GAME OF LOVE
Author : Usagi Yumi
Pairing : Miku x Kaito
Rin x Len
Luka x Gakupo
Meiko x Akaito
Teto x Ted
Summary : Saat game tersebut akan dimulai, Miku, Rin, Teto, Luka, dan Meiko merasa pusing dan mual serta mereka pun jatuh pingsan. Saat mereka bangun, mereka sudah tidak berada di dalam kamar Miku. Mereka bangun di pinggiran sungai di dalam sebuah hutan. Sebenarnya, apa yang terjadi pada mereka?! Penasaran? Silahkan baca chapter ini... Yang gak mau baca? Ya terserah...
Author's Teritory
Yumi : Hallo! Author GaJe is back!
Miku : Hey, Yumi! Sudah jangan nge-bacot aja!
Yumi : *pundung*
SuzuSutzu : Karena Yumi-chan lagi pundung, kami akan langsung membacakan disclaimer!
Disclaimer : Sampai Yumi mati pun, Vocaloid, Utauloid, dan Voyakiloid bukan milik Yumi. Vocaloid milik Yamaha dan Crypton, Utauloid dan Voyakiloid milik para creator masing-masing. Tapi, cerita ini asli milik Yumi.
SuzuoSutzumi : Warning : Gaje, Abal, OOT, OOC (maybe?), aneh, dll.
Miku : Caution! : Jika ada sesuatu hal yang menimpa diri anda seperti terkena sakit kepala, sakit perut, sakit jiwa (?), dll, tolong hentikan membaca cerita ini dan hubungi dokter (readers : Emangnya apaan?)
RinTetoLukaMeiko : HAPPY READING!~~~
Chapter 2 : The Voice World
Normal POV
Voice Forest, Cold River.
"KITA DI MANA?!", Pekik Miku, Rin, Teto, Luka, dan Meiko. Mereka tampak kaget karena mereka terbangun di tempat yang asing bagi mereka. Ya! Mereka terbangun di pinggiran sungai di dalam hutan. Dan yang lebih mengagetkannya lagi, baju yang mereka gunakan telah berubah menjadi pakaian ala vocaloid mereka (Yumi : Yumi males ngejelasinnya... Jadi Yumi bilang ajah pakaian ala vocaloid... *digebug readers*) dan masing-masing dari mereka sudang memegang sebuah senjata.
Apakah kita perlu menjelaskan bagaimana ciri-ciri senjata mereka? Sight... Baiklah... Akan saya jelaskan...
Senjata Miku : Imperial Sword
Senjata ini adalah sebuah pedang. Mungkin jika di lihat, pedang ini hanyalah pedang mewah biasa yang memiliki gagang pedang berwarna teal dengan hiasan batu permata berwarna putih. Tapi jangan salah! Pedang ini punya kemampuan attack sekitar 160+
Senjata Rin : Warlock Staff
Senjata ini adalah sebuah tongkat sihir. Ciri-ciri bentuk tongkat ini adalah berwarna honeyblonde dengan ujung tongkat terdapat besi berbentu 'X' yang di tengahnya terdapat batu permata berwarna putih. Senjata ini memang tidak sekuat Imperial Sword tapi memiliki nilai attack sekitar 100+
Senjata Teto : Golden Staff
Senjata ini mirip seperti Warlock Staff, yaitu sebuah tongkat sihir. Bentuk tongkat ini sangat sederhana. Tongkat ini berwarna magenta dengan ujung berbentuk 'C' yang ditengahnya terdapat permata putih yang entah kenapa bisa melayang dan bercahaya. Nilai attack-nya sama seperti Warlock Staff yaitu sekitar 100+
Senjata Meiko : Dragon Blade
Senjata ini sama seperti Imperial Sword yaitu sebuah pedang. Pedang ini memiliki gagang berwarna merah yang lagi-lagi dihiasi betu permata berwarna putih serta mata pedang yang memiliki cabang (?). Nilai attack-nya sekitar 140+
Senjata Luka : Dragon Slayer
Senjata ini adalah sebuah cambuk. Gagang cambuk ini berwarna merah muda yang dihiasi permata berwarna putih (Yumi : Ini yang terakhir) sedangkan talinya juga berwarna putih. Nilai attack-nya sekitar 120+
Tunggu! Jika mereka ber-lima punya senjata, berarti...
"Hey, teman-teman! A-apa... Jangan-jangan... Ki-kita masuk ke du-dunia game?", Ucap Miku yang sedikit tergagap. Keringat dingin mengalir dari pelipisnya.
"Ke-kemungkinan besar sih... Se-sepertinya iya...", Jawab Rin yang ikut-ikutan tergagap dan keringat dingin juga mulai keluar dari pelipisnya.
Tiba-tiba, ada lima orang gadis yang entah muncul dari mana mengahampiri mereka. Ke-lima gadis tersebut memiliki siluet berwarna goldenblonde, hitam, silver, cream, dan bloody red (Yumi : Soal pakaian, kalian pasti udah tau pakaian mereka. Yumi males ngejelasin *dibakar*)
"Ah... Anda ber-5 sudah siuman, hime-sama?", Tanya gadis berambut goldenblonde yang diikat ponytail di pinggir dengan iris yang senada dengan rambutnya.
"Ka-kalian siapa?", Tanya Teto yang sedikit tergagap karena terkejut dengan kehadira lima gadis yang tak dikenal.
"Ah... Tampaknya rumor itu benar...", Ucap gadis berambut hitam sebahu dengan 4 jepit yang menghiasi poni-nya dan bandana berwarna putih dan iris mata yang juga senada dengan rambutnya. Mungkin bisa dibilang, gadis ini hampir mirip seperti Rin dari segi muka dan juga penampilannya. Tapi yang membedakan Rin dengan gadis ini adalah gadis ini memiliki rambut berwarna hitam sedangkan Rin berwarna honeyblonde.
"Rumor apa?", Tanya gadis dengan rambut berwarna silver yang diikat ponytail rendah menggunakan pita dengan iris berwarna bloody red.
"Rumor yang mengatakan bahwa kerajaan yang telah dihancurkan oleh Black Kingdom, maka sebagian anggota kerajaan yang masih hidup akan kehilangan ingatan. Yang mereka ingat hanyalah nama mereka. Bahkan, mereka tidak dapat mengingat kapan tanggal lahir mereka dan juga umur", Jawab gadis berambut cream dengan topi kecil yang menghiasi rambutnya dan memiliki iris berwarna kuning ke-hijauan.
"Sepertinya kita harus menceritakan kepada para Putri tentang kejadian yang dialami mereka dan juga siapa kita", Ucap gadis berambut bloody red dengan iris yang berwarna senada dengan rambutnya. Gadis itu menghela napas panjang.
"Jadi? Apakah saya bisa bercerita sekarang, hime-sama?", Tanya gadis berambut bloody red itu.
"Silahkan...", Jawab Luka.
"Jadi, anda ber-5 (Miku, Rin, Teto, Luka, Meiko) adalah seorang Putri dari kerajaan White Kingdom yang telah dihancurkan oleh kerajaan Black Kingdom. Sebenarnya masih ada 7 orang Putri lagi dari kerajaan White Kingdom... Tapi sayangnya, kita dipencarkan ke tempat yang berbeda", Ucap gadis berambut bloody red panjang x lebar x tinggi (Yumi : Lha? Kok jadi rumus balok? Gadis berambut bloody red : Kan kamu yang nulis BAKAyumi!).
'Eh? Bukannya di cerita game tersebut cuman ada 5 orang Putri?', Batin ke-5 hime-sama.
"Apakah anda masih mengingat kami, ke-tujuh saudara kalian beserta guardiannya, dan nama kerajaan kalian, hime-sama?", Tanya gadis berambut cream.
Miku, Rin, Teto, Luka, Meiko hanya menggeleng tanda tidak tahu.
"Hah...", gadis berambut cream itu hanya menghela napas, lalu menunjuk gadis berambut goldenblonde. Gadis berambut cream ini berkomunikasi lewat telepati kepada gadis berambut goldenblonde itu. Gadis berambut goldenblonde yang menerima telepati itu hanya mengangguk tanda dia mengerti.
"Baiklah... Perkenalkan! Watashi wa Akita Neru desu. Saya adalah guardian dari Hatsune Michaela Miku hime-sama. Saya adalah seorang mage", Ucap gadis berambut goldenblonde tersebut yang ternyata namanya adalah Akita Neru.
"Mi-Michaela?", Tanya Miku yang bingung. 'Sejak kapan namaku jadi Hatsune Michaela Miku?', Gumam Miku dalam hati.
"Michaela adalah nama kerajaan anda, hime-sama", Jawab Neru dengan sopan.
"Sekarang giliran saya. Watashi wa Kagene Rui desu. Saya adalah guardian dari Kagamine Rilianne Rin hime-sama. Clan saya adalah seorang knight", Ucap gadis berambut hitam yang ternyata bernama Kagene Rui.
"Watashi wa Yowane Haku. Saya guardian dari Kasane Alice Teto hime-sama. Clan saya sama seperti Neru, yaitu seorang mage", Ucap gadis berambut silver yang ternyata namanya adalah Yowane Haku.
"Watashi wa Mayu desu. Saya guardian dari Megurine Elise Luka hime-sama. Clan saya sama seperti Rui, yaitu seorang knight", Ucap gadis berambut cream yang ternyata bernama Mayu. Sepertinya gadis ini tidak punya marga.
"Watashi wa Kiku Juon. Saya guardian dari Sakine Germaine Meiko hime-sama. Clan saya adalah seorang ninja", Ucap gadis berambut bloody red yang ternyata bernama Kiku Juon.
"Ehm... Kagene-san, kira-kira umur kami semua berapa ya?", Tanya Rin kepada Rui.
"Rilianne hime-sama, bisakah panggil saya Rui seperti biasa? Dan hal ini juga berlaku kepada para hime-sama lainnya", Ucap Rui.
"Baiklah... Kami semua akan memanggil kalian semua dengan nama kecil kalian, tapi...", Teto menggantungkan kata-katanya. "Asalkan kalian memanggil kami dengan nama kecil kami dan juga ketika berbicara tidak memakai saya-anda melainkan aku-kamu, setuju?", Tanya Teto. Para guardian pun hanya mengangguk tanda setuju.
"Hmmm... Jadi, umur Rin 14 tahun, Umur Miku 16 tahun, Umur Teto 18 tahun, Umur Luka dan Meiko 20 tahun", Ucap Rui.
'Kenapa umur kami semua berubah?', Batin Miku, Rin, Teto, Luka, dan Meiko.
"A-ano... Haku-chan... Siapa saja ke-7 saudara kami?", Tanya Teto ke guardiannya.
"Mereka adalah Kagamine Lucy Lenka, guardiannya adalah Megpoid Gumi. Kaai Alisson Yuki, guardiannya adalah SF A2 Miki. Zatsune Michel Miku, guardiannya Lola. VY1 Gytha Mizki, guardiannya SeeU. Suzune Hazel Ring, guardiannya Namine Ritsu. Yuzumi Wyse Suzu dan Kazutane Ayrss Zely, mereka berdua tidak punya guardian.", Ucap Haku panjang lebar.
"Wah... Marga-nya ada yang sama denganku...", Ucap Rin
"Namanya juga ada yang mirip denganku... Tetapi beda marga...", Ucap Miku juga.
"Lalu, apa yang di maksud dengan clan?", Tanya Meiko.
"Clan adalah kekuatan yang kita miliki. Clan dibagi menjadi 6, yaitu mage, knight, sniper, chain (Yumi: Lha? Kenapa jadi menjerumus ke Pandora Hearts? Suzu: Kan Yumi yang nulis!), Ninja, dan Samurai. Di antara clan-clan tersebut clan chain adalah yang paling langka", Jawab Kiku.
"Hmmm... Lalu clan kami semua dan para saudara kami serta guardiannya apa?", Tanya Luka.
"Clan-mu adalah ninja, Miku dan Meiko adalah knight, sedangkan Rin dan Teto adalah mage. Lenka clan-nya adalah mage, guardiannya Gumi juga seorang mage. Yuki memiliki clan mage, guardiannya Miki memiliki clan yang sama. Zatsune memiliki clan knight sedangkan guardiannya, Lola, memiliki clan ninja. Mizki ber-clan samurai, guardiannya SeeU memiliki clan mage. Ring memiliki clan mage dan guardiannya, Ritsu memiliki clan mage. Lalu yang terakhir, Suzu dan Zely memiliki clan chain. Ya... kebanyakan para penghuni White Kingdom memiliki clan mage", Jawab Mayu dengan panjang lebar. Para hime-sama hanya mengangguk-angguk.
"Tapi, ada satu clan yang di miliki oleh semua orang", Ucap Neru.
"Clan apa itu?", Tanya Miku.
"The Vocal. Clan ini adalah clan alami yang semua orang miliki sejak lahir. Clan ini hampir serupa dengan mage, yaitu mengandung sihir. Tapi, clan The Vocal mengendalikan sihir dengan cara bernyanyi", Jawab Neru.
"Ehm... Kenapa kalian tidak membawa senjata kalian ya?", Tanya Meiko.
"Itu karena kami menghilangkannya(?) agar tidak ribet membawanya juga agar tidak terlihat menonjol...", Jawab Kiku.
"Jadi bagaimana caranya menghilangkan senjata?", Tanya Luka.
"Kalian cuman tinggal mengucap weapon lalu nama senjata kalian lalu ucapkan hold", Jawab Mayu.
"Cobalah...", Saran Haku sembari tersenyum. Para Hime-sama hanya mengangguk.
"WEAPON! IMPERIAL SWORD! HOLD!"
"WEAPON! WARLOCK STAFF! HOLD!"
"WEAPON! GOLDEN STAFF! HOLD!"
"WEAPON! DRAGON SLAYER! HOLD!"
"WEAPON! DRAGON BLADE! HOLD!"
Seketika senjata mereka dikelilingi cahaya putih yang perlahan-lahan membuat senjata mereka menghilang.
'SUGOI!', Batin mereka semua sembari terkagum-kagum.
"Oh, iya! Aku hampir lupa memberi tahu misi-misi kalian!", Ucap Rui tiba-tiba sambil menepuk dahinya.
"Misi apa?", Tanya Rin yang memasang muka bingung.
"Misi kalian sekarang adalah mencari saudara kalian beserta para guardian lainnya dan mengalahkan kerajaan Black Kingdom!", Jawab Rui dengan semangat yang mendingin (Yumi : Kalau membara udah terlalu mainstream. Rin : Mulai lg deh penyakitnya... -.-").
"Bukan hanya misi kami kan? Tapi misi kita dan juga saudara-saudara kita beserta guardiannya kan?", Tanya Teto.
"Hmmm... Tampaknya aku salah memakai kata...", Ucap Rui.
"Kau memang harus belajar tutur bahasa yang baik Rui...", Ucap Neru sembari sweatdroped.
"Kalau begitu, pertama-tama, kita cari saudara-saudara kita dulu beserta para guardiannya. Setelah bertemu mereka, kita susun rencana lainnya", Usul Rin.
"Kalau begitu, tunggu apa lagi? Ayo!", Ucap Teto. Mereka semua pun mulai berkelana mencari saudara mereka beserta para guardiannya.
Di sisi lain...
Dark Voice Forest, Black Kingdom
"Fufufu... Tampaknya mereka mulai melakukan pencarian...", Ucap seorang pemuda berambut ocean blue dengan iris mata berwarna senada dengan rambutnya. Di belakang pemuda tersebut, terdapat seorang pemuda berambut goldenblonde dengan warna iris yang senada dengan rambutnya. Pemuda berambut goldenblonde tersebut merupakan guardian dari pemuda berambut ocean blue tersebut.
"Benarkah?", Tanya pemuda berambut honeyblonde yang diikat ponytail kecil dengan iris berwarna azure. Di belakang pemuda tersebut, terdapat pemuda berambut hitam yang juga diikat ponytail kecil dengan warna iris yang senada dengan rambutnya. Pemuda berambut hitam tersebut merupakan guardian dari pemuda berambut honeyblonde. Tampaknya, dari segi muka dan penampilan, kedua pemuda tersebut hampir mirip.
"Kau lihat ke bola sihir pun pasti sudah tahu...", Jawab pemuda berambut magenta panjang yang diikat ponytail dengan iris berwarna senada dengan rambutnya serta memakai kacamata. Di belakang pemuda tersebut, terdapat pemuda berambut silver yang diikat ponytail bawah dengan iris berwarna bloody red. Ya... Pemuda berambut silver tersebut merupakan guardian dari pemuda berambut magenta.
"Lalu? Apa yang harus kita lakukan?", Tanya ga- maksud saya pemuda berambut ungu panjang yang diikat ponytail. Beberapa helai rambutnya disisakan dengan iris yang berwarna senada dengan rambutnya. Di belakang pemuda tersebut, terdapat pemuda berambut cream dengan hiasan topi kecil di kepalanya serta iris berwarna kuning ke-hijauan. Pemuda berambut cream tersebut merupakan guardian dari ga- maksud saya pemuda berambut ungu.
"Lebih baik kita hubungi saudara-saudara kita yang lain, baru kita susun rencana", Usul pemuda berambut bloody red dengan iris crimson. Di belakang pemuda tersebut terdapat pemuda berambut violet dengan iris yang berwarna senada dengan rambutnya. Pemuda berambut violet tersebut merupakan guardian dari pemuda berambut bloody red.
"Baiklah... Rapat kali ini sampai sini dulu, kalian semua boleh kembali ke kamar masing-masing", Ucap pemuda berambut magenta. Seketika, mereka semua bubar.
Voice Forest
'Ukhhh... Firasatku tidak enak...', Batin Kiku.
"Kiku... Kau tidak apa-apa?", Tanya Meiko dengan nada khawatir. Sedari tadi, Meiko melihat Kiku melamun terus.
"A-ah... Ti-tidak apa-apa...", Jawab Kiku dengan agak kaget.
"Kau yakin, Kiku?", Tanya Rui.
"Iya... Aku yakin...", Jawab Kiku sembari tersenyum kecil. Berusaha untuk meyakinkan Rui.
"Hah...", Rui hanya menghela napas pendek.
"Kiku... Kalau kau ada masalah, ceritalah kepada kami... Kami akan selalu mendengarkan ceritamu kok...", Ucap Miku. Tampaknya dia sama khawatirnya dengan Meiko.
"Terimakasih, Miku. Tapi aku tidak apa-apa kok...", Ucap Kiku sembari tersenyum simpul. Miku hanya balas tersenyum.
'Tampaknya akan terjadi sesuatu yang buruk'
~TBC~
Yumi : Akhirnya selesai juga... Yumi punya OC baru (Sebenernya ini OC-nya punya temen... Tp kita tukeran OC) ... Namanya Kazutane Zely...
Zely : Kenapa pendek?
Yumi : Yumi cuman punya ide segitu... -.-
Zely : Hmmm... Ya sudah *ngacir*
Yumi : Huh! Dasar GaJe... Tapi yang penting, Yumi mau mau bales review dulu...
Yami no Alice
Yami no Alice~~~ yuugani mau#plak!
Ah... Salam kenal juga Alice-chan... Kita sesama author baru bukan?
Hmmm... Gomen sekali ya saya tidak bisa memanjangkan(?) ceritanya karena keterbatasan waktu jg saya sibuk mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi kalau ada waktu, saya panjangin kok...
SeQyuRz
Hai jg...
Arigatou telah bilang fic saya keren... Masih ada typo ya? Lain kali akan lebih saya perhatikan lagi... Lalu arigatou atas sarannya walaupun saya gak tau A/N itu apa...(Maklum saya terlalu polos dan BAKA). Hmmm... Kalau boleh tanya A/N itu apa ya? Mohon di jawab dan arigatou atas dukungannya...
Vermiehans
Arigatou atas pujiannya Akan saya usahakan untuk cepat update.
Yumi : Arigatou ya bagi yang sudah review... Akhir kata saya ucapkan,
Review Please dan saya menerima flame
