Chapter 2 : Satu Tahun Kemudian.
Satu tahun telah berlalu semenjak persahabatan mereka terjalin. Sejak saat itu Wesker dan Birkin merayakan festival, natal, tahun baru dan ulang tahun bersama. Bahkan sesekali Jake menginap di kediaman Birkin jika Wesker sibuk bekerja dan begitupula sebaliknya.
Kali ini giliran Sherry yang menginap di rumah Wesker. Di hari Jum'at ini orangtuanya berada di laboratorium hingga hari Minggu. Wesker baru saja selesai mandi.
"Jake, Wesker. Kamar mandi kosong, sudah waktunya untuk mandi."
"Terima kasih paman." Ucap Sherry. "Ayo kita mandi bareng."
"A-apa?!" Jake terkejut mendengarnya. Begitu pula dengan Wesker
"Aku bilang ayo kita mandi bareng."
"Ta-tapi kan.."
"Tidak ada tapi-tapian ayo!" Seru Sherry sambil menarik Jake. Sementara Jake yang berusaha melepas tangan Sherry tidak bisa berkutik karena Sherry menggenggamnya dengan kuat.
Wesker tertawa terbahak-bahak, ia tidak menyangka bahwa Sherry bisa seagresif itu.
Setelah selesai mandi, Sherry menancapkan kabel Hair Dryer dan menyalakannya. Ia mengeringkan rambutnya. Kemudian ia menatap Jake.
"Jake, kesini."
Jake sebetulnya enggan, tapi daripada nanti Sherry memaksanya seperti tadi. Lebih baik ia menuruti penggilan Sherry.
Sherry kemudian mengarahkan Hair Dryer ke rambut Jake yang masih basah.
"Nah selesai." Kemudian Sherry mematikan Hair Dryer.
"Hei Sherry, kalau tidak salah kau sudah murid sekolah dasar bukan? Apakah menyenangkan?"
"Ya, kau bisa punya banyak teman. Walaupun mereka lebih tua dari kita."
"Hmm begitu ya?"
"Jake sendiri bagaimana? Apa kau sekarang punya teman baru lagi?"
"Ya, mereka baik dan membelaku jika ada anak-anak lain yang mengejekku."
"Tapi kau tidak berkelahi lagi 'kan?"
"Kau tahu dari siapa?!"
"Ayahmu."
"Oh." Ucap Jake. "Sekarang sih sudah tidak lagi."
"Syukurlah kalau begitu." Ucap Sherry dengan tenang.
"Kalian berdua, sudah saatnya tidur." Perintah Wesker.
"Baik." Jawab mereka berdua secara serempak.
Di dalam kamarnya, Jake menceritakan tentang alamrhum ibunya. Sherry mendengarkannya dengan baik-baik. Hingga ia tertidur karena Jake menceritakan tentang alamrhum ibunya dengan panjang dan detil.
Jake yang sudah selesai menceritakan tentang alamarhum ibunya terkejut saat melihat Sherry tertidur. Namun ia tidak marah karena ia sudah senang Sherry mendengarkan ceritanya dengan baik-baik, setelah itu ia menyelimuti Sherry. Lalu ia naik ke kasurnya dan menutup kedua matanya.
Hari Minggu.
Sesuai dengan janji orangtuanya, William dan Anette menjemput Sherry dari kediaman Wesker. Jake sebetulnya enggan Sherry pulang. Tapi ia tahu bahwa ia tidak boleh egois dan manja. Ia harus menahan diri.
Setelah sampai dirumah, William dan Anette meminta Sherry untuk berada di ruang tamu sebelum ia masuk ke kamarnya. William dan Anette menatap Sherry dengan serius, namun juga khawatir.
"Ada apa?" Tanya Sherry dengan cemas.
"Begini Sherry." Ucap William sambil menggaruk-garukkan kepalanya. "Ada hal penting yang ingin kami bicarakan kepadamu."
Sherry menatap ayahnya dengan wajah yang penuh kebingungan.
"Kau tahu bahwa akhir-akhir ini kami sangat sibuk 'kan?" Ucap Anette sambil membelai rambut anak perempuannya.
"Apalagi kami bekerja di laboratorium, oleh karena itu." Lanjut William sambil menghela nafasnya. Ia berusaha untuk melanjutkan tapi tidak bisa, ia menatap Anette untuk melanjutkan kata-katanya.
"Jika ada sesuatu yang terjadi kepada kami berdua, maka kau akan tinggal bersama Claire Redfield."
"Siapa dia?" Tanya Sherry.
"Dia adalah adik perempuan Chris Redfield. Chris adalah bawahan Wesker, dan Wesker sudah menanyakan apakah Claire bersedia merawatmu dan apakah kau bisa tinggal bersama dia. Claire sudah setuju."
"Jadi aku akan tinggal bersama dia jika terjadi sesuatu kepada ayah dan ibu?"
William dan Anette mengangguk. Kemudian Sherry memeluk ayah dan ibunya. Sebetulnya Sherry tahu kalau suatu saat nanti kedua orangtuanya akan membicarakan hal tentang ini.
"Apakah ia orang yang baik?" Tanya Sherry.
"Ya, Claire adalah orang yang baik." Ucap William.
"Sherry, hari sudah malam. Tidurlah." Perintah Anette.
Sherry kemudian melepaskan pelukkannya. Ia berjalan menuju kamarnya, sebetulnya ia tidak ingin tidur namun ia memutuskan untuk mengikuti perintah ibunya. Di bawah, di kamar kedua orangtuanya, Anette menangis sedangkan William menenangkan istrinya.
Di kamarnya Sherry berpikir apa yang akan terjadi kalau seandainya ternyata ia dan Claire harus tinggal di luar negeri dan meninggalkan Jake? Apakah ia akan terus tetap berteman dengannya? Apakah persahabatan mereka berdua akan pudar? Apa jadinya kalau ayah dan ibunya meninggal?
Sherry menggelengkan kepalanya. Ia berharap agar orangtuanya tidak apa-apa dan meninggalkannya sendirian. Kemudian ia memenjamkan kedua matanya namun tidak bisa, ia tidak bisa tidur karena memikirkan masalahnya.
Sementara itu Jake menatap keluar, ia berpikir apa yang sebenarnya telah terjadi? Ia masih ingat ketika tadi sore saat William dan Anette menjemput Sherry. Raut wajah mereka berdua nampak sedih dan saat ia bertanya kepada mereka berdua, mereka hanya menjawab tidak apa-apa. Kami tidak sedih Jake.
Namun Jake tidak merasa demikian. Ia merasa ada suatu hal yang disembunyikan, ia menanyakannya ke Wesker kenapa William dan Anette nampak sedih dan Wesker hanya mengatakan ke Jake bahwa itu adalah urusan mereka dan ia tidak berhak tahu.
Jake sebetulnya kesal, namun tidak bisa bertanya banyak karena ayahnya tidak tertarik untuk menjawabnya. Jake memutuskan untuk tidur.
Wesker yang berada di ruang tamu memandang foto William dan Anette, foto ketika mereka bertiga berada di taman. Sebelum William dan Anette menikah. Ia berharap semoga temannya tidak apa-apa karena Wesker tidak ingin kehilangan seseorang lagi, baginya sudah cukup jika ia kehilangan istrinya. Kehilangan istrinya sudah membuatnya terpukul.
Tapi ia sadar, bahwa suatu saat orang-orang yang bersahabat dengannya suatu saat akan meninggal. Cepat atau lambat.
