2012 vs 2024
Main Pairing : Kyuhyun X Sungmin
.
.
Rated : T
Genre : Romance, Friendship
Warning : BL, Yaoi, Typo (s), bad plot, not EYD, pasaran
Disclaim : All cast isn't mine
.
Summary : Kyuhyun dan Sungmin yang berusia 5 tahun di tahun 2024 harus terjebak dalam lingkaran waktu, kembali menuju tahun 2012. Dan Mereka pun harus bertemu dengan Kyuhyun dan Sungmin remaja di tahun 2012. Bagaimana kehidupan mereka selanjutnya?
.
.
Don't Bash Anything in this FF
.. Don't Like Don't Read ..
.
.
Annyeoong~! ^^ *lambai-lambai*
Ada yang masih ingat Fic ini? *tidak ada* #pundung di pojokan
Hahaha, biarlah.. saya akan tetap mengapdetnya,
Jeongmal Mianhae buat readerdeul yang menantinya, ini apdetnya lamaaa.. Saya ada urusan jadi tidak sempat melanjutkannya.. hehe ._.v
Waahh, banyak yang bingung dengan set waktunya? Bertanya apa tidak terbalik? Haha
Entahlah #plaak, Saya ingin membuat KyuMin chibi di tahun 2024 sih jadinya seperti ini deh ._.v
Tidak perlu memusingkan itu ne? Ikuti saja, nanti kalian juga mengerti *semoga* Hahaha :D
Oke deh.. Silahkan di nikmati ^^
Enjoy Reading~!
#NB : Kyuhyun kecil di panggil dengan Kyu dan Sungmin kecil di panggil Minnie ^^ *semoga tidak bingung*
.
.
~Chapter 2~
2012 vs 2024
"Kau?"
Kyuhyun berteriak keras saat melihat dua sosok bocah kecil keluar dari tabung yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Eh? Siapa? Aku?" balas salah satu namja kecil sambil mengernyit bingung dan menunjuk dirinya sendiri.
Kyuhyun tidak mempedulikan pertanyaan namja kecil itu, ia justru menoleh dan menatap Sungmin yang terdiam di tempatnya sambil menatap 2 bocah kecil yang berdiri di depan mereka.
"S-siapa mereka?" bisik Kyuhyun pada Sungmin yang hanya dibalas dengan gelengan kepala dari Sungmin.
"Kalian siapa?" tanya Sungmin dengan santainya sambil mulai berjalan mendekati 2 namja kecil itu.
"Kyu, Minnie takut" namja imut yang berada di sebelah namja kecil yang cukup tinggi itu mulai mundur seiring dengan Sungmin yang berjalan menghampiri keduanya, ia mundur dan bersembunyi di belakang tubuh namja kecil di depannya.
"Yak! Kau mau apa?"
Langkah Sungmin terhenti saat Kyuhyun menggenggam lengannya. Sungmin menoleh dan mendelik kesal.
"Lepas!" perintah Sungmin tapi Kyuhyun tak bergeming dan membuat namja imut itu menghela nafas.
"Aku hanya ingin berbicara dengan mereka" ucap Sungmin lagi. Kyuhyun pun melepaskan genggamannya lalu mulai mengekor di belakang Sungmin.
"Pabbo-ya" desis Sungmin pelan.
Saat ini Kyuhyun dan Sungmin pun telah berada tepat di depan 2 namja kecil yang terlihat ketakutan itu.
"K-kalian capa?" pekik namja kecil berambut ikal tersebut setelah mengumpulkan seluruh keberaniannya.
Sungmin tak menjawab pertanyaan anak tersebut. Ia justru berlutut tepat di depan 2 bocah yang tengah ketakutan tersebut.
"Gwenchana, tidak perlu takut ne?" ucap Sungmin sambil mengacak rambut ikal namja kecil di depannya. Sungmin tahu bahwa dua bocah itu sedang ketakutan, sangat terlihat dari wajah mereka yang pucat juga tubuh mereka yang bergetar ketakutan, karena itulah Sungmin tidak ingin menanyakan apa pun saat ini. Kyuhyun yang berdiri di belakang Sungmin hanya bisa terheran dengan sikap Sungmin yang berubah drastis, tidak ada sikap yang keras dan suka membentak, hanya ada kelembutan yang terlihat.
"Gwenchanayo?" tanya Sungmin lagi sambil tersenyum lembut.
"N-ne" ucap namja kecil itu sambil menganggukkan kepalanya.
"Kyunnie.." panggil namja kecil yang masih bersembunyi di balik tubuh namja kecil berambut ikat tersebut.
"Minnie, sudah tidak apa-apa, Kyu di cini" ucap Kyu pada Minnie yang masih bersembunyi di belakangnya.
"Eh? Kyu?" gumam Sungmin sambil memiringkan kepalanya lalu menatap little Kyu dan Kyuhyun secara bergantian. Kyuhyun hanya terdiam sambil menautkan alisnya, menatap intens pada namja kecil yang juga bernama Kyu tersebut.
"Kalian mirip.." ucap Sungmin lagi masih terus memperhatikan keduanya.
"Kalian ini siapa? Kenapa tiba-tiba muncul seperti itu?" Kyuhyun tak mempedulikan ucapan Sungmin, ia lebih tertarik untuk mengintrogasi kedua bocah yang muncul tiba-tiba.
"I-itu.. Tadi Kyu cama Minnie cedang main game, telus game nya getal. Kyu cama Minnie ketakutan ahjuci" Namja kecil berambut ikal itu pun mulai membuka suaranya, menceritakan awal kejadian yang mereka alami.
"Mwo? Ahjussi? Yak—"
"Jangan berteriak Kyu! Anak ini benar, kau terlihat tua" sindir Sungmin memotong ucapan Kyuhyun begitu saja sambil tertawa meremehkan. Kyuhyun hanya mendengus kesal.
"Eh? Kyu? Waeyo?" tanya namja kecil itu sambil mengerjapkan matanya bingung menatap Sungmin.
"A-ah! Nama mu siapa? Dia.. namanya juga Kyu –Kyuhyun" jelas Sungmin sambil menunjuk Kyuhyun yang tetap berdiri sambil melipat tangannya.
"Eh? Aku.. Aku juga Kyuhyun!" ucap Kyu kecil sambil menunjuk dirinya sendiri. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan terkejut, begitu pula dengan Kyuhyun dan Sungmin.
"J-jinja? Wow, kalian.. punya nama yang sama?" ucap Sungmin sedikit tidak percaya, tapi Sungmin tidak ambil pusing, sekarang tatapannya focus pada namja kecil yang terus bersembunyi di belakang Kyu kecil.
"Dia?" Sungmin menunjuk namja kecil tersebut lalu kembali menatap Kyu dengan tatapan bertanya.
"Ah, Minnie, ayo kelual. Gwenchana, Minnie jangan takut lagi" Kyu kecil membalikkan tubuhnya lalu menelungkupkan telapak tangannya pada pipi namja kecil imut yang terlihat memerah, entah karena dingin atau takut.
"Kyunnie~" Minnie kecil langsung berhambur memeluk Kyu, menenggelamkan wajahnya pada tubuh Kyu, jujur ia sangat ketakutan saat ini.
"Minnie, mau pulang Kyu. Pulang.." rengek Minnie dengan sedikit isakan. Kyu hanya terdiam, tak mampu mengatakan apa pun, ia sendiri tidak tahu ini ada dimana.
"Minnie, uljima. Ne, nanti kita pulang" ucap Kyu sambil mengelus lembut rambut Minnie.
"Sebenarnya siapa mereka?" bisik Sungmin yang sudah berdiri sejajar dengan Kyuhyun.
"Itu yang ku tanyakan daritadi!" timpal Kyuhyun sambil memutar bola matanya malas membuat Sungmin menggembungkan pipinya kesal.
"Ah, ahjuci! Ini dimana ya? Bisa belitahu kami? Kyu tidak pelnah melihat tempat ini!" tanya Kyu kecil sambil menatap Kyuhyun dan Sungmin dengan tatapan penuh tanya.
"Hah? Kalian jawab dulu, kalian itu siapa dan darimana asal kalian? Kenapa bisa muncul di tempat ini tiba-tiba? Kalian ini setan ya?" Kyuhyun langsung membombardir bocah kecil itu kembali dengan berbagai pertanyaan.
"Kyu!" pekik Sungmin pelan untuk menegur Kyuhyun, walaupun ia juga penasaran tapi ia juga tak mau membuat 2 bocah manis yang terlihat kebingungan itu tambah kebingungan.
"Kyu kecil, bisa kau ceritakan pada kami darimana kalian muncul?" tanya Sungmin lagi tapi dengan nada lebih lembut.
"I-itu—"
Kruyuuk.. Kruyuukk..
Ucapan Kyu kecil terhenti karena terdengar sebuah suara yang tidak asing bagi semuanya. Kyu kecil hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.
"Kau lapar?" tanya Sungmin sambil terkikik geli. Kyu kecil hanya mengangguk malu.
"Arrasso, kajja kita makan. Kalian bisa bercerita nanti" ajak Sungmin sambil langsung mengandeng 2 tangan mungil dan langsung melangkah pergi.
"Yak! Sungmin-ah!" pekik Kyuhyun yang merasa di acuhkan begitu saja oleh 3 orang yang sudah berjalan beberapa langkah.
"Ne?"
"Wae?"
2 suara menyahut panggilan Kyuhyun membuat namja tampan itu mengernyit bingung.
"Eh?" Sungmin menoleh dan menatap namja kecil yang sejak tadi bersembunyi di belakang tubuh Kyu kecil.
"Kau? Nama mu.. Sungmin?" tanya Sungmin sambil menatap tidak percaya namja imut kecil yang sedang ia genggam tangannya itu.
"Ne, namaku Sungminnie" jawab Minnie dengan santai sambil menatap Sungmin dengan tatapan sangat polos dan mengerjapkan matanya lucu.
"Mwo?"
.
.
.
2012 vs 2024
Kyuhyun dan Sungmin tengah terdiam sambil memperhatikan 2 bocah kecil yang sedang asyik memakan hotdog dan spageti nya dengan sangat lahap.
"Kalian suka?" tanya Sungmin sambil tersenyum lembut. Kyu dan Minnie hanya mengangguk lalu memberikan Sungmin senyuman terbaik membuat Sungmin tertawa kecil.
"Ini gila! Tidak mungkin kalian berasal dari masa depan, tahun 2024? Aish! Jangan bercanda bocah!" Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Ia masih berusaha mencerna setiap penjelasan yang di lontarkan 2 bocah kecil itu. Kyu dan Minnie memang sudah menceritakan semuanya, mulai dari nama mereka, asal dan bagaimana mereka bisa sampai di tempat ini dengan tabung aneh tersebut.
"Kyu, kau sudah mengatakan itu berulang kali!" protes Sungmin yang bosan dengan ucapan Kyuhyun yang terus di ulang.
"Yak, Sungmin-ah! Kenapa kau bisa setenang itu hah? Penjelasan mereka tidak masuk akal!" ucap Kyuhyun kesal sambil menunjuk 2 bocah yang masih memakan makanannya itu. Sungmin hanya menghela nafasnya.
"Memang. Itu tidak masuk akal, tapi kejadiannya ada di depan matamu sendiri, mau tak mau kau harus percaya pabbo!" ucap Sungmin dengan santai tanpa mengalihkan tatapannya pada Kyu dan Minnie kecil.
"Tahun 2024, Sungmin-ah! Jangan bilang kau masih percaya akan cerita anak-anak seperti mereka? Kau gila!" tanya Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya dan menatap Sungmin heran.
"Bukan begitu, tapi kau lihat sendiri. Mereka muncul secara tiba-tiba di hadapan kita, lagipula anak kecil tidak mungkin berbohong" jelas Sungmin sambil balas menatap Kyuhyun.
"Tapi.. Aish!" Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tak habis pikir dengan semua nya.
"Lalu bagaimana mereka bisa terbang dari tahun 2024 kemari? Haha lucu sekali" ucap Kyuhyun di sertai dengan cibiran.
"Kami tidak telbang! Kyu cama Minnie masuk ke tabung game itu! Lalu tabung—"
"Tabung itu bergetar dan kalian tiba-tiba sampai di tempat ini?"
Ucapan Kyu kecil di potong begitu saja oleh Kyuhyun yang terlihat bosan dengan ucapan dari bocah kecil itu. Kyu kecil pun mempoutkan bibirnya kesal.
"Mesin waktu?" gumam Sungmin tiba-tiba dengan pose berpikir membuat semuanya focus menatap Sungmin.
"Mungkin saja tabung itu adalah mesin waktu. Aku pernah membaca nya di buku" lanjut Sungmin lagi sambil tersenyum canggung.
"Dan kau percaya?" ucap Kyuhyun sambil menatap heran ke arah Sungmin.
"Kenapa tidak? Banyak buku yang mengatakan itu" jawab Sungmin sambil menatap Kyuhyun polos membuat Kyuhyun menghela nafasnya pasrah.
"Sungmin kau.. Aish! Oke, terserah. Terserah kalian saja, aku tidak peduli!" ucap Kyuhyun final sambil mengangkat kedua tangannya tanda tidak ingin terlibat lebih jauh lagi dan tidak peduli dengan hal bodoh. Tahun2024? Mesin waktu? Hal tersebut sama-sama gila bagi Kyuhyun.
"Pabbo-ya" cibir Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Lalu Kyu dan Minnie mau bagaimana?" tanya Sungmin sambil menatap kedua bocah yang tiba-tiba terdiam.
"Minnie.. Minnie mau pulang" gumam Minnie lirih.
"Kyu juga mau pulang" timpal Kyuhyun yang juga menundukkan kepalanya.
"Bagaimana caranya?" tanya Kyuhyun dengan nada ketus. Kedua bocah kecil itu hanya terdiam sambil menggelengkan kepalanya.
"Kyu! Tidak bisakah kau bicara lebih lembut pada anak kecil? Kau terlalu kasar!" ucap Sungmin kesal, Kyuhyun hanya bergumam kecil lalu mengalihkan tatapannya ke jendela, memperhatikan keadaan luar restoran.
"Hiks.. Minnie.. Minnie mau pulang, hiks"
Isakan kecil kembali terdengar dari bibir cherry Minnie kecil. Ia terus meracau ingin kembali ke rumah, ia ketakutan di tempat asing ini. Dan hal itu membuat Kyu kecil kembali panic dan merasa bersalah, jika ia tidak memaksa untuk bermain di laboratorium Appa nya, mereka pasti tidak akan tersesat di tempat aneh ini.
"Minnie uljima. Minnie jangan menangis ne?" ucap Kyu sambil mengelus lembut rambut halus Minnie yang masih terisak.
"Minnie, kalau Minnie menangis, Kyu juga akan menangis. Mianhae, mianhae" ucap Kyu lagi. Mendengar itu Minnie kecil mendongakkan kepalanya dan ia terkaget saat mendapatkan Kyu yang menahan tangis, matanya sudah memerah dan ada genangan air di pelupuk matanya.
"Kyu jangan menangis! Minnie tidak menangis lagi kok" Sungmin langsung menghapus air matanya dengan kasar lalu menjulurkan tangannya menghusap genangan air yang ada di pelupuk mata Kyu.
"Mianhae Sungminnie, mianhae" ucap Kyu penuh penyesalan.
"Ne, gwenchana Kyunnie, Minnie tidak malah cama Kyunnie, Minnie hanya takut" balas Minnie sambil tersenyum menatap Minnie untuk memastikan dan akhirnya mereka berdua pun mulai tertawa kecil.
"Manisnya" gumam Sungmin dengan sangat pelan sambil memperhatikan Kyu dan Minnie dengan mata berbinar.
"Bodoh" timpal Kyuhyun yang masih memandang keluar restoran hamburger ini membuat Sungmin berdecak kesal. Ingin rasanya ia memukul namja yang duduk di sebelahnya saat ini juga tapi ia masih menahan emosinya demi 2 bocah manis yang duduk di sebrang mereka.
"Lalu bagaimana kalian pulang hah?" Kyuhyun akhirnya kembali membuka suaranya setelah terjadi keheningan di antara mereka.
"Mollayo.. Tapi, Kyu janji akan cali jalan pulang, pasti ada jalan pulang!" jawab Kyu mantap sambil menganggukkan kepalanya.
"Ne, Minnie juga pelcaya cama Kyunnie" timpal Minnie sambil tersenyum lebar.
"Oke, terserah kalian lah. Ini sudah malam, aku mau pulang" Kyuhyun merapikan tasnya dan berniat berdiri jika lengannya tidak di tahan oleh Sungmin.
"Wae? Lepas!" perintah Kyuhyun sambil menatap Sungmin.
"Mau kemana?" tanya Sungmin dengan wajah polos yang mungkin bisa menandingi kepolosan 2 bocah kecil itu.
"Apa kurang jelas ucapanku Sungmin-ah? Aku mau pulang!" ucap Kyuhyun dengan penuh penekanan.
"Lalu mereka?" tanya Sungmin lagi sambil menunjuk 2 bocah yang juga menatap Kyuhyun sambil mengerjapkan matanya lucu.
"Kau boleh tidak percaya dengan ucapan mereka, tapi kita tidak bisa meninggalkan mereka sendiri di sini, mereka masih terlalu kecil" lanjut Sungmin lagi dengan wajah memelas. Biarlah saat ini ia memelas pada namja tampan yang sudah ingin ia pukul sejak tadi.
"Lalu? Kau bawa saja mereka pulang ke rumah mu, selesai kan?" ucap Kyuhyun santai.
"I-itu.. Aku tidak—"
"Wae? Tidak mau kan? Aku juga!"
"Bukan begitu, hanya saja aku tidak bisa!"
"Wae? Aku juga tidak bisa!"
"Kyuhyun-ah!"
"Kenapa Lee Sungmin? Kalau kau memang mau mengurus 2 bocah itu,jangan bawa-bawa aku, arrasso?"
Sungmin terdiam sambil menggembungkan pipinya kesal. Sungguh ia ingin memukul namja keras kepala dan sangat menyebalkan itu. Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan menantang dan itu membuat Sungmin semakin menahan emosi dan kesalnya.
Drrttt… drrttt..
Getaran ponsel mengalihkan pikiran Sungmin. Sungmin segera mengambil ponsel yang terus bergetar dari dalam saku jas sekolahnya.
"Yeobose—"
"YAK LEE SUNGMIN! DIMANA KAU?!"
Sungmin langsung menjauhkan ponselnya ketika suara melengking memotong ucapannya. Suara yang lebih tepat dengan bentakan tersebut mampu membuat Sungmin berdecak kesal dan sangat tahu siapa yang menelpon nya dengan tidak sopan itu.
"Chulli Hyung, suaramu.. aish!" decak kesal Sungmin sambil kembali mendekatkan smartphone pada telinganya. Suara itu, suara Kakak sepupunya, Kim Heechul yang tinggal bersama dengan dirinya.
"Dimana kau pabbo?"
"Tadi aku ada rapat jadi aku akan pulang terlambat Hyung"
"Lalu sekarang? Tidak mungkin rapat hingga semalam ini!"
"—Err itu, aku.. a—"
"Cepat pulang atau kau tidur di luar! Arrasso?"
"Yak Hyung, aku—"
Tutt.. ttuuutt..
Sungmin menghela nafasnya saat sambungan telfon itu terputus secara sepihak. Sungmin kembali memasukkan smartphone ke dalam jas sekolahnya lalu menatap Kyuhyun yang terlihat terkaget dengan kejadian yang baru saja terjadi.
"Kau dengar itu? Hyungku akan membunuhku juga membunuh kedua bocah itu jika aku membawa mereka ke rumah!" ucap Sungmin mendramatisir.
"Chulli Hyung pasti akan bertanya macam-macam, dan tidak mungkin aku menjelaskan jika mereka berasal dari masa depan. Karena itu.. Biarkan mereka tinggal bersama mu Kyu, Jebal!" lanjut Sungmin lagi sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan memohon.
"Tapi—"
"Jebal Kyuhyun-ah, kita akan cari asal usul mereka. Biarkan mereka tinggal bersama mu sementara ne?" Sungmin terus memohon pada Kyuhyun, karena memang hanya Kyuhyun yang bisa menampung kedua bocah itu. Kyuhyun hanya tinggal sendiri di Seoul ini.
Kyuhyun menatap Sungmin lalu menatap Kyu dan Minnie secara bergantian, kemudian ia menghela nafasnya pasrah.
"Terserahlah" ucap Kyuhyun kesal sambil menyenderkan punggungnya di senderan sofa dengan kasar lalu melipat kedua tangannya di depan dada.
"Jinjayo?" Sungmin terlonjak kesenangan mendengar jawaban Kyuhyun. Kyuhyun hanya mengangguk malas.
"Bagus! Kyu, Minnie.. Kalian tinggal di rumah Kyuhyun Hyung untuk sementara ne? Nanti kita akan mencari cara agar kalian bisa pulang, kalian tidak perlu takut lagi, arrasso?" ucap Sungmin.
"Ne Hyung, Gomawo" jawab Kyu dan Minnie secara bersamaan sambil tersenyum lebar.
"Baiklah, aku harus pulang sekarang" ucap Sungmin lagi sambil merapikan jas sekolahnya.
"Mwo? Sekarang?" balas Kyuhyun tidak percaya.
"Ne, waeyo? Kau dengar sendiri Hyungku sudah marah-marah" ucap Sungmin seraya bangkit berdiri.
"Hyung pulang dulu ne? Kalau orang itu jahat pada kalian, besok kalian adukan pada ku biar aku hajar dia, Arrasso?" Sungmin mengacak sayang rambut Kyu dan Minnie sambil tersenyum lebar. Kyu dan Minnie tertawa kecil lalu mengangguk berbeda dengan Kyuhyun yang kembali melipat mukanya kesal.
"Hyung hati-hati ne?" ucap Minnie kecil.
Setelahnya Sungmin pun segera melangkahkan kakinya pergi, keluar dari restoran itu. Tanpa di sadari, Kyuhyun mengukir sebuah senyuman tipis menatap bayangan Sungmin yang mulai menghilang dari restoran itu. Ia tak menyangka namja imut itu bisa bersikap sangat lembut dan menyukai anak kecil.
"Hyung kenapa?" tanya Kyu sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan polos.
"A-ah? Ah! Aniya! Sudahlah, kajja kita pulang!" ucap Kyuhyun sambil bangkit berdiri lalu mulai melangkah pergi. Kyu dan Minnie pun harus berlari kecil untuk mengikuti langkah Kyuhyun yang bagi mereka sangat cepat tersebut.
.
.
.
2012 vs 2024
"Ini apa?"
"Kyeopta!"
"Kenapa ini tidak belgerak?"
"Kyunnie, kemali! Lihat kelinci nya lucu!"
"Minnie, lihat! Lihat! Benda ini aneh!"
"Kenapa di sini tidak ada lobot cepelti Chu?"
"Ne, Minnie jadi kangen Chu"
Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sofa, menyenderkan punggungnya di senderan sofa lalu memijat pelan keningnya yang sedikit berdenyut. Rumah yang biasanya sepi sekarang harus ramai hanya karena 2 bocah yang sejak sampai di rumah ini langsung berlari ke sana kemari dengan mengucapkan hal-hal bodoh dan aneh menurut Kyuhyun.
"Hyung!" panggil Kyu sambil menarik-narik celana piyama Kyuhyun.
"Hyung! Hyung! Hyung~" Kyu terus memanggil Kyuhyun yang tidak kunjung menjawab panggilannya.
Dengan malas Kyuhyun membuka matanya lalu menatap bocah berambut ikal yang wajahnya cukup mirip dengan dirinya itu dengan tatapan kesal.
"Wae?" tanya Kyuhyun malas.
"Apa di cini tidak ada Chu?" tanya Kyu sambil memiringkan kepalanya.
"Chu?" Kyuhyun mengernyit bingung, ia tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh bocah kecil itu.
"Ne, Chu itu lobot genit yang celalu gangguin Minnie! Apa tidak ada? Atau dicini ada Jiji?" Kyu terus bercerita tak jelas, Kyuhyun hanya cengo sambil menggelengkan kepalanya.
"Jiji?"
"Ne, Jiji itu—"
"Cukup! Tidak ada apa pun di sini! Jangan bertanya apa pun pada ku lagi, arrasso?" Kyuhyun memotong ucapan Kyu yang baru saja ingin menjelaskan apa itu Jiji. Kyu kecil pun menggembungkan pipinya kesal.
Praakk…
Sebuah suara mengalihkan pandangan keduanya. Kyu dan Kyuhyun langsung menoleh. Dengan sangat malas Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menghampiri asal suara. Ia mendapatkan Minnie yang sedang menggendong seekor kelinci putih yang terlihat imut. Tapi bukan itu yang menjadi perhatian Kyuhyun, ia melihat sekeliling Minnie terlihat berantakan, makanan kelinci terlihat berserakan di lantai.
"Yak! Apa yang kau lakukan?" pekik Kyuhyun, ia langsung mendekati Minnie yang hanya menatapnya tidak mengerti.
"Aish, kenapa berantakan?" desis Kyuhyun sambil menatap tajam ke arah Minnie yang masih mengelus kelinci putih milik Kyuhyun.
"Kelinci! Minnie mau belmain cama kelinci!" jawab Minnie sambil tersenyum lebar.
"Lalu ini?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya sambil menunjuk lantai yang kotor itu. Menatap Minnie dan lantai dekat kandang kelinci tersebut secara bergantian.
"Oh, itu.. Kelinci ini tadi lapal, telus Minnie kasih makan, tapi kelinci nya menendang mangkuk yang Minnie bawa jadi mangkuknya jatuh deh" ucap Minnie dengan kata-kata rumit dan berulang-ulang. Intinya, ia mengambil semangkuk makanan untuk kelinci namun kelinci imut itu berontak sehingga mangkuk tersebut jatuh berantakan.
Braaakkk…
Belum sempat Kyuhyun menghela nafas berat, kembali tedengar suara benda jatuh. Kyuhyun langsung menoleh horror dan segera berlari menghampiri asal suara.
"Yak! Apa yang—PS KU?!"
Kyuhyun membulatkan matanya saat melihat PS hitam kesayangannya tergeletak tak berdaya di atas lantai yang dingin, belum lagi kaset game yang berserakan di sekitarnya.
"PS ini aneh, tidak cepelti punya Kyu di lumah! PS ini bodoh, masa gambalnya aneh!" jelas sang tersangka seorang Kyuhyun kecil yang dengan santainya membanting PS tak bersalah itu ke lantai.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya Kyuhyun dengan penuh penekanan di setiap katanya sambil menatap Kyu kecil dengan tatapan ingin membunuh.
"Gambal di PS itu aneh, tidak cepelti PS Kyu yang di lumah, makanya Kyu buang caja" jawab Kyu dengan santai dan teramat polos.
Kyuhyun hanya terdiam di tempat. Tangannya mengepal dan kepalanya benar-benar panas juga berdenyut saat ini. Emosi nya sungguh naik dan semua itu di karenakan 2 bocah aneh yang secara tiba-tiba menghancurkan rumahnya dalam seketika.
"CEPAT MASUK KE KAMAR KALIAN ATAU AKU BUNUH KALIAN SAAT INI JUGA!"
"HUAAAA"
Kyuhyun berteriak sangat keras membuat Kyu dan Minnie kecil terlonjak kaget dan langsung berlari ketakutan ke kamar yang sudah Kyuhyun siapkan untuk keduanya. Kyuhyun menatap kesal dua bocah yang berteriak dan masuk ke kamar tersebut. Ia masih mengatur nafasnya yang tersengal akibat emosi.
"Aish!" Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Baru beberapa jam mereka ada di rumah ini, mereka sudah membuat Kyuhyun emosi. Bagaimana nantinya?
Dengan langkah gontai dan malas, Kyuhyun mulai membereskan kekacauan yang di buat 2 bocah kecil itu. Ia menghela nafas saat melihat PS nya yang terlihat kacau saat ini, ada beberapa item yang terlepas dan Kyuhyun yakin PS ini tidak akan menyala lagi.
.
.
2012 vs 2024
Sebuah kamar yang tidak terlalu besar dengan 1 bed ukuran medium ini terlihat gelap. Penerangan dari kamar ini hanya berasal dari lampu kecil yang hanya bersinar temaram.
"Kyunnie~"
2 bocah kecil sedang bergulung di dalam selimut mereka. Sudah 2 jam mereka mencoba untuk tidur namun mata mereka tak kunjung tertutup juga.
"Kyunnie~" panggil Minnie lagi karena tidak mendapat jawaban dari Kyu.
"Eum, waeyo?" gumam Kyuhyun sambil membuka selimut yang ia kenakan hingga menutupi kepalanya.
Kyu pun menatap Minnie yang terdiam sambil menatap langit-langit kamar yang gelap.
"Apa.. kita bisa pulang?" tanya Sungmin sambil tersenyum miris. Kyuhyun terdiam, kemudian ia mendekatkan tubuhnya pada Minnie, ia menarik tubuh mungil itu lalu memeluknya.
"Pasti! Kita pasti pulang. Minnie jangan takut ne?" ucap Kyu masih memeluk tubuh Minnie lalu mengelus lembut pucuk kepala Minnie.
"Ne, Minnie hanya melindukan Appa dan Umma" balas Minnie sambil memejamkan matanya, menyamankan posisi tidurnya di dalam pelukan Kyu.
"Kyu tahu. Kyu juga melindukan Appa" Kyuhyun terus mengelus rambut hitam Minnie.
"Kyunnie, kau tahu? Kyu Hyung itu milip dengan Cho Juci ne?" ucap Minnie sambil tersenyum lebar.
"Eh? Eumm.. Meleka cama-cama menakutkan jika malah!" timpal Kyu lalu tertawa kecil, begitu pula dengan Minnie.
"Kajja kita tidul. Kyu cudah mengantuk" ucap Kyuhyun lagi.
"Ne, Minnie juga cudah ngantuk. Jaljayo Kyunnie" ucap Minnie sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh kecil Kyuhyun agar ia tak merasa sendirian saat ini.
"Jaljayo Sungminnie…" Kyuhyun tersenyum tipis masih setia mengelus rambut Sungmin kecil dengan sangat mengecup singkat kening Minnie sambil tersenyum namun beberapa saat kemudian, Kyu menghela nafasnya pelan.
"Appa.. Apa yang halus Kyu lakukan? Appa tolong Kyu" gumam Kyu pelan. Kemudian ia mulai memejamkan matanya, mulai terbang ke dunia mimpi.
.
.
~TBC~
Special Thanks to :
BbuingBbuing137 , Lue , hana ryeong9, TanSintha-AnakHanChul , desroschan, cherrizka980826, choi hyekyung, Qeqey Raekyuminnie , itha bieber1, rositakyuhyun , Lee Lolina, Chubymin, niyalaw, Kanaya, Chikyumin , nisa, Jaylyn Rui , Narunaru bofi, Park Min Rin, kyuminalways89, Cho Kyuri Mappanyukki , imLici97, Blue-EvilsAegyo137, kyunny, winecoup134, 1812 , sitara1083, JOYeerrElpeu , maykyuminnie, amalia bilhikmah1, CharolineElf , Princess kyumin , Jirania, kerorokeyen, KyuMinHyuk1019, KuyuPuyuh137, sweet haehyuk, ChoHuiChan , Cho Miku, loveiskyu , Evil and Pink Bunny, maria8, reaRelf
Jeongmal Gomawo *bow
^^ Mind Riview Again ^^
