Ch 2 Santap Malam, Keterkejutan, Diskusi
Seventeen ©Tuhan, Pledis ent, Keluarganya
Fanfic ini dan OC ©Jameelah Jamil
Posisi OC disini bisa dibayangkan sebagai kalian ketika dihadapkan dengan situasi seperti dalam cerita.
Maaf bila ada salah kata dan kata2 yang kurang berkenan.
RnR.. DLDR..
Ayu POV
Tok..tok..
Terdengar bunyi ketukan di depan kamar. Aku pun membuka mataku dan bangkit melihat siapa yang mengetuk kamarku. Baru saja beberapa menit memejamkan mata.
"ya?" kubuka pintuku dengan mata masih separuh tertutup.
"maaf mbak, ini ada wedang jahe biar badannya lebih segar"
Oh.. rupanya si Mingyu.
"wah.. makasih.."
"yasudah, lanjut istirahat lagi aja mbak.."
"oke Min.."
Aku pun masuk ke kamar lagi. Menyeruput wedang jahe sampai habis lalu tidur lagi sampai menjelang magrib. Kusetel alarm agar sebelum makan malam aku bisa mandi dulu.
Mingyu POV
Tugas mengantarkan wedang jahe ke kamar mbak Ayu pun selesai. Kuputuskan untuk ke dapur. Kulihat ia sedang memotong-motong sayuran. Kuambil makanan pesanan mbak Ayu yang ada di atas meja. Kumasukkan ke dalam kulkas.
"hyung, apa yang akan kau masak?"
"hmm.. sesuatu yang mudah, dan menyegarkan. Seogogi Muguk saja"[sup lobak daging]
"oh.. itu.. oiya, dagingnya apa yang kau pilih?"
"sapi" ucapnya sambil serius dengan memotong daging dengan telaten.
"bagus.. untung kau tak salah pilih"
"tentu saja.. aku tau begitu kau jelaskan mengenai Ayu noona yang tidak makan babi, hewan amfibi dan reptil.. kalo soal reptil sih jelas kita juga tidak makan kan?"
"haha iya, pintar kau"
"wah sial.. memangnya selama ini aku tidak pintar?" ia terlihat mengacungkan pisau kearahku.
"astaga.. santai saja lah.. sudah ayo lanjut lagi. Nanti keburu makan malam tiba makanan belum selesai semua.
"iya tuan!"
Aku pun memutuskan membantu memasak di dapur dan menata meja makan.
Dinner Time
Mingyu POV
Kulihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 7 malam. Saatnya aku mengetuk kamar mbak Ayu untuk mengajaknya makan malam.
Didepan kamar Ayu ku ketuk pintu kamarnya.
Tok tok..
"mbak, saatnya makan malam"
"iya.. 5 menit lagi aku turun" terdengar sahutan dari dalam.
"oke! Kutunggu dibawah"
"sip"
Aku pun menunggu kedatangannya di meja makan.
Third POV
Tak lama kemudian, Ayu pun turun dan datang ke ruang makan yang terlihat sudah terhidang sup lobak daging, kimchi dan pesanannya tadi siang di restoran Mingyu. Di bangku meja makan sudah ada Mingyu dan Wonwoo yang duduk berhadapan berseberangan. Ayu pun duduk di ujung meja agar bisa mudah mengobrol dengan mereka.
"baiklah, orang yang kita tunggu telah tiba, mari makan" ajak Mingyu.
"well terimakasih, dan maaf sudah merepotkan di hari pertama menumpangnya diriku hehe" jawab Ayu agak sungkan.
"tidak masalah noona, iya kan hyung?"
"eh-iya.. hehe santai saja Ayu-shi"
"baiklah.. mari kita makan.. lalu kita berbincang hangat malam ini"
Mereka pun makan malam dengan tenang dan sunyi. Menikmati makanan yang terhidang hingga habis makanan tersebut di piring mereka masing-masing.
Setelah semuanya selesai makan ada jeda kesunyian diantara mereka bertiga. Lalu, Mingyu berinisiatif membuka perbincangan.
"ehm.. jadi.. katanya mbak Ayu mau bicara? Silakan tanyakan apa saja yang sedari tadi jadi uneg-ungemu, mendem sesuatu kelamaan jadi jerawat lho nanti" goda Mingyu kepada Ayu dengan bahasa Indonesia.
"asem, jangan nyumpahin gitu dong.. aku juga bingung ini mau ngomong apa dulu.."
"eh, mbak.. ngomong Korea-an aja yuk, kasian Wonwoo hyung nanti ga ngerti. Tuh liat udah plonga-plongo dia" ujarnya sambil menunjuk Mingyu. Pihak tertunjuk diam dan tetap memasang tampang melongo.
Ayu pun menepuk jidat "Oh iya.. lupa aku" lalu ia mulai menyusun kata-kata apa yang ingin ia katakan.
"okay.. first thing, bolehkah aku bertanya kepada tuan Mingyu dimanakah istrinya berada? Karena sedari tadi aku datang belum juga kulihat orangnya, lalu.. bisa perkenalkan diri anda lebih lengkap tuan.. Wonwoo?" tanya Ayu memulai perbincangan dengan ragu.
Ada jeda sebelum pertanyaan dijawab. Terlihat Mingyu dan Wonwoo yang saling tatap seolah sedang bicara dengan pikiran mereka. Kemudian, Mingyu menjawab.
"sebelum kau bertanya dimana gerangan istriku, kuharap kau mau mempersiapkan dirimu dahulu noona" ujarnya sambil tersenyum misterius.
"hemm.. baiklah.. aku sudah sangat mempersiapkan diri dari tadi siang sebenarnya"
"bagus kalau begitu, karena jawaban dari kedua pertanyaanmu akan aku jawab langsung"
Lalu.. Mingyu menunjuk ke arah orang sedari tadi terdiam dengan wajah gugup.
"inilah.. orang yang sedari tadi kau cari, dialah Jeon Wonwoo" ujar Mingyu tenang dan mantab.
Setelah pernyataan tersebut, ada keheningan yang terasa sangat canggung. Terlihat ekspresi Ayu yang tampak absurd. Mata yang berkedip beberapa kali, mulut agak terbuka, dan wajah nyaris tak berekspresi. Lalu, terlihat bibirnya mulai hendak berkata.
"Min.." ada jeda.. ia tatap mata Mingyu dengan intens.
"kowe ojo ngapusi aku yo, aku iki pancen fujoshi, tapi aku wes pengen tobat dek! Wes ojo nggodani aku tho!" [kamu jangan menipuku ya, aku ini memang fujoshi {cewe demen yaoi lol. Gatau yaoi? Ah masa :3} tapi aku udah pingin tobat dek! Udah jangan nggodain aku deh!]
Ayu bebicara bahasa Jawa dengan Mingyu untuk ikutan bercanda. Karena ia menduga Mingyu becanda.
"lhadalah.. tenan mbak! Moso iyo aku ngapusi panjenengan*" [lah.. bener mbak! Masa iya aku menipu kamu *bahasa halus]
"lha jelas aku ra percoyo! Kowe edhan tah? Aku ngerti kowe iki mbiyen pleiboi cap sikil mambu, changing yo girlfriends like changing yo undies dude!" [lha jelas aku ga percaya! Kamu gila hah? Aku tau kamu ini dulunya playboy cap kaki bau(?)] Ayu berkata nyaris berteriak dihadapan Mingyu dengan ekspresi kesal dan tak terjelaskan.
Terlihat Wonwoo yang makin melongo dengan bahasa aneh yang sedang ia dengar, lalu melotot kearah Mingyu mendengar ucapan bahasa Inggris dari Ayu.
"mbak enough talkin' in Javanese... tidakkah kau lihat rupa istriku ini?" ujar Mingyu seraya menunjuk orang di hadapannya . "wajahnya sudah terlihat bingung tidak karuan" Mingyu memulai percakapan dengan bahasa Korea lagi. Wonwoo terlihat menunduk malu disebut 'istriku' oleh sosok yang lebih muda darinya itu.
"haahhh.." Ayu menghembuskan nafas frustasi lalu melanjutknya kalimatnya.
"Wonwoo.. apakah benar jika kau memang em... is..trinya Mingyu? Well atau lebih nyaman ku sebut suami.." Ayu menatap Wonwoo penuh rasa penasaran.
"semua hal yang dikatakan Mingyu, yang aku tidak mengerti itu.. aku yakin sudah tersampaikan siapa aku sebenarnya.. kurasa. Ya, aku memang sudah menikah dengan orang ini" ucap Wonwoo menunjuk Mingyu sambil mengendikkan bahu dan berekspresi santai. Lebih tepatnya mencoba menghilangkan ketegangannya seari tadi.
Suasana pun sepi kembali.
Ayu POV
Suasana makan malam kembali sepi, penuh dengan kecanggungan yang menggelitik. Ingin lidah ini bertanya banyak dan berdiskusi mengenai masalah pernikahan sejenis yang mereka jalani, namun aku bingung memulainya darimana.. maka, kucoba bertanya secara bertahap.
"ehm.. sudah berapa lama kalian menikah? Lalu siapa saja keluarga kalian yang diberi tahu? Lagipula.. bagaimana orangtua kalian merestui pernikahan semacam ini? Maaf bila pertanyaan ini beruntun dan seakan membombardir kalian" tanyaku dengan bahasa korea berlogat semi Jawa, semacem Jav-Ngul aka Javanese-Hangul gitu deh.. "dan untukmu Min, aku mau nanya, kenapa bisa Ahjussi dan Bulek merestui pernikahan menyalahi kodrat seperti ini?" tanyaku pada Mingyu sembari menatapnya tajam.
Mereka terlihat saling tatap satu sama lain seolah menyuruh 'kamu saja yang jawab' 'tidak, kamu'. Membuatku geregetan.
Lalu, kulihat Mingyu melihat kearahku bersamaan dengan Wonwoo dengan tatapan penuh keyakinan. Hey! Cepatlah katakan sesuatu! Jawab pertanyaanku...
TBC
Pojok Cuap-cuap:
To:
Depitannabelle : hahha.. suka baca malem-malem ya? Nih ane posting malem hehhe.. ini lanjutannya, happy reading, jangan insom lagi ya :3
DaeMinJae : Lha moso ta? Yo bayangno wae mas Min sing sawo mateng kuwi njowo-an(?) haha nih penjelasan 'jelas'nya disini... enak tho? Haha ciye pertama.. :3
Istrinya 'v : fufufu.. biasa ae sih.. toh ffn Cuma pelampiasan ide gila ane. Hermaprodhitnye ntar ane jelasin (entah chp berapa wakakka) nuhun nyak maneh resep ku FF kuring. Sok atuh di promotin ke temennya yg kepopers & sepentin pens sekalian di review buat masukan sayah. Mas sekop ntar ane jadiin kang masak / kang parkir boleh?
Btobae : alamakk.. aku tersandung #eh tersanjung.. huhu.. hayoo apa reaksinya tadi?
Huhuhu.. iyanih, mulai ngurangin baca doujin anime yaoi R 20+ sih #jderr tau itu dosa, tapi merupakan guilty pleasure gtu.. (jalan ke neraka emang lebih mudah say #plak) . Iya, ane orang Jawa ..
Jungjaegun : hehe yomanss, ini sudah lanjut say.. ripiw lagi ea qaqa..
Ranhy : huhu ripiwnya dikit soalnya terlalu berat apa ya bahasannya? Hmm.. promotin ke kpoper temenmu dund.. buat sekedar masukan ama saran aja buat kedepannya.. (sekalian sumber ide gitu)
Wahh makasih sayyy nantikan selanjutnya yaa..
Kxmhyxnx : sip.. thankss :3
JejeKyu Red Sapphire : iki wes dilanjut say, nantikan selanjutnya yaa :3 weleh keren ta? Suwunn
Sip.. kulanjut yoo.. FF mu ada tuh kayanya yang pernah kubaca belum apdet2.. apdetin dong.. udah ku review lho (ga login tapi)
Chim : lhaa.. iya ta? Haha sipp thankss akan segera ada lanjutan mudah2an :3
Well.. well.. ewell-ewell.. review memang sedikit, ane ga masalah.. karena ternyata ada ratusan viewer dan visitor yang sider hehehe.. isokay wae.. isokay wae mas.. isokay wae.. aku rapopo.. aku rapopo..aku rapopo.. #hushhNyanyiKaroMbakJupe ane ga mempermasalahkan review sih, tapi somehow review itu berguna bgt buat jadi masukan cerita. FFN emang ga ada untungnya buat author nulis disini, kecuali sekalian promo jualan gtu(?) tapi sekedar arena latihan menyusun karangan dengan feedback audiens secara langsung. So, banyak dikitnya review mempengaruhi ide cerita, mood, dan motivasi menulis authornya. Setuju?
Sekian.. terimakasih reviewers, dan likers, followers
Followers:
DaeMinJae, Panda Qingdao, Xiohzi, btobae, depitannabelle, fvcksoo, insanely-junhao , shikshin28
Favourites:
DaeMinJae, Panda Qingdao, Xiohzi, btobae, depitannabelle, nanaelfindo
pokoknya ai lop yu.. sankyu so mat.. sampai jumpa di chap 3...
