"Aduh!" aku tersandung saat ingin berjalan menuju barisan dimana murid-murid Shinobi High School tingkat pertama yang mengikuti masa orientasi, seharusnya aku termasuk dalam barisan-barisan itu, tetapi tadi aku terjatuh dan kulihat seorang perempuan yang warna rambutnya langka karena berwarna merah muda.

"Eh? Kamu tidak apa-apa?" kata perempuan berambut merah muda panjang itu.

"Em, aku tidak apa-apa." Kataku.

"Halo, perkenalkan, namaku Sakura, Sakura Haruno. Aku murid Shinobi tingkat pertama. Salam kenal." Ia menyodorkan tangannya kepadaku. Jadi namanya Sakura, pantas sekali, tapi sayang cerewet.

"Hn. Uchiha Sasuke, tingkat pertama," Aku bersalaman dengan Haruno.

"Haruno, warna rambut kamu aneh, merah muda. Kamu juga kelihatannya cerewet. Dahimu juga lebar." Kataku datar tapi polos.

"Apa katamu? Dasar ayam biru!" teriaknya padaku, aku melihatnya dengan tatapan bingung. Ia berlari sekencang-kencangnya menuju barisan Shinobi High School tingkat pertama, sebelum melihatnya berbalik, aku melihat ada setetes air jatuh di pipinya. Padahal tadi aku mau bilang kalau dia lumayan imut. Sepertinya ia akan memusuhiku saat sekolah nanti.

Disclaimer: Masashi Kishimoto

.

Pairing: Sasuke dan Sakura

.

Warning: AU, VERY OOC!, typos, garing, romens gagal, gak jelas, kerusakan mata tidak tanggung jawab. TIDAK SUKA PAIRING TIDAK USAH BACA! -Maaf

.

Kalimat yang di Italic: dalam hati atau bahasa asing.

Enjoy!

.

Chapter 2: Ichiraku Ramen


Apa? Kencan? Si Haruno mau kencan? Dengan Alis Tebal Hijau yang norak? Haruno pasti bercanda. Aku tidak tahu kalau ia laku. Lalu apa yang harus aku lakukan? Berdiam diri di asrama? Membosankan. Mengganggu kencan Haruno? Ide bagus. Besok akan kubuat kencan mereka gagal dengan kelakuanku dengan Naruto. Tapi apa yang harus aku lakukan untuk mengganggunya? Sudahlah, ide pasti datang di tengah jalan.

Setelah mengoceh tak jelas di pikiranku, aku memutuskan untuk tidur. Karena ini memang sudah malam, kelewat malam malah. Sekarang sudah pukul setengah dua belas malam. Memang sudah saatnya untuk tidur.

Sasuke bicara dalam hati dengan panjang.


"'Lihat anak-anak itu Sakura-chan! Semangat mudanya berkobar-kobar! Apa kau setuju denganku?', 'Oh, aku sangat setuju, Lee.'." Sasuke Uchiha mencoba meniru Lee dan Sakura.

Naruto Uzumaki memberi Sasuke tatapan aneh tapi geli. "Ini sangat aneh bagimu Sasuke. Apa kau melakukan itu setiap waktu?" Ia bertanya dengan nada yang geli. Sasuke memberinya tatapan yang tajam. "Diam, Dobe. Cepat makan sana."

"Iya, iya Teme. Kau cerewet sekali." Naruto berkata dengan polos. Sasuke memberinya tatapan tajam lagi. Naruto langsung makan dengan banyak ayam goreng yang disediakan oleh pelayan-pelayan di Shinobi. Mereka sedang makan di Aula Besar. Sasuke dan Naruto duduk di bangku dengan meja yang memanjang, berhadapan dengan meja makan Sakura, Lee, Hinata, Ino, dan Tenten.

"Saskay, apa kau menyukai Haruno?" kata Naruto menelan makanannya. Sasuke memberinya tatapan tajam—lagi— saat Naruto mencoba bertanya kepadanya dengan mulut penuh ayam goreng.

"Tidak! Tentu saja tidak!" Sasuke menjawab terlalu cepat. "Kau bicara apa sih?"

"Yah, kau terlihat salah tingkah saat bersamanya dan terlihat gugup bila ingin bicara dengannya."

"Hey! Aku tidak gugup! A-aku, aku, aku hanya—"

"—Grogi?" Naruto menebak.

"Bukan, bodoh! Cepat lanjutkan saja makananmu." Ucap Sasuke ketus.

"Iya, baiklah Tuan Grogi." Goda Naruto. Sasuke memberi tatapan tajam untuk kesekian kalinya pada Naruto.

Naruto pun kembali melanjutkan acara makanannya. Sasuke mengedarkan pandangannya ke sekeliling Aula Besar. Ia melihat Haruno yang sedang bercanda dengan Lee.

Merasa diperhatikan, Sakura menengok ke arah Sasuke dan menatap matanya yang berwarna hitam.


Sasuke POV

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling Aula Besar dan berhenti tepat dimana Haruno dan teman-temannya duduk. Aku memperhatikan rambutnya yang menurutku warnanya norak. Tapi entah kenapa sepertinya rambutnya terasa lebih halus dan lembut dari biasanya. Eh tunggu. Apa yang kukatakan tadi? Halus dan lembut? Kutarik ucapanku kembali.

Sepertinya ia sadar kalau ia sedang diperhatikan. Ia menengok ke arahku dan mata hijaunya bersibobrok dengan mata hitamku. Ternyata warna matanya hampir mirip seperti batu emerald dan terlihat sangat indah, sehingga aku hanya bisa terdiam saat Haruno menatapku dengan tatapan aneh.

Kurasakan celanaku basah, aku mengerutkan dahiku bingung, "Oh, sial. Jangan bilang aku pipis di celana." Kataku kesal entah pada siapa.

"—Pffftt, tidak Teme, kau tidak pipis di celana, hahahaha," tawanya pecah saat ia melihatku kesal sendiri.

"bodoh sekali kau ini Saskay! Kamu 'kan sedang minum jus tomat, haha..." tawanya lagi.

Aku melihat tanganku yang memang sedang memegang gelas berisi jus tomatyang sudah tinggal sedikit lagi karena tumpah di celanaku. "Sial!" umpatku kesal dan berlari menuju asramaku diikuti dengan gelak tawa Dobe dan tatapan bingung dari beberapa murid Shinobi.

Ctek!

"Sudahlah Teme, jangan ngambek begitu. Nanti gantengnya hilang loh," oceh Naruto berusaha membujuk Sasuke.

Sasuke hanya memutar bola matanya bosan. 'Ngambek? Siapa juga yang ngambek. Aku cemberut begini karena aku tidak juga menemukan rencana yang pas untuk mengganggu kencan Haruno.' Kata Sasuke dalam hati.

"hei, Teme, kau dengar aku tidak?"

"Hn, tidak."

"Hei aku serius! Payah sekali kau ini," Naruto menyilangkan kedua tangannya. Saat ini Naruto memakai celana jeans berwarna biru dengan sweater oranye sebagai atasannya. Ia juga memakai kupluk agar kepalanya tetap merasa hangat dari salju. Sedangkan Sasuke memakai kaus biru berlambang kipas dan jaket tebal nan hangat, Sasuke sengaja tidak menyeleting jaketnya, terlalu hangat katanya. Dengan celana panjang berwarna biru.

Naruto mengedarkan pandangannya ke sekeliling Desa Konoha yang memang sangat dekat dengan sekolahnya. Setiap akhir pekan, Shinobi High School mengadakan kunjungan ke Desa Konoha yang notabene desa kecil nan indah. Di sini banyak sekali pedagang-pedagang yang menawarkan dagangannya.

"Teme, lihat! Warung ramen Ichiraku sudah dekat! Ayo kita mampir, siapa tahu saja Haruno dan Alis Tebal ada di sana!" Naruto menunjuk-nunjuk kedai Ichiraku yang tak jauh dari tempat dimana ia dan Sasuke berdiri.

Nah, biar aku jelaskan, Sasuke dan Naruto sedang berada di Desa Konoha. Setelah insiden 'pipis-di-celana' tadi Sasuke langsung mengganti celana dan pergi kesini bersama Naruto dan rombongan murid Shinobi lainnya.

.

"Ramennya dua ya, Paman Teuchi!" Naruto berteriak pada paman penjual mie ramen.

"Baik Naruto-chan, tunggu sebentar ya!" kata, lebih tepatnya teriak Teuchi tak kalah berisiknya.

Sekarang Sasuke dan Naruto sudah ada di kedai Ichiraku. Mereka duduk di meja nomor empat. Awalnya Sasuke menolak mentah-mentah tawaran Naruto yang bersikeras mengajaknya pergi ke Ichiraku yang diakhiri dengan menangnya Naruto dan diseretnya Sasuke.

Ternyata Lee dan Sakura ada di sana juga. Oh, sangat beruntung. Sasuke dan Naruto duduk di meja yang sangat jauh dari mereka di pojok.

"Paman, ramennya dua ya!" Naruto berdiri dan berbisik pada Teuchi—yang disebut paman oleh Naruto— kemudian kembali duduk di kursinya.

Sasuke sedari tadi hanya memperhatikan Sakura dan Lee. Kadang-kadang ia mengepalkan tangannya kuat-kuat saat Sakura bisa tertawa lepas dengan Lee. Kadang-kadang juga Sasuke menyeringai tanpa alasan saat melihat Sakura mengerucutkan bibirnya kesal.

"Hoy! Sedang apa kau!" kaget Naruto. Sasuke memutar bola matanya.

"Kau memperhatikan mereka, atau Haruno, hm?" Naruto mencoba menggodanya.

"Tidak keduanya." Balas Sasuke singkat saat pesanan mereka datang. Naruto langsung makan dengan lahapnya.

Sasuke memutar bola matanya dengan bosan saat melihat Naruto dan memakan ramennya juga. Ia berpikir kenapa ia bisa menjadi sahabatnya. Ia juga tak menyangka kenapa Naruto bisa menjadi sangat bodoh di lain kesempatan dan kenapa juga ia bisa menjadi sahabat yang baik dan selalu ada untuknya. (Sasuke: Hey, kalian jangan bilang kalau aku memujinya. Nanti hidungnya terbang dan ia tak bisa menangkapnya.)

Mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, Sasuke bisa melihat dengan jelas Sakura yang bersemu kemerahan saat Lee mencoba mendekatkan wajahnya. Sadar atau tidak sadar, Sasuke mengambil bumbu pedas bubuk dan memasukkannya dalam jumlah yang banyak kedalam ramen yang sedang ia santap. Alhasil saat ia menyumpit ramen ke mulutnya ia kepedasan, "Uwah!" Sasuke mengibaskan tangannya pada bibirnya, mengusapnya kasar berulang-ulang, dan menjilat-jilat sumpitnya, dan megap-megap seperti ikan tanpa air.

Naruto yang sedari tadi makan dengan lahap akhirnya mendongak dan menatap sahabatnya. "Kau kenapa Sas?"

"Air! Air!" Sasuke megap-megap tak karuan.

"Ini nih!" Naruto ikutan panik, alhasil tangannya tergelincir dan gelas berisi air penuh yang awalnya ingin ia berikan pada Sasuke malah mengenai wajah sahabatnya.

Ctek!

"Teme! Maafkan aku! Aku tidak sengaja! Tadi itu aku panik!" Naruto bersikeras meminta maaf pada Sasuke.

Sasuke masih tak mau bicara pada Naruto karena bibirnya yang tebal dan merah alias doer, dan kali ini ia benar-benar ngambek padanya. Maka dari itu Sasuke hanya diam saja.

"Baiklah, diam berarti 'ya, kumaafkan'," Naruto mulai bicara sendiri.

"hey, ngomong-ngomong apa kau benar-benar menyukai Haruno? Dari tadi kau melihatnya terus."

"Aku tidak menyukainya!"

"Hm, tidak menyukainya ya... Kalau begitu pasti kau mencintainya!" Setelahnya Naruto tertawa. Giginya yang putih bersih tampak berkilau di mata Sasuke. Duh, silau. Batinnya silau melihat gigi Naruto.

"Uzumaki. Aku punya tomat di tanganku." Sasuke mencoba lebih sabar.

"Ya lalu? Apa yang akan kau lakukan? Memakannya?" Naruto memancing emosi Sasuke.

"Aku bisa saja melemparnya sekuat tenaga padamu."

"Ya, coba saja, kau tak akan ber —aw! Sasuke!"

"Sudah kubilang." Sasuke menyeringai dengan bibir doernya.

Tbc


A/N: Apakah ini updatenya sudah lumayan cepet? Maaf kalau kelamaan :) Diput juga punya kehidupan di duta XD

Makasih udah mau baca chapter dua ini. Semoga memuaskan.

Bila berkenan silahkan review, segala macam bentuk review diterima kok :D

.

Special thanks for: Hatsune Cherry, aguma, dhawibheyindahucuLdt, Legolas, mako-chan, ziyanff75, Zayeen, ghya ffary.

Balesan review non login (Yang login cek PM):

Legolas: Terima kasih banyak udah mendukung saya, ini udah dilanjutkan :) Makasih udah review. Rievew lagi?

mako-chan: Ntar liat aja ya. Si Sasuke belum mau ngaku XD Makasih udah review. Review lagi? :)

Zayeen: Hehe. Makasih udah review. Rievew lagi? XDD

ghya ffary: Makasih, ini udah dilanjutin :)Makasih juga udah review. Rievew lagi? Hehe XD

Baiklah! Sesi balas review udah selesai.Waktunya pamit :)

Sign,

Diput

Cimahi/2/14/2013