High School Hustle

Casts: GOT7 and Winner

Pairing: Markbam

Rating: T

Genre: romance, friendship

Warning: BL, Highschool!AU, typos, out of character

Disclaimer: storyline is mine and casts are God's

Notes: italics for native languages (Thai/Chin/Eng)

happy reading

.

"Good morning, Mark hyung!"

Seriously, Bambam. Kau telah mengacaukan pikiranku di malam hari sekarang kau hadir lagi di sini dengan tampang tak berdosamu itu. Dan jam berapa sekarang? Mengapa ia sudah siap dengan seragamnya? Bukannya ini masih jam setengah tujuh pagi? Mau apa dia menunggu satu setengah jam di sekolah? Ah iya, ini kan hari pertamanya. Anak yang lucu. Eh, what.

Aku melihatnya berjalan ke arahku dan— "Hyung, ini aku buatkan sarapan. Hyung mau mandi dulu atau makan dulu?"

Jebal jangan dekat-dekat dengan menggunakan wajah seperti itu. Astaga, matanya sungguh indah dan bibirnya—stop it.

"Mark hyung?"

"E-eh. Apa?"

.

"Hyung, ini aku buatkan sarapan. Hyung mau mandi dulu atau makan dulu?" Tanya Bambam sambil melihat ke arah Mark dengan tatapan inosennya.

5 detik.

10 detik.

"Mark hyung?"

"E-eh. Apa?"

"Ish, hyung dengar gak sih! Aku buatin hyung sarapan. Ada telur, sosis dan sandwich. Hyung mau minum susu, jus atau air putih? Hyung mau Bamie bawain bekal?" Ya. Inilah Bambam, si cerewet.

"Aniyo. Buatkan aku susu panas saja, Bam" ucap Mark disertai senyumannya

"Oh my God, senyumnya~" gumam Bambam—menggunakan bahasa Thailand—

"Bam? Kamu ngomong apa?" Tanya Mark dengan pandangan bingung, Bambam segera menutup mulutnya

"A-aniyo, hyung. Sesuatu yang gak penting kok hehe" jawab Bambam dengan senyuman inosennya, lalu kemudian berlari ke dapur untuk membuatkan Mark susu panas

Mark menganggukan kepalanya dan berjalan menuju meja makan, duduk di kursi yang biasa ia tempati. Ia melihat ke arah meja makan. Sudah lama ia tidak sarapan seperti ini. Bukan karena ia malas, hanya ia tidak pandai memasak. Kalau tidak ada Seunghoon—salah satu sahabatnya—ia pasti akan memakan ramen setiap hari. Mungkin memasak adalah salah satu kelemahan Mark Tuan selain—

(flashback on)

Mark mematikan HP-nya. Karena ia tidak ingin diganggu oleh teman-temannya. Ia butuh menyelesaikan proposalnya kalau tidak ia akan dibunuh oleh Mr. Kim. Namun baru ia akan menyentuh laptopnya lagi, perutnya berbunyi. Ia segera beranjak ke dapur dan mengambil sebungkus snack dan sekaleng coke. Ia berjalan kembali ke kamar sambil membuka kaleng coke-nya.

"O-oh! Mark hyung!" ucap seseorang yang baru keluar kamar mandi

"Bambam, ka—"

Langkah Mark terhenti. Kaleng coke dan snack pun jatuh.

'Shit.' Umpatnya dalam hati

"Omo! Mark hyung ken—" Bambam berjalan mendekati Mark

"Jangan mendekat!" teriak Mark

Bambam berhenti berjalan dan berhenti di tempatnya, melihat coke yang baru saja jatuh dan tumpah ke lantai.

"W-waeyo? Bamie m-melakukan kesalahan? B-bamie minta maaf hyung~" ucap Bambam dengan mata berkaca-kaca

"Aish, jangan menangis." Bukannya menjawab, Mark malah menutup matanya dan membalikan badannya ke belakang "Cepat gunakan celanamu, aku akan membersihkan minuman ini. Ppalli!" lanjutnya.

Right. Mari kita lihat kondisi Bambam sekarang.

Ia hanya menggunakan kemeja putih kebesaran (bayangin aja kemeja yang si Stop Stop It dance practice, tapi kegedean), tidak menggunakaan kaos dalam. Literally hanya kemeja itu. Dan boxer tentunya. Namun boxernya pun tertutup oleh kemeja kebesarannya. Dengan begini pula, sebagian besar bahunya, serta paha dan kakinya terekspos jelas.

'Shit. That thighs tho. Kaki yeoja aja tidak sebagus ini. Mulus, jenjang, kecil, bahkan kakinya tidak berbulu. Hey Mark Tuan- apa yang kau pikirkan!'

'Astaga jangan lupakan bahunya yang kecil itu. Apa benar dia laki-laki? Apa benar ia umur enam belas tahun? God. Kulit tan-nya sungguh menggoda. Rasanya aku ingin menerkamnya saja sekarang. Wait- apa yang aku pikirkan!' pikir Mark.

"T-tapi Bamie sudah terbiasa tidur dengan pakaian seperti ini~" ucap Bambam dengan suara yang—sengaja dibuat—imut.

"Kau menggunakan boxer kan?" Tanya Mark

"Tentu!" balas Bambam "kalau hyung tidak suka, Bamie ganti baju aja deh~" lanjutnya

"E-eh! Aku suka kok—eh! Maksudnya tidak apa-apa, Bamie~" ucap Mark

"Arasseo. Bamie bantu beresin ya, hyung?" tawar Bambam, Mark membalikkan lagi badannya

"Tidak usah, Bam!" Ia berniat berlari untuk mengambil kain pel di sudut ruangan, namun naas, ia terpeleset.

'Coke sialan. Hancur sudah image-ku di depan anak baru ini' umpatnya dalam hati

'Mark hyung lucu sekali. Baru juga seperti ini aja sudah tergoda sampai-sampai terpeleset segala. Memang apa salahnya sih pakai baju seperti ini? Apa dia menyukai tubuhku? Baguslah, lebih mudah untuk membuatnya suka padaku~' pikir Bambam

Dan akhirnya, malam itu Mark memutuskan untuk tidak bicara dengan Bambam, menahan malu.

(flashback off)

Saat ini, Mark sedang mencuci piring yang telah digunakan untuk sarapan mereka berdua—sudah berseragam tentunya. Awalnya Bambam yang akan mencuci piring tersebut, namun Mark memaksa untuk mencucinya, katanya sih 'kau sudah capek memasak, kali ini aku yang cuci' tapi sebenarnya ia berusaha mengembalikan image-nya yang tadi malam—sempat—rusak karena terpeleset. Dan Bambam… ia sudah bersiap di sofa.

.

Knock Knock

"Siapa sih pagi-pagi datang?" gumam Mark sambil mencuci piring "SIAP—" baru saja Mark ingin teriak, Bambam sudah menyelanya.

"Itu Jinyoungie, ia akan mengantarku ke sekolah" ucap Bambam sambil bersiap membukakan pintu

Ya, semalam Bambam meminta nomor Jinyoung dari Mark—yang sedang 'ngambek' sehingga ia hanya memberi secarik kertas kepada Bambam— dan semalaman juga Bambam chatting dengan Jinyoung. Bambam sudah menganggap Jinyoung sebagai mommy keduanya. Walau Jinyoung seumuran dengannya.

"Good morning, Bambam~" ucap Jinyoung ketika pintu sudah dibuka

"Good morning, Jinyoungie~" balas Bambam, terlihat jelas juga bahwa Jinyoung baru saja mencium kepala Bambam.

Mark yang melihat kejadian itu langsung memasang muka murung

"Oh, good morning, Mark hyung!" ucap Jinyoung sambil melambaikan tangannya, dibalas oleh anggukan Mark.

Jinyoung yang melihat mimik wajah Mark yang murung langsung mengajak Bambam pergi

"Wait! Aku ikut." Ucap Mark sambil meletakan piring yang baru ia cuci dan segera menyambar tasnya.

"Eoh? Tumben kau mau ikut hyung~" ucap Jinyoung

"Bambam adalah roommateku. Roommateku adalah tanggungjawabku" ucap Mark sambil merangkul pundak Bambam.

"Kajja! Kau masih tetap mau ikut, Jinyoung-ah?" Jinyoung hanya mengangguk, kemudian memberikan wink ke arah Bambam.

Mungkin Mark harus tau bahwa Jinyoung dan Bambam merupakan saudara sepupu.

.

Suasana kelas XI-A+ terlihat sedang gaduh. Walaupun isinya anak-anak genius semua, namun tetap saja mereka masih bandel ketika tidak ada guru. Salah satu anak di kelas ini adalah Jackson Wang, namja yang mengirimi Mark pesan kemarin. Ia adalah anak yang sangat periang, lucu, tampan, kaya, dan sangat berbakat, namun ia adalah anak yang ceroboh pula. Dan sama seperti Bambam dan Mark, ia bukan orang Korea, melainkan Hongkong dan merupakan Hongkong's representative di bidang fencing.

"Hey hey, sonsaengnim datang!" teriak seseorang, yang tak lain adalah ketua kelas mereka "tapi sepertinya ia tidak sendiri, ada seseorang lain di belakangnya" lanjutnya

Suasana kelas yang sempat diam sebentar, langsung gaduh lagi sesaat setelah sang ketua kelas berbicara tentang gurunya yang tidak sendiri, yang tak lain dan tak bukan adalah mereka kedatangan anak baru.

"Selamat pagi anak-anak" ucap guru—tepatnya kepala sekolah—mereka, Mr. Park

"Pagi, sonsaengnim!" balas seluruh kelas

"Kalian kedatangan teman baru, jangan buat dia ketakutan. Ia orang Thailand, dan dia tidak lancar berbahasa Korea. Harap dimaklumi" ucap Mr. Park lagi, "Bambam-ah, silakan masuk!" lanjutnya sambil memberi gesture untuk mempersilakan Bambam masuk.

Bambam memasuki kelas dengan malu-malu, berdiri di sebelah Mr. Park.

"Perkenalkan dirimu!" ujar Mr. Park

"Ne, sonsaengnim" ucap Bambam, kemudian menatap—calon—teman-teman barunya.

"A-annyeonghaseyo, namaku Khunpimook Bhuwakul. Namaku susah disebut, panggil saja Bambam. Aku tidak lancar berbahasa Korea," Bambam melemparkan pandangannya ke seluruh kelas

'tidak ada Mark hyung' pikirnya dalam hati

"kuharap kita dapat berteman dengan baik!"

Bambam menyelesaikan perkenalannya. Ia dapat mendengar teman-teman sekelasnya berbicara ke teman sebangkunya, seperti 'wah dia imut sekali!' 'kudengar ia teman sekamarnya Mark hyung?' 'Mark hyung beruntung sekali mendapat roommate seperti dia!' dan 'dia akan menjadi milikku'. Bambam menunduk malu.

"Bambam, kau bisa duduk di sebelah Jackson. Jackson, tolong angkat tanganmu!" ucap Mr. Park setengah teriak. Jackson pun mengagkat tangannya dengan malas

Bambam segera melangkah ke arah Jackson, tak lupa membungkuk dan mengucapkan terimakasih kepada Mr. Park dan teman-teman sekelasnya. Ia duduk di sebelah Jackson, tanpa menyudahi senyumannya.

"Berhenti tersenyum, kau membuatku meleleh" ucap Jackson tiba-tiba dengan menggunakan smirknya. Bambam yang baru saja duduk, tersontak kaget.

'Tch, namja yang aneh' pikir Bambam

"Baiklah, hari ini Ms. Choi sedang sakit. Kalian pelajaran bebas. Taehyun-ah, jaga ketenangan kelasmu ya" ucap Mr. Park tepatnya kepada Taehyun, sang ketua kelas, dan dibalas anggukan oleh Taehyun.

Tempat duduk Bambam berada di tengah-tengah kelas, sehingga memudahkan banyak murid untuk berkenalan dengannya.

"Annyeong! Namaku Song Mino dan yang di sebelahku namanya Taehyun. Ia tidak terlalu banyak bicara, jadi mengobrollah denganku!" ucap namja yang diketahui bernama Mino dengan wink-nya.

"Mau aku panggilkan Kim Jinwoo?" Tanya Taehyun dengan wajah datarnya

"Eh jangan dong! Kau tau kan my Jinwoo kalau marah kayak gimana!" balas Mino

Bambam pun bingung sendiri, dan beralih ke arah Jackson

"A-annyeong, namaku Bambam!" ucap Bambam dengan senyum khas-nya

"My baby Bambam" balas Jackson dengan seringaiannya

"W-what?"

"Kau sangat kecil. You're my baby. Baby Bambam from now on!" ucap Jackson. Seringaiannya sudah berubah menjadi senyum cerianya

"Ckck, Wang Jackson! Urusanmu dengan Junior saja belum selesai. Sekarang sudah punya yang baru?" sindir Mino. Sebenarnya bukan sindiran sih.

"Junior?" Tanya Bambam dengan muka inosennya

"Park Jinyoung. Anak kelas X-A+ it—" jawab Mino

"Haish, sudah jangan rusak pikiran inosen my baby!" sela Jackson

"Jinyoungie?" Bambam terlihat berpikir sejenak. "JINYOUNGIE? Jackson-ssi! Kau apakan Jinyoungie-ku? Kau memerkosanya? Kau mau membunuhnya? Andwae!" teriak Bambam sambil berdiri membuat seluruh kelas menoleh ke arahnya

Mino dan Taehyun hanya tertawa kencang di bangku mereka.

"Sssh. Baby, diam dulu, biar aku jelaskan!" Jackson segera membungkam mulut Bambam dan menariknya untuk duduk kembali.

"Shireo. Kau melukai Jinyoungie. Aku tidak mau bicara denganmu!" ucap Bambam sambil mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di dada.

"Aku tidak melukai Jinyoungie. Aku hanya suka dengan wajah imutnya, makanya itu aku sering menggodanya. Namun my baby Bambam rupanya lebih imut~" balas Jackson sambil mengelus pipi kanan Bambam

'Cih, dikiranya Bamie mau pacaran sama playboy kayak dia!' begitulah kata baby Bambam

"Sudah selesai dramanya?" Tanya Taehyun sarkastik dengan memainkan alis yang menjadi trademark-nya itu.

.

Bel istirahat sudah berbunyi semenjak 10 menit yang lalu. Namun di kelas IX-A+ masih ada seorang namja, yang tak lain adalah Bambam. Ia tidak tau dimana arah kantin, padahal tadi Mino sudah janji untuk menemaninya ke kantin, namun seorang yang tadi disebut bernama Jinwoo itu menariknya ke tempat lain. Sedangkan anak-anak yang lain seakan tidak peduli dengan Bambam. Ia pikir Jackson akan menemaninya, namun ia bergabung dengan Taehyun serta teman-temannya. Jadilah Bambam sendiri di kelas.

Perut Bambam berbunyi lumayan kencang. Ia sangat lapar. Ia segera bangkit dari tempat duduknya dan nekat mencari letak kantin di sekolah yang sangat besar ini.

Setelah kurang lebih 10 menit ia mencari, akhirnya ia menemukan dimana letak kantin. Tanpa basa basi, ia langsung mengambil makanan yang telah disediakan oleh para chef dan- ia kebingungan mencari tempat duduk. Namun seseorang dengan mohawk-nya menarik perhatian Bambam. Ya siapa lagi kalau bukan Mino. Ia segera menghampiri Mino—dan teman-temannya—

"M-mino-ssi, bolehkah aku duduk di sini?" Tanya Bambam sambil menunduk. Mino melempar pandangan bertanya ke teman-temannya

"Kalau tidak boleh tidak apa-apa kok. Aku bisa mencari tempat duduk lain" ucap Bambam.

"Ani. Kau boleh duduk di sini." Bambam mengenali suara ini. Ini… suara Mark.

Bambam mendongakan kepalanya. Bambam melihat beberapa orang yang ia kenal. Mark, Mino, Jackson, Jinyoung, Taehyun dan… Jinwoo. Apa mereka semua sahabat?

"Hey. Kau masih mau duduk di sini tidak?" Tanya seorang lainnya

"A-ah, ne." Bambam mengambil tempat duduk yang kosong di seberang Mark, dan langsung menyantap makanannya. Tak sadar orang di hadapannya sedang memperhatikannya

"Namamu Bambam ya?" Tanya seseorang di sebelahnya. Bambam menjawab hanya dengan anggukan

"Kau teman sekamar Mark hyung?" Tanya orang itu lagi. Bambam hanya menjawab dengan anggukan lagi.

"Apa kau—"

"Hey Choi Youngjae, biarkan my baby makan dulu nanti ia tersedak!" ucap Jackson

"What the heck, Jackson. My baby?" Mark kaget dengan panggilan Jackson ke Bambam. Jackson sudah biasa memanggil baby ke semua namja yang wajahnya imut. Namun ia merasa tidak terima kalau Jackson memanggil Bambam dengan sebutan itu. Dan Bambam sepertinya tidak peduli dengan omongan mereka dan terus makan

"Ne, my baby Bambam. Are you jealous, Mark Tuan? Haha!" Tanya Jackson dan dilanjut dengan suara tawa high pitch-nya

"A-aniyo!" elak Mark

Bambam menyelesaikan acara makan di istirahatnya dan berniat berkenalan dengan teman-teman Mark. Seakan tau maksud Bambam, Mark segera mencegahnya saat Bambam berniat berdiri untuk memperkenalkan dirinya. Dan memberi Bambam tatapan 'biar-aku-saja-yang-melakukannya-'

"Ehem" Mark berdehem. Sontak semua temannya langsung menengok ke arahnya. "Namanya Khunpimook Bhuwakul, panggil saja Bambam. Ia sekelas dengan Mino, Jackson dan Taehyun. Ia teman sekamarku dan mulai sekarang ia akan menjadi bagian dari kita" ucap Mark

"Shit, dia imut sekali" umpat seseorang di ujung meja

"Ssst, Yugyeom-ah, nanti dimarahin Mark hyung. Kan Bambam udah di-tag sama dia" bisik Jackson yang duduk di sebelahnya

"Jadi Mark hyung sekarang gay?" bisik orang yang bernama Yugyeom tersebut balik

"Perhaps"

"Bambam, yang di sebelahmu adalah Youngjae, lalu di sebelahnya Seungyoon, Taehyun, Jackson, dan Yugyeom" Bambam membungkuk ke mereka dan dibalas dengan senyuman hangat—kecuali Jackson yang memberinya flying kiss—

"dan yang diseberangmu ada aku, Jaebum, Seunghoon, Mino, Jinwoo dan Jinyoungie" sambung Mark

"Welcome to the Big Bastard, Bambam!" ucap mereka semua bergantian

Bambam bingung. Ia tidak mengetahui apa itu Big Bastard.

Apa itu Big Bastard? Big Bastard adalah kelompok yang paling populer di Seoul Academy of Fine Arts. Mereka sangat terkenal di seluruh penjuru sekolah dan bukan berarti mereka terkenal mereka menjadi sombong. Big Bastard terdiri dari 12 orang, dan diketuai oleh Mark Tuan dan mereka biasa berkumpul di dance practice room 3—karena sekolah mereka punya banyak sekali tempat latihan menari—

Anggota pertama yaitu Mark Tuan, tak usah perlu dijelaskan, ia sudah mendekati perfect. Seorang ketua OSIS mencakup ketua Big Bastard. Salah satu dari rapper terhebat di sekolahnya. Mark adalah orang yang pendiam, namun jika sudah bersama Big Bastard, ia akan menjadi lebih berisik daripada ahjumma-ahjumma yang ada di kantin. Berada di kelas XI-A

Anggota kedua ada Im Jaebum, biasa dipanggil JB, ia adalah anggota tim sepak bola di sekolahnya. Ia sangat mahir b-boying dan bernyanyi. Jika tidak ada Mark, maka ia yang akan berperan sebagai ketuanya. Jaebum memiliki hubungan rahasia dengan Jinyoung, dan yang mengetahuinya hanya Jackson seorang. Ia adalah anggota tertua di Big Bastard. Berada di kelas XI-A

Anggota ketiga ada Song Mino, ia adalah seorang anak dari pengusaha terbesar di Korea, rumahnya menjadi 'markas' kedua Big Bastard. Walau ia terlihat sebagai berandalan, ia akan menjadi seperti anak kecil jika sudah bersama Kim Jinwoo. Mino merupakan sepupu dari Jackson. Ia berada di kelas XI-A+

Anggota keempat adalah Jackson Wang, yang meninggalkan Hongkong demi mengejar impiannya menjadi penyanyi serta komposer. Ia merupakan mantan atlet fencing di Hongkong. Ia seorang yang periang, ceria, dan selera humornya tinggi. Namun sifatnya kadang susah ditebak sehingga banyak mengagetkan orang-orang. Ia merupakan partner in crime-nya Mark dalam martial arts dan sepupu dari seorang Song Mino. Berada di kelas XI-A+

Anggota kelima adalah Nam Taehyun, ia merupakan salah satu 'diva' di Big Bastard. Sifatnya yang dingin dan sering mengeluarkan kalimat sarkastik membuatnya susah untuk diajak berteman. Youngjae masih takut jika ditinggal berdua saja dengannya. Ia sangat pintar dan satu-satunya orang yang dapat meluluhkan hatinya adalah seorang Kang Seungyoon. Berada di kelas XI-A+

Anggota keenam adalah Kim Jinwoo, 'diva' kedua setelah Nam Taehyun. Ia adalah kakak dari seorang Kim Yugyeom. Wajahnya yang cantik dan imut serta sifatnya yang murah hati dan lembut membuatnya disukai banyak orang. Namun yang berhasil mendapatkan hatinya adalah seorang Song Mino. Berada di kelas XI-A

Anggota ketujuh adalah Park Jinyoung, bukan kepala sekolah mereka. Ia biasa dipanggil Jinyoungie atau Junior atau eomma. Eomma? Ya, ia sangat keibuan di usianya yang masih muda. Dan Junior? Ia adalah maknae di Big Bastard. Ia memiliki hubungan special dengan Jaebum dan merupakan sepupu jauh Bambam. Berada di kelas X-A+

Anggota kedelapan adalah Kim Yugyeom, usianya hanya selisih sebulan dengan Jinyoung namun ukuran tubuh mereka sangat berbeda. Ia adalah adik dari seorang 'diva', Kim Jinwoo. Walaupun ini baru tahun pertamanya di sekolah ini, sudah banyak murid yang memberikannya hadiah maupun surat di lokernya, Yugyeom sangat senang jika ia mendapat seperti itu. Berada di kelas X-A

Anggota kesembilan adalah Kang Seungyoon, walaupun ia masih tergolong dalam three maknaes, mukanya terlihat lebih tua dari JB. Ia merupakan pujaan hati Taehyun. Ia sangat pandai bernyanyi dan tak jarang ia diminta untuk mengisi acara sekolah dan dikirim untuk mengikuti lomba di luar sekolah. Berada di kelas X-A+

Anggota kesepuluh adalah Lee Seunghoon, seorang yang paling aneh dan tidak tau malu di Big Bastard. Ia suka berbuat onar dan melakukan hal-hal aneh dan heboh. Ia sangat pintar bermain peran, sampai-sampai anak Big Bastard tidak mengetahui jika ia sedang berbohong sekalipun. Berada di kelas XI-A

Anggota kesebelas adalah Choi Youngjae, si jenius dalam bidang musik. Jika Seunghoon merupakan member yang paling aneh, Youngjae merupakan member yang paling normal, bahkan ia lebih normal dari seorang Mark Tuan, namun terkadang ia sangat bawel dan sok tau, namun karena itulah ia disukai banyak orang. Ia anak nomor 1 di kelas. Berada di kelas X-A.

Dan yang terakhir adalah Khunpimook Bhuwakul atau Bambam, si imut yang berasal dari Thailand. Mungkin nicknamenya sekarang adalah 'School's First Love' karena setiap murid yang melihat dia pasti akan jatuh hati padanya karena keimutannya. Merupakan sepupu dari seorang Park Jinyoung. Bambam adalah seorang yang polos dan lembut. Berada di kelas XI-A+

.

Dua orang namja terlihat sedang berjalan beriringan, yang satu lebih tinggi daripada yang satunya lagi. Mereka adalah Mark dan Bambam, Mark lebih tinggi tentunya. Sekarang, harusnya sudah jam pulang sekolah, namun Mark terlanjur membuat janji kepada Bambam untuk menemaninya berkeliling sekolah. Ani, lebih tepatnya Bambam memaksanya untuk menemaninya. Padahal ia ada latihan martial arts hari ini.

"Ruangan di sebelah kananmu adalah dance practice room 3, tempat biasa kami berkumpul, datanglah kesini jika kau mau." Ucap Mark sambil membuka pintu ruangan tersebut, Bambam mengangguk

"Di dalam sini ada piano room, composing room dan changing room. Semua dance room berbentuk seperti ini, jangan kaget" lanjutnya

Mereka keluar dari ruangan tersebut dan mulai berjalan lagi. Mark memperkenalkan Bambam semua ruangan di sekolah ini, dari yang terkecil hingga yang terbesar, yaitu gymnasium. Seoul Academy of Fine Arts memang sangat besar dan luas. Orang yang belum lama di sini dijamin akan tersesat, seperti Bambam tadi pagi

"Done. Kita sudah kembali lagi di sini. Puas?" Mark menatap Bambam yang terlihat kebingungan

'Sekolahku yang lama aja aku belum hafal, bagaimana yang baru' pikir Bambam

"Bam?" panggil Mark sambil melambaikan tangannya di depan Bambam

"N-ne hyung. Terimakasih atas waktunya!" balas Bambam dengan senyumnya

"Hm, kalau begitu aku akan latihan martial arts. Kau pulang duluan saja, Bam. Sudah hampir jam 5 sore." Ucap Mark

"Aku mau ikut hyung!"

"Aniyo, aku akan lama. Kembalilah ke dorm, Bam~"

"Bamie tidak tau jalan"

"Sini biar aku tun—"

"Shireo! Pokoknya mau ikut Mark hyung!" Bambam mengerucutkan bibirnya imut

"Jangan, Bam, di sana pengap dan bau keringat"

"Hyung~" Bambam mengeluarkan aegyo-nya, ia menggunakan puppy eyes-nya dan pout andalannya.

Mark mengacak-acak rambutnya frustasi. 'Gosh, mana bisa aku menolaknya jika ia seperti ini. Dia imut sekali- no, no. dia tidak imut. Ani, dia imut. Aish, Bambam kau membuatku gila!'

"Hyuuung~" Bambam menambah kadar aegyonya

"Aish. Arasseo! Kajja. Aku sudah terlambat!" Mark segera melangkah mendahului Bambam, sedangkan Bambam hanya tersenyum senang.

.

"Jadi kau terlambat hanya karena anak baru ini?" tanya sang kapten tim, Bang Yongguk sambil menunjuk Bambam dan menatapnya dengan tatapan membunuh

"A-aniyo. Mark hyung ta—"

"Diam! Aku ingin Mark Tuan yang menjawab!" bentak Yongguk kepada Bambam.

Mark yang mengetahui perubahan aura Bambam, langsung menarik tangannya dan menyembunyikannya ke belakang tubuhnya.

"Aniyo. Tadi aku ketiduran di kantin, lalu Bambam membangunkanku" ucap Mark dingin

"Lalu mengapa anak itu di sini sekarang? Kau tau kan latihan ini adalah latihan tertutup?" Mark merasakan remasan di bajunya yang semakin kuat

"Anak itu? Dia mempunyai nama. Namanya Bambam, dan dia di sini karena…. d-dia… dia kekasihku, dan di peraturanmu, kekasih diperbolehkan masuk" ujar Mark dengan smirk kemenangannya. Bambam segera melepaskan remasannya di baju Mark dengan mukanya yang memerah menahan lalu.

"Oh, jadi Mark Tuan sekarang seorang gay?" tanya Yongguk

'Jadi selama ini Mark hyung bukan seorang gay… Ottokhae?'

"Jika itu Bambam, aku rela menjadi gay." Jawab Mark lalu ia segera menarik Bambam ke kursi penonton

"Dengar ya, yang tadi hanya bullshit. Aku bukan pacarmu dan aku bukan seorang gay. Aku melakukan itu biar kau tidak kena semprot Yongguk hyung." Ucap Mark dengan nada dinginnya

"A-araseo." Balas Bambam dengan nada sedih "Tapi hyung, m-mengapa begitu?" tanya Bambam

"Begitu apanya?"

"Mengapa hyung melindungi Bamie dari Yongguk sunbae?"

"Ah.. itu—"

"Mark Tuan! Cepat ganti bajumu dan berlatih!" teriak partner in crime-nya, Jackson.

'Thanks God, baru kali ini ia menjadi penyelamatku. Eh tapi mengapa ya, aku melindungi Bamie dari Yongguk hyung? Aish, nanti sajalah' pikir Mark

Baru selangkah Mark berjalan, tangannya ditahan oleh seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Bambam.

"M-mianhae, karena Bamie, hyung jadi kena marah Yongguk sunbae" ucap Bambam sambil menundukkan kepalanya.

Mark menunduk dan mengusap rambut Bambam, "It's okay. Aku ganti baju dulu ya? habis itu lihat kekerenanku!" ujarnya dengan senyum.

.

Lampu-lampu di sekolah sudah mati dan waktu latihan sudah habis sejak setengah jam yang lalu, namun tidak bagi Mark. Ia mendapat hukuman dari Yongguk karena keterlambatannya. Ia harus berlatih lima belas menit lagi. Bambam bahkan sudah tertidur pulas di bangku penonton semenjak 1 jam yang lalu. Mark terlalu fokus berlatih sehingga lupa akan Bambam.

Seseorang melangkah ke bangku penonton, menghampiri Bambam yang sedang tertidur pulas dan berlutut di depannya.

"My baby!" panggil seseorang yang tak lain adalah Jackson "ayo bangun, ini sudah jam 7 malam, baby~" Jackson mengguncang bahu Bambam

"Eungh" Bambam melenguh, membalikkan badannya ke arah Jackson

"Baby~ ayo bangun! Mark hampir selesai latihan" ucap Jackson lagi, namun belum ada respon dari Bambam

"Baby Bambam, ini sudah gelap, kau harus pulang" Jackson mengelus pipi Bambam

"Ya. He's not your baby, Wangkong" Siapa lagi yang memanggil Jackson dengan nama itu selain Mark

"He's not yours too, Yien" dan siapa yang mengetahui nama asli Mark selain Jackson

"Don't touch him, Kong-ah"

"You have no rights to tell me that"

Jackson masih tetap mengelus pipi Bambam

"I said don't. touch. him."

"You're not even his boyfriend"

Mark terdiam.

.

"You're not even his boyfriend"

Shit. Jackson benar. Aku bukan pacarnya, aku bukan siapa-siapanya. Aku bukan seorang gay dan aku tidak mungkin berpacaran dengan Bambam. Namun aku merasa tidak suka jika Bambam disentuh oleh orang lain selain diriku sendiri. Aku juga tidak suka jika orang lain memperlakukan Bambam dengan tidak baik. Dan aku juga tidak suka jika Bambam bersedih, ataupun menangis.

Sebenarnya… apa yang terjadi pada diriku?

.

Malam hari di kamar Mark dan Bambam berjalan dengan baik. Bambam dan Mark saling membantu dalam mengerjakan tugas dari guru-guru mereka, dan dapat dilihat juga bahwa Mark sudah 'tidak takut' dengan penampilan Bambam yang hanya menggunakan oversized shirt ketika tidur. Sekarang, Mark sedang bersantai dengan membaca komik di tempat tidurnya sedangkan Bambam sedang sibuk memasak makan malam untuk mereka berdua.

Beep beep

Beep beep

Handphone Mark berbunyi dua kali, dengan segera ia membuka pesan-pesan yang baru saja masuk.

From: Jaebum Appa

Hey, aku akan ke kamarmu. Aku lapar, pastikan di sana ada makanan.

See you.

"Merepotkan saja" gumamnya

To: Jaebum Appa

Sure.

Kebetulan Bambam sedang memasak. Aku tunggu.

Sungguh munafik, Mark Tuan.

Ia mengecek pesan yang satunya.

From: Babo Wangkong

You're right.

He's absolutely my type. I will make him mine.

"Dream on, Jackson Wang"

TBC