.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Bel telah berbunyi dua kali. Itu menandakan bahwa jam istirahat telah selesai dan PBM harus segera dimulai kembali.
Pasangan guru muda kita, Luhan dan Sehun pun telah selesai dengan istirahat. Luhan menghabiskan waktu nya dengan makan, Sehun memilih untuk menina bobo kan Sehan. Yah, sebelum istirahat tadi Luhan ada jam mengajar sedangkan Sehun tidak. Jadi Sehun makan duluan.
Selain ditunjuk menjadi pembimbing pada kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Luhan sebenarnya adalah guru matematika yang kebetulan suka olahraga dan punya prestasi dibidangnya. Dan Sehun adalah guru sejarah yang memang dulu nya dulu nya seorang dancer. Namun semenjak dinikahi Luhan, Sehun berhenti menjadi dancer.
Bisa dibayangkan bukan bagaimana dua mata pelajaran yang hampir di keluhkan seluruh siswa ini diajar oleh pasangan muda ini. Seperti nya sekolah ini benar-benar mempunyai strategi yang hebat. Dengan diajarkan oleh guru muda yang tampan dan cantik didepan kelas tentu para siswa akan lebih bersemangat mengikuti PBM.
"Untung tadi sudah belajar dirumah, setidaknya demi dipanggil Luhan songsaenim ke depan kelas mengerjakan soal di papan tulis. Ternyata Luhan songsaenim sangat tampan dilihat lebih dekat." Ujar seorang siswi centil. Panggil saja nama nya Minah.
"Walau yang dibacakan oleh Sehun songsenim adalah dongeng membosankan (baca sejarah). Tapi demi suara sexy Sehun songsaenim yang serak-serak basah itu, aku tidak tidur lagi dikelas" kalau yang ini pasti sudah tahu komentar dari siapa. Siapa lagi kalau bukan Kai.
.
"Apa Sehan telah tidur baby?" Tanya Luhan, ia tengah bersiap-siap masuk kelas, kembali mengajar.
"Sudah hubby, bisa bantu merapikan bahan ajarku nanti. aku akan menidurkan Sehan dulu." Jawab Sehun.
Sehun berjalan kebelakang sofa ruangan mereka dan menidurkan Sehan di ranjang kecil tanpa kaki yang memang sengaja disiapkan untuk Sehan. Setelah itu Sehun menumpuk bantal disekeliling Sehan. Mencium dahi bayi nya dan beranjak darisana. Menyusul Luhan yang menunggu didepan pintu.
Mereka masuk ke kelas yang bersebelahan dan mulai mengajar. Nampak para siswa terlihat serius memperhatikan pelajaran-sebenarnya sih memperhatikan gurunya-
Sedangkan si bayi kecil yang bernama Lu Sehan itu mulai bergerak gelisah dan mata nya mulai mengerjap perlahan. Ia terbangun lalu duduk,mata nya memperhatikan sekelilingnya tidak mendapati kedua orangtua nya. Sehan pun mulai menangis.
"Maaaa." Teriak Sehan disela tangis nya.
Merasa Mama nya tidak juga muncul, Sehan berdiri dan berjalan tertatih menuju pintu yang tidak tertutup rapat. Ia berjalan keluar sambil menangis.
"Maaaa hiks hiks" isak Sehan keras.
Seseorang yang kebetulan lewat didepan ruangan Luhan mengangkat Sehan.
"Huhu uri Sehannie menangis. ayo hyung antar ke Papa ya." Ujar nya sambil menggendong Sehan menuju kelas Luhan.
"Permisi songsaenim." Ucap nya membuka pintu kelas Luhan.
Luhan mengalihkan pandangannya ke pintu dan mendapati anak nya menangis.
"Sehan bangun?" Luhan mengambil alih Sehan dari tangan Kai.
"Kenapa Sehan bersamamu Kai. Membolos eoh?" Tanya Luhan.
"Aniyo saem, mana mungkin aku bolos pelajaran Sehun songsaenim. Aku bisa-bisa tidak mendengar suara sexy nya nanti." Jawab Kai cengengesan.
Luhan memberikan deathglare kepada Kai 'bisa-bisa bocah ini, Sehun itu istriku.'
"Lalu kenapa tidak kau bawa saja Sehan kekelas mu?" Tanya Luhan menepuk-nepuk punggung Sehan yang memeluk leher nya-masih terisak-.
"Tidak mau, nanti Sehun saem sibuk dengan Sehan. Pai pai Luhan saem." Kai segera kabur sebelum diamuk Luhan.
"Kalian kerjakan soal dibuku,yang absen ganjil kerjakan nomor ganjil dan absen genap kerjakan nomor genap. Dikumpul sebelum bel berbunyi." Perintah Luhan kepada siswa sedangkan ia sibuk mencoba menina bobo kan kembali Sehan. Bel masih 15 menit lagi akan berbunyi.
Lima belas menit kemudian bel berbunyi.
"Kumpulkan tugas kalian. Minwoo tolong antarkan buku nya ke ruangan saya. Kelas selesai, minggu depan kita kuis." Luhan mengakhiri jam nya dan meninggalkan kelas membawa Sehan kekelas Sehun.
Sementara itu dikelas Sehun.
Kai masuk kembali kekelas dan duduk manis di kursi nya. Mata nya sibuk memperhatikan guru cantik didepan kelas nya.
"Kim Jongin baca yang selanjutnya." Perintah Sehun sementara orang yang di suruh masih senyum-senyum tidak jelas sendiri.
"Kim Jongin." Ulang Sehun. Sekelas sudah mulai tertawa.
Sehun mulai marah, tapi sebelum ia berteriak memarahi Kai, bel berbunyi.
"Minggu depan kuis dan tidak istilah open book." Ujar Sehun.
Sehun berjalan kepintu, kemudian berhenti. Di depannya berdiri Luhan yang menggendong Sehan.
"Wah, ternyata Sehun songsaenim galak juga yah." Ujar Luhan menyeringai.
"Seperti anda tidak saja Luhan songsaenim." Balas Sehun sengit.
Mulai lagi deh pasangan guru ini berdebat.
"Mimiiii." Isak Sehan.
Sehan kembali terisak digendongan Luhan. Sehun mengambil alih Sehan dan duduk di salah satu kursi terdekat. Luhan menutup pintu kelas. Membiarkan Sehan yang kini sibuk dengan dada ibu nya.
END
