Minna! Maaf ya, sangat telat update, ini semua salah INTERNET! Yaah, beginilah nasib ceritanya, aku harap, minna masih punya minat untuk baca cerita ku yang telat ini, hehe... tadinya ini cerita pengen aku masukin tiga minggu yang lalu, gomenasai yang udah nunggu lama. Oke langsung saja ke TKP!.

Disclaimer: Tite Kubo

Pairing: HitsuHina

Genre: Romance, Humor

Warning: typo(s) OOC

Dan teman-temannya

.

.

.

Melody

.

.

Momo sudah panik akan kesalahan fatal yang dia buat, dia teramat sangat takut bila tuan mudanya itu marah. Momo tidak berani menatap wajah tuannya itu, jadi yang dia lakukan hanya menunduk, dan pasrah. Sambil menunduk, ia merasakan langkah kaki yang terus mendekat, tapi alangkah terkejutnya Momo mengetahui tuannya hanya berlalu meninggalkannya. Momo sedikit mengangkat kepalanya, tetapi terdengar suara tuannya dari belakang.

" Ini memang karakter ku, jadi kalau kau tidak suka, yasudah, untuk apa kau melamar kerja disini?"

" Maafkan aku tuan."

Tapi tuan muda yang dingin itu tidak memperdulikan permintaan maaf yang dituturkan oleh Momo, dia hanya berjalan masuk ke arah mansionnya dengan raut muka yang sedikit masam.

" Oh tidak! Bisa-bisa tuan muda membeci ku! Apa yang harus kulakukan? Haruskan aku bersujud minta maaf pada tuan muda? Tuhaaan, kutukan apa ini?" keluh Momo yang sedang resah.

.

.

bbbbBbbbb

.

.

Keesokan harinya, saat di kelas, raut wajah Momo terlihat PIAS *digaplok Momo FC* Nanao yang baru saja datang langsung menghampiri Momo.

" Ohayou Momo!"

" Ohayou..." jawab Momo lesu.

" Eh? Ada apa Momo? Kau terlihat tidak bersemangat hari ini? apa ada masalah? Atau terjadi sesuatu dengan kerja part time mu?" terka Nanao.

" Begitulah."

" Begitulah bagaimana? Yang jelas laah, mana aku mengerti kalau begini?"

" Iyaa, kemarin aku melakukan suatu kesalahan yang tampaknya membuat tuan muda kesal, dan sekarang aku tidak tau apa yang harus ku lakukan! Bagaimana aku menghadapi tuan muda nantinya?"

" Memang kau melakukan kesalahan apa?"

" Kemarin, saat aku bertanya apa yang tuan muda lakukan, tuan muda menjawabnya dengan sangat dingin, dan tak sengaja aku berkata "judes"! aaaaaa, sekarang aku shock!"

" Haaaaahhhhh... Momo Momo, kau ini jadi anak terlalu jujur sih."

" Ise! Jangan membuat ku tambah galau doong , setidaknya kau bantu aku cara mengatasinya kek."

" Kalau kata ku sih, lupakan saja kejadian itu, toh tuan mudanya juga tampaknya dingin dan cuek-cuek saja, kenapa kau jadi RISPIW gini? :p."

" Iya sih, hanya saja aku takut dia membenci ku."

" Jangan terlalu dipikirkan Momo, ganbatte!"

Tak terasa karena obrolan itu, bel tanda masuk pun berbunyi. Akhirnya kedua sahabat itu kembali ke tempat duduknya masing-masing, dan memperhatikan pelajaran.

.

.

bbbbBbbbb

.

.

Saat pulang sekolah, Momo cepat-cepat bergegas berangkat ke tempat kerjanya, tetapi di perjalanan, Momo berhenti di sebuah toko musik yang cukup luas dan cukup dekat dengan mansion tempatnya bekerja, hanya berjarak 1 km (kejauhan ya? lanjut deh) di toko itu, Momo membeli dua plastik kertas not untuknya. Ya meski bekerja part time, Momo juga tak pernah lupa untuk memainkan alat musik kesayangannya, piano. (yaiyalah! Masa angklung! *PLAKKK!). Lalu Momo pun segera melanjutkan perjalanannya ke mansion mewah tempatnya bekerja.

.

.

bbbbBbbbb

.

.

" Momo, kau sudah datang? Baguslah, kedatangan mu tepat waktu." Kata Unohana.

" Iya, memangnya ada apa?"

" Begini, tadi pagi, tuan muda berpesan, saat dia pulang sekolah nanti, ruangan musik yang ada di lantai atas akan dipakai, tetapi keadaan ruang musik itu cukup kotor, apa bisa kau membersihkannya?"

" Ruang musik? Hemm... lumayan, mungkin aku bisa sekalian melihat-lihat di sana."

" Momo?"

" Ah iya! Baiklah, aku akan segera ke atas membersihkan ruang musik." Kata Momo dengan penuh semangat.

" Emmm, tapi sebelumnya aku ganti baju dulu ya Unohana-sama."

" Baik, cepat ya, sebentar lagi tuan muda pulang."

" Baik!"

.

.

bbbbBbbbb

.

.

Setelah selesai berganti baju, Momo cepat-cepat naik ke lantai dua, Momo langsung masuk ke ruang musik yang waaw! Besarnya bukan main. Dan yang sekarang menarik perhatian Momo adalah piano besar yang berada di tengah ruangan yang luas itu. Tapi Momo membuyarkan pikiran itu.

" Ahh! Nanti saja Momo! Sekarang bersihkan dulu ruangan ini."

Akhirnya Momo membersihkan ruangan itu, hanya butuh waktu 15 menit, ruangan itu sudah rapih dan bersih (Momo cocok jadi pembantu ya *dikeroyok Momo FC*).

Setelah tugasnya selesai, Momo tak kuat lagi mengalihkan pandangannya ke arah piano yang sangat besar itu. Momo menghampiri piano itu dan berkata.

" Aku hanya akan memainkan satu lagu favorit ku, setelah itu aku keluar."

Momo mulai memainkan piano itu, Momo memainkan lagu YUI, To Mother (ada yang tau lagu itu? Lagu yang sangat menyentuh loh *curcol).

Momo memulai dengan intro, lalu mulai bernyanyi.

Datte anata itta janai

Namidagoe utsumuita mama

Uso mo tsukenakunattara

Ikite yukenakunaruyo to

Aisarete itai to omou kara

Donna itami datte

Waratte miseta aahhh...

Kanashimi tte

Atashi hitori dake nara

Kotaerareru no ni

Yasashisa tte

Zankoku yo ne?

Kokoro made

Modareru mono

Zutto ishoni itai kedo

Kirai na toko ga fueru hibi

Nitamono doushi ga dekita no

Sonna hi ga kureba

Kawareru kana aahh...

Shiawase tte

Mahou mitai ni

Kagayaite kurenai kedo

Nikushimi tte

Sasai na surrechigai deshou?

Nakanaide...

Tanpa Momo sadari, tuan mudanya sedang memperhatikannya bermain piano leway pintu yang ada kacanya, tuan muda hanya memandangi, dengan secarik senyum. Momo yang tidak mengetahui hal itu tetap melanjutkan permainannya.

Taka ga unmei nante

Kaete yukerun datte

Uchi wo tobidashite yoru ni naita

Dare mo inai kouen no benchi de

Mukae ni kitekureru no wo matteita

Kanashimi tte

Yorisoeba doko to naku

Atatakakute

Yasashisa tte

Soba ni areba futo

Amaete shimau mono

Nee shiawase yo tabun atashi...

Anata ga itan dakara...

Selesai Momo memainkan intro terakhir, Momo menutup piano itu dan segera bergegas, tapi saat akan keluar dari ruangan itu, tuan muda yang sedaritadi memperhatikannya masuk dan berkata.

" Tidak kau lanjutkan?" Dengan senyum kecil yang mampu bikin author noseblend ini/DOR!

" Tu..tuan?" jawab Momo sedikit panik.

" Aku tidak menyangka, ternyata ada juga maid yang berbakat main piano seperti mu.

"..."

" Kenapa hanya diam? Kau tau? Kau orang pertama yang kupuji."

" Ah? Terima kasih banyak tuan, atas pujiannya, ruang musiknya sudah bisa dipakai, saya permisi dulu." Kata Momo sebari keluar.

Muka Momo sangat merah menahan malu saat keluar dari ruangan itu

"Momo! Lagi-lagi kau melakukan kesalahan lagi! Aaaiih! Betapa malunya aku! Untung tuan muda bukan orang yang kejam, kalau tuan muda orang yang kejam. Mungkin aku sudah dibunuh saat itu juga. Momo! Lain kali kau harus lebih disiplin menjalankan pekerjaan mu! Jangan sampai kejadian tadi terulang lagi! Yare yaree!"

Momo terus berkeluh kesah di dalam hati, hatinya tak tenang, jantungnya berdegup kencang, entah karena takut atau karena merasa senang dipuji tuannya yang tampan itu. Pokoknya perasaan Momo saat itu campur aduk.

Hitsu POV

" Jarang-jarang ada seorang maid yang bisa bermain piano seindah itu, suaranya pun tak kalah merdu, sebenarnya siapa gadis itu, dia gadis special. Sudahlah, sebentar lagi aku konser, fokus Hitsu!"

End Hitsu POV

.

.

bbbbBbbbb

.

.

Momo POV

Waktu terus berjalan, akhirnya Momo pun kembali ke rumahnya yang cukup megah. Di rumahnya, Momo bergegas mandi dan segera menjatuhkan tubuhnya ke kasur kesayangannya.

" Tadi itu... tuan muda memuji ku, rasanya senang sekali, entah kenapa hati ku sangat berbunga-bunga, kenapa? Padahal aku sudah biasa menerima pujian dari banyak orang, tapi yang satu ini, berasa sangat berbeda."

Tanpa Momo sadari, mukanya memerah, dan daritadi, terukir senyum manis yang menghiasi wajah Momo. Apa Momo jatuh hati pada tuannya?

End Momo POV

.

.

Hitsugaya POV

" Ada apa dengan pikiran ku? Aku terus memikirkan maid itu daritadi, rasanya maid bernama Momo itu membawa kutukan, yang membuatku tidak bisa konsetrasi! Aarrghhh! Siaal, suaranya terus terngiang di kepalaku, dan... tidak bisa hilang."

Tiba-tiba, kamar tuan muda itu ada yang mengetuk, TOK TOK TOK...

" Tunggu."

Saat tuan muda membuka pintu, ia sedikit terkejut.

" Momo?"

" Eh? Momo? Momo baru saja pulang, ada masalah apa tuan?" Tanya maid yang ternyata Unohana itu.

Hitsugaya segera membuyarkan pikirannya.

" Maaf, aku sedang tidak konsentrasi."

" Iya, tidak apa-apa, ini kertas not yang tuan minta."

" Baik, terima kasih banyak."

End Hitsugaya POV

Ada apa dengan kedua insan ini? nampaknya mulai tumbuh benih-benih cinta di antara mereka berdua, apa yang akan terjadi selanjutnya? Tapi apa benar? Tuan muda yang sedingin es ini jatuh hati pada maid berbakat itu?

TBC...

Yo minna, chapter 2 telah selesai, author harap, kalian masih berminat review. Arigatou gozaimasu minna-san. ^^d