Lalu kau berbuat apa ? " tanya Umma

Aku mengerenyitkan dahiku bingung. Pertanyaan macam apa itu ?

"Aku ? aku tidak berbuat apa-apa Umma " Jawabku asal, karena sebenarnya aku tidak tahu apa maksud pertanyaan umma

"Mwoya ? Appamu di goda gadis-gadis dan kau tidak berbuat apa-apa ? YA ... Joonggie~ah, harusnya kau bisa menjaga Appamu dengan baik. Yunho itu terlalu baik dan ramah pada semua orang, dia juga tampan , pasti banyak gadis yang mendekatinya, dan dia dengan sifatnya itu, dia tidak akan tega mengacuhkan mereka. harusnya kau bisa menjaga Appamu dari gangguan gadis genit di sekolahmu. Aigo ... Joonggie~ah, tugasmu bertambah satu lagi, yaitu mengawasi Appamu, jangan sampai gadis-gadis itu berbuat macam-macam pada Appamu, Arasso "

Aku hanya bisa membuka mulutku terperangah dengan tidak elitnya mendengar ucapan Umma.

"Nee … "

Dengan lemas akhirnya aku hanya bias menuruti kata-kata umma. Sementara namja di hadapanku yang tengah terduduk santai sedang menyeringai ke arahku.

Apa-apaan ini ?

Kenapa malah aku yang disalahkan

KENAPA ?

Dan apa itu yang umma bilang

Baik

Ramah

Tampan

Hell NO … demi Tuhan , umma … kau tidak tahu seperti apa sebenarnya orang yang kau nikahi itu.

Umma memutuskan sambungan teleponnya setelah menegaskan dan mengancamku jika aku tidak mengerjakan apa yang diperintahkannya.

Aku melempar ponselnya dan tepat mengenai dadanya dan jatuh ke pangkuannya. Dia meringis sedikit lalu seringainya kembali berkembang, membuatku bergidik ngeri.

Ya Tuhan ini akan sangat merepotkan T_T

.

.

Tarik Bang Changmin

~Te. Be. Ce ~