Moon-Viewing Megane-kun
Kuroko no Basuke—Fujimaki Tadatoshi
DLDR, KriSar please!
MIDORIMA POV
Ukh, badanku... rasanya sakit sekali. Ini semua gara-gara (name)! Karena dia, banyak hal yang terjadi hari ini. Ramalan itu terbukti benar, aku harus menjauhi orang yang berzodiak (zodiakmu), kalau tidak aku akan mendapatkan kesialan! Tapi, kuakui aku juga merasa aneh, karena...
Saat ini aku pulang bersama dengannya.
Aku tidak mengerti kenapa wajahku bisa jadi semerah ini. Padahal waktu aku pergi bersama gadis-gadis lain(i-ini tidak seperti yang kalian pikirkan!), aku tidak pernah seperti ini. Tidak dengan degupan jantung yang berdebar-debar seperti ini. Apa aku mulai—TIDAK! Tidak boleh! Gadis liar seperti dia, sama sekali bukan tipeku!(Author: Emang tipemu gimana?) Mana mungkin aku menyukainya?! Ah, rasanya aku mau muntah. Saat aku sibuk bergelut dengan pikiranku sendiri, (name) mengangkat wajahnya, lalu menatapku kesal. "Kenapa kau membuang muka?! Aku tidak akan membuat wajahmu bisulan, kok!" semburnya. "S-siapa yang membuang muka, Nanodayo?! Aku hanya menatap sekeliling saja, Nanodayo!" Uh, alasan yang aneh. "Kau bohong!" sahutnya. "Apanya?!" tanyaku. "Kau menatap sekeliling apanya?! Kau menutup mulutmu sendiri dan berkali-kali menggeleng seperti orang bodoh!" serunya. Ugh! Anak ini mengajakku bertengkar.
"Mati saja kau, Nanodayo!"
"Kau saja!"
"Sialan kau, Nanodayo!"
"Seenaknya! Kau yang sialan! Dasar megane-tsundere!"
"A-aku tidak tsundere, Nanodayo!"
"Orang yang mengelak disebut tsundere adalah tsundere sejati!"
"Kau membuatku kesal, Nanodayo!"
"Kau membuatku ingin membuat lagu yandere untukmu!"
Sampai disitu, aku terdiam. "Kau... bisa membuat lagu?" tanyaku sangsi. Terlihat siku-siku kekesalan menghiasi dahinya. "Kau meragukanku?!" tanyanya balik. "Aku hanya bertanya, kok!" elakku. "Apanya yang bertanya?! Kau terlihat seperti meragukanku, tahu!" tangkisnya. "Ma-maaf, Nanodayo," kataku. Aku menyerah. Wanita itu paling jago beradu argumen!
Malam harinya...
Saat aku sedang asyik belajar, samar-samar aku mendengar sebuah suara di apartemen sebelah, apartemen (name).
..."Ningyou Kanchou" "Hakaba no Aruji"
"Haguruma" "Matsu Mono" "Meikai no Nushi"
Subete no owari ga otozureta toki
Waratte iru no wa dare na no ka?
(8 Vocaloid—Capriccio Farce: Clockwork Lullaby)
Uah, ternyata dia benar-benar hobi membuat—atau mengcover?—lagu. Aku akui aku yang salah... Karena lelah, akupun memutuskan untuk keluar apartemenku, memutuskan untuk melihat langit malam. Wah, malam ini bintangnya banyak sekali. Bulan purnama, pula.
LoL
READERS POV
Mataku terpaku menatap Midorima yang ada di luar, sibuk menatap langit malam. Surai hijaunya bergoyang pelan ditiup angin. Ah, pemandangan yang indah. Tidak, bukan Midorima, tapi bintangnya. Aku ingin ikut keluar, tapi aku takut dikira stalker olehnya. Oh, tidak mau! Tapi... Loh... Kenapa punggung Midorima bergetar? Dan kenapa dia—ambruk?! Aku melotot. Aku langsung berlari keluar, menghampiri Midorima yang terkapar. Apakah dia kedinginan? Aku memutuskan untuk membawanya ke apartemennya. Jangan pikir aku menggendongnya. Aku menyeretnya(oke, itu terdengar sedikit kejam)sampai ke dalam apartemennya. Rekor! Aku bisa menyeret seseorang yang lebih berat dariku!
-skip—
Aku menghembuskan napas lega saat matanya mulai terbuka sedikit demi sedikit. "(name)?" panggilnya pelan. "Iya, ini aku," sahutku. "Kenapa aku disini, Nanodayo?" tanyanya pelan. "Kau terka—maksudku, pingsan di luar, jadi aku menyeretmu masuk. Umm... maaf bajumu jadi kotor," jelasku. Midorima mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha untuk sadar sepenuhnya. "Ukh... Kepalaku sakit," keluhnya sambil meringis. "Ah! Mana yang sakit? Aku—"
PLAKK!
Aku hanya tercengang saat tangan Midorima menepis tanganku yang terulur untuk memegang dahinya. Midorima sendiri juga terlihat kaget. Mungkin dia refleks menepisnya. Aku bangkit dengan wajah datar, lalu beranjak pergi, saat Midorima memegang tanganku. Aku menatapnya dengan tatapan bertanya.
"Jangan tinggalkan aku."
Aku membelalakkan mataku. "Kau.. Bercanda?" tanyaku ragu. Midorima menggeleng. Matanya berkaca-kaca. "Kumohon.. 1 jam saja... Aku... Bosan sendirian, Nanodayo...," katanya. Tidak biasanya Midorima seperti ini. Ada apa dengannya? Setahuku, yang selalu merasa sendirian adalah Akashi Seijuurou(itu aku tahu dari kekasihnya{di FF MOS}yang merupakan sahabatku). Aku mengurungkan niatku untuk pergi, dan duduk di sebelah Midorima yang hanya terdiam. Akh... Bagaimana ini? Aku bingung apa yang harus kulakukan!
"(name).."
"Ya?"
"Bolehkah aku bertanya padamu, Nanodayo?"
"Eh? Bertanya apa?"
"Kau bilang kau hobi membuat lagu. Apa kau menggunakan software Vocaloid, Nanodayo?"
"I-iya."
"Kau hafal salah satu lagu Vocaloid, Nanodayo?"
"I-iya."
"Tolong nyanyikan untukku, Nanodayo."
"Apa?"
"Kumohon, Nanodayo."
"B-Baiklah..."
Aku menarik napas, lalu...
"Toketou no choujou isu ni suwari hohoenderu anata wa
Akumaka soretomo watashi no haha na no ka...Ugoku byoushin yureru
Seijou na seishin
Tokeitou no ue ni aru no wa
Taigika dokuka
Rasen kaidan susumu tabi
Hibiku shinon
Jikan to kattou wo kokoro ni kizamitsukeruGayoku ni oborete tsumi ni yogoreta te
Shokuzai kawari no tsurugi wo
Furuubeki aite wa dare na no darou?Ano hi kono te ga egaita
Shoujo no shouzou ga
Oboroge na omoide ga kyouki no
Hajimari datta
Hitori no onna no umidashita
Ijou na akui wa
Nanatsu no akumu de subete wo kowashite shimattaDakedo tadashii michinori wa
Mada kiete wa inai kara
DORAMATIKKU namonogatari wa
Ima maku wo tojiru
Mou mayowanai tatoe sakerarenu tatakai demo
Anata ni yaiba wo mukeru koto ni natte mo
Tokeitou no choujou isu ni suwari hohoenderu anata wa
Akumaka soretomo watashi no haha na no ka...
Dareka dareka oshiete yo
"Aku" to wa ittai nan na no ka wo
Kibou wa hitotsu dake zetsubou wa akiru hodo
Tada munashii kokoro
Dekiru koto wa sukunai kedo
Kono te wo nigirishimete
Furi tsudzuite iru ame ga yamu koto
Zutto inotteru
Kyodai na hari no oto yori mo hibiku dareka no warai goe
Mou kyoujin shika inai shinon no tokeitou
Itsuka toki ga tachi kono kunou wo waraeru hi ga kita nara
Kono te de kakou shinjitsu no monogatari wo
(Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra
Ru ri ra ra ra ra)
Mou mayowanai tatoe sakerarenu tatakai demo
Anata ni yaiba wo mukeru koto ni natte mo
Tokeitou no choujou isu ni suwari kuchihateteru anata wa
Akumaka watashi no haha datta hito ka..."
(Kaito Shion ft. Yuki Kaai—Handbeat Cloctower)
Aku berusaha menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Saat selesai, aku menoleh menatap Midorima. Anak itu sudah tidur! Apa aku terlalu lama bernyanyi sampai tidak sadar dia tertidur, ya? Tapi... dia kelihatan manis... Aku ingin menyentuhnya tapi aku terlalu gugup. Dilematis! Ah, sudahlah! Aku mau kembali saja!
^o^V
NORMAL POV
Midorima terbangun saat dering handphone meyadarkannya. Sebuah pesan. Nomor tak dikenal.
From: 08xxxxxxxxx
Midorima, kau sudah bangun, 'kan? Maaf aku meninggalkanmu semalam. Aku malu terus-terusan di apartemenmu.
(fullname)
Midorima memiringkan kepalanya. Awalnya dia nyaris lupa, tapi akhirnya ia ingat. Saat dia terkapar di depan apartemen dan kau menyelamatkannya. Midorima memejamkan matanya sejenak.
"Rasanya... Semalam aku OOC sekali, Nanodayo... Hah..."
-skip-
TOK TOK TOK!
Midorima menoleh.
"Midorima, ini aku!"
Hoh, rupanya kau.
Midorima membuka pintu, menatapmu yang ada di depannya dengan sebuah kotak berisi brownies di dalamnya.
"Untukmu. Jarang-jarang aku membuat beginian," katamu singkat. Midorima menerimanya dengan wajah sedikit memerah. "Jaa nee, tidurmu nyenyak? Masuklah, Nanodayo," kata Midorima. "Ha'i. Tidak perlu cemas. Yang sakit itu kau, bukan aku," sahutmu sambil tertawa kecil
DHEG.
Jantung Midorima berdegup kencang, lebih kencang dari biasanya. Wajahnya merah, sangat-sangat merah. Kau yang tidak menyadari perubahan wajah Midorima hanya menatap sekeliling. Apartemen yang bersih dan rapi. Tidak ada komik disini. Pokoknya, beda dengan apartemenmu! Komik bertebaran, poster Kagamine Len dan Kagamine Rin, gambar doodle yang kau buat sendiri, dan sebagainya menempel di dinding.
"(name)."
"Ada apa?"
"Bagaimana kalau—"
"Bagaimana kalau besok kita ke sekolah bersama? Kau mau, 'kan?"
"Eh..."
"Aku takut kau sakit lagi."
"Ah, terima kasih, Nanodayo."
"Sama-sama!"
To Be Continued
