Hohoho….
Kini Alfa kembali *nebarin bunga**digeplak*
review
Rei Sakaki : Arigatou sarannya mungkin dalam chapter ini masih nbelum terpenuhi tapi Alfa terus mencoba kok biar ga banyak typo
Chappy D. AniTsu : Arigatou ^-^
Yuuki reader sejati : Arigatou
Chapter 2 : A boy
Aku sedang mendengarkan lagu-lagu Lenka favoritku saat sebuah ketukan membuyarkan lamunanku. Aku nsekarang sedang berada di kamar di homestay ku di London. Mungkin aku termasuk siswa yang beruntung karena dapat rumah yang mewah, bergaya Eropa kuno walau tempatnya agak di pinggir pusat kota.
Kamarkupun lebih luas dari kamarku di rumah professor Agasa dulu loh! Dan sekali lagi, ketukan pintu kamarku membuyarkan lamunanku.
"ya,ya ada ap-".
Aku membuka pintu dan terkesiap. Dihadapanku berdiri seorang cowok berambut pirang agak bergelombang, dengan sepasang mata biru langit dan alis yang teduh, dan hidung yang mancung. Juga seulas senym tersungging di bibirnya yang tipis. Kalau dilihat,cowok di depanku memang keren! Tapi…..
"Hai"
Dia sepertinya juga kaget melihatku,tapi segera dia sembunyikan kekagetannya sambil berkata
Hai, kita bertemu lagi mademoiselle?" Senyum kembali tersungging di bibirnya. Hampir saja refleks kututup pintu dihadapanku didepan mukanya sangking jengkelnya. Kalau saja tidak ada bibi Anne-pengurus rumah ini yang mengizinkanku homestay disini- dan bila kulakukan itu, wah! Nanti malam bias saja aku tidur beratapkan langit!
"Oh, hai juga". Jawabku setengah hati
"Shiho, ini Saguru, Saguru Hakuba. Dialah pemilik rumah ini dan yang mengizinkanmu tinggal disini. Dan dia baru pulang dari Jepang untuk mengejar seorang pencuri misterius. Saguru ini detektif loh!". Kata bibi Anne seperti sales yang mempromosikan barang jualanannya
"Oh, senang bertamu denganmu, Hakuba-san". Aku berusaha berkata semanis mungkin. Jadi dia toh yang punya 'puri' luas ini.
"Me too. Oh-" katanya seperti teringat sesuatu "I must go now, bye. And good night."
"Good night".
Dan merekapun turun ke bawah. Yah, kamarku memang di lantai atas, aku memilihnya sendiri saat bibi Anne bilang ada 20 kamar di puri ini dan aku boleh memilih kamarku sendiri dimana saja. Tapi, beberapa menit berjalan kearah tangga, Saguru berbalik lagi ketempatku. Membuatku sedikit heran.
"Oh, iya, Miyano-san, aku punya sedikit oleh-oleh untukmu Tadi tas belanjaanku tertukar dengan orang lain. Dan melihat isinya barang-barang wanita semua, mungkin akan lebih berguna untukmu"
Dan iapun menyerahkan sebuah kantong belanjaan kepadaku
"Itu tas belanjaanku!"
Secara refleks aku menjerit sangking senangnya-kupikir tas itu tidak pernah kutemukan lagi. Dan teriakanku tadi hampir mengejutkannya. Akiu sangat senang menemukannya kembali. Aku membeli banyak barang di Jepang sebelum aku dating ke sini dan segera aku mengambil tas belanjaanku itu dari tangannya.
"Terimakasih, ada barang berharga disini"
"Itukah barang berharga wanita? Ternyata hanya jam tangan dan alat kosmetik saja"
Senyumku seketika hilang. Seketika rasa kesalku kembali
'suatu hari, laki-laki ini akan kubunuh!".Jeritku dalam hati.
Hehehe, akhirnya chapter 2 dipublish juga *nari hula-hula sangking senengnya*. Gomen ceritanya lama ga di lanjutin. Abisnya, Alfa males sih. Apalagi di rumah Alfa komputernya rusak trus ga dibener-benerin. (siapa nanya?)
Kalau saran Alfa sih, ga usah nunggu-nunggu fic ini deh(siapa juga yang mau nunggu?). Bakalan lama Alfa ngelanjutinnya. Ya udah cukup sekian cuap-cuap dari Alfa thanks buat yang nge-riview maupun yang jadi silent reader. See you next time….
