Ghost? Trust me or not , im fall in love with ghost
Chapter 2 "Search Conclusion and Confused"
Pairing: Gray X Juvia
Rated : T
Genre: Mystery, Romance, School life
Aku pun membuka pintu tua itu, sekali lagi ia menunjukkan raganya padaku.
Aku pun memberanikan diri untuk mendekatinya, "Gray sama" Ucapnya sambil meraung, ia menangis, ah sial, aku ga suka melihat wanita menangis.
"Siapa kau? Kenapa kau tahu namaku?" Tanyaku, aku memegang pundaknya namun tembus..
"Apa ini? Apaaaa? Aku bingung, ia apa? Jangan-jangan yang ada di hadapanku dan saat ini aku berbicara adalah Hantu?!"
Jrennnnggg... #ala musik hantu yg klasik (?)
Hola minna ketemu lagi dg author gaje yg satu ini :3
Apa ada yang kangen dengan fic yang satu ini? XD
#dihajar reader yang nunggu lama,
Yosh sekarang saat menjawab reviewers , terima kasih banyak untuk anda-anda semua yang telah mereview fanfic yang penuh kekurangan ini
Sadsa : Hehehe, terima kasih banyak atas pujian anda, iya, Gray dan Erza memang berteman baik disini. ^^ simak ya ceritanya..~
Kagura Yuki: Aye ^^7 , liat saja di fanfic chapter 2 ini XDv , gpp, reviewers adalah penyambung hidup cerita saya :D #lebay , ditabok XD
Cyanfive98: Hahhaa, ini baru pertama kalinya saya membuat fanfic genre horror, maaf kalau jelek ^^', terima kasih atas reviewnya, ni sudah diupdate, selamat menjawab dan jangan lupa revview minna ^^b
Gomen" panjang lebar , XD lanjut, thanks bget sekali lagi bwt yg udah ngereview #Sembah sujud :3
Yosh langsung lanjut aja deh :3
Dont Review, Dont Read!
"Bagaimana bisa? Kok tembus? Argghhh kepalaku sial.." Ucapku lalu kehilangan keseimbangan dan terjatuh tak sadarkan diri.
Tiba-tiba aku tersadar di bawah sorot lampu yang terang, aku kucek mataku dan memandang sekeliling walau masih samar, terdengar suara wanita lembut memanggilku,
"Gray, kau sudah sadar?" Tanyanya membuat aku mendongak ke arahnya yang ternyata Erza,
"Gray, daijobu kaa?" Tanya wanita lain dan membuatku melihat ke arahnya, Lucy.
Aku pun terbangun dan memegang kepalaku, "Aku tak apa-apa , tapi aku dimana?" Tanyaku.
"Kau berada di ruang OSIS sekarang," Jawab Erza.
"Tadi kami mencarimu, karna kami telat ke taman, tiba-tiba kau sudah pingsan di dalam ruang klub seni lama" Sambung Lucy menjelaskan. Mataku terbelalak, aku baru sadar, disana aku kehilangan kesadaranku dan pingsan begitu saja, siall.. aku bagaikan penakut pula.
"Apa kau melihat sesuatu disana Gray?" Tanya Erza, kali ini tatapannya tajam mengarah padaku.
"Ya, aku melihat,,," Aku mau menjawab namun seseorang membuka pintu dan terlihat pria bertato fate dan rambut biru azurenya yang berantakan, ya, ia ketua OSIS, namanya..
"Fernandes senpai, maaf merepotkanmu" Ucap Erza melihat kedatangan Jellal, arghh, dasar Erza, ia ga suka merepotkan orang.
"Tidak apa-apa Erza, lagi pula kau kan wakil ketua OSIS" Jawabnya tersenyum lalu memandangiku , "Gimana kondisimu Gray? Tadi aku dengar ada keributan disaat aku lewat di klub seni lama, setelah aku tahu, aku yang memapahmu kesini" Jelasnya.
"Aku tak apa-apa, terima kasih" Jawabku, ia cukup baik rupanya.
Ia hanya tersenyum lalu ia menampakkan wajah seriusnya "Erza, aku juga pernah menyelidiki ruang klub itu, tepatnya 2 minggu yang lalu, aku dapatkan hasilnya di kaset ini" Ucapnya yang membuatku terbangun walau masih sakit dan mendekat.
Erza pun mengambil kaset dan mengeluarkan laptop kesayangannya itu dari tasnya, oya, sebelum ini aku belum pernah bilang kan kalau Erza itu anak orang kaya, namun ia tinggal di kuil bersama orangtuanya, makanya ia cukup displin untuk segala sesuatunya.
~Ghost? Trust me or not , im fall in love with ghost~
Ia pun membuka tempat penaruh kaset di laptopnya dan dimasukkan kaset yang diberikan Jellal tadi, aku , Lucy, dan pemilik laptop pastinya pun menyaksikan kejadian yang disorot Jellal 2 minggu yang lalu, tampak pada layar laptop kursi melayang di langit-langit kelas , jendela terbuka tutup , angin bertiup kencang, bahkan meja pun terbanting dan ada suara wanita meraung-raung, yang membuat Lucy berteriak kencang..
"Kalo kau tak sanggup, jangan dilihat ataupun didengar" Ucap Erza yang merasakan keberisikkan dari teriakan Lucy, dan Lucy pun menjauh.
Aku, dan Erza lah yang melihat hingga tayangan akhir sedangkan Jellal hanya duduk di sofa yang berhadapan dengan kami.
"Aku mengerti" Ucap Erza menyandarkan tubuhnya ke tubuh kursi. Aku masih tertegun, apa yang dimengerti Erza, entahlah, aku juga tak tahu.
"Itu sedikit menakutkan bukan, aku juga salah satu dari bagian penyelidikan lho.. " Ucap Jellal membuyarkan lamunanku, Erza masih tetap saja tenang seperti berpikir keras lalu menghela napas.
"Beberapa kemungkinan yang tlah ku buat yaitu, ia hantu wanita seperti rumor katakan, kejadian tak dimasuk akal itu juga masih membingungkan, hantu wanita itu bisa disebutkan sebagai arwah penganggu atau arwah penasaran, ataupun.." Ucap Erza namun..
"Bisa juga disebut arwah pembunuh" Celetuk Lucy, Erza hanya hening sejenak begitu juga dengan Jellal, ah .. aku tak bisa memikirkan apapun sekarang, siall.
"Tidak Lucy, kalau ia arwah pembunuh, ia sudah menjadikan murid sekolah kita jadi tumbalnya" Kritik Erza dengan pernyataan Lucy, "Aku juga setuju dengan Erza, mungkin saja, Gray tadi bisa dijadikan tumbal kalau ia pingsan, tapi itu tak terjadi kan?" Celetuk Jellal juga memperkuat pernyataan Lucy kalau itu tak benar, arghh, ketua OSIS aneh, dibuat aku jadi merinding pula.
"Oya Erza, ada yang pernah melihat arwah wanita itu, ia anak kelas 2-B, bagaimana kalau kita tanya sama dia sekarang, kebetulan ia sedang excul voli" Ucap Jellal yang membuat semua orang termasuk aku mengangguk mantap. Kami pun menuju ruang olahraga kami. Terlihat banyak orang sedang latihan dan Jellal pun memanggil orang itu, berambut putih keabuan datang menghampiri kami.
~Ghost? Trust me or not , im fall in love with ghost~
"Ada apa ya?" Tanya orang itu.
"Apa benar anda Lyon, kelas 2-B. Yang pernah melihat sosok arwah wanita di ruang klub seni lama?" Tanya Erza tanpa basa-basi. Lyon hanya kebingungan melihat sosok wanita scarlet itu, Erza pun menyadari "Maaf sebelumnya, saya Erza scarlet, kelas 2-A ketua peneliti ruang klub seni lama" Ucapnya sambil membungkukkan badannya.
"Ah, tidak apa-apa, ya, aku pernah melihatnya, sosoknya cantik sekali, namun dalam pejaman mata sebentar saja, ia menjadi sosok yang menyeramkan sekali, lalu aku jatuh pingsan begitu saja disana" Jelas pria itu, Lyon.
"Souka, arigatou gozaimashu atas info yang tlah anda berikan" Tanggap Erza berterima kasih, lalu mereka pun kembali ke ruang OSIS.
"Hei Gray, apa kau tak melihat apa-apa selama disana?" Tanya Erza lagi setelah kami sampai di ruang OSIS. Aku hanya menunduk, pikiranku kusut, aku kebingungan, aku topang wajahku dengan tangan kananku dan menunduk.
"Hei Gray, kita sedang dalam penyelidikan, kejadianmu itu hampir mirip dengan kejadian Lyon" Sambung Erza lagi. Aku pun menghela napasku dan berkata "Ya aku melihatnya, awalnya aku mendekatinya dan ketikan aku ingin menyentuhnya, tanganku tembus dan disaat itulah aku kehilangan kesadaranku" Jawabku.
"Begitu.. sudah jelas, ia arwah wanita, tapi motif ia berada di ruang klub seni lama, masih belum jelas, besok akan kita lanjutkan , jam udah menunjukkan jam 4 sore, kalau kita tidak pulang pasti orang tua kita khawatir, hari ini penyelidikkan kita tutup sampai disini" Balas Erza dan penyelidikkan kami pun sampai disini.
"Erza , kau mau pulang bersama aku?" Tanyaku padanya, "Aku belum mau pulang, ada yang masih harus aku kerjakan, kau duluan saja" Jawabnya dan berlalu begitu saja dan menghiraukan panggilan Jellal, dasar cuek pikirku.
Aku pun berjalan pulang seperti biasa, namun aneh juga tanpa Erza, bukannya aku suka, jadi terasa bosan aja, tanpa berbicara.
Setelah pulang aku pun berberes-beres ria, mandi, dan lain-lain, di sisi lain...
~Ghost? Trust me or not , im fall in love with ghost~
"Aku bisa merasakannya, namun aku tak bisa melihatnya.. siall" Gerutunya di ruang klub seni yang lama, "Akan ku perkuat nanti ilmu pelihat arwah bersama tou-san" Ucapnya sendiri lalu menutup ruang klub seni lama.
"Ah, segarnya.." Ucapku sehabis mandi, untunglah hari ini aku libur dari pr, aku pun tidur di kasurku, ah serasa di surga, namun karna mungkin terkena angin sepoi dari kipas angin, aku pun mulai memejamkan mataku..
"Gray-sama.." Panggil wanita itu, yang kulihat, sosoknya jadi menakutkan, darah menetes dari matanya yang jadi hitam, tubuhnya tersayat-sayat, pakaiannya lusuh, aku jadi takut, aku pun berlari namun tetap saja dikejarnya..
"Arghh.." Teriakku terbangun.. tubuhku terasa kaku, aku keringat dingin, untung saja aku terbangun, ku liat jam 7 malam, sudah 2 jam aku tertidur, sehabis itu aku bangun, makan lalu lanjut tidurku.
Keesokkan harinya aku pun berangkat bersama Erza ke sekolah, baru saja kami mau menapakkan kaki kami ke kelas, "Erza, Gray nanti bicarakan dengan Lucy, aku sudah meliput kejadian tadi malam, kalian mau melihatnya nanti? Datanglah ke ruang OSIS ok?" Ucap Jellal yang mendapat anggukkan dari kami.
"Ayo, kita masuk Erza" Ajakku namun.. "Etto, Erza.. bisa kita bicara sebentar?" Tanya Jellal sambil menggaruk kepala belakangnya.
"Baiklah..kau duluan saja Gray" Jawab Erza lalu pergi dengan Jellal, aku hanya memandangi mereka berdua dari depan kelas.. "Apa yang dibicarakan Jellal" Gumamku.
To be continued
Akhirnya kelar juga setelah sekian lama XDv , apa ya yang dibicarakan Jellal dengan Erza? Apa hubungan Gray dengan arwah wanita itu, apa yang akan dilakukan mereka setelah melihat video yang akan diberikan Jellal nanti,siapa yang bicara aneh dengan penglihatan itu?
Next chapter bakal terkuak, yosh , tetap menunggu chapter selanjutnya , mohon reviewnya yaaa ~ ^^
