Ritzter-Work'Z, Presents...
Persona Evolution Soccer
Summary :Bagaimana jadinya kalau Persona Series ada yang mengandung unsur sepak bola?
Genre :Sport, Drama, Small-piece Romance, Not Really Comedy, a bit Hurt/Comfort, kinda Angst, Seinen ... MACAM2 DAH!
WARNING :OC, OOC, Typo, Gaje, Absurd, AU, Failure di setiap sudut cerita.
Author's Note : Saya memaksa diri untuk update... *DilemparPanci* Tapi lumayan lah, bisa ngupdate cerita. Sama kasihtau donk Seinen itu apa? author lupa artinya XP
Disclaimer :Persona Series – ATLUS, PES – KONAMI.
SEKELEBAT INFO...
Ada yang diantara reader gak tahu yang namanya Scout, Borussia Dortmund, dan Puyol. Nah, Ritzie-bro bisa jelaskan...
Scout : tugas Scout itu mencari informasi dan membantu merekrut pemain baru. Scout bisa saja mengetahui keahliannya apa, kelemahannya apa, spesialisasinya apa... baru dia kasih tahu Manager, buat bikin pernyataan setuju gak mengambil pemain yang sudah di Scout. Kalo jadi DAN disetujui... ya dia bakal main di klub tempat Scout dan Manager itu berada.
Borussia Dortmund : Ini adalah klub sepak bola dari Jerman bermain di liga Bundesliga, dan baru saja memenangkan trophy Bundesliga. Tapi kalah sama Bayern Munchen di DFB-Pokal (Piala DFB).
(Carles) Puyol : Kapten dari klub raksasa Barcelona . Dia adalah seorang Bek tengah. Di chapter lalu Shin Takagawa 'kan bek dan jadi kapten. Nah, makanya dia diejek Puyol Tolol (NO OFFENSE BUAT BARCANISTA!)
Hampir lupa... saatnya BALAS REVIEW!
Sp-Cs : Ini fic-nya Realiti, Mirip Giant Killing (Tahu gak Lo ? #SokJeniusDiBunuh) thanks sudah sumbang OC ya!
Ayugai Risa : Kiper... hmmm... satu orang lagi yang mau Kanji jadi keeper, dah selesai urusan. Thx dah sumbang OC ya!
Lance Jeevas : hmmm... satu orang ngomong bek, Kanji bakal jadi bek... oke. Thx dah sumbang OC ya!
P.S – Sepertinya banyak sekali pemain muda di Iwatodai FC... BTW, ENJOY the Fic!
Inside the Car...
Aura tegang menghinggapi atmosfer pembicaraan antara Yu dan Scout itu. bukan, bukan hanya scout, ada Manager disitu! Di jas manager itu terdapat pin "Iwatodai FC" di bagian dada kirinya.
"Perkenalkan, saya Manuel Van Aanholt... Manager Iwatodai FC." Pria bule sebelah Scout itu memperkenalkan diri.
"I-Iwatodai FC?" Yu bingung "Bukankah namanya Iwatodai Blues S.C?"
"Hahaha... aku pikir sudah banyak orang tahu. Mana ada lagi iwatodai Blues." Van Aanholt tertawa.
"Lho... jadi yang saya lawan itu klub apa?"
"Itu klub yang masih "memberontak". Memang ini rumit, tapi sebenarnya klub ini adalah klub baru... Iwatodai Blues dibeli oleh Nanjo Group, sehingga namanya nanti juga akan berubah." Jelas Van Aanholt "Iwatodai FC sebenarnya adalah klub bola lama milik Pemerintah Daerah Iwatodai. Tapi, karena Pemda hampir bangkrut... otomatis semua saham di klub itu harus ada yang beli. Dan Kirijo Group membeli seratus persen saham itu setelah 15 tahun belum ada yang membeli..." Van Aanholt panjang-lebar.
"K-Kirijo?" Yu pasang muka terkejut.
"Memang perusahaan besar itu, 100 % saham... bukan main." Van Aanholt mengambil sebatang cerutu, dan menyalakannya "Apalagi pemain lama sudah tidak ada sama sekali, jadi harapannya adalah pada yang muda dan murah-murah. Benar-benar sebuah tantangan..." Si Belanda menyengir.
"Jadi, tidak ada seniornya? Yang sudah professional?" Tanya Yu.
"Ada, Semi-Pro... bukan Pro." Van Aanholt singkat.
"Klub ini akan meniru system Borussia Dortmund dan Kawasaki Frontale yang lebih senang menggunakan pemain muda ketimbang yang tua dan lamban." Si Scout angkat bicara.
"Tapi... bukannya tidak ada Tua dan Muda, tapi Hebat dan Payah?" Yu membantah.
"Hehehe... pintar juga kau. Saya ini belum selesai..." Yu Sweatdrop "Maksud saya Tua, Lamban, dan Payah! Hahaha...!"
"Oh..." Yu tersenyum terpaksa.
"Oke... bisa kau tanda tangani ini?" Si Belanda menyodorkan kertas kontrak "Langkah Pertama jadi Professional, tanda tangani kertasnya."
Yu tak banyak mulut, dia ambil pulpen yang ada di atas papan scanner itu dengan pelan, gemetaran, dan perasaan bercampur aduk. Mata Yu seperti tertancap ke garis hitam yang ada di pojok kanan bawah kertas. Yu pun berhasil menanda tangani kontrak itu sampai-sampai keluar keringat dingin.
"Oke... silahkan datang ke Iwatodai dan temui Pak Asahi di Port Island Arena besok lusa untuk cek kesehatan, pembagian baju, dan mungkin Photo Session." Kata Van Aanholt singkat.
Yu telah tiba di tempat tinggalnya. Setelah turun dari mobil dengan ekspresi terkejut... selang beberapa menit berdiri...
"AKU SANG PRO!"
"WOY RIBUT!"
Port Island Arena, Management Office, Iwatodai
3 hari setelah tanda tangan kontrak, 23 menit setelah Cek Kesehatan di Tatsumi Memorial Hospital...
"Narukami-san, silahkan anda menunggu disini..."
"B-Baik..."
Yu disuruh tunggu oleh orang yang tadi menemaninya untuk cek kesehatan. Entah kenapa disuruh tunggu, Yu pun tidak tahu. Yu pun memerhatikan lobby pintu masuk pemain dan tamu VIP, sungguh mewah!
Ada air mancur di tengah lobby nan luas itu, pintu masuknya dipisah antara para pemain dan para management.
"NARUKAMI!" seseorang berteriak memanggil Yu "Lama tak jumpa!"
"Yosuke..." Yu pun langsung berdiri dan memeluk kawan lamanya itu "Lama gak ketemu..."
"Kau main disini?" Yosuke langsung to-the-point setelah melepas pelukannya.
"Ya, baru saja aku cek kesehatan." Yu berhenti sejenak "Kanji dimana?"
"Kanji juga main disini!" Yu otomatis kaget "Sayangnya... dia masih cedera, lututnya harus sering-sering di terapi."
"Sayangnya... orangnya nekat 'sih." Yu tertawa kecil.
"Ya begitulah... oh ya, sudah ada tempat tinggal gak disini?" Tanya Yosuke.
"Belum. Nanti aku cari." Kata Yu pendek.
"Tinggal saja dulu di tempatku. Nih alamatnya..." Yu memberikan semacam kertas foto "Tidak merepotkan dan dijamin gratis!" Yu Mengangguk "Oh... aku harus pulang, aku belum beli sayur, nanti datang ke rumahku ya. Ciao!"
"Ya!" Yu pun sweatdrop, lalu duduk kembali "Tahu darimana dia kata Ciao?" Yu membalik kertas foto itu, ada foto Yosuke dan "Best Friend"-nya, Yu pun tersenyum.
Ternyata, Yu tak memerhatikan sekelilingnya selain Yu. Ada 3 anak muda dengan penampilan berbeda. Yang satu berpostur mirip Yosuke, pakai baju kemeja putih dan celana jins biru, sedang baca novel yang covernya mengandung "darah-darah", rambutnya hitam kebiruan/raven berhairstyle mirip seperti salah satu pemain American Football di Jepang, punya kantung mata dan berkulit pucat bagaikan orang kurang tidur selama 8 jam penuh(!?), yang satu lagi berambut coklat tua berkulit coklat, iris matanya kuning, gayanya bagaikan cowok sok keren dengan postur sedang, lagi makan coklat batang, yang satu lagi berambut cepak warna oranye mirip Yosuke cuma lebih kaya tentara berpostur kecil, irisnya hitam, kulitnya sama pucat dengan pria yang sedang baca novel misteri.
"Yo, anak tinggi!" panggil pemuda berkulit coklat dengan nada bicara seperti bule "Sini duduk sebelahku!"
"Eh... ya." Yu sungkan, namun akhirnya ia duduk di situ juga.
Pemuda bule berambut coklat itu melayangkan tangannya mengajak jabat tangan "Dash Turner, 17 tahun, dari Amerika, salam kenal ya!"
"Amerika?" Yu menerima jabat tangan sambil menautkan alis "MLS?"
"Ya, Klubnya D.C United. Sekarang di Iwatodai FC." Kata Dash sembari nyengir.
"Sudah kelihatan..." kata Yu sopan "Posisi?"
"Gelandang Serang... kau?" Dash balas Tanya.
"Striker." Kata Yu pendek.
"Hmmm...harus kuberikan assist bagus, nih." Kata pemuda pemakan coklat itu "Namamu siapa?"
"Yu Narukami, baru saja dari Akademi Sepak Bola Yasoinaba, 18 tahun, sisanya kau pasti tahu..." Yu memperkenalkan diri.
"Lebih tua setahun." Kata Dash. "Coba kau berkenalan dengan yang lain, aku sudah tahu mereka-mereka siapa."
"Baiklah..." Yu berdiri dan berjalan mengarah ke pemuda kurang tidur "Permisi..."
"Kagami Yamato usia 18 tahun posisi gelandang tengah bisa bertahan bisa serang klub awal Gamba Osaka penghuni setia bangku cadangan." Kata Kagami Yamato dengan cepatnya. "Aku juga sudah dengar tentang kau Narukami-san, mohon bantuannya." Kagami masih focus ke novelnya.
"Baiklah... mohon bantuannya juga." Yu terdengar mendengar semuanya."
"Wow, kau mendengarnya dengan baik?"pemuda berambut cepak terkejut "Jarang orang bisa mendengar "mulut kilat"-nya kalau sedang baca novel." Pemuda berpostur kecil itu berdiri "Nama saya Sato Yuto, 18 tahun, keeper, klub awal Urawa Red Diamond, keeper panggilan."
"Yu Narukami, sa-"
"Aku sudah tahu kau, kawan... tadi aku dengar pas kau bicara dengan Dash."
"Oh..." Yu ber-'o' ria.
Perkenalan selesai dan mereka ngobrol sampai dipanggil dan disuruh ke Locker Room/Ruang Ganti Iwatodai FC untuk mengambil seragam.
Port Island Apartment, Iwatodai
Apartemen Yosuke... Malam
*DING...DONG...* Yu menekan bel pintu apartemen Yosuke. Yu tidak ada pilihan lain karena Yu tidak tahu tempat sewa apartemen yang murah. Di tempat Yosuke justru tak mungkin ia mampu membayar sewa, apartemennya mewah.
"Ya..." terdengar suara Yosuke dari balik pintu, Ia pun membuka pintu apartemennya "Euy, Narukami!"
"Yo, Yosuke..." Yu dan Yosuke bersalaman gaul "Aku menumpang tidur disini dulu ya?"
"Gak apa-apa, sob... masuk dulu, yok."ajak Yosuke, Yu pun ikut masuk.
Apartemen Yosuke bisa dibilang mewah, TV LCD 41 Inch dipasang menempel di tembok, meja bar, view menghadap laut yang indah, cukup susah untuk diungkapkan dengan kata-kata.
"Dari warisan?" Tanya Yu pendek.
"Enak saja! Ayah Ibuku masih hidup tahu!" bantah Yosuke.
"Sorry, sob." Yu menggaruk kepalanya.
"So... berapa nomor punggungmu?" Tanya Yosuke.
"7, mirip Christiano Ronaldo." Yu terlihat mengantuk "Kau?"
"2, entah siapa pemain popular dengan nomor punggung 2... posisiku gelandang sayap."
"Oh... aku juga lupa..." Yu juga lupa.
"Oke, ruanganmu ada di situ... persis di sebelah kamarku." Yosuke menunjuk-nunjuk.
"Baiklah..." kata Yu pendek lagi "Jangan masuk kamarku pas aku tidur, ya?"
"Kenapa?" Yosuke bingung.
"Nanti bangun-bangun kau ada di sebelahku lagi..."
"LO KATA GUA HOMO YAOI APA!?"
Author's Note
Ritzie-bro : OKE! UPDATE LAGI SAYA!
Aku sudah perkenalkan 3 OC disini,. kalo aku bayangin, Shun Kakei dicampur L jadi keren lho ternyata... baru sadar aku.
Oh ya, 3 dari 7 kurang 4 lagi... dan Kanji dianggap "cedera" karena masih belum bisa ditentukan dia keeper atau bek, jadi jangan bingung.
Sori untuk Lance Jeevas, mungkin Kagami Yamato aku tulis mirip orang Autis ya #Jeger!
Tapi untuk Dash Turner Ayugai Risa, mungkin memang lebih cocok kaya gitu karakternya.
Sato Yuto Sp-Cs...karena sisanya tergantung saya... ya sudah, tapi dijamin gak mengecewakan.
dan... kenapa Yu dibilang Anak Tinggi? karena tingginya 180 cm!
Sekian dan Ritzie-bro... Shutting Down...
