Title : Prince Hours

Author : Parkyoonhra

Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, and others

Genre : Family, Romance, Angst

Chapter : 1/?

Warning : Yaoi, MalexMale, Typos, Don't like Don't read

Happy Reading and Enjoy!

Nafas Sang Putera Mahkota tercekat saat mata elangnya bertatapan dengan mata doe indah milik Jaejoong. Seakan ada magis yang menariknya untuk terus menatap mata indah itu. Sekali lagi ia jatuh dalam pesona seorang Kim Jaejoong.

"Kim Jaejoong, jadilah kekasihku"

.

.

.

Jaejoong selalu merawat kesehatan tubuhnya jadi ia yakin kalau ia tidak memiliki masalah dengan pendengarannya. Tapi mendengar satu kalimat yang keluar dari bibir sexy Putera Mahkota yang ada di hadapannya membuat Jaejoong meragukan keyakinannya itu.

"Eh?"

Yunho harus menahan tawanya saat melihat ekspresi terkejut yang dikeluarkan oleh Jaejoong. Sangat imut.

Yunho tahu perasaannya kepada namja cantik ini salah. Ia terus mencoba meyakinkan dirinya sendiri kalau ia masih normal. Ia masih menyukai yeoja cantik dengan tubuh yang bersiluet S. Namun baru kali ini ia menunjukkan rasa ketertarikan yang teramat sangat kepada seseorang. Bukan masalah sebenarnya. Bukan masalah kalau orang itu bukanlah seorang NAMJA seperti dirinya.

Yunho merasa dipermainkan oleh perasaannya sendiri. Tanpa sadar ia selalu mencari sosok cantik itu ketika berada di sekolah, selalu mencuri-curi pandang kearahnya, memandangi wajah seriusnya ketika membaca di perpustakaan.

Tanpa Yunho kehendaki ia sudah seperti stalker Jaejoong. Yunho tahu dimana rumah Jaejoong, orangtuanya, kesukaannya, hal-hal yang dibencinya, hobinya, bahkan sampai kebiasaannya pun Yunho tahu (Yunho sangat berterima kasih kepada informan kerajaannya dalam mencari data Kim Jaejoong). Sampai pada akhirnya Yunho merasa Jaejoog seperti candu untuknya. Tidak bisa Yunho melewati hari tanpa memandang wajah Jaejoong (baik wajah aslinya ataupun foto-foto yang didapatkan Yunho tanpa diketahui Jaejoong), Yunho merasa harus melihat senyum Jaejoong untuk membuatnya semangat menjalani aktifitas dan terakhir Yunho merasa harus memiliki Jaejoong.

Yunho tahu ia sudah gila. Gila akan Kim Jaejoong. Ia terobsesi kepada namja cantik itu. Astaga.

"Heum… Hwangteja?"

Panggilan Jaejoong membangunkan pikiran Yunho akan perasaannya kepada namja pujaan hatinya itu. Yunho tersenyum lembut.

"Jadi, apa jawabanmu?" tanya Yunho.

Jaejoong memiringkan kepalanya sedikit. "Jawaban apa?"

'TUHAAAAAAAAAAAAAAAAN~ kenapa kau menciptakan makhluk semanis Kim Jaejoong!' pikir Yunho.

Yunho mengatur nafasnya yang tiba-tiba sulit untuk ia hambuskan.

"Jae, kamu mau kan jadi pacarku?" tanya Yunho sekali lagi. Yunho masih bisa melihat keterkejutan di mata Jaejoong walaupun tidak sebesar tadi.

"Oh, jadi aku tidak salah dengar ya? Ottohke umma?" gumam Jaejoong kecil – sedikit panik malah – tapi masih bisa terdengar oleh telinga Yunho.

Jaejoong sedikit melirik kearah Yunho yang masih memandangi wajahnya dengan senyum ala pangerannya. Jaejoong menggigit bibirnya bingung harus menjawab apa. Di satu sisi ia menyukai sosok namja gentle di depannya ini. Tapi …

"Joseunghamnida, Hwangteja. Tapi saya ini namja lho" ucap Jaejoong ingin meyakinkan Yunho akan gender dirinya dengan nada yang membuat Yunho harus menahan tawanya.

"Aku tahu. Dan aku tidak peduli" jawab Yunho mantab.

"Tapi …"

"Saranghamnikka (Because I love You)" Yunho memutus perkataan Jaejoong dengan pernyatan cinta darinya. Astaga, Yoochun – sahabatnya – pasti akan menertawai dirinya habis-habisan kalau mendengar pernyataan cintanya yang sangat klise ini. Tapi hal itu terbukti ampuh dengan melihat Jaejoong yang menunduk untuk menyembunyikan rona merah yang menjalar ke wajahnya.

Jaejoong merasa seperti yeoja yang sedang di'tembak' oleh idolanya saat mendengar satu kalimat yang kelaur dari mulut Yunho itu. Astaga. Jaejoong akan melakukan apa saja agar rona merah di wajahnya ini cepat menghilang.

"Jadi?" Yunho mengangkat sedikit dagu Jaejoong agar pria cantik itu mau menatap matanya. Namun, Jaejoong kemudian menundukkan kepalanya kembali. Tidak lama kemudian Yunho menangkap anggukan kepala dari Jaejoong sebagai jawaban 'iya' dari pertanyaannya.

Yunho sangat senang. Ia memeluk erat tubuh Jaejoong dan mengucapkan terimakasih berulang kali tanpa memperdulikan kondisi kesehatan jantung Jaejoong saat menerima perlakuannya itu.

Jaejoong masih membenamkan wajahnya ke dada bidang Yunho saat sang Putera Mahkota sudah berhenti menggoyang-goyangkan tubuh mereka berdua yang tengah berpelukan erat. Malu. Jaejoong yakin kalau wajahnya sudah semerah tomat sekarang.

Jaejoong mengangkat kepalanya dan menatap wajah Yunho yang sangat dekat dengannya. Tampan. Yunho memang sangat tampan apalagi dilihat dari jarak sedekat ini.

Wajah Yunho semakin mendekat ke wajahnya membuat mata Jaejoong membulat kaget. Namun yang membuatnya terpekik tertahan adalah saat ia merasakan benda kenyal menyentuh permukaan bibirnya. Astaga! Yunho menciumnya! Ia dicium Putera Mahkota!

Tiba-tiba Jaejoong mendorong tubuh Yunho menjauh.

Yunho merasa sedikit kesal saat kesenangannya mencicipi bibir cherry yang selalu menggodanya itu dirusak. Tapi ia tidak jadi marah saat melihat Jaejoong menutupi mulut dan hidungnya dengan kedua tangan. Yunho bisa melihat cairan pekat berwarna merah dari sela-sela jemari Jaejoong.

"OMO! Kau mimisan, Jae!" pekik Yunho.

Jaejoong memang merasakan ada cairan yang akan keluar dari hidungnya saat Yunho tengah menciumnya jadi ia mendorong tubuh Yunho agar Putera Mahkota tidak terkena darahnya. Apa sih yang ada dipikirannya saat Yunho menciumnya hingga ia bisa mimisan seperti itu?

Sekarang mereka berdua telah berada di halaman sekolah Cassiopeia School dengan Jaejoong yang masih menyeka darah yang keluar dari hidungnya menggunakan saputangan pemberian Yunho sedangkan Yunho yang berjalan disampingnya. Jaejoong bisa merasakan kakinya sedikit gemetaran saat berjalan berdampingan dengan Putera Mahkota yang telah resmi menjadi kekasihnya beberapa menit lalu. Astaga. Jaejoong merasa semakin pusing memikirkan kenyataan itu.

"Gwenchana, Jae?" tanya Yunho saat menyadari Jaejoong menghentikan langkahnya. Jaejoong meyakinkan Yunho bahwa dirinya baik-baik saja.

"Baiklah. Aku harus pergi" Yunho merasa belum cukup menghabiskan waktu dengan pacar barunya itu. Tapi tugas kerajaan dan rutinitasnya sebagai Putera Mahkota menantinya.

"Eh? Saputangan Anda?"Jaejoong menunjuk saputangan putih dengan hiasan ukiran emas di pinggirnya milik Yunho yang sudah ternodai oleh darahnya.

"Aku memberikannya untukmu. Kau harus menjaganya baik-baik, ok?" Yunho tersenyum manis sekali menurut Jaejoong saat ia mengucapkan kalimat tadi.

"Kau harus menjaga kesehatanmu, ne. aku tidak mau mendapatimu mimisan lagi lain kali" Apalagi di saat kita tengah berciuman seperti tadi. Lanjut Yunho di dalam hati sambil sedikit terkekeh.

"Arraseo?"

Jaejoong hanya bisa menganggukkan kepalanya saat Yunho menasihatinya dan mengusap kepalanya sayang.

Yunho ingin sekali melihat senyum Jaejoong sekarang ataupun mengecap rasa manis bibir Jaejoong kembali tapi Yunho merasa sepertinya Jaejoong membutuhkan sedikit waktu untuk menerimanya sebagai seorang kekasih.

"Jja. Annyeong" Yunho menarik tangannya dari rambut hitam Jaejoong yang sangat halus dan berbalik berjalan menjauhi Jaejoong yang masih berdiri mematung di tempatnya.

Hanya seperti ini? Setelah pernyataan cinta yang diutarakan Yunho dan ciuman singkat yang mereka bagi, hanya seperti ini salam perpisahan mereka? Jaejoong rasanya tidak rela. Ingin rasanya ia memanggil Yunho agar kembali tapi ia tidak bisa mengeluarkan suaranya sedikit pun.

Tiba-tiba Yunho menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya berjalan kembali kearah Jaejoong. Jantung Jaejoong berdebar saat Yunho semakin mendekat.

"Aku pinjam ponselmu" ucap Yunho.

Dengan sedikit bingung Jaejoong mengeluarkan ponselnya dari dalam tasdan memberikannya pada Yunho. Yunho sedikit mengutak-atik benda persegi itu dan kemudian mengembalikannya kepada Jaejoong.

"Aku sudah menyimpan nomorku di ponselmu dan sudah menyimpan nomormu di ponselku. Nanti malam aku akan menghubungimu, ok?"

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Tidak ada yang berubah dalam hidup Jaejoong setelah hari itu kecuali dalam hidupnya kini bertambah satu nama. Jung Yunho. Kekasihnya, orang sudah berhasil memenjarakan hatinya, mengisi hari-harinya dan seseorang yang dipujanya.

Walaupun tidak seperti pasangan kekasih lain yang sering menghabiskan waktu berdua, Yunho dan Jaejoong cukup jarang bertemu. Kadang mereka akan menghabiskan waktu istirahat berdua di atap sekolah jika Yunho sedang tidak sibuk. Atau mereka akan menghilangkan rasa rindu dipojokkan perpustakaan dengan cara mereka sendiri.

Jaejoong tidak pernah mempermasalahkan intensitas pertemuan mereka yang sedikit ataupun hubungan mereka yang harus disembunyikan dari khalayak luas mengingat posisi Yunho di negeri ini. Asalkan Jaejoong tahu bahwa Yunho akan selalu ada untuknya, Jaejoong sudah merasa lebih dari cukup.

Yunho merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia. Bukan karena ia bisa mendapatkan apapun mengingat ia seorang Putera Mahkota, melainkan karena ia berhasil mendapatkan hati malaikat yang ada di pelukannya saat ini. Yunho tahu akan sangat berbahaya bagi Jaejoong jika sampai hubungan mereka dicium publik. Tapi bolehkah ia sedikit egois untuk kebahagiaannya sendiri?

"Boo, Saranghae" ucap Yunho sambil mengendus aroma tubuh Jaejoong yang sedang dipeluknya dari belakang itu. Mereka sedang berduaan di perpustakaan setelah sekolah usai. Memang di saat seperti inilah mereka baru bisa menikmati kebersamaan mereka.

"Nado, Yun" setelah Yunho memaksa Jaejoong untuk memanggil namanya saja tanpa panggilan kehormatan, akhirnya Jaejoong mau memanggil namanya. Padahal Yunho ingin Jaejoong memanggilnya dengan panggilan sayang seperti dirinya yang memanggil Jaejoong, tapi Jaejoong sangat pemalu.

"Kau masih berhutang panggilan sayang untukku" Yunho sedikit menggoda Jaejoong dengan menjilat leher putihnya dan menyebabkan Jaejoong bergidik geli karenanya.

"Yunhhh …" Jaejoong mendesahkan nama Yunho saat Putera Mahkota itu malah menghisap leher menggoda Jaejoong dan membuat tanda kepemilikannya disana.

Yunho menyelesaikan karyanya di leher Jaejoong dengan sedikit menciumnya. Yunho tersenyum puas melihat hasil perbuatannya yaitu tanda merah menyala yang sangat kontras dengan leher putih Jaejoong.

"MIanhae, Boo. Lehermu sangat menggoda"

Yunho bersiap untuk membenamkan kembali kepalanya ke leher Jaejoong sebelum Jaejoong membalikkan diri dan menjauhkan Yunho dari lehernya.

"Cukup, Yun. Jangan membuat kissmark lagi di leherku" sebal Jaejoong. Pasalnya Yunho sangat gemar membuat tandanya di leher Jaejoong dan Jaejoong kesulitan untuk menyamarkan tanda itu.

"Sssssssssh … " Pergerakan Jaejoong membuat mereka berdua kini saling duduk berhadapan dengan tubuh bagian bawah mereka yang menyatu. Yunho tanpa sadar mendesah saat tubuh bagian bawahnya bersentuhan dengan milik Jaejoong.

Jaejoong sendiri sudah akan berdiri saat menyadari perbuatannya itu tapi tangan kekar Yunho lebih cepat menggapai tengkuknya dan menariknya ke dalam sebuah ciuman.

"Nappeun, Boojae. Kau sengaja menggodaku, eoh?" tanya Yunho disela-sela ciuman mereka yang tentunya Yunho tidak memberi kesempatan Jaejoong untuk menjawab.

Jaejoong cukup kewalahan mengimbangi ciuman Yunho yang ganas. Yunho menggigit bibir bawah jaejoong meminta akses untuk masuk ke dalam rongga mulutnya. Jaejoong yang sudah hampir kehabisan napas membuka sedikit mulutnya namun usahanya untuk menghirup lebih banyak oksigen tidak direstui Yunho karena bibir Putera Mahkota itu membekap erat bibirnya.

'Drrrrrt drrrrrrrrrt drrrrrrrt'

"Yunnh.. ponsh … selmuhhh" Jaejoong cukup kesulitan memberitahu Yunho di sela-sela ciuman mereka. Jaejoong memukul pelan dada Yunho agar namja tampan itu menyudahi ciuman mereka karena getaran dari ponsel Yunho tidak kunjung berhenti.

"Aish!" Rutuk Yunho.

"Mworago?" tanya Yunho langsung pada sang penelpon sambil menikmati pemandangan indah Jaejoong yang sedang terengah-engah dipangkuannya

"Joseunghamnida, Hwangteja. Anda harus segera menghadiri peresmian Museum Seoul bersama Raja dalam 30 menit lagi" ucap sekretaris kerajaan di seberang line.

Yunho melupakan agenda penting hari ini karena menikmati waktu berduanya bersama Jaejoong.

"Arraseo, aku akan segera kesana"

Yunho memutuskan sambungan teleponnya dan dihadapkan dengan Jaejoong yang sedang menatapnya. Yunho tidak bisa mengartikan tatapan mata Jaejoong.

"Kau akan pergi?" tanya Jaejoong.

"Mianhae" Yunho merasa sangat bersalah pada kekasih cantiknya itu. Mereka hanya mempunyai sedikit waktu untuk bermesraan karena kesibukannya sebagai Putera Mahkota.

"Gwenchana" Jaejoong selalu tersenyum dan mengucapkan kata ini disaat Yunho merasa bersalah kepadanya. Ah, Yunho sangat mencintai Jaejoongnya yang perhatian.

Yunho kembali memagut bibir manis Jaejoong (Jaejoong sekarang tidak mimisan lagi saat dicium Yunho, walaupun jantungnya masih ingin melompat keluar rasanya).

Jaejoong mendorong tubuh Yunho. "Berhenti, beruang. Bukankah kau harus pergi?" Jaejoong mempoutkan bibirnya. Dan Yunho merasa ingin menerkamnya lagi.

"Beruang?" Yunho bingung akan panggilan Jaejoong kepada dirinya.

"Habisnya kau seperti beruang ganas yang siap menelan bibirku tadi" sebal Jaejoong.

Yunho tertawa. "Astaga, Boo~" Yunho mencubit kedua pipi Jaejoong berlawanan arah.

"Dasar YunnieBear"

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Jaejoong mematut penampilannya kembali di dalam cermin. Malam ini ia akan kencan bersama Yunho. Kencan pertama mereka. Yah, walaupun Yunho mengatakan hanya bisa lepas dari pengawalan selama 1-2 jam, tetap saja mereka akan menghabiskan waktu berdua, kan?

Jaejoong mengambil sepatu bootnya dan memakai kupluk putih untuk menutupi kepalanya. Memang sekarang sudah masuk musim dingin di Korea dan Jaejoong tidak mau mendengar Yunho-nya yang sangat cerewet jika sampai ia masuk angin ataupun flu gara-gara musim dingin. Jadi Jaejoong melingkarkan syal merah dilehernya dan memakai sarung tangan serta mantel sebelum melangkah keluar rumah.

Jaejoong kesal! Ini sudah lewat satu jam dari janji mereka bertemu dan sang Putera Mahkota masih belum menunjukkan batang hidungnya. Tangan Jaejoong sudah membeku dan tubuhnya menggigil kedinginan karena sejak tadi ia hanya berdiri diam menunggu kedatangan Yunho.

Dari kejauhan Jaejoong bisa melihat siluet seseorang yang berlari mendekati dirinya. Walaupun orang itu memakai mantel tebal dan hampir seluruh wajahnya tertutup syal, Jaejoong tahu kalau itu Yunho-nya.

"Mianhae, Boo. Aku tahu aku telat. Jeongmal mianhae" ucap Yunho sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.

Jaejoong menganggukkan kepalanya dan Yunho bisa menebak apa yang dikatakan kekasihnya selanjutnya. "Gwenchana"

Akhirnya mereka berdua berjalan di sepanjang jalan Myeongdong mencari sesuatu yang menarik bagi keduanya.

Yunho melihat tubuh Jaejoong yang gemetaran dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam mantel musim dinginnya. Yunho mengerutkan alisnya bingung melihat Jaejoong yang tidak pernah mengeluarkan tangannya dari saku mantelnya. Ia menarik satu tangan Jaejoong dan benar saja! Pria cantik itu tidak menggunakan sarung tangan.

"Kenapa kau tidak menggunakan sarung tangan, Boo? Udara sangat dingin. Kau bisa terkena flu"

Dan jawaban yang diberikan Jaejoong membuat Yunho semakin yakin kalau Jaejoong bukanlah manusia. Ia malaikat.

"Tadi ada seorang anak kecil penjual coklat yang menjual coklat hanya menggunakan mantel lusuh dan syal. Tangannya yang memegang kotak coklat sudah hampir membeku aku yakin tangannya pasti sudah mati rasa. Jadi, setelah aku membeli coklat darinya, aku memberikan sarung tanganku juga. Gwenchana, Yun" Jaejoong mengakhiri ceritanya dengan angelic smile miliknya.

"Yun" Jaejoong kaget karena tiba-tiba Yunho melepaskan sarung tangan kirinya dan memakaikannya di tangan kiri Jaejoong. Lalu tangan kiri Yunho menggenggam erat tangan kanan Jaejoong dan membawa kedua tangan masuk ke dalam saku mantel Yunho yang hangat.

"Jja. Sekarang tangamu sudah hangat, kan?"

"Eum" Jaejoong menganggukkan kepalanya dan berpikir betapa beruntungnya ia mendapatkan cinta sang Putera Mahkota.

"Boo, berjanjilah satu hal padaku" Yunho menatap Jaejoong lekat.

"Jangan pernah pergi dari sisiku. Apapun yang akan terjadi tetaplah berada disisiku" lanjutnya.

Jaejoong menganggukkan kepalanya, ia yakin ia tidak mampu untuk pergi dari sisi Yunho.

Lalu keduanya berpelukan ditengah hujan salju yang turun malam itu

'Aku malah takut kau yang akan meninggalkan diriku, Yunho-ah' ucapnya Jaejoong dalam hati.

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Yunho tahu ia sudah membuat kesalahan besar dengan menjalin hubungan dengan Kim Jaejoong. Ia tahu akan ada banyak orang yang menolak dan menentang hubungan mereka. Tapi Yunho tidak menyangka akan seperti ini kejadiannya.

Muncul foto-foto mesranya bersama Jaejoong saat mereka kencan beberapa malam lalu di media massa dan menjadi headline.

KEKASIH PUTERA MAHKOTA SEORANG PRIA?

"Ini sangat memalukan" Raja Korea – Jung Siwon – melemparkan beberapa foto dan koran yang memuat pemberitaan tentang Putera Mahkota dan kekasihnya.

Tadi pagi istana dikirimi paket yang berisi foto-foto Yunho dan kekasihnya sehingga membuat seluruh penghuni istana geger. Tidak lama kemudian berita itu mulai tersebar ke seluruh penjuru Korea melalui media massa.

"Bagaimana bisa kau tertangkap kamera sedang bermesraan dengan seorang pria? Jelaskan padaku, Hwangteja"

"Jeoseunghamnida, Jeoha. Dia adalah kekasihku" ucap jujur Yunho.

"MWO?" Raja dan Ratu terpekik kaget mendengar pengakuan Yunho. Berarti putera mereka tidak mengelak pemberitaan tersebut?

Sang Raja memegang jantungnya yang tiba-tiba berdetak menyakitkan setelah mendengar pernyataan sang putera. Tubuhnya oleng dan ia dibantu duduk di singgasananya oleh sang Ratu.

"Kau! Apa yang terjadi padamu, Hwangteja? Dia seorang pria sama sepertimu"

"Memang benar demikian, Jeoha. Tapi cinta tidaklah melihat jenis kelamin. Aku sangat mencintainya, Jeoha. Aku sangat mencintai Kim Jaejoong"

Setelah mendengar perkataan Yunho, sang Raja mengalami serangan jantung secara mendadak.

Jaejoong menjatuhkan cangkir minumannya saat tak sengaja ia melihat berita yang ditayangkan di televisi. Itu fotonya dengan Yunho. Walaupun jika dilihat dari sini bagian wajahnya tidak tertangkap kamera karena sedikit terhalang tubuh Yunho tapi wajah Yunho jelas terlihat di foto. Di foto lain juga wajah Jaejoong tidak terlihat jelas. Astaga.

" … Putera Mahkota tertangkap basah saat sedang berkencan dengan kekasihnya. Namun, yang membuat semua orang terkejut adalah kekasihnya yang seorang pria. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Benarkah jika Putera Mahkota telah menyimpang? Atau …"

Jaejoong tidak mendengar kelanjutan berita itu karena pada detik selanjutnya ia berlari menuju kamarnya mengabaikan teriakan umma-nya yang memanggil namanya. Sekarang yang ada dipikirannya adalah Yunho. Bagaimana keadaannya? Apa yang akan terjadi padanya? Jaejoong tidak peduli apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri pastinya tidak akan seburuk yang terjadi pada Yunho karena ia adalah Putera Mahkota. Astaga. Ini semua adalah salahnya. Andai saja ia tidak menerima pernyataaan cinta Yunho waktu itu …

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Keadaan Negara kacau. Berita buruk yang menimpa Putera Mahkota dan belum ada klarifikasi dari kerajaan membuat sebagian besar rakyat meminta untuk segera menurunkan Yunho dari statusnya sebagai Putera Mahkota dan mencari pengganti yang lebih layak.

Yunho kembali tidak masuk sekolah dan ini membuat Jaejoong semakin cemas. Belum lagi berita tentang keadaan kesehatan Raja yang memburuk.

Pada akhirnya Kerajaan membuat sebuah konferensi pers dan Yunho muncul untuk pertama kalinya di depan publik sejak pemberitaan mengenai dirinya menyebar.

"Itu semua tidak benar. Putera Mahkota dan pria yang ada di foto itu hanyalah teman biasa. Mereka tidak terlibat hubungan apapun selain teman. Dan Kami sangat menyesali munculnya pemberitaan miring tentang Putera Mahkota. Raja sampai jatuh sakit saat mendengar berita ini. Oleh karena itu, Kami meminta kepada semua pihak yang terkait untuk tidak melanjuti berita palsu ini untuk kebaikan kita bersama"

Seorang perwakilan kerajaan menjelaskan dan mengklarifikasi pemberitaan tentang Putera Mahkota. Yunho yang muncul dalam konferensi per situ meminta maaf kepada seluruh rakyat karena sampai muncul pemberitaan seperti itu.

Selain itu di konferensi pers itu juga kerajaan mengumumkan akan dilangsungkannya pernikahan antara Putera Mahkota dengan putri dari Perdana menteri Go

Jaejoong yang menonton konferensi pers itu tersenyum miris melihat sosok yang sangat ia rindukan selama beberapa hari ini. Memang sudah seharusnya seperti ini. Kisah mereka tidak akan pernah bahagia karena mereka tidak akan pernah bisa bersatu.

Jaejoong terus menangis sepanjang hari. Mencoba untuk mengusir ungkapan-ungkapan cinta yang pernah diucapkan Yunho dari telinganya. Hatinya remuk. Ia berusaha menenangkan hatinya dan meyakinkan dirinya bahwa Yunho selalu mencintainya namun kenyataan yang terjadi tidak bisa Jaejoong abaikan begitu saja.

'aku akan selalu mencintaimu, Boo'

~.~.~.~.~ Prince Hours ~.~.~.~.~

Beberapa bulan setelah kejadian itu, keadaan kerajaan sudah kembali normal kecuali kondisi kesehatan sang Raja. Sakit sang Raja semakin parah dan mengharuskan Yunho untuk mengambil alih semua pekerjaan Raja. Hal ini menyebabkan dirinya tidak pernah masuk sekolah dan Jaejoong sudah tidak pernah mendapatkan kabar darinya.

Ingin sekali rasanya Jaejoong menelpon Yunho, tapi Jaejoong terlalu takut, takut untuk mendengar kenyataan yang keluar dari bibir Yunho sendiri. Sudah cukup baginya untuk menyimpulkan sendiri bagaimana akhir dari hubungan mereka tanpa harus mendengar kalimat itu dari Yunho

Sampai pada akhirnya sang Raja wafat dan seluruh negeri berduka atas kepergiannya.

Tidak lama setelah itu seperti yang diumumkan di konferensi pers, Putera Mahkota melangsungkan pernikahannya dengan wanita cantik yang sudah dijodohkan dengannya.

Seluruh negeri menyambut gembira berita ini. Seluruh negeri kecuali Kim Jaejoong tentunya.

Hari ini adalah hari pernikahan – mantan – kekasihnya (Kalau boleh disebut seperti itu). Jaejoong merasa air matanya sudah habis untuk menangisi kisah cinta mereka.

Drrrrrrrrt drrrrrrrrrt drrrrrrrrrrrt

Jaejoong meraih ponselnya dengan malas dan menjawabnya tanpa melihat siapa sang penelpon.

"Yoboseyo" Jaejoong tidak yakin suara serak yang keluar dari tenggorokannya merupakan suaranya. Padahal Yunho selalu memuji keindahan suaranya saat bernyanyi tapi sekarang suaranya bahkan lebih parah daripada suara nenek sihir – menurutnya.

"Boo" sekali lagi Jaejoong mendengar suara bass yang sangat ia hafal melalui ponselnya. Ia melihat nama sang penelpon di ponselnya.

Yunniebear

"Bear~" panggilnya. Ternyata matanya masih memiliki stok air mata juga. Buktinya kini sungai air mata sudah mengalir deras di pipinya hanya dengan mendengar suara Yunho-NYA.

"Bogosipo, Boo" betapa Yunho sangat merindukan Jaejoong, suaranya, aromanya, senyumnya, tawanya, tubuhnya. Jaejoong bisa mendengar suara Yunho yang bergetar. Apakah Yunho tengah menangis juga seperti dirinnya?

"Nado bogosipo, Bear" Jaejoong sedikit terisak saat mengatakannya.

"Uljima. Jebal uljima, nae sarang"

Semakin disuruh berhenti, Jaejoong malah menangis semakin hebat.

"Yun, Yunho … Hiks .. Yunniebear" Jaejoong ingin terus memanggil nama Yunho-nya seperti ini.

"Boojaejoongie, Saranghae"

Mereka berdua menangisi nasib yang tidak memihak kepada cinta mereka.

"Dengar, apapun yang terjadi setelah ini aku akan tetap dan selalu mencintaimu. Aku berjanji. Kau percaya padaku, kan?" Tanya Yunho

Jaejoong mengganggukkan kepalanya merasa bodoh karena tentunya Yunho tidak akan bisa melihatnya.

"Ne. aku juga akan terus dan selalu mencintaimu, Bear" Yunho tersenyum senang mendengar perkataan Jaejoong.

'Bolehkah aku sedikit egois, Jae?'

"Aku ingin kau tetap memegang janjimu, Jae. Apapun yang akan terjadi tetaplah berada disisiku"

END

.

.

.

Tbc kok bercanda~ syalalalala

Terima kasih banyak kpd semua orang yg mendukung kelanjutan ff ini. Hahahaha. Saya menemukan byk nama2 baru (salam kenal, ne) dan nama2 yg sdh familiar #pelukdanciumatuatu

PandaMYP, missjelek, nunoel31, Hana - Kara, lipminnie, Himawari Ezuki, myeolchi gyuhee, thepaendeo, anastasya regiana, PURPLE-KIMlee, ifa. , nickeYJcassie, alvida the dark knight, Angel Muaffi, Lady Ze, JungJaema, Little dangko, R.A.F 33, vampireyunjae, jung chang, Guest, shiro20, yoon HyunWoon, diyas, minjoong, guests, dan para SR (emang ada? XD)