Nyooooooooooo ……..

Gomen updatenya lama!!!!!!

Sagi bentar lagi masuk sekolah, jadi mulai ngerjain pr-pr Sagi yang numpuk!

(A/N : Anak baik jangan tiru kebiasaan jelek author yang satu ini ya!!! ^_^)

Apalagi masuk-masuk langsung UTS, kan repot banget.

Sagi langsung update 2 chapter aja kali ya????

Naruto : Ya!!! Itu kudu, harus, wajib, dikerjakan! Biar gak nunggu lama-lama!

Sagi : Uuuuum …. 1 chap aja akh … males ngetiknya!

Naruto : Huh … pasti lama updatenya, ya kan Teme??

Sasuke : Hn. (iya)

Naruto : Hn… Hun…. Hn…. Hun…. Gak bisa apa kamu ngomongnya gak "Hn" doang???

Sasuke : Hn (nggak!)

Naruto : Apa lagi maksud "Hn" mu yang sekarang, hah??

Sasuke : Hn. (apa urusanmu, Dobe???)

Naruto : AAAA~RRRGGGHHH …. Bisa gila kalau aku dekat-dekat kamu terus!!!

Sasuke : Hn. (makanya jangan dekat-dekat aku terus, baka!)

Sagi : Eeem …. Maaf ya para readers, gak usah dengerin ocehan 2 orang gila ini ya.

Naruto + Sasuke : wuuapa kamu bilang?????

Sagi : Waduh … harus segera kabur nih. Ok, met baca semuaaaaaaa~!!!!!! *ngacir*

Sagi : Eh ya ada yang kelupaan…. Makasih ya yang udah review!!!! *ngacir lagi*

Bales review yang gak login dulu ah….

Just passing by ...

Hehehe …. Iya … iya… Sagi sengaja basa-basi dulu!

Kalau langsung to the point kan gak enak! Emangnya ……

*ngelirik Sasuke*

Ok, aku akan berjuang!!! Mohon bantuannya!!!!!

Akazora no Kuro

Ehehehehe…. Memang iya!!!

Memang judulnya ini ya???? Pas baca itu aku langsung tertarik untuk bikin fic ini tapi aku lupa judulnya, entah "Heaven or Hell", atau "Drag me to the hell". Jadi yaaaa …. Aku ambil "Drag Me To The Hell" aja deh!!!!

Drag Me To The Hell!!!

Disclimer : Naruto © Mashasi Kishimoto

Drag Me To The Hell © Hyori Sagi

Summary : "Bagaimana kalau kita bersaing dalam game ini?" Naruto menunjukkan sebuah game yang ada ditangannya pada Sasuke, rivalnya. Sasuke melirik kearah Naruto dan seketika itu juga ia bergidik ngeri ketika ia membaca judul dame tersebut.

Warning : AU, OOC, GaJe, ancur, de el el, de es be.

Genre : Horror/Mystery/Tragedy.

Rated : T

ATTENTION : RnR Please ^_^

Last Chapter

Author POV

SREEEK …..

Tiba-tiba pitu kelas terbuka,

"Guru … Guru ….!!!" Teriak Kiba panik.

Anak-anak panik menyembunyikan game set masing-masing, berbeda dengan Sasuke yang tenang-tenang saja. Lah … wong … tasnya aja ada dipangkuannya, jadi buat apa susah-susah nyembunyiin, tinggal sleep …. Masuk dah game setnya!!! Aman kan????

"Kalian main game lagi ya??" geram orang yang sedang berdiri di depan pintu.

Eits ….

Sebentar … Sebentar ….

Suaranya kok gak kaya' guru ya????

Suaranya kok cempreng banget????

*ditendang sama si pemilik suara*

Sasuke curiga dan dia segera memalingkan wajahnya kebelakang untuk melihat siapa sebenarnya orang itu. Dan ternyata, orang itu adalah ……..

End Of Author POV

"WUAHAHAHAHA~….." terdengar tawa yang begitu menggelegar (?) menghentikan kesibukan para anak-anak bandel yang masih sibuk menyembunyikan game set.

'Haha … benar dugaanku, pasti si Dobe!!' batin Sasuke yang sudah melihat sosok penampakan tersebut.

"Ternyata kamu toh Naruto! Jangan bikin kita-kita pada kaget dong!!!" geram Kiba ketika tahu bahwa orang yang berpura-pura menjadi "guru" adalah Naruto. Seketika juga, anak-anak menghela nafas lega. Naruto cengar-cengir GaJe ketika banyak anak-anak yang menyorakinya.

"Tenang bro, aku kesini cuma mau nengok Teme doang PLUS nantangin dia main game! Yah … biasa lah!!!!" ujar Naruto seraya memberi penekanan pada kata PLUS.

"Boleh saja" akhirnya Sasuke angkat bicara setelah sedari tadi diam seribu bahasa. (S ; nah loh … bahasa sebenernya ada berapa hayooo???? Bener gak seribu???? Itung bareng Sagi yuk!!!

R : OGAAAAAHH …..)

"Sasuke vs Naruto, siapa yang menang ya??" gumam Kiba seraya bengong-bengong gak jelas.

"Menurutku sih Naruto!!! Aku kan teman sekelasnya, jadi aku pilih dia!" sambar Shikamaru (S ; emang petir???)

"Kalau gitu kita bersaing, ok? Aku bertaruh untuk Sasuke, kamu bertaruh untuk Naruto. Bagaimana?" tantang Kiba.

"Ok, yang kalah traktir makan di restoran baru di dekat stasiun. Setuju???"

"SETUJU!!!!"

Kiba dan Shikamaru langsung fokus kepada permainan yang telah berlangsung sejak 10 menit yang lalu.

Permainan berjalan dengan seru, Sasuke unggul 1 angka dari Naruto. Dia tersenyum senang yang tentu saja terlihat dari sudut pandang orang lain adalah seringai licik bukan senyum senang. (S : Yah …. Kodratnya udah gitu! Mau diapain lagi???)

Sasuke melirik ke arah Naruto yang sedang serius bermain game. Jujur!!! Meskipun sudah bersahabat sejak kecil dan sering bermain bersama, namun Sasuke belum pernah melihat ekspresi Naruto ketika bermain game. Biasanya ia sibuk sendiri dengan gamenya. Sekarang, Sasuke menyempatkan waktu untuk melihat ekspresi Naruto dan …..

Sasuke POV

Wahahaha …. Aku unggul 1 angka dari si Dobe!!!!

Ah ya, aku belum pernah melihat ekspresi si Dobe ketika sedang bermain game. Lirik dikit ah…

Aku melirik kearah Naruto yang sedang serius main game. Aku terkejut bukan main melihat wajah Naruto yang begitu mengerikan. Seketika itu juga aku merinding dan tanganku terasa kaku dan tidak dapat digerakkan. Aku benar-benar terpaku diam dan tidak membalas semua serangan Naruto di permainan. Beberapa anak meneriakiku agar aku membalas serangan-serangan yang diberikan Naruto. Namun, aku tetap terdiam dan entah mengapa, otakku terasa kosong. Aku seperti terlempar ke dunia lain yang gelap gulita.

"Sasuke!!!! Apa yang kau lakukan???? Lihat!! Naruto sudah unggul 1 angka dari kau! Cepat balas!!!" tiba-tiba Kiba berteriak keras di dekat telingaku dan menyadarkanku dari alam bawah sadarku. Aku tersentak dan kembali fokus pada game.

Ack …

Sial!! Ternyata memang benar aku sudah dilangkahi oleh Naruto 1 angka!

Aku harus mengunggulinya lagi!

Aku berjuang keras untuk mengungguli Naruto, namun usahaku sia-sia.

Game telah berakhir, kedudukanku seri dengan Naruto.

Sial… Sial …. Sial ….

Seharusnya aku tidak perlu mengurusi ekspresi wajah si Dobe baka ini!!!

End Of Sasuke POV

"WAHAHA …Teme, ternyata kita seimbang ya??" ujar Naruto seraya menepuk-nepuk punggung Sasuke.

"Urusai!!" geram Sasuke kesal.

"Wah.. bagaimana ini? Mereka seri, jadi siapa yang harus mentraktir siapa?" ujar Kiba lesu. Padahal dibayangannya, Sasuke menang dan dia ditraktir makanan-makanan enak di restoran baru tersebut.

"Yah … kalau begitu bayar masing-masing saja. Mau tidak?" Tanya Shikamaru ogah-ogahan.

"Gak deh, makasih. Kanker aku!"

Kiba keluar kelas dengan lesu.

Kita balik ke SasuNaru!!! *ditabok Sasuke sama Naruto*

SasuNaru : jangan gabung nama kami!!! Gak sudi!!!

Sagi : Gomen aja deh, males ngetik nih! Ok, back to the story!

~~~~~ STORY GO~~~~~

"Woy, tem …" panggil Naruto

"Hn?" respon Sasuke. Sasuke tidak memalingkan wajahnya untuk bertatapan dengan Naruto, karena dia masih syok dengan ekspresi Naruto yang begitu mengerikan.

"Woy, kalau lagi bicara, harus bertatapan dengan lawan bicaranya baka!"

"Urusai" ujar Sasuke tanpa memalingkan wajahnya.

"Ah… Susah ngomong sama orang kaya' kamu! Gini nih, aku mau nantangin kamu 1 kali lagi. Tadi kita kan seri. Mau gak?"

"Hn."

"Ok, kalau gitu sekarang kita langsung ke game cen …" kata-kata Naruto terputus oleh geraman seseorang.

"KALIAAAN …. GAK KAPOK-KAPOK YA…..!!!!!"

"GYAAAA… Guru beneran!!!!" jerit anak-anak, excape Sasuke.

"Mau sensei sita game set kalian hah??? Tau tidak sekarang sudah jam berapa???"

"AMPUUUN IRUKA-SENSEEEEIIII~"

Dan seketika itu juga, kelas kosong.

TSUZUKU

Sagi : udah dulu ya …. Capek nih …. Gomen ya kalau di chap ini belum juga kerasa horrornya, misterimya, dan tragedinya … sumpah deh, cuuuaaaaapeeeeekkkk banget!!! Gak ada yang mau bantuin ngetik sih!!!!

Naruto : dasar pemalas!

Sagi : Coba kamu yang ngetik! Capek BAKA!!!

Naruto : Galak amat jadi cewek! Mana ada cowok yang suka sama cewek macam dia! - setengah berbisik -

Sagi : APA KATAMU????? AKU TIDAK TULI BAKA!!!!!!!!

Naruto : oh… kupikir tuli.

Sagi : WUUUAAAAPAAAA????!!!!

Naruto : GYAAAA~ AMPUUUUN!!!!

*Sagi dan Naruto akhirnya main kucing-kucingan ; Naruto jadi tikusnya*

Sasuke : Hah …. Baka! -.-'a

Review Please!!