Hate The Beginning Of Love

Disclameir : Kyu ama Wook milik orangtua mereka masing-masing.

Pair : Kyuwook, Haehyuk (selalu ada), Kangteuk, Sichul dll.

Warning : BL, gaje, Typo, alur gaje, dll..

Fic ini bukan sepenuhnya punya kimi karena ide fic ini milik lailatul magfiroh salah satu readers kimi.

Kimi berharap kalian akan suka dan mau mereview fic ini.

Don't like Don't read warning sangat berlaku jadi no bash.

Chapter 2

"Untuk apa anda menemui saya tuan Park?" tanya Ryeowook datar, walau pun namja mungil itu menggunakan kacamata tetap saja Leeteuk-sapaan Jungsoo- dapat melihat sorot benci di kedua matanya.

"Umma hanya ingin bertemu dengan anak Umma, apa itu salah?" tanya Leeteuk

"Mian tapi saya bukan anak anda tuan Park , bukankah anda seorang namja,dan saya tidak memiliki Umma seorang namja." Seakan di tampar Leeteuk hanya diam mematung dirinya ingat dengan ucapannya yang dulu pernah di ucapkannya pada Ryeowook.

"Wookie, maafkan Umma, waktu itu Umma terpaksa." Jelas namja yang selalu di juluki angel itu.

"Terpaksa," Ryeowook membeo, "Anda tau setiap ucapan yang dulu pernah anda ucapkan sampai sekarang masih terdengar jelas di telinga saya."

Flasback

Seorang bocah berusia 7 tahun sedang sibuk membuat sebuah gambar di sebuah kertas khusus menggambar, bocah itu sedang menggambar sebuah keluarga, ada tiga orang di dalam gambar itu dan sebuah rumah mungil di sampingnya.

"Sudah jadi." Celetuknya, raut bahagia dan puas terpatri di wajah manisnya.

"Appa, Umma dan Wookie." Ucapnya menyebut satu persatu nama yang ada dalam gambar buatannya.

BRAKK

Bunyi pintu di buka dan di banting dengan kasar mengalihkan bocah kecil bernama lengkap Kim Ryeowook itu dari kertas gambarnya.

"Berhenti Teukkie, jangan mengambil keputusanmu seenaknya saja, pikirkan anak kita." Ucap seorang namja yang ternyata adalah Appa dari Ryeowook pada seorang namja yang ternyata adalah Umma dari Ryeowook, ya Umma dari Kim Ryeowook memang seorang namja.

"Itu sekarang menjadi urusanmu Kanginnie, aku sudah tidak mempedulikannya lagi, karirku di dunia Acting jauh lebih penting." Ujarnya sengit.

"Jadi karirmu itu jauh lebih berharga di banding Ryeowook begitu? Jaga bicaramu Jungsoo." Ucap Kangin tak kalah sengit, Leeteuk membuang wajahnya kesamping menghindari tatapan Kangin yang sangat tajam dan menusuk.

"Aku pergi." Ujarnya sambil berlalu keluar meninggalkan rumah, suami dan juga anaknya.

Ryeowook yang menyadari jika sang Umma akan pergi meninggalkannya buru-buru mengejarnya keluar, namun bocah itu terlambat untuk mengejar sang Umma karena dia kini sudah berada di dalam sebuah mobil yang akan membawanya entah kemana.

"Umma! Umma! Hiks..jangan tinggalkan..hiks Wookie..hiks..Umma!" panggil Ryeowook meneriaki nama Ummanya sambil menangis, Kangin berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Ryeowook kemudian merengkuh tusuh mungil yang terus bergetar itu.

"Sudahlah Wookie, biarkan Umma mu pergi jika itu memang membuatnya bahagia dan tidak terbebani oleh kita. Tak apa kita bisa hidup berdua." Ryeowook mengangguk kecil, tatapan matanya masih tertuju pada mobil hitam yang melaju yang kini masih terlihat oleh matanya.

Tanpa mereka tahu sosok namja berjuluk angel itu kini melihat keduanya juga dari dalam mobil hitam itu sambil berurai airmata 'Mianhae' ucapnya dalam hati.

Skip ~

Lima bulan telah berlalu Ryeowook dan Kangin sudah terbiasa hidup berdua tanpa ada Leeteuk di antara mereka, Ryeowook mulai belajar memasak dan melakukan pekerjaan rumah lainnya dan di bantu sang Appa juga tentunya.

Ryeowook menata dua buah cangkir berisi teh pada sebuah nampan kemudian membawanya menuju ruang tamu, saat ini kediamannya sedang kedatangan tamu.

Ryeowook menghampiri dua orang tamu yang merupakan sahabat Appanya mereka adalah Cho Siwon dan Cho Heechul.

"Gomawo chagie." Ucap Heechul pada Ryeowook ketika bocah mungil itu meletakan cangkir berisi teh di depannya.

"Kim kecil mulai belajar dewasa eoh." Canda Siwon yang langsung di selingi gelak tawa Kangin.

"Ne, tapi tidak semua tugas di kerjakan olehnya, untuk tugas berat selalu aku yang mengerjakannya ko." Ujar Kangin.

"Kenapa tidak menyewa pembantu saja, kalau kamu mau kami bisa mengirim salah satu pembantu di rumah untuk bekerja di sini, kau tenang saja kalau masalah gaju tetap kami yang memberinya ko." Tawar Heechul di ikuti anggukan setuju dari Siwon.

"Kurasa itu tidak perlu Chullie-ah, Siwonnie, kami bisa melakukannya berdua, lagi pula rumah ini sangat sederhana jadi mudah di bersihkan." Tolak Kangin halus.

"Kau ini tidak perlu merasa sungkan pada kami, kau sendiri bahkan sering membantu kami."

"Aku membantu kalian karena kalian adalah sahabatku dan menurutku itu hal yang wajar."

"Ne ne kau ini memang keras kepala." Ujar Siwon di sertai anggukan setuju dari Heechul.

"Haah-menghela nafas- aku tidak menyangka Teuki akan berbuat nekad." Ucap Heecul mengganti topik pembicaraan.

"Aku sendiri tidak mengerti apa yang ada di pikirannya, keinginannya untuk menjadi seorang seleb dari dulu memang tidak pernah hilang." Siwon dan Heechul mendengarkan ucapan sahabatnya serius.

"Pernikahannya denganku hanya sebuah pelarian, kalian sendiri taukan kalau Appa mertuaku sangat menginginkan Jungsoo untuk mengurus perusahaannya tapi Jungsoo menolaknya dengan keras." Lanjutnya.

"Lalu bagaimana dengan Ryeowook? oh my! Apa dia sudah tidak waras." Geram Heechul.

"Aku sudah berusaha mengingatkannya berkali-kali, tapi seakan lepas dari tanggungjawab dia bahkan menyerahkan semuanya padaku termasuk membesarkan Wookie." Kangin mengusap kasar bagian atas kepalanya, rasa kesal kembali muncul kala mengingat kembali ucapan 'istri'nya.

"Leeteuk sudah keterlaluan. Tapi kamu tenang saja Kangin aku siap membantu jika kamu mengalami kesulitan." Ucap Siwon yang langsung di hadiahi delikan tajam sang 'istri'.

"Ah maksudku kami." Ulang Siwon yang mengerti arti delikan yang dari Heechul.

"Gomawo, aku selalu merasa berhutang pada kalian berdua." Ucap Kangin agak malu.

"Kalau kau memang merasa berhutang kau hanya perlu mengijinkan Wookie mwnjadi menantuku." Kangin terlonjak kaget oleh ucapan namja cantik di depannya itu dan langsung menatap intens sahabatnya.

"Seingatku kau hanya memiliki satu anak Chullie, dan itu pun namja bukan yeoja." Ucap Kangin.

"Memangnya kenapa kalau anak kami seorang namja, yoh tak ada bedanya dengan kami dan juga kau." Kangin tampak berpikir sebentar kemudian mengangguk.

"Ne aku setuju." Kedua pasangan Cho itu tersenyum puas.

"Aku jadi tidak sabar menunggu keduanya tumbuh besar." Ujar Heechul senang sambil menangkupkan kedua tangannya di dada.

"Hahaha, kau harus sabar menunggu kalau begitu." Pembicaraan itu pun terus berlangsung sampai sore hari dan keduanya memutuskan unuk pulang.

Sementara itu di sebuah kamar yang mungil yang berada di rumah Kangin, seorang bocah mungil sedang meringkuk sambil memeluk boneka jerafah miliknya, bocah mungil itu adalah Ryeowook bocah itu sejak mendengarkan percakapan antara Appa dan kedua sahabatnya tentang sang Umma dirinya langsung masuk kedalam kamarnya.

"Hiks Umma.. Wookie rindu Umma..Hiks." isaknya sambil mengeratkan pelukannya pada boneka miliknya mengenyahkan segala pemikiran buruk tentang sang Umma yang meninggalkan dirinya demi sebuah karir.

Skip~

Satu bulan berlalu.

Ryeowook kini berada di rumahnya seorang diri sambil membaca buku sesekali arah pandangnya tertuju pada jam yang tergantung di dinding yang berada di sudut ruangan ini sudah jam 7 malam namun Appanya belum juga tiba di rumahnya.

Deg

Perasaan aneh dan tak enak muncul di hati bocah berusia 7 tahun itu, entah kenapa dirinya tiba-tiba merasa sangat khawatir pada sang Appa.

"Aigoo~, kenapa Appa belum juga pulang, semoga Appa baik-baik saja." Ujarnya lirih.

Tok tok tok

Sebuah bunyi ketukan pintu sedikit mengobati kegelisahannya, mungkinkah Appa nya sudah pulang? Semoga saja itu memang adalah Appanya, Ryeowook berlari kecil kearah pintu untuk membukanya tak lupa senyum manis yang terukir di bibir mungilnya.

Cklek

"App-.." pintu di buka namun yang terlihat di hadapannya saat ini bukanlah Appanya, seketika senyum di bibir Ryeowook menghilang.

"Wookie-ah bisa ikut ahjussi kerumah sakit?"

"Untuk apa kita kerumah sakit ahjussi?" tanya Ryeowook, walaupun sebenarnya dalam hati bocah itu merasakan firasat yang kurang enak.

"Ini tentang Appamu, dia kecelakaan." Ucap namja yang ternyata adalah Siwon itu.

Ryeowook tak kuasa menahan airmatanya dia menangis seketika itu juga tidak menyangka firasat buruk tentang Appanya benar-benar terjadi.

"Kajja, Appamu membutuhkanmu." Ajak Siwon, Ryeowook mengangguk kemudian mengikuti langkah Siwon menuju mobilnya kemudian masuk kedalamnya.

Sesampainya di rumah sakit Ryeowook dan Siwon langsung menuju UGD tempat Kangin berada sementara, di sana juga sudah ada Heechul yang berdiri di depan pintu ruang UGD.

"Bagaimana keadaanya Chullie, apa uisanim belum selesai memeriksanya?" tanya Siwon yang langsung di jawab gelengan pelan dari Heechul.

"Belum, uisa bilang pemeriksaanya akan memakan waktu agak lama mengingat lukanya benar-benar parah, hiks." Jawab Heechul, namja cantik itu sedikit terisak saat mengatakannya.

"Ahjussi, apa yang terjadi pada Appa?" tanya Ryeowook sambil menangis, Heechul memeluk tubuh mungil itu dirnya pun tak kuasa menahan tangisnya.

"Appa-mu mengalami kecelakaan, dirinya mengalami luka bakar yang cukup parah." Jelas namja cantik itu.

Sebenarnya namja cantik itu masih ingin bercerita namun dirinya kembali mengingat ucapan Kangin sebelum di bawa ke UGD yang menyuruhnya untuk tidak mengatakan apa pun pada putranya, bahwa dia mengalami luka bakar karena menyelamatkan satu-satunya keturunan Cho yaitu Kyuhyun yang merupakan putra tunggal pasangan Sichul.

Kebakaran itu terjadi beberapa jam yang lalu di kediaman Cho atau lebih tepatnya rumah mewah milik Siwon penyebab kebakaran itu sendiri adalah karena tabung gas yang bocor sehingga saat di nyalakan gas tersebut langsung meledak dam membakar seisi rumah.

salah seorang pelayan meninggal karena dialah yang menyalakan gas tersebut sedangkan yang lainnya selamat, namun pemikiran mereka salah ternyata di dalam rumah tersebut masih ada seseorang yang terperangkap, seorang bocah kecil yang merupakan putra tunggal pasangan Cho itu sedang berlindung di bawah meja sambil menangis ketakutan.

Hal itu tentu saja menyebabkan kepanikan pada kedua pasangan itu di tambah lagi api yang terus membesar, menyebabkan keduanya tidak berani masuk kedalam, saat itu Kangin menawarkan diri untuk menyelamatkannya dengan bermodal nekat namja kekar itu berhasil menerobos masuk untuk menyelamatkan Kyuhyun, namun naas begitu Kangin berhasil meraih namja cilik itu sebuah balok kayu yang terbungkus api siap menghantam kearah Kyuhyun dan dengan sigap Kangin melidungi bocah itu sehingga dirinyalah yang terkena hantaman kayu itu.

Dan di sinilah sekarang Kangin berada di ruangan bernuansa putih dan berbau obat, tubuhnya benar-benar lemah dirinya sempat mengalami masa kritis dan beruntung dirnya masih bisa melewati masa kritisnya setelah ditangani beberapa jam oleh sang dokter dan dirinya pun di pindahkan kekamar lain.

"Apa kalian keluarganya?" tanya sang dokter yang baru saja keluar dari kamar rawat Kangin.

"Kami sahabatnya dan ini adalah putranya." Jawab Siwon.

"Bagaimana keadaanya uisa?" tanya Heechul sedikit cemas.

"Keadaanya sudah membaik, hanya saja luka bakarnya cukup parah dan di perlukan operasi jika ingin menghilangkannya di samping itu tulang kakinya patah dan dia tidak bisa berjalan normal lagi." Jawab sang dokter.

Heechul menutup mulutnya dengan sebelah tangan tak kuasa menahan tangisnya kembali yang sebelumnya sempat reda, begitu juga dengan Ryeowook bocah kecil itu merasa terguncang saat mendengar kondisi Appanya.

"Apa aku bisa melihat Appa sekarang?" tanya Ryeowook agak malu.

"Boleh." Jawab sang dokter, Ryeowook langsung masuk kedalam kamar rawat sang Appa dan langsung menghampirinya.

"Appa~" panggil Ryeowook, Kangin yang sudah sadar menoleh menatap anaknya.

"Wookie, kapan kau kesini? Kemari nak."

"Wookie tadi kesini bersama Siwon ahjussi dan menunggu Appa di periksa." Ucapnya.

"Appa sudah tidak apa-apa." ucap Kangin sambil mengusap kepala anaknya.

"Tapi Appa harus di operasi."

"Begini saja tak apa."

"Kalau begitu aku akan menemui Umma." Ucap Ryeowook kemudian langsung berlari keluar kamar Kangin tanpa menunggu respon dari namja yang berstatus Appanya itu.

"Wookie, kau mau kemana?" tanya Heechul.

"Wookie ingin menemui Umma." Jawab Ryeowook.

"Memang Wookie tau di mana rumah Umma Wookie?" tanya Heechul, Ryeowook terdiam lalu menggeleng pelan.

"Ahjumma apa ahjumma tau di mana rumah Umma, Wookie sangat ingin bertemu dengannya."

"Tapi nanti Appa mu bisa marah." Ucap Heechul, namja cantik itu memang tau di mana tempat tinggal Leeteuk.

"Jebal, hanya kali ini saja, Wookie janji tidak akan menemui Umma lagi." Heechul tampak berpikir sejenak kemudian menghela nafasnya.

"Ne baiklah tapi ahjumma antar ne." Ryeowook mengangguk.

"Chullie apa kau yakin?" tanya Siwon.

"Tenru, kajja Wookie kita temui Umma-mu." Siwon menatap kepergian keduanya.

"Semoga mereka baik-baik saja." Gumamnya pelan lalu masuk kedalam kamar rawat sahabatnya.

"Kemana Ryeowook? Apa dia benar-benar pergi menemui Leeteuk?"

"Ne dia pergi , tapi kamu tenang saja ada Heechul ko yang mengantarnya."

"Semoga saja tidak terjadi apa-apa pada mereka."

"Kau tenang saja istriku sangat mengerikan jika sudah keluar tanduk, jadi aku sangat yakin dia bisa menjaga anakmu." Ucap Siwon.

"Hahaha kau bisa saja."

Di lain tempat kediaman Park.

"Biarkan aku masuk, aku ingin bertemu Umma!" teriak Ryeowook di depan gerbang rumah mewah milik Park Jungsoo atau lebih sering di sapa Leeteuk.

"Mian, tapi kami tidak bisa membiarkan seseorang masuk begitu saja kecuali orang penting." Kata salah satu scuriti yang menjaga pintu gerbang.

"Ya dasar babo! Biarkan dia masuk, kalau tidak aku laporkan kalian berdua." Ancam Heechul dengan wajah galaknya.

"Tapi kami benar-benar tidak-..ya!" teriak salah satu scuriti itu saat Heechul dengan sangat keras menginjak kakinya.

"Rasakan itu. Wookie cepat masuk dan temui Umma-mu." Bocah kecil itu langsung menerobos masuk kedalam, kedua scuriti itu yak tinggal diam mereka pun berlari mengejar Ryeowook.

Leeteuk yang saat itu sedang berada di ruang tamu mendengar keributan di luar tampak biasa saja dirinya hanya berpikir bahwa itu hanya suara para fansnya.

Brak

Pintu di buka dengan agak keras dan terlihatlah sosok bocah yang baru saja menbanting pintu tersebut.

"Kau." Ucap Leeteuk kaget begitu melihat putranya masuk ke dalam rumahnya.

"Umma tolong Appa hiks Appa sedang sakit.." tangisnya di depan sang Umma, Leeteuk membuang mukanya ke arah samping.

"Aku tidak mengenalmu. Siapa yang berani mengijinkanmu masuk." Ucap Leeteuk sinis.

"Maaf tuan Park, kam sudah berusaha mencegahnya untuk masuk tapi dia tetap memaksa." Ucap salah satu scuriti yang mengejar Ryeowook tadi.

"Umma,,hiks jebal..tolong selamatkan Appa hiksbeliau mengalami luka bakar hiks..dan harus segera di operasi...hiks" Ryeowook terus memohon berharap Ummanya mau membantunya.

"Pergi dari sini dan jangan panggil aku Umma, aku tidak pernah menikah dengan seorang namja dan aku tidak pernah melahirkan karena aku seorang namja."

Plakk

"Jaga ucapanmu Jungsoo, kau benar-benar sudah kelewatan." Hardik Heechul sesaat setelah menampar telak pipi Leeteuk hingga meninggalkan bekas merah di pipi putihnya.

"Cho Heechul." Geram Leeteuk, tangannya memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan tadi.

"APA! kau seenaknya sekali berkata kasar pada anakmu sendiri, dia datang kemari hanya ingin memintamu untuk bertemu dengan Kangin dan setidaknya membantu biaya kesembuhannya, kalu kau tidak ingin membantu kau kan tidak perlu berkata kasar padanya." Makinya keras, Leeteuk tidak mampu membalas ucapan Heechul karena bagaimana pun juga Heechul adalah sahabat baiknya juga.

"Wookie, ayo kita kembali kerumah sakit percuma kita meminta bantuan manusia tak punya hati macam dia." Ujar Heechul sambil menarik tangan Ryeowook kemudian pergi dari tempat itu.

"Tuan anda tidak apa-apa?" tanya securiti itu, Leeteuk menggeleng.

"Ani, sepertinya aku butuh istirahat." Ujarnya sambil berjalan menaiki tangga, dalam hati dirinya menangis menyesali semua ucapannya.

Di rumah sakit.

Heechul dan Ryeowook sudah kembali, Siwon dan Kangin sudah menanti kedatangan mereka berdua.

"Chullie bagaimana?" tanya Siwon penasaran.

"Sangat menyebalkan." Jawab Heechul penuh penekanan.

"Hiks Appa, Umma jahat dia tidak mau mengenal Wookie, dia bilang Wookie bukan anaknya." Adunya pada sang Appa.

"Tak apa , walau Umma-mu tidak mengakuimu tapi masih ada Appa yang sangat menyayangimu."

"Wookie di sini juga masih ada ahjumma, kalau Wookie mau Wookie bisa memanggil ahjumma dengan sebutan Umma." Ucap Heechul.

"Chullie.."

"Tak apa Kangin, maaf juga karena aku tidak bisa membantu dan membuat semuanya kacau, aku memaki Leeteuk karena tidak tahan dengan ucapannya ." Kangin tersenyum maklum,dia sudah tau betul sifat sahabatnya ini.

"Aku mengerti, mungkin saat ini hatinya sedang tertutup dan aku yakin suatu saat nanti dia akan sadar dengan semua perbuatannya." Heechul menghampiri sahabtnya.

"Gomawo..hiks seandainya saja kau tidak menyelamatkan Kyuhyun semuanya tidak akan seperti ini, kau selalu saja membantu kami." Isaknya.

"Aku hanya ingin melindungi calon menantuku saja, kalau sampai terjadi apa-apa padanya bagaimana dengan Ryeowook nanti." Heechul tertegun mendengar kalimat yang di ucapkan sahabatnya begitu juga dengan Siwon.

"Akan kupastikan Kyuhyun hanya untuk Ryeowook, dan akan ku jamin kebahagiaan untuk mereka kelak." Kangin tersenyum.

"Kita kan lakukan itu bersama-sama." Ucap Kangin dan di balas anggukan oleh pasangan Cho, sedangkan Ryeowook hanya memandang bingung ketiga orang yang sedang membicarakan sesuatu tentang ck.

Skip

Tak terasa seminggu sudah Kangin di rawat, sudah seminggu pula Ryeowook menemainya di rumah sakit, Siwon dan Heechul pun sering berkunjung dan tak jarang mereka juga membawa Kyuhyun kesana.

Saat ini Ryeowook baru saja selesai menyuapi sang Appa dan kini bocah kecil itu duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur milik Kangin.

"Kau ingin menonton tv Wookie." Ryeowook mengangguk.

"Nyalakan saja." Ucap Kangin, Ryeowook meraih sebuah remote tv kemudian menekan sebuah tombol untuk menyalakannya.

Begitu tv menyala kedua namja yang berstatus Appa dan aegya itu terkejut, pasalnya di tv itu kini terpangpang dengan jelas seorang Park Jungsoo yang sedang duduk di sebuah kursi dan di depannya terdapat sebuah meja panjang dan juga beberapa mic di atasnya.

"Umma.."

"Ne dia Umma-mu." Kedua namja itu memperhatikan Leeteuk yang kini berada di dalam tv tersebut yang sepertinya sedang mengadakan jumpa pers.

'Jungsoo-ssi apa benar anda telah menikah dengan seorang namja dan memiliki seorang anak?'

Tanya salah seorang wartawan di acara itu.

'Tidak, semua berita itu bohong, aku masih menyukai seorang yeoja' jawab Leeteuk santai.

Kangin dan Ryeowook benar-benar terkejut mendengar pernyataan dari Leeteuk.

"Umma wae?"

"Sudah chagi, biarkan saja Umma-mu berkata semaunya." Ucap Kangin menenangkan, di raihnya remote tv di tangan Ryeowook kemudian mematikan tv tersebut.

"Hiks Umma jahat, Wookie benci Umma." Kangin tersenyum miris melihat keadaan putranya yang kembali harus menangis karena Ummanya.

"Appa berjanji akan selalu menyayangimu Wookie." Ucapnya lirih.

"Wookie juga akan selalu menyayangi Appa." Keduanya kembali tersenyum.

"Kita lupakan semuanya dan memulainya dari awal setuju." Ryeowook mengangguk setuju.

"Tanpa Umma."

"Ne tanpa Umma."

'Ku harap setelah ini semuanya akan lebih baik' batin Kangin.

Flashback off

"Sejak saat itu kami berdua menjalani hidup kami hanya berdua, dan kami bersyukur kami bisa bertahan tanpa anda." Ucap Ryeowook mengakhiri ceritanya.

Leeteuk terdiam tak mampu berkata apa-apa, dirinya benar-benar merasa menyesal dan bersalah pada suami dan anaknya.

"Lalu apa ang harus Umma lakukan agar kamu mau memaafkan Umma, Wookie."

"Tidak ada yang perlu Umma lakukan, Umma cukup tidak menampakan diri Umma di hadapanku lagi itu sudah cukup."dingin ucapan namja mungil itu benar-benar dingin dan itu membuat Leeteuk semakin merasa bersalah.

"Baiklah Umma akan pergi, tapi Umma tidak janji jika Umma tidak akan menemuimu lagi."

"Terserah." Ucap Ryeowook kemudian berjalan meninggalkan Leeteuk seorang diri.

"Suatu saat nanti kau akan tau kenapa Umma berbuat seperti ini Wookie."

TBC

Chap 2 datang...

Mian agak lama dan di sini belum ada kyuwook momentnya, tapi kimi janji chap depan kyuwook momentnya pasti hadir kok*gag ada yang nanya*.

Thank's for all

Winnie, ryeozaki, mie2ryeosom, dheek enha1, arum junnie, yangbanbum, kiki craff, MyRyeongKu, nathanzhu, sweetyhaehyuk, star giraffe, mufidatul adriani, guest 1, kei, leetaoury, augesteca, nisaaa9, ryeo ryeo ryeong, riyantiKWS, meidi96, bluerose, guest 2, oelfha100194, lailatul magfiroh 16, hanazawa kay.

Buat yang udah review makasih banget mian kimi belum bisa bales review kalian satu-satu..

Untuk segala kekurangan di fic ini mohon di maklumi karena kimi masih amatir dan mudah-mudahan kalian tidak kecewa setelah membacanya.

Akhir kata review please...

.

'Kimidori'