Part 2

Suasana hati Sungmin benar-benar buruk hari itu. Kemarahan, rasa terhina, kebencian bahkan kesedihan karena dia begitu tidak berdaya campur aduk dalam hatinya. Sungmin merasa tubuhnya begitu kotor akibat pelecehan yang dilakukan Tuan Cho Kyuhyun tadi siang, dan dia masih menahan tangis ketika memasuki ruang perawatan intensif di Rumah Sakit itu, yang sudah sangat familiar dengannya.

Apapun yang ada dipikirannya tadi langsung buyar begitu melihat Suster Sunny menyongsongnya dengan wajah pucat pasi,

"Kemana saja kau nak?!, aku mencoba menghubungimu sejak dua jam tadi, tapi kau tak bisa dihubungi!"

Wajah Sungmin langsung berubah seputih kapas, secepat kilat dia berlari menelusuri lorong menuju kamar tempat Donghae dirawat.

Suster Sunny tergopoh-gopoh berlari mengikuti di belakangnya. Sungmin terpaku di depan ruangan Donghae dengan napas terengah-engah, dokter dan perawat masih ada di ruangan itu, sedang berusaha menstabilkan kondisi Donghae,

Suster Sunny tiba dibelakang Sungmin dan menyentuh pundaknya lembut, mencoba menenangkannya,

"Dia sudah tidak apa-apa Sungmin, kondisinya sudah stabil. Tadi dia mengalami serangan lagi tapi dokter sudah menanganinya dengan cepat, kenapa kau tadi tidak bisa dihubungi? Aku mencoba menghubungimu saat Donghae dalam kondisi paling kritis, saat itu kau pasti ingin bersamanya",

Air mata mengalir di pipi Sungmin. Tadi baterainya habis dan karena sibuk dengan pikirannya, dia tak sempat mengisinya. Astaga, betapa bodohnya dia. Donghae kelihatan stabil dan baik-baik saja dan Sungmin mulai lengah, melupakan bahwa serangan bisa terjadi setiap saat. Ya Tuhan, seandainya tadi Donghae...

Sungmin memejamkan mata rapat-rapat, air matanya mengalir semakin deras, dia tak berani membayangkan semua itu.

Suster Sunny memeluknya dengan penuh keibuan sementara Sungmin menumpahkan air matanya.

Ketika dokter datang, tatapan hati-hatinya malah membuat hati Sungmin makin cemas,

"Bagaimana kondisinya dokter?", suara Sungmin gemetar, ketakutan

Dokter itu menarik napas panjang

"Donghae pria yang kuat, sungguh suatu keajaiban dia mampu bertahan sampai sekarang, tetapi kecelakaan itu telah merusak organ dalamnya. Kami berusaha memperbaikinya dengan obat-obatan dan penanganan medis terbaik, tapi hal itu berakibat pada ginjalnya, kami harus mengoperasi ginjalnya Sungmin",

"Mengoperasi ginjalnya?", Sungmin mengulang pernyataan dokter itu dengan histeris,

"Mengoperasi ginjalnya?! Ya Tuhan!",

Tubuh Sungmin menjadi lunglai, untung suster Sunny menyangganya, air mata mengalir semakin deras dipipinya,

"Apakah... Apakah tidak ada cara lain ...?",

Dokter itu menarik napas prihatin,

"Donghae dalam kondisi yang tidak lazim, dia dalam keadaan koma, dan apapun tindakan medis yang kami lakukan padanya memiliki resiko tinggi, Tapi akan lebih beresiko lagi jika kita tidak melakukan operasi itu, operasi itu harus dilakukan sesegera mungkin Sungmin"

Sungmin menarik napas dalam dalam, dan menatap dokter itu dengan penuh tekad,

"Baik dokter, lakukan operasi itu, apapun agar Donghae selamat", suaranya mulai gemetar, "Berapa biaya yang harus saya siapkan untuk melakukan operasi tersebut dok?",

Seluruh tubuh Sungmin menegang, tangannya terkepal seolah olah menanti hukuman.

Dokter itu menatapnya sedih, rasa kasihan tampak jelas di matanya ketika menjawab,

"Untuk prosedur operasi ginjal dan perawatan atas kemungkinan terjadi komplikasi lainnya, kau setidaknya harus memiliki Tiga ratus Juta won, Sungmin",

-KyuMin-

Hujan turun lagi dengan derasnya, bahkan payung itupun tak bisa melindungi dirinya dari percikan air hujan. Tapi Sungmin tak peduli.

Dimana Dia?!

Sungmin menatap sekeliling parkiran itu dengan panik, hari sudah gelap dan hampir tidak ada orang di parkiran itu, apalagi hujan turun dengan begitu derasnya sehingga tak akan ada orang yang begitu bodohnya berada diluar ruangan.

Kecuali dirinya sendiri tentunya

Ya Tuhan ... Dimana Dia?!

Sungmin menatap mobil mercedes mewah yang masih terparkir di tempat parkir direksi yang tak kalah mewah dengan atap yang luas dan posisi yang lebih tinggi sehingga terlindung dari derasnya hujan.

Lelaki itu pasti belum pulang, mobilnya masih terparkir dan semua orang bilang bahwa bos yang satu itu baru pulang setelah lewat jam 8 malam, dan lebih malam lagi pada hari Jumat karena besoknya akhir pekan.

Sekarang hari jumat.

Dan Sungmin menunggu dengan cemas, bagaimana jika lelaki itu sebenarnya sudah pulang? Jika bukan hari ini, akal sehatnya akan kembali dan dia akan kehilangan keberanian.

Berbagai pikiran buruk berkelebat hingga Sungmin tidak memperhatikan derasnya hujan yang mulai membasahi tempat-tempat yang tidak terlindung oleh payung kecilnya,

Lalu pintu lobby itu terbuka, dan sosok yang ditunggu-tunggu Sungmin melangkah keluar.

-KyuMin-

Seorang satpam membawa payung hitam besar dan memayunginya ketika Kyuhyun melangkah menyeberangi jalan kecil yang membelah taman menuju parkiran direksi,

Hujan deras membuatnya tidak menyadari kehadiran Sungmin. Tetapi ketika jarak mereka semakin dekat, Kyuhyun menyadari bahwa Sungminlah yang berdiri dengan payung mungil ditengah hujan menunggunya, dan mulutnya menegang,

"Wah, ada apa gerangan sampai anda menyempatkan diri menunggu saya disini?",

Sebenarnya Kyuhyun sangat geram, tetapi dia menahan diri karena kehadiran satpam yang memayunginya.

"Ssaa...ssaya...ingin bicara dengan anda",

Kyuhyun mengernyit menyadari suara Sungmin yang gemetar dan wajahnya yang pucat pasi, apakah gadis itu kedinginan ? berapa lama gadis itu menunggunya di luar sini?

Tiba-tiba dorongan posesif membuatnya ingin meraih gadis itu, memeluknya dan menyalurkan kehangatan tubuhnya.

Kyuhyun melangkah ke bawah atap tempat parkir direksi yang menaunginya dari hujan, lalu mengisyaratkan satpam itu untuk meninggalkan mereka.

Setelah Satpam itu jauh, Kyuhyun menatap Sungmin dengan gusar,

"Demi Tuhan! tidak bisakah kau kemari berlindung di bawah atap ini? Payung itu tak berguna, kau hampir basah kuyup!",

Sejenak Sungmin ragu, tapi Kyuhyun benar, tubuhnya mulai basah kuyup karena hujan deras itu disertai tiupan angin kencang.

Dengan hati-hati, dia melangkah ke bawah atap yang sama dengan Kyuhyun.

Lelaki itu menatapnya tajam, sama sekali tidak menyembunyikan kejengkelannya.

"Apa yang ingin kau bicarakan? Aku ada undangan makan malam, waktuku tak banyak", gumamnya sombong.

Sungmin menatap Kyuhyun penuh tekad meski gemetaran,

"Sa...Saya menawarkan diri kepada anda, anda boleh memiliki saya semau anda".

Kyuhyun menyipitkan mata, menahan gumpalan kekecewaan yang menyeruak di hatinya karena semudah dan secepat itu gadis ini menyerahkan diri kepadanya.

"Kau pikir aku masih berminat padamu?", gumamnya mengejek

Wajah Sungmin pucat pasi, kata-kata Kyuhyun bagaikan menamparnya keras. Tapi dia bertahan, Demi Donghae kekasihnya, tekadnya dalam hati

"Anda boleh memiliki saya sepenuhnya, saya hanya meminta pembayaran di muka, setelah itu saya tak akan meminta apa-apa lagi",

"Memangnya kau terlibat hutang judi atau apa?!",

Kyuhyun membentak keras, gusar karena sikap penuh tekad Sungmin, dan gusar atas godaan dalam dirinya yang tak tertahankan untuk langsung menerima tawaran gadis itu. Tapi ketika melihat Sungmin hampir terlonjak kaget karena bentakannya, spontan Kyuhyun melembut,

"Oke, Berapa?"

Sungmin mengerjapkan matanya mendengar pertanyaan tiba-tiba itu Kyuhyun mendesah tak sabar,

"Cepat katakan berapa kau menjual dirimu, lalu aku akan menawar sebelum mencapai kesepakatan", dengan sengaja dia melirik jam tangannya seolah tak tertarik, "aku tak punya banyak waktu untukmu"

Sungmin menelan ludah,

"Ti..Tiga ratus...juta..Wo..n"

"Apa?", Kyuhyun membelalakkan mata tak percaya.

"Tiga ratus juta won", kali ini Sungmin berhasil terdengar mantap.

Kyuhyun mengernyit jijik,

"Kau bercanda?! Kau pikir kau pantas dihargai semahal itu?!",

"I..itu pembayaran lunas sepenuhnya, setelah itu anda memiliki saya dan saya tak akan meminta apapun lagi"

"Kau pikir aku bodoh atau apa?", desis Kyuhyun, "Bagaimana aku bisa tahu kau tak akan mangkir dari perjanjian ini? Bagaimanapun melakukan pembayaran di muka itu beresiko"

"Kalau begitu anda bisa membuat surat perjanjian yang sah secara hukum untuk mengatur perjanjian ini",

Sungmin mengedarkan pandangan ke sekeliling dengan gugup, mulai merasa tidak nyaman dengan situasi ini, mereka mengobrolkan penjualan harga dirinya seolah olah mengobrolkan penjualan barang.

Kyuhyun terdiam, tampak menimang-nimang usulan Sungmin, lalu wajahnya mengeras,

"Tidak, ini konyol, aku sudah tak tertarik, lagipula...", ia memandang Sungmin dengan tatapan menghina, "Baru tadi siang kau menolakku mentah-mentah dan aku berkata kau pasti akan merangkak memintaku menerimamu, sekarang kau hampir bisa disebut merangkak padaku dalam waktu kurang dari 24 jam",

Kyuhyun hendak membalikkan badan meninggalkan Sungmin,

"Lupakan saja, gadis yang terlalu murahan memadamkan gairahku"

Sungmin langsung panik melihat Kyuhyun membalikkan tubuh mengarah ke mobilnya, Tidak! Oh Tidak ! Laki-laki itu tak boleh menolaknya! Dialah satusatunya harapan Sungmin untuk menyelamatkan nyawa Donghae!

Dengan setengah histeris, Sungmin melakukan tindakan yang pasti akan ditentang akal sehatnya jika dia dalam keadaan tak terdesak,

Ditariknya lengan Kyuhyun, dan ketika lelaki itu menoleh dengan marah, Sungmin berjinjit, merangkul kepala Kyuhyun dan mencium bibirnya!

Tubuh Kyuhyun kaku dengan rasa terkejut dan luar biasa, gadis itu dengan bibir yang lembut mencoba menciumnya dengan membabi-buta, jelas-jelas sangat, tidak berpengalaman dan tanpa teknik ciuman yang memadai, tapi tetap saja gairah Kyuhyun langsung meledak tak terkendali.

Dengan kasar dirangkulnya pinggang Sungmin, setengah mengangkatnya agar merapat ke tubuhnya dan diciumnya bibir gadis itu habis-habisan. Ciuman Kyuhyun sangat ganas dan penuh gairah, dan gadis itu meskipun bersusah payah, berusaha mengimbanginya. Tubuh Kyuhyun menegang dan terasa nyeri, begitu menginginkan Sungmin. Dengan erangan yang parau, dia memperdalam ciumannya.

Entah berapa lama mereka berciuman di tempat parkir dengan diiringi derasnya hujan. Kyuhyun benar-benar hanyut dalam kenikmatan dan dia menyadari kalau dia tak akan bisa menolak gadis ini.

Kyuhyun baru melepaskan ciumannya ketika menyadari napas Sungmin yang mulai megap-megap.

Mereka berdiri dengan rapat dan Kyuhyun masih memeluk pinggang Sungmin, setengah mengangkat Sungmin, tangan gadis itu berpegangan pada pundaknya seolah-olah takut terjatuh.

Kyuhyun menatap Sungmin tajam, bibir gadis itu agak bengkak karena tekanan ciumannya yang panas dan habis-habisan, bibirnya pasti juga seperti itu karena rasa panas di bibirnya belum juga hilang,

Well cium saja aku dan aku akan terbakar, geram Kyuhyun dalam hati,

Dengan kaku diturunkannya pinggang Sungmin, lalu dilepaskan pegangannya,

"Baik, aku akan membayarmu, besok pagi kau akan mendapatkan uang itu beserta surat perjanjian yang harus kau tandatangani",

Kyuhyun menatap Sungmin geram, lalu membalikkan tubuhnya menuju mobilnya,

"Masuk ke mobil! malam ini aku akan mencoba barang yang sudah kubeli".

-KyuMin-

Sungmin melirik Kyuhyun agak ketakutan ketika lelaki itu membelokkan mobilnya ke areal hotel berbintang lima. Lelaki itu sama sekali tak mengajaknya bicara.

Dia menyetir mobil dengan tenang tetapi rahangnya menegang seperti menahan marah. Apakah lelaki itu akan berbuat kasar padanya untuk melampiaskan kemarahannya?

Tadi siang dia sudah menghina lelaki itu dan dia menyadari bahwa ego seorang lelaki sangat mudah terluka. Dia ketakutan kalau Kyuhyun akan melampiaskan kemarahannya dengan kasar, dia tidak pernah disentuh lelaki sebelumnya selain ciuman dan pelukan dari Donghae yang tidak pernah melebihi batas.

Apakah dia harus memberitahu Kyuhyun kalau dia masih perawan? Lelaki itu dari awal sudah beranggapan dia murahan, bagaimana jika...

Sungmin terlonjak ketika pintu terbuka, ternyata Kyuhyun sudah keluar dari mobil dan membukakan pintu penumpang,

Lelaki itu mengernyit ketika melihat wajah Sungmin yang pucat pasi,

" Kajja ", gumamnya kaku, dan meraih tangan Sungmin untuk membantunya keluar dari mobil.

Setelah Kyuhyun menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas hotel untuk diparkir, mereka berjalan bersisian memasuki lobby hotel yang sangat mewah.

Resepsionis hotel menerima mereka dengan ramah dan memberikan kartu kamar yang dipilih Kyuhyun,

Bahkan di dalam liftpun mereka lewati dengan keheningan.

Kamar itu begitu luas dan sangat mewah sehingga Sungmin terpaku sambil terkagum-kagum akan keindahan interiornya.

Kyuhyun hanya berdiri di sana menatapnya,

"Kau pasti belum makan, aku akan memesan makan malam di kamar", lalu lelaki itu melirik Sungmin dengan sinis, "sementara itu, kupersilahkan kau mandi duluan, badanmu basah, kau bisa mandi dengan air hangat"

"Ta...tapi, saya tidak membawa baju..."

Kyuhyun sengaja menatap Sungmin dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan begitu intens sehingga wajah Sungmin merah padam.

"Aku akan memesan pakaian di butik kenalanku, besok pagi pesanan akan diantarkan kemari. Bajumu yang basah letakkan ditempat yang disediakan di kamar mandi, petugas hotel akan mengambilnya untuk di laundry, sementara itu...",

Kyuhyun sengaja menggantung kalimatnya dengan penuh arti, "malam ini kau tak perlu repot-repot memikirkan baju, toh kau tak akan sempat mengenakannya",

Kalau wajah Sungmin bisa lebih merah padam lagi, itu akan menunjukkan betapa malunya dia dengan kata-kata vulgar Kyuhyun.

Setelah menggumamkan beberapa kalimat tak jelas dengan gugup, Sungmin setengah berlari menuju kamar mandi.

Di dalam kamar mandi Sungmin merasa sedikit aman, disandarkannya punggungnya ke pintu dan dicobanya menarik napas dengan normal. Dia takut pada Kyuhyun, lelaki itu seperti seekor singa yang menemukan domba lemah, lalu memutuskan untuk bermain-main dengannya dulu sebelum memakannya.

Sungmin melangkah telanjang ke kamar mandi lalu menyiram tubuhnya yang letih dan kedinginan karena kehujanan dengan shower air panas,

Setelah selesai mencuci rambutnya, Sungmin menyandarkan kepalanya di tembok dan membiarkan punggungnya yang pegal tersiram shower air hangat.

Dia takut menghadapi masa depan dan ketika membayangkan Donghae, air matanya menetes, mengalir bersama siraman shower,

Maafkan aku Donghae, setelah ini mungkin aku akan menjadi wanita kotor dan tak pantas untukmu, tapi hatiku tetap milikmu.

-KyuMin-

ketika selesai membasuh muka dan menggosok gigi, Sungmin memandang bayangan dirinya dicermin, keadaannya sudah lebih baik pipinya sudah tidak pucat lagi, sudah ada rona merah disana setelah mandi air hangat.

Ketukan di pintu hampir membuat tubuh Sungmin melonjak,

"Kau lama sekali, apa kau baik-baik saja disana?", tanya Kyuhyun tak sabar,

"Yyaaa...sebentar lagi saya selesai", Sungmin menjawab sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling,

Apakah aku harus keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang?

Matanya menatap tumpukan baju kotornya memikirkan kemungkinan mengenakan bajunya lagi, dan membayangkan mengenakan baju yang hampir basah kuyup itu membuatnya begidik.

Senyumnya muncul ketika menemukan tumpukan handuk berwarna biru tua di lemari samping wastafel, dan dia beruntung, bukan hanya handuk, tapi dia menemukan sepasang jubah mandi dengan warna yang sama. Yang satu berukuran besar dan yang satu berukuran kecil.

Dikenakannya jubah mandi ukuran kecil yang masih kebesaran ditubuhnya sambil mengernyit, bahkan perlengkapan kamar mandi ini seperti sengaja ditujukan untuk pasangan, sepasang jubah mandi, sepasang sikat gigi, dan sepasang handuk.

Ditatapnya bayangannya di cermin, wah lumayan, lebih dari lumayan malah, jubah itu menutup rapat dadanya dan karena kebesaran, panjangnya hampir mencapai mata kaki, dia kelihatan cukup sopan meski sebenarnya tidak mengenakan apa-apa lagi di balik jubah mandinya.

Ketika Sungmin keluar dari kamar mandi, Kyuhyun sedang memberikan instruksi pada pelayan hotel yang menata makan malam di meja. Lelaki itu hanya mengangkat alis melihat akal Sungmin memakai jubah mandi,lalu memberikan tips pada pelayan sebelum dia pergi.

"Duduklah, makan dulu",

Gumam Kyuhyun mulai santai sambil menunjuk kursi di depannya,

Sungmin duduk dengan gugup di kursi dan menatap makanan yang tersaji di meja. Air liurnya langsung terbit melihat sajian yang kelihatannya lezat itu, ada sup krim yang sangat panas yang pasti rasanya sangat nikmat untuk orang yang habis basah kuyup kehujanan, lalu daging panggang dengan bumbu keju dan saus yang sangat menggunggah selera, salad buah-buahan dan cokelat panas yang pasti untuknya, karena Kyuhyun sudah menyesap kopinya.

Lelaki itu dengan penuh perhatian menuangkan sup di mangkuk dan menyodorkannya pada Sungmin.

Sungmin menatap Kyuhyun ragu, dan untuk pertama kalinya hari itu, Kyuhyun tersenyum lembut padanya,

"Ayo makan, aku tahu kau lapar, aku sendiri lapar sekali."

Mereka mulai makan dalam keheningan, dari sudut matanya, Sungmin dengan hati-hati melirik Kyuhyun dan menyadari lelaki itu mulai santai, jasnya sudah dilepas dan kancing kemejanya dibuka dua dengan dasi yang sudah dibuka begitu, cara makannya sangat elegan hingga membuat Sungmin malu.

"Sungmin?",

Suara itu menembus lamunannya dengan keras hingga membuat Sungmin hampir melonjak karena terkejut.

Matanya mengerjap menatap Kyuhyun,

"N…de?"

"Kau hanya mengaduk-aduk supmu, apa tidak enak?"

Dengan terburu-buru Sungmin menyuap sesendok sup dan menelannya,

"A…nhi, ssayaa hanya sedang berpikir"

Kyuhyun tersenyum, lalu sekali lagi menatap jubah tidur Sungmin,

"Pintar sekali kau memakai jubah itu, jadi kau tak perlu tampil telanjang di depanku"

Komentar yang diucapkan dengan santai itu hampir saja membuat Sungmin tersedak, pipinya langsung merona merah.

Kyuhyun menyesap kopinya sambil tetap memandang Sungmin, lalu meletakkan cangkirnya,

"Oke, giliranku mandi, makanlah sepuasmu,lalu taruh saja disitu aku akan menelpon pelayan untuk membereskannya 30 menit lagi",

Dengan santai lelaki itu melenggang ke dalam kamar mandi,

Setelah menyesap cokelatnya, Sungmin tidak tahu harus mengerjakan apa lagi, jadi dia duduk di pinggir ranjang dan menyalakan televisi,

Beberapa saat kemudian pelayan datang dengan sopan dan membereskan makanan mereka. Sungmin hanya terdiam agak malu karena menyadari keadaannya yang hanya mengenakan jubah mandi.

Detik-detik berlalu dan terasa begitu mencekam bagi Sungmin, sangat kontras dengan Kyuhyun yang sedang di kamar mandi, lelaki itu mandi dengan santai, bahkan Sungmin mendengar lelaki itu bersenandung di shower.

Ketika Lelaki itu keluar dari kamar mandi, Sungmin sudah hampir tertidur di atas ranjang, pertarungan batin yang bertubi-tubi sudah membuat jiwa dan raganya kelelahan, sehingga berdiam diri berbaring di atas ranjang yang nyaman itu membuatnya merasa sangat mengantuk.

Kyuhyun mengernyit sambil mengencangkan tali jubah mandinya, ditatapnya Sungmin yang berbaring miring membelakanginya dengan posisi meringkuk seperti janin di dalam kandungan, pemandangan itu membuat hatinya terasa sakit, entah kenapa, seperti ada dorongan untuk merengkuh gadis itu dan melawan seluruh dunia demi dirinya.

Kernyitan Kyuhyun semakin dalam, tidak pernah dia merasa seperti itu sebelumnya pada seorang perempuan, gadis ini telah membangkitkan semacam hasrat liar yang selama ini tersembunyi rapat-rapat dalam jiwa Kyuhyun, dan bukan hanya hasrat tapi dibarengi oleh rasa obsesif dan posesif yang mendalam.

Tidak! geram Kyuhyun dalam hati, hasrat ini tidak boleh sampai membuat dirinya lemah, dia harus menunjukkan siapa yang berkuasa.

Dengan pelan Kyuhyun naik ke ranjang dibelakang Sungmin yang memunggunginya, lalu diraihnya pundak Sungmin, gadis itu terperanjat karena dibangunkan dari kondisi tidur-tidur ayamnya, dengan mata yang masih sayu setengah tidur ditatapnya Kyuhyun.

Kyuhyun melihat sekelumit ketakutan didalam mata itu, dan dengan sedikit kasar dibaliknya tubuh Sungmin menghadap dirinya,

"Aku membayar kamar di hotel ini bukan hanya untuk tidur", geramnya parau lalu dikecupnya bibir Sungmin,

Dan...meledaklah, Kyuhyun merasa hasrat langsung membakar tubuhnya sekaligus, menghanguskannya, sejenak dia merasa ragu melampiaskan hasratnya seratus persen karena dirinya cenderung kasar ketika sangat berhasrat, tapi mengingat bagaimana Sungmin menawarkan diri padanya hanya demi uang dan goresan rasa kecewa yang nyeri di hatinya karenanya membuat Kyuhyun tak peduli lagi, toh gadis ini pasti sudah berpengalaman dan mungkin sudah lebih dari sekali dia menjual dirinya demi uang. Tapi benarkah gadis itu sudah berpengalaman? Kyuhyun teringat ciuman Sungmin yang tanpa teknik memadai di tempat parkir tadi. Tidak! putusnya dalam hati, mungkin gadis itu hanya tidak pandai berciuman, Seorang pelacur harus diperlakukan seperti pelacur!.

.

.

.

TBC