"Selamat pagi sayang,,,"

"Ya, selamat pagi Jim. Jadi bisakah kau segera bangun dari atas tubuhku dan urusi istrimu yang cerewet itu?"

"Huuuh,,, baiklah. Tapi berjanjilah jangan pernah kembali kepada laki-laki berengsek itu lagi meskipun dia menangis darah dibawah kakimu?" ucap Jimin.

"Kau sama berengseknya dengan dia Jimin. Bagaimana bisa kau menyebut Taehyung kekasihku BRENGSEK?" ucap wanita cantik yang berada dibawah kungkungan Jimin.

"Haaah, baiklah terserah kau saja. Aku akan kesini lagi malam ini. Tunggu aku neee" ucap Jimin yang langsung bangun dan mengecup kening wanita cantiknya.

"Yayaya terserah kau saja Jim." Jawab wanita cantik itu dengan malas.

15menit kemudian,,,

Jimin yang sudah mandi dan rapih memakai setelan jasnya pun segera keluar dari kamar apatemen mewah tersebut dan disambut oleh wanita manis yang sudah sekitar 1jam yang lalu menangis terduduk lesu dibalik pintu apartemen yang baru saja Jimin lewati.

"Sudah lah Kookie-ah aku sudah bosan dengan tangisan buaya mu. Cepat berdiri dan jangan mempermalukan ku" ucap Jimin sebal. Ini bukan yang pertama kalinya ia dipergoki oleh istri manisnya sedang tidur diappartemen wanita lain. Bahkan entah sudah terhitung lagi air mata yang sudah istrinya keluarkan.

"Tidak Jim, aku benar-benar mencintaimu. Jangan seperti ini lagi! Aku mohon berhenti mendatangi SIJALANG ITU!" ucap Jungkook dan penuh penekanan dan menaikan suaranya diakhir kalimatnya. Habis sudah kesabaran Jungkook selama 1bulan ini karena bagaimana pun Jimin adalah suaminya dan seluruh Korea bahkan dunia pun tau itu. Jungkook sudah amat sangat muak dengan tingkah Jimin yang terang-terangan membawa wanita jalang simpanannya kedepan publik setelah hampir 2tahun ia menyebunyikan hubungan terlarang nya.

"SIAPA YANG KAU BILANG JALANG HAH? KAU SUDAH MEMANGGIL KAKAK MU SENDIRI DENGAN JALANG? HAHAHA... Lalu kau pikir kau jauh lebih baik darinya?" senyum meremehkan Jimin sangat jelas. Melihat Jungkook yang membolakan matanya, terlihat sangat terkejut dengan kata-kata Jimin.

"Dan dengarkan ini baik-baik Jeon Jungkook manis!" lanjut Jimin.

"Je-jeon?" suara Jungkook terbata.

"Ya. Jeon Jungkook! Kau sangat tidak pantas memakai margaku." Jawab Jimin dengan segala keangkuhannya. Berbeda sekali nada bicaranya dengan yang ia gunakan dengan wanita cantik kebangganya. Cukup muak Jimin dihadapkan dengan air mata dan raut wajah sedih istrinya. Akhirnya Jimin memilih pergi meninggalkan Jungkook.

Tetapi baru beberapa langkah Jimin melangkah ia berbalik dan kembali untuk membantu Jungkook berdiri dan membawanya pulang kerumah mereka. Bagaimana pun juga Jimin adalah seorang suami bagi Jungkook. Dan wanita itu lah yang mengajarkan Jimin tentang cinta pertama hingga beberapa tahun lalu ia bertemu dengan kakak tiri Jungkook yang baru saja datang dari Jepang. Jimin sangat tau diri untuk masih menjaga dan menafkahi Jungkook tentu saja dengan imbalan istrinya tidak boleh keberatan jika saja Jimin tidak pulang kerumah untuk menginap dirumah kakak tirinya.

Sesampainya dirumah, Jimin langsung menggendong Jungkook dengan bridal style. Karena didalam perjalanan Jungkook hanya dapat menangis tersedu dan tertidur karena kelelahan dengan sangat terpaksa Jimin harus menggendongnya. Para pelayan dirumah itu yang melihatnya pun langsung membantu Jimin dengan membukakan pintu kamar mereka. Dan dengan perintah Jimin para pelayan itu melepaskan sepatu dan menggantikan baju Jungkook. Beberapa tahun lalu Jimin lah yang melakukan itu semua dengan lembut dan penuh kehati-hatian. Tetapi untuk sekarang jangankan untuk melakukan hal-hal seperti yang dulu ia lakukan, Jimin lebih memilih bertukar pesan dengan kakak tiri Jungkook.

Dan tanpa sepengetahuan Jimin, wanita yang sudah menjadi istrinya selama hampir 8tahun lamanya sedang menangis dalam diam. Ya, Jungkook sudah terbangun sekitar beberapa saat setelah Jimin menggendongnya dan membawa tubuh sintalnya kekamar yang dulu adalah tempat untuk mereka bersenda gurau, bercerita tentang kegiatan sehari-hari mereka atau bahkan bercinta. Tetapi sekarang adalah satu-satunya tempat Jungkook untuk menangis dalam diamnya. Hingga sudah hampir 1jam Jungkook menangis dalam diam, Jimin bergegas untuk megganti bajunya dengan baju santai yang mempelihatkan bentuk atletisnya. Yang sudah pasti menambah pesona Jimin. Jimin terlihat sedang mendekati tubuh sintal istrinya yang saat ini sudah terlihat sedikit kurus dan ia pun mendudukan tubuhnya dibawah kasur untuk mengelus rambut lurus berwarna hitam kelam istrinya.

"Aku akan pergi sebentar lalu akan pulang dan menemanimu malam ini. Maafkan aku Kookie-ah, aku... aku..." tanpa menyelesaikan kalimatnya Jimin mengecup kening Jungkook dan segera pergi dari kamar itu meninggalkan wanita manis yang tersenyum miris.

TBC

Hai aku kembali, yaaah meskipun yang respon ff ini hanya 2orang aja. Tapi aku tetap menghargai itu. dan terima kasih untuk adikku kyra a.k.a MinJiSu. Dan juga ParkMinjis untuk review nya.

Masih dirahasiakan yah siapa wanita cantik kebanggaannya Jimin dikasur itu *ditampol Jimin* mungkin di chap depan aku bakal kasih tau siapa wanita yang bikin Jimin berpaling dari Kookie yaaaah. Tapi itu masih mungkin yah Hehehe

Semoga setelah aku update ini ada yang mau baca dan review ff abal aku ini. terima kasih, annyeoooooong