Author jelaskan sedikit mengenai umur-umur para actor kita di fic ini.
Namikaze Ino (adik Naruto) usia 14 tahun
Hyuuga Hinata usia 14 tahun
Namikaze Naruto 24 tahun
Warning : typo dimana-mana, OOC, alur cepat, bahasa aneh, DLL
CHAPTER 2
Ino yang terpaksa harus menerima permintaan wali kelasnya hanya bisa mendengus kesal karna selain barang-barang kesayangannya terancam disita dirinya juga harus mengawasi Hinata. Namun ada satu hal yang menarik perhatian Ino, pertanyaan tentang siapa Hinata jika dilluar jam sekolah?.
Akhirnya Ino dan Sakura meninggalkan ruang guru dengan lesu menuju kelas mereka karna jam pelajaran berikutnya akan segera dimulai.
KELAS VIII-B
"Hei, sudah dengar gosip soal Hyuuga Hinata? Katanya dia memukuli anak kelas tiga sampai pingsan loh!"
"seram yah? Mendekat saja sudah kena tonjok dan bla…bla..bla.."
Ternyata gosip beredar dengan cepat dikalangan pelajar disekolah tersebut membuat penyakit 'tukang gosip' Ino kambuh dan memilih bergabung dengan siswa lain yang sedang bergosip ria itu.
"kalau dia bisa disadarkan bagus kan?" ucap Ino penuh semangat.
"Mustahil, Hinata itu kan pemimpin geng paling tangguh seantero Konoha, gimana caranya bikin dia tobat?" sahut Sakura yang membuat mata berapi-api Ino seketika mendung. "lalu bagaimana dengan barang-barang kita yang disita Kakashi sensei?! Cemilan adalah satu-satunya sumber kebahagiaanku!"
Ino menghentikan acara meratapi nasibnya ketika salah murid yang jadi objek pembicaraan mereka memasuki ruangan kelas penampilannya agak berbeda dan mencolok dari pelajar lainnya dan diikuti satu guru dibelakangnya sambil berteriak keras "Hei Hyuuga, apa-apaan dengan pakaianmu, itu melanggar aturan sekolah dan lagi tidak boleh ada yang mengenakan jaket dalam ruangan kelas MENGERTI?" teriak guru tersebut menggelegar.
"Oh, siketua geng jalanan sudah datang yah? Pangjang umur juga dia" batin Ino melihat adu mulut guru dan murid didepannya, "wah,pembuluh darah Iruka sensei sudah hampir pecah nih" lanjutnya kemudian tersenyum penuh arti.
"memangnya penampilanku ini bikin sensei susah, datang kesekolah ya aku datang, apa masalahnya kalau penampilanku beda sama yang lainnya?" Hinata hanya menanggapi teriakan guru Iruka dengan dingin dan tanpa menoleh kebelakang. Emosi guru Iruka pun kandas dan menarik pundak Hinata dengan kasar agar menoleh kepadanya.
namun segera ditepis oleh Hinata tak kalah kasarnya "JANGAN SENTUH AKU!, apa maksud sensei pegang-pegang HAH? Mentang-mentang guru, bisa berbuat apa saja?" tatapan mata Hinata makin tajam "memangnya dengan berteriak seperti tadi aku akan menurut?" lanjutnya kemudian. Iruka bungkam kehabisan kata-kata.
"Sabar..sabar..Hinata tenang dulu dong, sekarang ini jamannya 'be cool' iya kan?" kata Ino menegahi
"huh.. kau Ino, apa-apaan kau? Ah.. jadi kau kaki tangannya sensei yah?" Sahut Hinata dengan smile evilnya. Ino sedikit tak suka dengan tampang meremehkan Hinata padanya, " yah, banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini, memang sih penampilanmu itu menyusahkan tahu?" jawab Ino dengan santai sambil melipat tangannya didada. Namun hal itu malah membuat emosi Hinata benar-benar meledak dia menarik kursi disampingnya dan melemparkannya ke jendela didekat Ino.
PRAANNGG...! kaca jendela pun pecah berantakan dilantai, beruntung Ino masih sempat menghindar. "KALAU BERANI MENGGANGGUKU AKAN KUPECAHKAN WAJAHMU!" teriak Hinata pada Ino yang tersungkur dilantai kemudian berlalu keluar kelas. "MINGGIR!" sekali lagi teriakan Hinata terdengar dari luar entah pada siapa.
Ino yang baru saja tersadar dari keterkejutannya mengepalkan tinjunya kuat-kuat, perempatan urat muncul di kepalanya pertanda emosinya juga siap meledak kapan saja "cih, orang itu..GRRR awas kau!". Sakura yang melihat keadaan Ino hanya bisa menasehati "Be cool Ino.. Be cool..!".
WwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwW
Akhirnya bel pertanda jam sekolah selesai menggema di sekolahan SMP konoha tersebut, semua siswa-siswi yang tidak memiliki jam tambahan berhamburan untuk kembali kerumah masing-masing, ehem.. ga semua sih, karna kebanyakan pelajar seperti mereka justru memilih untuk jalan-jalan dulu di tengah kota Konoha sambil menikmati pemandangan Kota. Begitu juga dengan Ino dan Sakura, mereka sebelum pulang memanfaatkan waktu dengan berjalan-jalan sambil makan es krim yang tentu saja Sakura yang terpaksa membayar es krim Ino. Sakura tidak berani menolak 'pemaksaan' Ino yang minta dibelikan es krim ia paham betul suasana hati Ino saat ini mengingat insiden disekolah tadi, bisa-bisa dirinyalah yang akan dihajar habis-habisan oleh putri polisi itu. PRITTT…
"KALIAN BEREMPAT, BERHENTII..!'' lamunan Sakura terhenti ketika mendengar suara sempritan dan teriakan dari pemuda dewasa bertambut pirang dengan tiga goresan di masing-masing pipi, mata biru lautnya tajam mengincar mangsa, ia terlihat tampan apa lagi dengan seragam polisinya yang mengejar empat anak berandalan.
"Eh Ino, bukannya itu kak Naruto? Kakakmu? Dan loh.. anak yang dikejarnya itu kan Hinata? Tanya Sakura yang menyadari siapa sosok yang lagi kejar-kejaran dihadapan mereka. Ino melongo kemudian menjawab "Iya, sejak april dia ditempatkan diKonoha, hahahaah pada lari tuh.. ah tertangkap deh..hwahaha sampai jatuh segala" sahut Ino yang asyik menonton acara kejar-kejaran itu bahkan ia melihat aksi kakaknya Naruto yang terjatuh setelah sukses menahan kaki Hinata sehingga mau tidak mau kehilangan keseimbangannya dan ikut jatuh.
Naruto pun sukses menangkap Hinata dan menggiringnya ke pos polisi sementara ketiga temannya yang lain berhasil kabur, Naruto tidak sadar sedari tadi adiknya memperhatikan aksi 'lompatan indah' miliknya.
"Lepaskan aku!" teriak Hinata mencoba berontak, namun percuma karna tenaga Naruto jauh lebih kuat darinya. Meski tahu tidak bisa kabur lagi Hinata tetap mengancam, "lepaskan aku atau kau..eh.." ucapan Hinata terhenti ketika mata lavendernya bertemu mata biru langit milik polisi yang menangkapnya.
"tampan!" batinnya.
T B C
Hehehehe maaf yaah kalau ternyata alurnya kini makin ancur dan mohon diriviww yah!
Dan meskipun fic ini sepi review tapi akan tetap saya usahakan agar lanjut terus tanpa ngegantung,,
"lebih baik fic selesai walau tanpa review skalipun, dari pada banjir review tapi ga pernah update-update kan?"
Hampir lupa, ada pertanyaan ini pairnya apa? dan jawabannya NaruHina , dan terima kasih yang sebesar-besarnya telah memberiku saran, memang itu yang kuharapkan buat author pemula ini. Dan buat yang lain yang udah review arigatouuuuuu.
