"Hahahaha"

Sehun berjengit, ia baru tau pria raksasa didepannya bisa tertawa-- yah setaunya ia hanya bisa tersenyum tipis seperti orang licik di film-film yang biasa ia tonton bersama Kai

"Aku bercanda"

Ingatkan Sehun untuk tidak berteriak kegirangan, reputasinya sebagai cold prince akan tercoreng nanti

"eung? bercanda?" Baekhyun mengerjap sambil memiringkan kepalanya

Chanyeol mengangguk jenaka, pelukannya ia lepas dan beralih mengusak rambut siswa mungilnya itu

"masih terlalu cepat seratus tahun untukmu membuat bayi Byun Baekhyunee"

Sehun menghela napas lega sambil mengangguk-angguk "Tentu saja"

"ehh- tapi bukannya lebih cepat lebih baik?" tanya Baekhyun, lebih tepatnya kini simungil sedang dalam mode memaksa

Chanyeol tersenyum tipis, ia menundukkan tubuhnya agar sejajar dengan simungil Baekhyun

"Dengar, emm-- tidak semua yang 'lebih cepat' itu baik, kau tau membuat bayi itu butuh banyak persiapan"

Bibir Baekhyun mengerucut "Eomma bilang aku tinggal dimasuki saja setelah itu aku akan dapat bayi"

plak

"aww" ringis Sehun

"kenapa aku yang kena pukul ssaem?!" erangnya sambil mengelus lengan

Chanyeol tersenyum lima jari "tidak mungkin aku memukul ibumu kan" lalu atensinya kembali pada simungil

"tidak semudah itu okey-- pokoknya semua butuh waktu, tenaga dan usaha"

"Tidak semudah membalikkan telapak tangan" lanjutnya lagi

kriiiiiing kring kring

Sehun tersenyum "nah bel berbunyi, waktunya kembali kekelasmu baek" tegurnya pada simungil

Baekhyun menghela napas kecewa

"Padahal aku mau daddy Chanyeolo"

"panggil aku ssaem jika disekolah anak manis, sudah-sudah kembali kekelas kalian"

"Ne, ayo baek" Sehun menunduk kemudian menarik simungil menjauh dari sitinggi Park

"Yak Kim Kai ayo cepat sadar dari gamemu, kau tau Lee ssaem lebih menakutkan dari auman eomma" teriak Sehun yang sudah berjalan terlebih dahulu bersama Baekhyun

...

tbc/