Onyx and White shawl

Disclaimer : Masashi Kishimoto.

Pairing : Sasuke U & Sakura H.

Ganre : Hurt/comfort & Romance.

Rate : T(may be)

summery : waktu kecil Sakura tersesat disebuah taman dan seorang anak laki-laki bermata onyx membantunya laki-laki yang menolong Sakura memberi sebuah syal ke Sakura pindah dari SHS ke KHS,disekolah barunya ia bertemu dengan anak laki-laki bermata onyx,tapi...

Warning : Gaje,AU,TYPOS,OOC,DLL.

Don't like. . .
Don't read. . .

~HAPPY READING~

Bel jam istirahat telah dibunyikan, banyak anak-anak yang menghabiskan waktu untuk menikmati makan siangnya, tapi tidak untuk Sakura, dia anak baru di sekolah ini, tidak banyak orang yang ia kenal, jadi dia hanya duduk di kelas bersama teman sebangkunya. Hinata Hyuuga.

"Kenapa tidak ke kantin Hinata-chan?" tanya Sakura pada gadis Hyuuga itu.

"Ti.. Tidak, aku tidak suka ke kantin." jawab Hinata, gagap.

"Itulah Hinata-chan, dia lebih suka ketenangan," ujar orang yang duduk di bangku sebelah bangku Sakura.

'Onyx?' batin Sakura agak terkejut.

"Sa.. Sai-kun," kata Hinata menatap Sai.

"Hem. Halo, aku Sai Uchiha," kata Sai memperkenalkan diri pada Sakura dengan senyum yang selalu ia tampilkan.

"Hem, salam kenal juga," kata Sakura juga ikut tersenyum.

"Kenapa hanya Sai saja yang berkenalan?" ucap salah satu teman Sai yang ada didepan bangku Sai.

"Iya, tidak kompakan." kata anak yang tadi bertanya soal rambut Sakura.

"Kiba, Naruto? Kata kalian, tadi mau ke kantin," ujar Sai menatap ke dua sahabatnya.

"Tidak jadi, di kantin ramai sekali," kata Naruto, anak yang memiliki rambut duren.

"Benarkah?" tanya Sai innocent.

"Benarkah kau bilang? Itu gara-gara kembaranmu, tau!" teriak Naruto pada Sai.

"Hahaha, jangan lebay gitu," Sai yang di teriaki Naruto malah tertawa.

"Iya, Naruto benar Sai, itu gara-gara kembaranmu yang stoic itu, kami jadi kelaparan." ujar Kiba menekuk ke dua tangannya di dada.

"Dia memang begitu, maklumilah," kata Sai yang merasa tidak enak juga pada sahabatnya ini.

"Tapi dia juga merebut Matsuri-chan dariku!" kata Kiba yang agak marah.

"Haahh, maafkanlah dia, dia memang sulit diatur." kata Sai menghela nafas dan mewakili kembarannya minta maaf pada Kiba.

"Em? Apa Sai-kun punya kembaran?" tanya Sakura yang dari tadi hanya menjadi penonton.

Sai hanya mengangguk dan tersenyum.

"Seperti apa dia?" tanya Sakura lagi yang agak penasaran.

"Dia itu stoic, dingin, ayam, menyebalkan, dkk." ujar Kiba datar dan sepertinya puas mengatai kembarannya Sai.

"Kok 'dkk' sih? Seharusnya kan 'dll' ." kata Naruto menimpali.

"Terserah aku donk, aku kan yang ngomong," kata Kiba keras kepala.

"Terserah deh." Naruto akhirnya nyerah.

"Apa benar yang Kiba katakan itu?" tanya Sakura pada Sai.

"Sebenarnya dia baik, tapi kelakuannya yang mungkin membuat orang lain membencinya," kata Sai dengan senyum seperti biasa.

"Apa dia mirip denganmu?" tanya Sakura untuk kesekian kalinya.

"Em? Bagaimana ya?" kata Sai sambil berfikir.

"Kalau menurut siswi-siswi di sekolah ini, dia bagaikan pangeran. Tapi menurutku tidak, memang dia itu lebih tampan dari Sai, tapi dia juga lebih nakal dari pada Sai." jelas kiba panjang dan lebar.

"Kiba, kau salah mengartikan 'lebih nakal dari Sai', dia itu jauh jauh jauh jauh lebih nakal dari Sai," kata Naruto lebay, meralat kata-kata Kiba.

"Baiklah, terserah kau sajalah." ujar Kiba pasrah.

"Sakura-chan, kau kalau mau melihat kembarannya Sai sebaiknya ke kantin, dia pasti sedang di kerumunin 'Fans Girl'-nya," ucap Naruto.

"Ayo ku antar," senyum Sai menawarkan diri.

"JANGAN!" teriak Kiba dan Naruto bersamaan.

"Kenapa?" tanya Sai binggung.

"Kau itu sudah punya Ino-chan, mau ngegebet(?) Sakura-chan juga,hah! Biar aku yang mengantar Sakura-chan." kata Naruto menunjuk ke Sai lalu nunjuk dirinya sendiri.

"Enak saja, aku yang akan mengantarnya." Sambung Kiba tidak mau kalah.

"Teman- teman, aku akan ke kantin bersama Hinata-chan saja, kau mau kan menemaniku Hinata-chan?" tanya Sakura melerai pertengkaran kecil teman- teman barunya, lalu di lanjutkan bertanya pada Hinata.

"I.. Iya, boleh." ucap Hinata tentu dengan gugupnya.

"Kalian boleh ikut, ayo." ucap Sakura berdiri dari duduknya.

Saat mereka ber-5 sedang berjalan menuju kantin, ada anak perempuan berambut pirang panjang dikucir kuda, berlari kearah mereka.

"Sai-kun!" terik anak perempuan itu pada Sai dan wajahnya terlihat panik.

"Ino-chan, ada apa?" tanya Sai saat Ino sudah ada di depannya.

"Ga.. Gawat, hosh hosh, Sa.. Sasuke-kun," kata Ino yang masih ngos-ngosan.

"Bernafaslah dulu Ino-chan," ujar Naruto.

"Haaahh... Sai-kun gawat, Sasuke berkelahi di kantin!" kata Ino yang menghembuskan nafasnya dan sudah cukup tenang.

"Sasuke berkelahi?" ulang Sai.

"Iya, ayo cepat. Itachi-nii juga sedang menuju kekantin." ujar Ino.

Mereka pun berlari ke kantin, dan benar apa yang Ino katakan.

Di sana ada Sasuke yang sedang memberontak karena ke dua tangannya dipegang oleh Itachi dan Sasori. Sedangkan tubuhnya dipegang dari belakang oleh anak rambut merah dan ada tato 'ai' di pelipisnya, sebut saja dia Gaara. Sedangkan kakinya yang bebas berusaha menendang- nendang kearah anak berambut perak yang poninya menutupi sebelah matanya, dia bernama Saxon.

"Apa yang kalian lakukan, akan kuhajar dia!" teriak Sasuke yang terus memberontak.

"Sasuke, hentikan!" bentak kakak Sasuke (Itachi) yang sudah kualahan menahan tubuh Sasuke walau sudah dibantu 2 orang.

"Dia sudah babak belur Sasuke!" kata Sasori yang ikut berteriak atau mungkin membentak.

"Kalau kau begini, nanti kau dapat masalah!" sekarang Gaara yang berbicara.

"Lepas! Dan kau mahluk silver, awas kau jika melakukan hal itu!" bentak Sasuke.

"Aku tidak melakukan apa pun!" teriak anak yang dipukuli Sasuke.

"Saxon, sebaiknya kau pergi dari sini, biar Sasuke bisa tenang!" ucap Itachi yang terdengar memerintah.

Saxon pun langsung berlari menjauh dari kantin, dan dia berpapasan dengan Sai yang baru sampai di kantin.

Buru- buru Sai menghampiri Sasuke yang masih dipegangi tiga orang.

"Ada apa?" tanya Sai pada ke-3 orang yang memegangi Sasuke.

"Cih, Lepas!" kata Sasuke yang mulai tenang dan melepaskan pegangan yang sudah mengendur itu.

"Ada apa?" tanya Sai lagi, karna tidak ada yang memjawab pertanyaannya tadi.

"Kami tidak tau, tadi saat Saxon datang ke kantin, tiba- tiba Sasuke memukulnya," jelas Gaara yang memang bersama Sasuke sejak tadi.

Semua mata tertuju pada Sasuke. Dan mata emerald Sakura pun salah satu yang menatap mata onyx Sasuke.

'Matanya tajam dan menghipnotis, sama seperti anak kecil itu, tapi ada lagi yang sama.' batin Sakura menatap ke-3 keturunan Uchiha di kantin itu.

. . . . .TBC. . . . .

Pendek, ancur, gaje, dll. (-.-)
Ma'ap crtanya datar, . ,

Sya dah meng-edit chap 2 nich 2X mga ja da kmajuan z. .
Klo blum sya akan tetap truz brusaha agar bsa memperbaiki cra pnulisan sya!*semangat '45.

Ma'ap chap 2 nich, Sasuke mnculnya dikit, tpi tuk chap dpan, sya usaha'in Sasuke nya lbih banyak.(?).

N Trima ksih yang dah bersedia review (Winterbloss Concrit Team n 4ntk4-Ch4n) n smua yang mau membaca fic nich, . ,
Arigato*membungkukan badan berulang X.

Sya msih btuh masukan n koreksi dri para senpai semua. .

Jadi, please please please. . . .

Review z. . .