[SEQUEL OF DATING?]

Warn! B x B story, gak sesuai EYD, typos, cerita absurd.

KOOKMIN MAIN CAST! KOOK!SEME JIMIN!UKE

With VGa, and HopeWoozie couple.

.

.

~Nyonya Jung Present~

.

.

"Huh bosan"

Jeon Jungkook, pemuda tampan itu sekarang sedang kebosanan tingkat dewa karena ditinggal dinas kekasih imutnya ke Negeri Sakura, Jepang. Sudah terhitung 4 hari Jimin meninggalkan Jungkook, itu berarti tinggal 3 hari lagi dia akan bertemu dengan kekasih tercintanya.

Untungnya saat mereka bermain ke taman hiburan waktu itu Jungkook banyak mengambil gambarnya bersama Jimin. Kali ini dia banyak tersenyum saat berfoto.

Oh jangan lupakan tangannya yang merangkul mesra tubuh Jimin yang mungil, dan kepalanya yang sengaja dia dekatkan ke kepala Jimin, membuatnya terlihat sangat mesra.

Ting!

Dengan cepat Jungkook langsung mengambil ponselnya yang berada di meja samping tempat tidurnya. 'Pasti Jimin Hyung!' Batinnya.

Saat dilihat, ternyata Official Account memberikan sebuah broadcast. Hal itu membuatnya geram!

"Aishh Jimin Hyung aku merindukanmu!" Teriak Jungkook.

"Jangan teriak-teriak Jungkook!"

Jungkook berjengit kaget, pasalnya itu adalah teriakan dahsyat dari ibunya, Jeon Seokjin.

"Ah sudahlah aku akan mengajak Taehyung Hyung makan di cafe"

Fyi, Kim Taehyung adalah sahabat Jeon Jungkook. Tenang, Kim Taehyung itu seme sejati. Dulu sekali Jungkook marah besar pada Taehyung karena dengan beraninya dia menaksir Jimin yang jelas-jelas Taehyung tahu kalau Jungkook adalah pacar Jimin.

Tapi setelah Taehyung bertemu dengan sepupu Jungkook yang bernama Yoongi, dunia Taehyung langsung teralihkan ke sosok mungil berkulit putih pucat yang kelihatan sangat cuek. Tipikal Taehyung sekali, kekasih yang cuek agar tidak mengganggunya dengan pertanyaan-pertanyaan tidak jelas.

'Tae-Hyung ayo makan di cafe langganan kita'

'Aku sedang kencan dengan Yoongi Hyung'

'Astaga aku lapar, ayolah.'

'Bersama Yoongi Hyung ya?'

'Terserah yang penting aku makan. Kita bertemu di sana 30 menit dari sekarang'

'Siap!'

Jungkook melempar ponselnya ke kasur lalu bersiap untuk pergi ke cafe itu. Jungkook mengenakan kaos putih polos dan dipadu dengan jaket abu-abu yang sengaja dibiarkan terbuka. Celana jeans hitam ketatnya juga menambah apik tampilannya sekarang. Rambutnya yang menjuntai ke bawah sengaja dia biarkan seperti itu.

Setelah merasa cukup pas dengan dandanannya dia keluar dari kamar lalu bergegas turun menuruni tangga.

"Ibu aku pergi dulu ya"

"Ya, jangan lama-lama, kau masih harus mencuci mobil, motor, memotong rumput di halaman belakang, dan- Hey kau mendengarku tidak?!" Ucap Seokjin meninggi karena melihat anaknya justru memasang earphone-nya saat dia sedang bicara.

"Iya aku mendengarnya. Dah ibu" ucap Jungkook.

"Anak itu benar-benar. Tunggu- Kau mau kemana Jeon Jungkook?!" Teriak Seokjin (lagi) karena Jungkook sudah di membuka pintu rumah.

"Makan bareng Tae-hyung dan Yoon-hyung" teriaknya untuk menjawab pertanyaan ibunya lalu menutup pintu.

.

.

Jungkook mengendarai motor Ninja merah kesayangannya. Dengan kecepatan sedang, akhirnya Jungkook sampai di cafè tempat mereka janjian.

Jungkook membuka pintu cafè tersebut sehingga menimbulkan bunyi dari kerincingan yang terpasang di pintu masuk, menandakan adanya pelanggan.

"Selamat datang, Tuan" sapa pelayan yang ada di sana seraya membungkuk.

Jungkook membalas dengan senyum.

Dia mengedarkan pandangannya mencari bangku yang kosong, mengingat hari ini adalah hari Minggu, maka pelanggan cafè meningkat. Saat itu lah dia menangkap sosok pemuda berambut hitam legam dan wajah yang sangat dia kenal sedang melambaikan tangan ke arahnya dengan sangat berlebihan seperti dia sedang melihat artis idolanya, Taehyung lah orang itu.

Jangan lupakan seseorang berkulit putih pucat yang memutar bola matanya malas melihat tingkah lelaki di sampingnya, Yoongi, kekasih Kim Taehyung.

Jungkook mendekat ke arah mereka.

"Ku rasa masih ada sepuluh menit lagi, tapi kenapa kelihatannya seperti aku yang telat" ucap Jungkook malas.

"Tempat kencan kami tidak terlalu jauh dari sini, iya kan hyung?" Tanya Taehyung.

"Hm" balas Yoongi malas.

"Cepatlah pesan sesuatu, aku lapar" ucap Yoongi kesal.

"B-baiklah baiklah." Setelah itu Taehyung memanggil pelayan.

Tak lama seorang pelayan wanita datang. Penampilannya sangat seksi, cukup membuatnya menjadi pusat perhatian para lelaki. Tapi itu tidak akan mempan pada Jungkook, Taehyung, dan Yoongi. Mereka bertiga lebih menyukai dada rata.

"Ada yang bisa Saya bantu, Tuan?" Ucap pelayan tersebut dengan nada yang menggoda.

Jungkook dan Taehyung saling bertatapan. Lalu menyeringai.

"Boleh aku pesan susu? Um lalu kau mau pesan apa, Kook?"

"Ah aku juga susu, original. Apa boleh?"

Jungkook dan Taehyung memang sengaja menggoda pelayan itu, mengabaikan aura hitam di sebelah Taehyung dan tak ada yang menyadarinya.

"Susu segar pun akan ku berikan pada kalian tampan. Jadi apa kalian mau pesan sesuatu lagi?"

"Kau" ucap Taehyung menggoda, membuat Jungkook menahan tawanya melihat sang pelayan memerah wajahnya.

"Heh jalang! Pergi kau!" Ucap Yoongi tiba-tiba.

Dan seketika itu juga Taehyung baru sadar kalau dia membawa Yoonginya. Dulu kalau ada yang sejenis seperti pelayan ini, Taehyung dan Jungkook akan ambil kesempatan untuk menggodanya lalu tertawa terbahak-bahak melihat pelayan itu mereka kerjai. Karena ini cafè langganan mereka, baru kali ini mereka melihat ada pelayan seperti itu, mungkin pelayan baru.

Tapi sekarang berbeda. Mereka sudah punya kekasih. Dan yang paling parah, Taehyung berpacaran dengan Min Yoongi. Yang kalau marah seperti akan menghancurkan dunia kalau mau tahu.

Habis lah kau Kim Taehyung.

"Ada apa? Kau siapa? Aku sedang menanyakan pesanan pada kedua pemuda tampan ini."

'Pelayang bodoh, dia sudah bermain api' batin Jungkook.

Jungkook masih menahan tawanya. Sedangkan Taehyung sudah pucat.

"Kau... kau tidak tahu aku siapa, eoh?"

"Memangnya kau siapa?" Ucap wanita itu meninggi. Membuat dia menjadi bahan tontonan.

Yoongi mengambil ponselnya, lalu mendial sebuah nomor.

"Halo ayah." Ucap Yoongi.

'Ya, Yoongi, ada apa sayang?'

"Tolong suruh Ibu memecat pegawainya yang tidak sopan ini. Namanya Han Soora. Sekarang!"

'O-oke ayah akan memberitahu Ibumu. Sebentar'

PIP.

Yoongi itu anak satu-satunya, hampir semua keinginannya terpenuhi, ditambah lagi Yoongi itu orang kaya.

Ya, Yoongi adalah anak dari pemilik cafè ini.

"Apa yang kau lakukan?" Tanya pelayan itu.

"Apa yang aku lakukan?" Tanya Yoongi balik.

"Harusnya aku yang bertanya padamu, jalang! Apa yang kau lakukan pada kekasihku, hah?"

"What the-"

"Yoongi sayang ada apa ini?" Ucap Ibu Yoongi. Bantahan pelayan tersebut terpotong saat bosnya datang, membuatnya terkejut. Wanita paruh baya itu mengenakan setelan jas dan aksesoris yang cukup mewah.

"Tanyakan pada pelayan ibu yang kecentilan itu, dan pecat dia sekarang."

"Oh jadi kau berulah lagi Nona Han?"

"M-maaf aku-"

"Ke ruanganku sekarang!"

Dengan itu pelayan tadi langsung berjalan cepat meninggalkan mereka.

"Baiklah ibu akan urus dia dulu. Oh Taehyung, tolong jaga Yoongi ya. Dan Jungkook, salam untuk ibumu ya, kapan-kapan bibi akan main kesana." Ucap ibu Yoongi lalu meninggalkan anaknya.

Jangan lupakan kalau Jungkook dan Yoongi adalah sepupu.

'Matilah kau Kim Taehyung' batin Taehyung saat mereka ditinggal bertiga. Jungkook menahan tawanya agar tidak meledak melihat Taehyung seperti itu.

"Kau" Yoongi menunjuk Jungkook. Sontak Jungkook kaget.

"Dan kau" kali ini Yoongi menunjuk Taehyung.

"Kalian berdua brengsek. Awas saja kalau kejadian ini terulang, kau dan aku selesai Kim!"

Taehyung membulatkan matanya.

"Dan kau bocah," ucap Yoongi pada Jungkook.

"Kalau kau bertingkah lagi, akan aku laporkan pada Jimin, awas saja"

"Astaga Yoongi Hyung jangan, aku tadi hanya bercanda. Salahkan Taehyung yang terlalu vulgar"

"Ya! Kenapa jadi aku?"

"Stop, kalian berdua sama saja. Sekarang kita pindah tempat. Aku tidak mau di sini lagi"

Setelah mengucapkan itu Yoongi langsung beranjak pergi.

"Tolong bilang kepada Ibu ku, aku pergi" ucap Yoongi kepada pegawai kasir.

"Baik Tuan"

Sedangkan di belakang Jungkook dan Taehyung masih saling menyalahkan satu sama lain dalam bisikan-bisikan mereka.

.

.

Yoongi bilang dia ingin ramen.

Saat sampai di kedai ramen, Yoongi memesan Spicy Ramen yang jelas Taehyung kaget melihatnya.

"Hyung, kau tidak baik dalam mencerna makanan pedas"

"Diamlah atau kau yang mau aku jadikan santapan?"

Kalimat itu terdengar ambigu.

"Ekhem" Jungkook berdeham saat menyadari wajah mesum Taehyung. Tapi Yoongi merasa tidak ada yang salah dengan ucapannya.

Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang. Jungkook dengan Chicken Ramennya, Taehyung dengan Jajjangmyeon-nya. Asap mengepul dari makanan mereka.

"Uhuk uhuk kau memesan racun atau apa hyung?" Jungkook bertanya pada Yoongi seraya mengambil air minum. Baunya saja bikin keselek, apalagi dimakan.

"Ini semua karena kau."

Sedangkan Taehyung mengusap-usap hidungnya, karena dia sudah bersin-bersin daritadi.

Yoongi meyantapnya. Ya, Yoongi seakan mati rasa, hatinya sakit, man.

Bibirnya sudah berubah merah, dia kepedesan. Taehyung yang menyadari itu langsung menuangkan susu di gelas Yoongi.

"Hyung sudahlah jangan dimakan, kau bisa sakit nanti"

"Biar saja, aku sudah sakit kok" ucap Yoongi dengan air matanya yang menggenang, tapi dia masih makan ramennya.

Menyadari itu Taehyung jadi merasa bersalah. Yoongi itu tidak pandai mengatakan perasaan yang sedang dia rasakan.

"Hyung" Taehyung menangkup wajah Yoongi yang gemuk karena terisi oleh ramen, matanya yang bulat berbinar dan berkaca-kaca karena tergenang air mata, bibir merahnya, dan wajahnya yang memerah karena menahan tangis dan pedas (gilak gue gemes sendiri bayanginnya )

"oke oke aku minta maaf, tadi aku hanya bercanda. Aku tidak menyangka kau akan cemburu seperti ini. Maafkan aku ya"

Jungkook jadi nyamuk, pemirsa...

"Uh secuek itu kah aku sehingga kau menganggap aku tidak akan cemburu?" Ucap Yoongi setelah mengunyah habis mie yang ada di dalam mulutnya.

"Tidak, bukan begitu. Aduh, yang jelas aku minta maaf ya"

"Iya, tapi habiskan ramenku, perutku panas"

Tuhkan, sadisnya keluar lagi.

CHU~

Taehyung mengecup kilat bibir Yoongi.

"Aku lebih suka kau yang sadis dibanding cemburu, hyung. Jangan cemburu lagi ya, kau tau kan aku hanya mencintaimu"

Wajah Yoongi sudah memerah padam.

"Berisik! Cepat habiskan. Aku mau pesan yang lain."

Jungkook? Jangan ditanya dia sekarang berdiam seperti patung karena melihat kejadian tadi. Taehyung, mencium Yoongi, tepat di depan nya.

"AKU RINDU JIMIN-HYUNG!" Pekik Jungkook tiba-tiba.

"Gila! Aku kaget Jeon!"

"Bodoh! Kau mau membunuhku karena serangan jantung hah? Anak kurang ajar" Ini Yoongi dengan segenap kalimat pedasnya, apalagi dia sedang kepedesan, habislah kau Jungkook.

.

.

Jungkook sudah kenyang, Taehyung dan Yoongi masih merapatapi kepedesapvnnya.

Drrtt drrttt

Ponsel Jungkook bergetar menandakan penggilan masuk.

'Jiminie is Calling'

Mata Jungkook membulat, dengan cepat dia mengangkat telponnya.

'Kookie!' Suara yang sangat amat Jungkook rindukan akhirnya bisa dia dengar.

"Hyung! Hyung aku merindukanmu. Rasanya aku tidak kuat hyung"

Taehyung dan Yoongi menoleh ke arah Jungkook sudah dipastikab itu adalah Jimin.

'Aku juga rindu padamu. Tapi ada angin apa seorang Jeon Jungkook merindukanku heum? Biasanya kita tidak bertemu dua minggu karena aku sibuk kau biasa saja' ucap Jimin heran. Tapi yakinlah kalau Jimin di sana sedang tersenyum lebar sekali karena bisa mendengar suara kekasihnya sangat menenangkan.

"Itu berbeda, sekarang kau ada di negeri orang, dulu kan kau masih di Korea, jadi setidaknya kalau ada apa-apa aku bisa mengunjungimu. Lagi pula tidak akan ada lagi Jungkook yang menyia-nyiakan seorang Jeon Jimin" Ucap Jungkook.

'Ugh aku tidak merasa kau menyia-nyiakan ku. Dan sejak kapan margaku jadi Jeon?'

"Kau hanya tunggu waktu mainnya, dan kau akan berubah menjadi Jeon Jimin" ucap Jungkook

'Dasar kau ini. Kau sedang di rumah?' Tanya Jimin.

"Tidak, aku lagi di kedai ramen bersama Tae dan Yoon-hyung."

'Hm baiklah kalau begitu, nikmati harimu Kookie. Aku mencintaimu, mwah'

Jungkook tersenyum mendengar suara kecupan dari Jimin, berharap kalau itu benar-benar menyentuh pipinya.

"Ya, aku mencintaimu juga Hyungie"

PIP

Jungkook memasukan ponselnya ke saku celananya lagi.

"Sudah pacarannya?" Tanya Yoongi.

"Belum puas. Jam berapa sekarang?" Tanya Jungkook.

"Jam 3 sore." Jawab Yoongi.

"Mati aku!" Pekik Jungkook panik.

"Ada apa sih?" Tanya Jimin.

"Aku masih harus mencuci mobil, motor dan memotong rumput di halaman belakang, astaga!" Ucap Jungkook frustasi.

Taehyung dan Yoongi tertawa melihat penderitaan Jungkook.

Jungkook itu sebenarnya punya kakak yang bernama Jeon Hoseok. Usia mereka hanya terpaut 3 tahun, jadi tidak terlalu membuat mereka canggung. Tapi kakaknya itu sekarang sudah jarang pulang karena sibuk bekerja sebagai Manager di sebuah perusahaan.

Ada untungnya juga Hoseok jarang pulang, karena kalau Hoseok pulang, akan membuat Seokjin banyak meminum obat sakit kepala akibat pertengkaran Jungkook dan Hoseok yang tak pernah ada habisnya.

"Kenapa tidak kau suruh Hoseok saja?" Tanya Yoongi.

"Dia itu sudah jarang pulang, Hyung. Sibuk katanya."

"Baiklah kalau begitu kita pulang." Perkataan Yoongi menjadi keputusan final bagi semuanya.

Setelah membayar semua di kasir, mereka bertiga ke parkiran. Taehyung dan Yoongi pamit ke parkiran mobil, sedangkan Jungkook menemui Ninja merah kesayangannya, dan melaju dengan kecepatan yang lumayan membuat rambut acak-acakan agar cepat sampai di rumah.

Untungnya Jungkook menggunakan helm, jadi rambutnya tidak acak-acakan.

Setelah 15 menit di jalan, akhirnya Jungkook sampai juga di rumahnya. Tapi ada yang aneh, kenapa di bagasi mobil mereka terisi dua mobil? Setaunya tadi ayahnya -Jeon Namjoon- masih tidur karena sedang libur di kantor.

Tunggu.. plat nomornya 'H 0530 K'

ASTAGA! Hoseok di rumah! Batin Jungkook berteriak kesal.

'Jomblo jamuran itu kenapa pulang sih?' Tiba-tiba Jungkook merasa bad mood.

Sedikit cerita, Hoseok itu memang jomblo. Entah tidak ada yang mau, atau seleranya yang terlalu tinggi, entahlah. (Sini sama gue aja mz)

Saking badmoodnya dia tidak menyadari kalau dia tak sengaja menendang sepatu yang dia lewati. Jungkook menaruh sepatunya di rak sepatu. Dan melangkah masuk ke dalam rumahnya.

"Aku pulang" ucap Jungkook.

"Oh kau sudah pulang Jungkook?" Tanya Namjoon.

"Iya. Apa Hyung liat-liat? Ganteng? Iyalahh"

"Apa sih, sirik aja." Hoseok memutar bola matanya malas.

"Duduklah dulu, Kook" ucap Namjoon.

Jungkook langsung duduk bersebrangan dengan Hoseok lalu mengambil sirup jeruk yang tersedia di sana dan meminumnya.

"Hoseok membawa pacarnya loh"

BRUUUSHHHH

"Jorok banget Jungkook!" Teriak Hoseok yang kena semburan maut Jungkook.

"Uhuk uhuk! Apa tadi ayah bilang? Jomblo jamuran ini punya pacar?" Tanya Jungkook

"Iya, pacarnya imut sekali."

"Imutan Jimin hyung"

"Kue kering datang~" ucap seseorang yang baru datang dari arah dapur.

"Eh Woozie? Ngapain di- Kau pacarnya Hoseok?!"

"Loh Jungkook adiknya Hoseok hyung ya?"

"Jadi kalian saling kenal?" Tanya Hoseok.

"Iya hyung, Jungkook teman SMA ku dulu." Ucap Woozie.

"Pedo" ucap Jungkook ke Hoseok.

"Kalau aku pedo, Jimin apa? Dia kan lebih tua dari aku"

"Pengecualian untuknya"

"Mana ada"

Oke mari kita tinggalkan mereka yang hanya bisa bertengkar tidak ada habisnya. Namjoon jadi patung, saudara-saudara.

.

.

Setelah lelah menimpali perkataan Hoseok yang tidak berujung itu, akhirnya Jungkook ke dapur. Terdengar ibunya seperti sedang mengobrol dengan seseorang? Itu berarti dia tidak sendirian kan.

Lalu Jungkook dengan langkah santai memasuki dapur. Alangkah terkejutnya dia dengan apa yang dia lihat kini.

"Jimin Hyung?"

.

.

.

TBC!

Ahahahaha aku ngelanjutin ff inii hayoo sekarang udah ketauan nih ortunya Jungkook itu NamJin hihiww xD maaf mungkin di sequel chap 1 ini belum banyak moment KookMin nya, tapi chap depan kalian akan bahagia wahai KookMin shipper MUEHEHEHEHE XD

Maaf kalo masih gak nyambung, typos, alur kecepetan, aku hanyalah author amatiran yang ngebet bikin cerita fantasi tentang idolanya /alah/ .. semoga kalian suka! ;**

AND BIG THANKS FOR :

akai410 | amiracarlin2 | etsukoyukiai | pchanyeol737 | JiminVivi | Kumiko Ve | ChiminChim | Jimingotyesjam | jchimchimo | hhoshii | sersanjung | TaeLove | Vchim | Fk'Hyoae | VABshi | abibaek | Gummysmiled | wujimommy | nuruladi07 | esazame

And who follow, favorit and silent reader, i love you! ;*

-Nyonya Jung-