' Sorry I'm Not Perfect'

2 minggu sudah di lewatkan. Sekitar 2 minggu kurang lagi, mereka akan comeback. Keadaan Seokjin sudah tidak apa namun ke 4 bocah itu masih bersikap tidak sopan pada Seokjin.

" Hyung, kau salah gerakan! Harusnya tuh kiri dulu baru kanan!" Protes Jungkook pada Seokjin.

"Iya maaf"

"Ulangi"

"Hyung! 3 hitungan saja ! Jangan terlalu lama" kali ini Taehyung yang protes. Seokjin masih bisa bersabar.

"HYUNG KAU INI BISA DANCE TIDAK SIH?" Kali ini emosi Hoseok sudah kalut. Seokjin meringis dalam hatinya.

"Tadi Jungkook dan Taehyung sudah bilang kan hyung, Ke kiri dulu dengan 3 hitungan! Apa masih kurang jelas? Huh?" Ujar Jimin.

Seokjin sudah tidak tahan. Padahal jika dipikir ia sudah melakukan nya dengan benar. Tapi Hoseok, Jungkook, Jimin dan Taehyung pun masih tetap menganggapnya salah. Selalu salah.

"Bukan kah seokjin hyung sudah melakukan dengan benar? Kenapa masih saja di salahkan? Sebenarnya apa mau kalian?" Tanya Yoongi.

Seokjin menatap ke 4 member itu yang sudah berada di hadapannya ini, mulai dari Hoseok, Jungkook, Taehyung dan terakhir Jimin. "Aku mengerti maksud kalian" ujar Seokjin dengan tersenyum miris lalu melangkah kakinya pergi dari ruang latihan.

"HYUNG? " teriak Yoongi.
"Seokjin hyung" panggil Namjoon. Namjoon menatap ke 4 member itu dengan tatapan mematikan. Namjoon kecewa. Lalu ia menyusul Seokjin dan melangkah pergi dari ruanh latihan.

"Ini yang kalian mau? Uh? JAWAB!" Ujar Yoongi dengan emosi.

"Untuk apa kita mempertahan kan grup ini? Jika kalian saja masih belum bisa mengerti satu sama lain. Shit! Bahkan melihat kalian saja sudah menjijikan" Lanjutnya lalu pergi.

.

"Hyung! Tunggu" cegah Namjoon. Kini mereka -Seokjin dan Namjoon- sudah berada di luar ruangan. Namjoon yang berhasil mencegah Seokjin kini membawanya Ke Taman seberang sana.

"Untuk apa mengejar ku Namjoon hiks ?" Tanya nya sedikit terisak.

"Hyung?"

"Seharusnya kau tidak boleh begini. Cepat kembali untuk latihan hiks . Cepat kembali Namjoon hiks" Isak Seokjin.

"Menangis lah dan jangan Banyak bicara hyung. Aku tahu kau sudah memendam rasa sakit hati mu dari kemarin. Mianhae" lirih Namjoon. Tangis seokjin semakin jadi. Ia sekarang benar-benar merasa sangat bersalah.

"Maaf, hyung. Ini semua salahku" Ujar Namjoon.

"Tidak. Tidak Namjoon. Kamu tidak salah apa-apa. Ini adalah kesalahan ku hiks. Menjadi orang yang tidak berguna hiks"

"Jaga ucapan mu hyung. Tuhan tidak akan pernah menjadikan umatnya menjadi orang yang tidak berguna. Kau sangat berguna untuk Keluargamu, Teman-teman mu dan Juga BTS ! " omel Namjoon

"Berguna apa aku untuk BTS?" Seokjin mulai putus asa.

"Hyung, kau tahu? Aku sangat tidak suka orang yang mudah putus asa"

"Aku tidak berputus asa. Aku hanya memikirkan apa guna ku di BTS ini? Tidak ada haha" seokjin tertawa getir memikirkannya.

Namjoon menarik nafas panjangnya lalu menghembuskannya dengan kasar. Menatap tak percaya kepada sang hyung nya itu.

"Jika memang kau tak berguna untuk BTS. Lalu apa guna ku juga untuk BTS? Benar-benar tidak ada" ujar Namjoon.

"Mana mungkin? Kau leader di BTS"

"Lalu? Kau adalah yang tertua di BTS?"

"Kau ahli dalam Rapp" sambung Seokjin

"Kau ahli dalam bernyanyi" ujar Namjoon.

"Kau bisa membuat lagu"

"Kau juga bisa, lalu apa lagi? Ayolah hyung. Kita semua memang memiliki Kemampuan yang berbeda. Itu artinya kita bisa saling melengkapi." Skak mat untuk seokjin.

Seokjin menatap ke arah Namjoon. Menatap tak percaya pada namja di sebelahnya kini.

" Ternyata bocah di sebelah ku kini sudah pintar bicara yah?" Ejek Seokjin. Namjoon hanya terkekeh mendengarnya.

"Sekarang, ayo pulang ke dorm" ajak namjoon.

"Kami pulang" Gumam Namjoon.

"Ugh? Mereka belum pulang?" Tanya Seokjin.

"Entahlah" mereka melangkah kan kakinya kedalam dorm. Sedikit samar mereka mendengar suara dari ruang tengah. Sudah dipastikan pasti semuanya sedang berkumpul di sana.

"Kalian di sini?" Ujar Seokjin.

"Sudah tahu kenapa masih bertanya?" Ketus Jimin. Namun hanya di balas senyuman dari Seokjin.

"Sudah puas hyung bermanjaan dengan Namjoon Hyung?" Tanya Jungkook dengan Ketus.

"Yaak! Bisakah kalian sopan sedikit?" Omel Yoongi.

"Sudah Yoongi. Tidak apa" balas Seokjin.

Seokjin memandangi langit-langit kamarnya. Meratapi bagaimana perilaku adik-adiknya itu terhadapnya.

Cklek.

"Ugh? Belum tidur hyung?" Tanya Yoongi.

"Belum, yang lain sudah pada tidur?" Ujar seokjin.

"Sudah, hyung ada yang ingin aku tanyakan"

"Apa?"

"Bagaimana perasaan mu saat di perlakukan seperti itu?" Tanya Yoongi yang kini telah tidur di samping seokjin.

"Perasaan ku? Biasa saja" jawabnya.

"Hyung, jangan berbohong. Ku mohon" ujar Yoongi

"Sungguh, aku tidak berbohong." Jawabnya. Mereka berdua sama-sama memandang langit-langit dalam diam.

"Bagaimana hubungan mu dengan Jimin?" Tanya seokjin, mencoba mencairkan suasana.

"Entahlah, akhir-akhir ini aku kurang suka dengan sikapnya. Bahkan kemarin ia mengataiku. Aku kan tidak suka" jawab Yoongi

"Maaf, karena aku hubungan kalian jadi seperti ini. Lain kali jika mereka menyalahkan aku lagi, kau tidak usah membela ku. Aku tidak mau hubungan kalian sampai putus"

"Kau ini bicara apa hyung? Untuk apa aku mempertahankan Namja bantet seperti dia?" Ujarnya. Seokjin hanya terkekeh mendengarnya.

"Aku mengantuk hyung, ayo tidur. Besok kita akan latihan lagi" ujarnya.
.

.

Waktu sudah menunjukan Pukul 2 dini hari, namun Namja Tampan nan sexy ini belum juga tidur, ia terduduk di sisi kasur miliknya. Ia memikirkan bagaimana kasarnya ia tadi mengatai sang kekasihnya. Jelas-jelas ia tahu kekasihnya itu tidak suka dikatai apalagi jika ia berbuat tidak sopan seperti itu pada orang yang lebih tua. Pasti kekasihnya sangat marah.

" Yoongi hyung, maafkan aku" gumamnya.

"Bodoh. Kau sangat bodoh Park jimin"

"Kenapa harus bersikap seperti itu pada kekasihmu"

"Arghhhh" umpatan-umpatan frustasi kini ia lontarkan untuk dirinya sendiri. Ia menyesal. Sangat menyesal.

.

.

Setiap hari mereka terus latihan. Karena, kekompakan mereka juga masih kurang. Lalu apa yang akan terjadi lagi?

"Yoongi hyung, bisa ikut aku sebentar? Aku ingin bicara" Ujar Namja yang baru saja menghampiri Yoongi saat mereka sedang beristirahat.

"Yoongi hyung?" Yoongi tidak menjawab namja itu, meliriknya pun tidak.

"HYUNG!" Yoongi menengok ke arah nya, menatapnya datar. Member yang lain pun juga ikut menatapnya. Namun namja itu tidak peduli.

"Apa yang ingin kau bicarakan jim?" Tanya nya. Jimin tidak bisa terus-terusan diam begini. Ia menarik tangan Yoongi keluar sedikit menjauh dari ruangan dance itu.

"Ada apa?" Tanyanya lagi.

"Maaf"

"Untuk ?"

"Soal kemarin aku mengatai mu. Sungguh pada saat itu aku-"

"aku mengerti. Namun tidak bisakah kau meminta maaf pada Seokjin hyung? Apa kau tau apa saja kesalahan mu padanya? Banyak Jim" Jelasnya.

"Hyung, kau tahu? Seokjin hyung sudah banyak salah juga terhadap kita. Ia sering kali salah saat latihan dance. Apa kau tidak lelah jika di ulang terus menerus?" Ujar Jimin. Yoongi masih menatapnya dengan lekat namun ekspresi wajahnya yang datar.

"Tidak. Aku tidak merasa lelah." Jawabnya.

"Hyung. Apa kau memafkan ku" tanya nya.

"Tapi kumohon minta maaf lah pada Seokjin hyung" ujarnya.

"Tidak hyung, aku belum bisa" ujar Jimin.
Jimin membuang arah pandangnya dengan asal. Karena Jika ia menatap kekasihnya itu sudah pasti dengan cepat ia akan menurutinya saja.

"Baiklah. Jimin aku memaafkan mu." Jawabnya.
Jimin pun yang tadi membuang asal arah pandang nya kini menatap Yoongi dengan wajah yang sumringah.

"Dan, mari berpisah" Lanjutnya.
Jimin menganga tak percaya kepada seseorang yang berada di depannya kini. Jimin menatapnya dengan tatapan penuh pertanyaan.

"Ke-kenapa hyung?" Tanya nya dengan.

"Kau saja tidak bisa menghargai Hyung mu. Apa kau tidak pernah berpikir? Bagaimanapun aku ini juga hyung mu. Bagaimana jika aku selalu salah saat Latihan dance? apa kau akan melakukan seperti itu juga?"

"H-hyung?"

"JAWAB AKU JIM!" Bentaknya.

"T-tidak hyung. A-aku tidak akan melakukan nya"

"Lalu, kenapa kau lakukan itu pada seokjin hyung? Aku tau kau lelah. Tapi setidaknya bisakah kau hargai kerja keras nya? Jimin, jangan seperti itu. Aku tidak suka" Ujarnya. Pertahanan Yoongi runtuh. Airmatanya jatuh begitu saja. Yoongi menghapusnya dengan tangannya sendiri lalu pergi meninggalkan jimin yang masih terdiam di sana.

"Mianhae"

.

Yoongi berjalan memasuki ruangan Latihan dance dengan sedikit terisak. Keadaan Yoongi yang seperti ini membuat semua member yang sedang beristirahat menatap ke arahnya.

"Yoongi? Kenapa?" Tanya Seokjin

"Tidak apa."

"Ah, namjoon. Sepertinya aku sedang tidak enak badan. Aku pulang ke dorm duluan yah" lanjutnya. Lalu membereskan barang-barangnya dan memasukannya ke Tas. Semua yang melihat tentu merasa bingung dengan sikap Yoongi. Yoongi melangkahkan kakinya keluar dan berpapasan dengan Jimin yang akan masuk.

"Hyung? Mau kemana?" Tanya jimin. Namun pertanyaanya tidak di gubris dengan Yoongi. Baru saja jimin sudah ancang-ancang untuk mengejar Yoongi namun Seokjin menahanya.

"Jimin-ah. Ku mohon kali ini dengarkan aku. Aku mengerti saat ini Yoongi butuh waktu untuk sendiri. Jangan ganggu dia dulu" ujar Seokjin. Jimin menatap Seokjin lalu ia mengangguk pelan.

"Baiklah"

.

TBC

RnR ?