Title: SOUND OF SOUL
.
.
Cast : Lee Sungmin (namja)
Cho Kyuhyun (namja)
Seohyun (Yeoja)
Others
.
.
Genre : Romance/Hurt/Comfort, YAOI
Pairing : KYUMIN/ slight KYUSEO/SEOKYU
.
Rated: M
.
WARNING : Typo berserakan. Cerita ini mengandung keGaJean dengan aroma yang sangat pekat. Ada beberapa idol yang dijadikan 'nappeun/bad' dalam alur cerita. So, bagi yang tidak berkenan, silahkan klik icon 'X' di pojok kanan atas. Penulis bukan bermaksud menistakan idol manapun, ini hanya sebuah cerita dan disesuaikan dengan pikiran penulis. TOLONG DIPERHATIKAN, HYUN TAK MENERIMA BASH OR FLAME DALAM BENTUK APAPUN! Alo gak suka ya jangan dibaca...
Akan ada beberapa adegan CRACK PAIR! TERMASUK KYUSEO! TOLONG DIPERHATIKAN! JIKA TAK SUKA JANGAN DIBACA! TOLONG! KLIK ICON 'X' DAN SEGERA KELUAR DARI LAMAN INI. INI HANYA SEKEDAR CERITA YANG DIBIKIN BERDASARKAN IMAJINASIKU. TAK ADA MAKSUD UNTUK MENGHUJAT SIAPAPUN!
.
SUMMARY
Mencintai dan menyayangi. Dua kata yang lumrah dirasakan setiap manusia. Apakah keduanya bisa didapatkan sekaligus? ataukah harus mengorbankan salah satu diantaranya? Satu lubang dalam hati yang tersakiti menjadi pilihan terakhir. –KyuMin-
.
.
DISCLAIMER
Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik HyunChan.
Sungmin oppa, I'M YOURS!.
.
NO COPAS
.
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
.
.
^^HAPPY READING ^^
.
.
.
.
Previous Chapter
Sungmin segera mematikan ponselnya. Matanya menatap nanar pada gadget pink itu yang kini terpampang sebuah wallpaper. Fotonya dengan seorang namja tampan yang tak lain adalah Kyuhyun. Keduanya tampak sangat bahagia dalam foto itu dengan tangan Kyuhyun yang melingkar mesra di lehernya. Masa-masa yang indah. Andai selalu bisa seperti itu.
"Aku menyayangi kalian, aku mencintai kalian. Mengapa kalian membohongiku? Apa salahku?" Sungmin kembali menangis. Kini satu-satu isakan pilu itu mulai lolos dari bibir mungilnya. Hatinya sudah terlalu sakit menanggung beban perasaan itu.
.
"Apa salahku...hiks..."
.
SOUND OF SOUL
Chapter 2
-Confused-
.
AUTHOR POV
.
Siang itu suasana di Seoul Art University jurusan Musik sangat ramai. Beberapa mahasiswa terlihat hilir mudik sambil sesekali berteriak-teriak. Suasana hiruk pikuk membuat suara sekeras apapun akan terdengar bak semilir angin. Ya, seluruh mahasiswa jurusan itu kini tengah sibuk menyiapkan pementasan drama untuk kampus mereka. Dengan jadwal pementasan yang hanya tinggal menghitung minggu membuat beberapa mahasiswa panik luar biasa. Sungguh kehidupan kampus yang 'menyenangkan' bukan...?
Di sisi lain, tampak dua orang namja tampan yang tengah tenggelam dalam dunianya sendiri. Satu dengan gadget hitam perseginya -yang diketahui bernama PSP- dan yang satunya sedang sibuk melamun menatap ke luar jendela. Sama sekali tak menggubris keributan yang ditimbulkan teman-teman sekelasnya yang kini malah tambah heboh gara-gara kostum drama yang robek...aigooo~
.
.
"Kyuhyun-ah, apa kau masih bersama 'mainan' berisik mu itu?" tanya seoarang namja yang sedang memainkan PSP nya.
"Maksudmu?" Kyuhyun menatap namja yang bernama Changmin itu sambil mengernyitkan dahinya.
"Itu...apa kau masih bersama yeoja sexy itu?" namja tinggi itu mematikan PSPnya dan menaruh benda persegi itu di atas meja yang sedang ia duduki.
.
"Seohyun?...haha, jangan bertanya pertanyaan bodoh Changmin-ah...kau sudah tau jawabannya." Jawab Kyuhyun yang kini kembali menatap jendela di sampingnya. Sepertinya sekarang ini pemandangan di balik lapisan tembus pandang itu lebih menarik daripada wajah tampan Changmin yang kini menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
.
"Kau tidak ingin bergabung dengan mereka?" tanya Changmin sambil menunjuk beberapa temannya yang sedari tadi seperti setrika berjalan.
"Kau kira aku bodoh? Aku tak akan menghabiskan tenagaku hanya untuk sesuatu yang tidak berguna." Jawab Kyuhyun ketus.
"Owh, jadi maksudmu 'bermain' dengan yeoja itu sesuatu yang berguna?" Changmin menyeringai
"Menurutmu?"
.
"Yah...memang berguna..." Changmin berpindah posisi. Kini namja tiang itu duduk tepat di sebelah Kyuhyun.
.
"Untuk menyalurkan hasratmu..." bisik Changmin di telinga Kyuhyun yang kini menatapnya nyalang.
.
'Grepp'
.
Kyuhyun menarik kerah kemeja Changmin dengan sebelah tangannya membuat namja tampan itu tersentak.
"Sebaiknya kau diam, brengsek! Mulut konyolmu itu sepertinya sudah terlalu banyak bicara!" Kyuhyun menggeram sambil mengeratkan cengkeraman tangannya di baju Changmin.
"Whoa..whoa...calm down, man...what's matter with you, hah? Keep calm...keep calm." Ucap Changmin sambil berusaha menenangkan amarah Kyuhyun yang sepertinya sebentar lagi akan mencapai klimaks.
.
".."
.
Kyuhyun melepaskan tangannya dari kemeja Changmin dan menatap tajam padanya.
.
"Wae? Mengapa kau ingin sekali mencampuri urusanku, hah? Jika kau ingin kau boleh 'memakainya'. Bukankah waktuku hanya sebulan lagi? Setelah itu kau bisa bebas 'menggunakannya'." Changmin melongo mendengar pernyataan Kyuhyun.
"Apa maksudmu? Menggunakan 'bekas' mu? Begitu? "
.
".."
.
"Haha...Kyuhyun-ah. Seburuk itukah pandanganmu terhadapku? Kau tahu? Walaupun aku brengsek, namun aku hanya akan mencintai satu orang saja dalam hidupku dan tidak akan pernah berubah dan tidak akan pernah kuubah, dan aku sudah menemukan orang itu." Kalimat melankolis Changmin membuat Kyuhyun tersenyum sinis.
"Oh, ya? Apakah orang yang tidak beruntung itu adalah Song Qian? Sungguh malang nasibnya. Kau tahu Changmin? Kau terlalu 'polos'. Kehidupan yang sebenarnya itu penuh warna, Minnie~." Kyuhyun menarik sebelah tangan Changmin dan menepuk-nepuknya dengan lembut.
"Kau akan menyesali perbuatanmu, Cho Kyuhyun. Cepat atau lambat kau akan menyadari kalau kau selama ini salah!"
"Wae? Dimana kesalahanku? Apa aku salah jika menginginkan keduanya berada di sampingku?"
.
"Sebagai sumber keuanganmu dan sebagai pemuas nafsumu?"
.
"Jangan munafik Changmin, memang apa yang salah dengan semua itu?"
"Kau mempermainkan perasaan mereka berdua, tidakkah kau merasakan ketulusan cinta mereka padamu? Terlebih orang itu."
"Siapa?"
.
.
"Lee Sungmin."
.
Deg
.
AUTHOR POV END
.
.
KYUHYUN POV
.
"Kau mempermainkan perasaan mereka berdua, tidakkah kau merasakan ketulusan cinta mereka padamu? Terlebih orang itu."
Saat mendengar kalimat itu dari Changmin, sebenarnya hatiku merasa sedikit terguncang. Ya,...cinta. hal itulah yang membuatku bersikap seperti ini. Aku tenggelam dalam petualangan cinta yang ku lakoni. Membuatku sulit untuk keluar dari dalamnya. Sulit dalam menerjemahkan arti 'cinta' yang sesungguhnya.
"Siapa?"
Aku bertanya karena aku ingin tahu menurut sudut pandang Changmin, siapa yang paling mencintaiku?
.
.
"Lee Sungmin."
.
Deg
.
Nama itu...entah mengapa akhir-akhir ini nama itu selalu berdengung dalam kepalaku, membuatku menjadi seorang yang moody. Membuatku menjadi manusia yang labil. Selalu tersenyum jika mengingat wajah imutnya. Ada apa ini? padahal aku merasa biasa-biasa saja ketika membayangkan Seohyun. Dan ketika bercinta dengannya pun, wajah imut namja itulah yang terbayang dalam benakku. Kuakui, aku bersalah. Namun, aku terlanjur tenggelam dalam permainan ini.
.
.
.
.
"Kyuhyun~ah?"
.
"Kyuhyun~ah?"
.
"Yya! Cho Kyuhyun?"
.
Aku tersentak ketika suara berat Changmin merajam gendang telingaku dan membuatnya seketika berdenging.
.
"Aisshh...jangan sembarangan berteriak...pabbo!" umpat ku geram.
"Apa yang kau pikirkan, sedari tadi kau melamun dan mengacuhkanku."
"Oh...benarkah, senangnya aku mengacuhkanmu." Jawab Kyuhyun ringan tanpa dosa dengan nada suara yang mendramatisir.
"Cih...apa kau memikirkan namja itu?"
.
".."
.
"Hhh~ sepertinya aku benar. Kau tahu, hanya melihat matanya saja aku sudah bisa merasakan betapa besar cintanya padamu. Sorot mata yang penuh kasih sayang itu bahkan tak kutemukan dari Seohyun sekalipun.
"Apa kau ahli membaca bola mata?" tanya Kyuhyun tiba-tiba.
"Aniyo, tapi, orang awam yang melihatpun kurasa akan langsung tahu jika dia sangat mencintaimu."
.
".."
.
"Benarkah?" aku bergumam lirih, bertanya pada diriku sendiri. Aku sendiri tidak yakin dengan apa yang kurasakan sekarang, bagaimana mungkin aku bisa menyimpulkan perasaan orang terhadapku? Dia hanya sumber uangku! Aku takkan mungkin jatuh cinta padanya!
.
"Jangan sampai kau menyesalinya. Cobalah untuk mengubah sudut pandangmu." Ucap Changmin menepuk pundakku dan melangkah keluar dari kelas, meninggalkanku yang kini mencoba mencerna maksud ucapannya.
.
.
.
"Sungminnie..."
.
.
KYUHYUN POV END
.
.
AUTHOR POV
.
Siang ini restoran BLUE WATER itu tampak ramai dengan pengunjung. Beberapa pegawai tampak sibuk hilir mudik dari satu meja kemeja lain. Saat-saat seperti inilah yang sangat disukai oleh Sungmin, saat dimana dirinya harus sibuk bekerja sehingga membuatnya sejenak melupakan berbagai masalah yang sedang berkecamuk dalam hatinya.
.
.
"Sungmin, hyung. Antarkan ini ke meja 22."
"Ne, Lay."
"Kyungsoo Hyung, satu spagheti seafood dan 2 cappucino latte." Teriak Chen.
"Oke..."
.
.
Para pengunjung yang kebanyakan pekerja kantoran yang sedang beristirahat siang itu kini mulai tampak sibuk dengan makanannya masing-masing. Setelah selesai dengan semua pesanan makanan itu, kini Sungmin tampak kembali sibuk mendatangi meja-meja dengan tumpukan piring-piring kotor itu untuk memberikan bill pembayaran, sementara itu Kris-sang pemilik restoran-kini mulai standby di belakang kasir, menunggu pembayaran pelanggan.
.
.
.
Satu jam telah berlalu, kini restoran itu telah tampak sepi. Hanya terlihat Chen yang sedang mengelap meja, Lay yang sibuk di dapur, dan Sungmin yang menyapu lantai. Sedangkan Kris, namja tinggi dengan rambut coklat itu kini tengah fokus memperhatikan sesuatu. Manik hitamnya bergerak-gerak seirama dengan gerakan sosok mungil yang sudah setahun ini telah mencuri hatinya. Sesekali bibir peachnya tersenyum ketika melihat sang objek tampak mempoutkan bibirnya lucu ketika tangannya tak bisa menjangkau sampah di bawah meja.
.
.
"Sampai kapan kau akan seperti ini, Ge?"
Suara rendah yang merdu itu seketika membuyarkan lamunan Kris. Membuatnya mendadak salah tingkah dan menatap malu-malu namja yang entah sedari kapan ada di sampingnya.
.
"Lay..." cicit Kris sambil tersenyum -malu.
.
"Sampai kapan kau hanya melihatnya dari jauh? Tak pernahkah kau berpikir untuk mendekatinya?" ucapan Lay membuat Kris kembali menatap si objek dengan sendu.
.
"Dia bukan milikku, Lay." Kris tersenyum miris-masih-menatap namja mungil di depannya.
"Setidaknya, cobalah beri dia kebahagiaan. Kau tahu, akhir-akhir ini dia tampak sangat murung karena orang itu. Kami sudah sering bertanya padanya, namun dia selalu tersenyum hangat seolah-olah tak terjadi apa-apa." Lay menatap Kris penuh arti.
.
"Kau benar. Jujur, aku sangat sedih melihatnya murung akhir-akhir ini. Namun, apa yang bisa kulakukan? Aku hanya pengecut yang bisa memandanginya seperti ini selama 1 tahun. Aku tak ingin sikapku padanya membuat dia menjauh dariku. Di sudah jadi milik orang lain. Aku tak ingin dianggap mengganggu hidupnya. Asalkan dia bahagia, bagiku cukup." Suara Kris sedikit bergetar mengucapkannya dan Lay paham, sosok di sampingnya ini begitu mencintai orang itu sepenuh hatinya tanpa mengharap balasan dari yang dimaksud.
"Aku dan Chen tidak bisa menghiburnya, Ge. Sekeras apapun kami berusaha tak akan berhasil karena yang dibutuhkannya sekarang adalah cinta dan kasih sayang yang tulus. Dan itu semua hanya ada padamu, Ge. Cobalah untuk membuatnya kembali tersenyum ceria seperti dulu. Aku yakin kau pasti bisa." Ucap Lay sambil menepuk pelan bahu Kris. Sedangkan namja tampan itu hanya terdiam sambil terus menatap pergerakan namja mungil yang diketahui bernama Sungmin itu.
.
.
"Jeongmal saranghaeyo, Minnie Hyung..." ucap Kris dalam hati.
.
.
Sementara itu, tak jauh dari restoran, tampak seorang namja tampan dengan kulit pucatnya tengah berdiri menatap kearah restoran -lebih tepatnya kearah Sungmin- yang masih menyapu sambil sesekali bercanda dengan rekannya.
Senyuman manis senantiasa terukir di bibir tipisnya tatkala mata elangnya mendapati sosok manis itu tertawa.
.
.
.
"Apakah rasa ini mulai tumbuh untukmu?"
.
.
"Kupastikan itu tak akan pernah terjadi..." Namja itu kembali melangkahkan kakinya menjauh dari Blue Water dengan berbagai pemikiran yang berkecamuk.
.
.
AUTHOR POV END
.
.
.
FLASHBACK
.
Di sebuah pusat pertokoan, tampak dua orang namja yang terlihat sedang berjalan-jalan menikmati keramaian di sekitarnya.
.
"Aisshhh...aku bosan sekali, Changmin-ah." Ucap seorang namja dengan wajah datarnya.
"Wae? Bukankah kita sedang berjalan-jalan sekarang?" jawab namja yang bernama Changmin -acuh.
"Bukan itu maksudku, tak adakah yang menarik disini? Kau tahulah. Aku sudah lama sekali kosong sejak sebulan yang lalu."
Changmin mendelik kesal akibat kalimat yang dilontarkan Kyuhyun dengan wajah tanpa dosanya. Changmin sangat paham kemana arah pembicaraan ini akan berlanjut.
"Kesal tak punya 'mainan' baru? Oke, Kajja! Aku akan menunjukkan sesuatu yang menarik." Ucap Changmin sambil menyeret Kyuhyun ke dalam sebuah restoran yang tak jauh dari pusat pertokoan itu. Sebuah restoran minimalis yang tampak sangat elegan dan 'wah'.
.
.
"Apa maksudmu sampai menyeretku kemari, hah...Shim Changmin?!" Kyuhyun tampak kesal dengan namja tinggi yang kini duduk manis di depannya. Pasalnya sedari tadi Changmin tidak memesan makanan satupun, hanya sibuk mengedarkan pandangan matanya kesana-kemari, mencari sesuatu.
.
"Sebentar lagi kau akan tahu." Ucap Changmin santai.
"Ck" Kyuhyun berdecak kesal.
.
Tak lama kemudian, Changmin tampak mengangkat tangannya memanggil seorang pelayan yang baru terlihat mulai memakai celemeknya dengan terburu-buru. Posisinya yang membelakangi Kyuhyun membuat Kyuhyun tidak melihat wajah namja itu.
.
.
"Selamat datang di BLUE WATER. Mau pesan apa?" tanya pelayan itu ramah ketika sudah sampai di depan meja kami berdua.
.
KYUHYUN POV
.
"Selamat datang di BLUE WATER. Mau pesan apa?" tanya pelayan itu ramah ketika sudah sampai di depan meja kami berdua.
Suara itu terdengar sangat manis di telingaku, namun aku masih betah memperhatikan meja di depanku tanpa mendongak sedikitpun kearahnya. Beda dengan Changmin yang kini malah sangat antusias memesan beberapa minuman dan makanan ringan yang ada dalam menu yang ditawarkan si pelayan.
.
.
Beberapa menit setelahnya, kini satu persatu makanan dan minuman itu mulai tersusun rapi di depan kami berdua. Sepertinya namja yang tadi yang menghidangkannya.
"Sungmin-ssi. Kau begitu manis, apa kau sudah punya pacar." Pertanyaan Changmin yang tiba-tiba itu membuat ku terkejut dan serta merta menatap sosok yang kini tercekat di depanku.
.
Deg
.
'Manis'
.
Hanya satu kata itu yang terucap dalam hatiku saat aku menatap wajah cantiknya.
"Ah..a-anu...i-itu...aku...aku..masih sendiri,Tuan." Jawab namja mungil itu malu-malu. Semburat merah kini samar-samar mulai timbul di pipinya yang putih.
"Aaa...geuraeyo? Sepertinya aku punya calon pacar yang cocok untukmu, bukan begitu Kyuhyun-ah?" Tanya Changmin padaku yang membuatku kini sangat gugup.
.
".."
.
Aku terdiam, tak tahu harus berkata apa. Namja brengsek itu kini terlihat sangat menyebalkan di mataku. Dengan santainya dia membeberkan semua hal tentangku. Menghafal profile ku, eoh?
Aku hanya bisa tersenyum malu-malu ketika melihat namja bernama Sungmin itu kini malah tersipu-sipu sambil sesekali melirik ku. Aigoo. Manisnya...
.
.
Setelah proses makan siang yang 'wow' itu aku dan Changmin segera pulang ke apartemenku. Dalam perjalanan, aku sama sekali tak mendengarkan ocehan konyolnya tentang namja yang tadi dikenalkannya padaku. Aku sedang kesal mode on!
Setibanya dalam apartemen, aku langsung menghempaskan tubuhku ke atas sofa di ruang tengah, sementara Changmin kini tampak terkikik pelan padaku.
.
"Jelaskan apa maksudmu, Brengsek!" geramku saat melihat dia yang dengan santainya malah meminum sekaleng soda di sampingku.
.
"Maksud apa? Yang mana?" jawabnya sambil memicingkan sebelah matanya menatapku.
.
"Cih. Jangan sok polos di depanku! Apa maksudmu mengenalkanku pada namja itu?" tanyaku setengah berteriak membuat Changmin menutup kedua telinganya rapat-rapat.
"Wae? Kau tidak suka? Di sangat manis kan? Andai aku belum punya Vicky, aku pasti sudah mendekatinya. Bukankah kau bilang sedang bosan? Aku hanya mencoba mengenalkan mainan baru untukmu. Lagipula kau tak akan rugi...dia manis." Ucap Changmin sambil tersenyum lebar padaku.
"Kau gila, eoh? Aku bukan Gay! Apa kau lupa? Aku normal!" aku kembali berteriak frustasi.
"Hei kawan, tenang dulu. Aku tahu kau normal, 'sangat' normal malah sampai-sampai kau tidak berkedip memandang namja manis itu tadi." Changmin menyeringai padaku.
"Brengsek!"
"Well, kau boleh bilang begitu sekarang, bagaimana jika kita buat permainan ini menjadi menarik?"
.
".."
.
"Jika kau bisa mendapatkan hati namja itu hanya dalam waktu satu minggu mulai besok, kau boleh meminta apapun padaku, eotteo?" ucap Changmin dengan mata berbinar.
Sedikit tertarik dengan tawarannya, akupun menatap matanya tajam. Namun Changmin tak bergeming, tetap keukeuh dengan tawarannya.
"Benarkah? Apapun?" tanyaku menyakinkan.
"Hm"
"Oke! Deal! Jika aku berhasil, kau harus memberikan motor sport mu itu padaku dan membiayai kebutuhan hidupku selama 1 tahun penuh!" Ucapku balik menantangnya. Aku tahu, motor itu adalah motor kesayangan Changmin. Aku terkekeh dalam hati melihat ekspresinya yang bingung.
"Oke! Deal! Jika kau gagal, Audi A5 mu untukku." Ucapnya sambil mengulurkan tangan.
"Deal!" aku menjabat tangannya dan dengan itu semua, dimulailah misi ku menaklukkan namja maznis yang bernama Sungmin itu.
.
.
.
.
Well, ternyata tak susah mengambil hati namja manis itu. Sikapnya yang polos dan terbuka membuatku dengan mudah dapat mengambil hatinya. Haha. See, hanya dalam waktu 5 hari aku berhasil mendapatkannya.
.
.
"Minnie-ah, saranghae..." ucapku sambil memeluknya dari belakang. Hari ini aku libur kuliah dan Sungmin mendapat shift sore di tempat kerjanya. Sungmin sekarang sedang membuatkan makan siang untuk kami berdua dan tentunya...di apartemenku. GREAT, HUH?!
.
.
'Changmin babo, jika aku berhasil mendapatkannya hari ini kau harus memberiku uang yang kau janjikan...sekarang! beserta motor kesayanganmu itu!'
Begitulah isi SMS ku tadi pagi yang kukirimkan ke tiang listrik itu. Dan sekarang aku jamin aku pasti akan mendapatkannya. Pasti! Akan kubuat Sungmin babo itu bertekuk lutut padaku!
.
.
"Kyunnie...jangan seperti ini...aku jadi susah memasak." Lirih Sungmin sambil mencoba melepaskan rangkulan lenganku di perutnya. 'Jangan harap aku melepaskannya, Min' batinku.
.
"Wae? Kau tidak suka? Aku mencintaimu, sayangku." Ujarku sambil menjilat pelan telinga kanannya membuat Sungmin seketika bergetar hebat.
.
"Nado, Kyu...Aku juga men-ahhh~...aku juga men-cintaimu-sshhh~" Sungmin makin menggelinyang ketika lidah basahku kini mulai kuputar-putar di leher, tengkuk dan belakang telinganya.
"Kyuuuhhh...nanti makanannya gosong...ahh~" ucap Sungmin di tengah-tengah desahannya. Good! Sebentar lagi! teriakku dalam hati.
"Gwenchana, jagiii~hhh...perutku sudah tak lapar, tapi...aku ingin memakanmu saja...~slurp...ssshh~" ...
.
Jilat, gigit, hisap, jilat. Itulah yang terus-menerus kulakukan di leher dan pundaknya. Sepertinya ini merupakan pengalaman pertama bagi Sungmin, terbukti dengan respon tubuhnya yang sangat cepat dan agak berlebihan.
"Ap-apahh mak-maksud Kyunnieee~hh...? akkhh!" Sungmin sedikit berteriak ketika aku mulai membuat hickey di leher kanannya. Seketika tubuh Sungmin limbung. Kedua kakinya bergetar dan dengan sigap aku langsung membopong tubuh itu.
.
Greep
.
"Lets play, jagiya...i want you know~..." desahku sambil menggendongnya ala bridal, aku langsung menghujani wajahnya dengan kecupan-kecupan basahku.
"Kyuuhhh...~" Sungmin tampak memerah. Wajahnya di sembunyikannya di cerukan leherku membuatku makin menyeringai. Kulumat keras bibir plump merah itu dengan kasar. Tak kubiarkan dia mendominasi sedikitpun sambil terus melangkah menuju kamarku.
.
.
Brugh!
.
Kulempar tubuh mungil itu keatas ranjang kingsize ku dan langsung kukunci pergerakannya.
.
"Kyuuhhh...jangan..." Sungmin terlihat ketakutan saat melihatku melepas kaos biru dan celana panjang yang kugunakan hingga kini aku hanya memakai bokser hitamku tanpa dalaman apapun.
.
"Waeyo, jagiya? Apa kau tak menginginkanku?" ucapku tepat di depan bibir merahnya yang sudah membengkak.
'Slurp' Kujilat perlahan bibir itu hingga Sungmin memejamkan matanya erat- erat.
.
"Aku..a-ak-aku...aku takut Kyu..." lirihnya sambil terus menutup matanya.
"Jangan takut, Minnie-ah...aku mencintaimu...aku tak akan menyakitimu. Aku tak akan berpaling darimu. Hanya kau yang kucintai. Jadi, jangan takut ne? Aku benar-benar menginginkanmu..." ucapku sambil menatap dalam mata foxy-nya yang terbuka.
.
"Kyuu..." Kulihat mata bening itu mulai berkaca-kaca. Segera kukecup kedua mata itu untuk meyakinkannya.
.
"Aku mencintaimu, Lee Sungmin...apa kau tak yakin mencintaiku?"
"Aku sangat mencintaimu Kyu...tapi...aku takut..." lirih Sungmin sambil mengalihkan matanya dari pandangan mataku.
.
"Buktikan kalau kau mencintaiku!" ucapku mutlak dengan menatapnya penuh intimidasi.
.
Sungmin terdiam, dan tanpa banyak basa-basi lagi segera kulumat bibir merah yang hanya berjarak kurang dari 1cm di depanku itu.
"Engghh...ahh~...cppk..Kyuuhh~...ammhh~" Sungmin mendesah hebat saat aku melesakkan lidahku mengeksplor rongga mulutnya.
"Ahh~...ohh~" tanpa kusadari aku juga mendesah ketika merasakan manis mulutnya. Sangat manis hingga aku berat untuk melepasnya dari pagutanku.
Ketika sadar Sungmin hampir kehabisan nafas, aku memindahkan lidah basahku keleher jenjangnya yang sudah basah sejak tadi. Kedua tanganku kuarahkan untuk membuka kaos dan celana pendeknya. Sungmin yang lemas hanya bisa pasrah saat kua angkat sedikit tubuhnya untuk meloloskan kaos dan celana yang ia pakai hingga kini dia hanya menggunakan selembar underware putih. Ouch! Tubuhnya sangat mulus dan indah. Beberapa detik aku tercekat menatap tubuh putih itu.
.
"Kyuuhh~" rengek Sungmin sadar aku memerhatikan tubuhnya dengan tatapan lapar.
.
"Kau...indah...sayang" jawabku tanpa melepaskan pandanganku dari tubuhnya.
.
Segera kuserang dua nipple coklatnya yang mungil itu. Kugigit, kutarik dan kupelintir bergantian hingga nipple itu menegang dan basah akibat salivaku. Sedangkan Sungmin? Kini kedua lengannya telah bergelayut indah di leherku. Menerima segala perlakuanku pada tubuh mulusnya yang kini penuh dengan bercak hickey dan saliva.
"Ahhh...Kyuuuhhhh...~" Sungmin makin menggelinyang saat kini lidahku mulai menjelajah perut datarnya dan terus turun hingga mencapai perbatasan dengan underwearnya. Kugigit kain tipis itu dan kuturunkan kebawah. Saat itulah dagu dan bibirku bersentuhan dengan junior mungilnya yang ternyata telah dibanjiri precum dan mengacung tegak.
.
'Sret' akhirnya kain itu terlepas dan kini aku juga melepas bokserku hingga kami berdua sama-sama full naked. Sungmin tampak gelisah sambil memejamkan matanya. Kakinya bergerak-gerak tak menentu. Pemandangan yang membuatku makin tegang dan horny. Segera kutindih lagi tubuh mungil itu.
.
"Ngghh~...ammhh~" Sungmin kembali mengerang saat aku kembali melumat bibirnya. Kaki kananku kuletakkan di sela kaki kirinya hingga Sungmin tak bisa bergerak bebas. Sesekali kugerakkan pinggulku menggesekkan kejantananku yang keras dengan Little Min yang mengacung.
.
"Mingg...ohhh~" aku mendesah saat kurasakan tangan Sungmin kini membelai punggungku dengan gerakan sensual. Entah dia sadar atau tidak namun tingkahnya itu membuat debaran jantungku makin menggila.
.
Kurasakan sekitar selangkanganku kini dingin, ternyata precum Sungmin telah membanjiri daerah pahaku. Aku kembali merangkak kebawah dan segera kuraup junior mungil yang telah berkedut itu dan kuhisap-hisap dengan kuat.
.
"Akhh!...akhh~...Kyuuuhhh~" Tubuh Sungmin terlonjak-lonjak saat gigiku mulai bermain di twinsball dan batang kejantanannya. Kedua tangannya meremas-remas rambutku seolah menyuruhku semakin giat mengerjai area bawahnya.
.
"Cpkk..nghh..ahhmm~" kuhisap dan kujilat terus junior itu sambil sesekali mengulumnya dalam mulutku. Kulilitkan lidahku memutari batang juniornya sambil terus mengulumnya dengan kuat.
"Kyuuhh...ahh...akuhh...ahh~...Kyuuuuuu!"
Akhirnya, namja manis itu orgasme. Cairannya sukses melesak masuk dalam tenggorokanku. Manis. Sama seperti tubuhnya. Terus kuhisap junior itu hingga kini telah terkulai lemas dalam mulutku. Segera kuangkat tubuhku dan kulihat kini Sungmin tengah terengah-engah menikmati pasca orgasmenya.
.
"Min...bolehkah?" tanyaku di telinganya sambil mengusap punggung dan paha dalamnya. Junior mungil itu kembali menegang karena ulahku.
.
"Ne...Kyuh..~...ne..." Sungmin hanya mengangguk pasrah sambil berusaha melebarkan kakinya menyuruhku untuk segera melakukan apa yang ingin kulakukan. Wajahnya yang memerah, berpeluh dan dada yang naik turun membuatku makin menyeringai.
Segera kuangkat kedua kakinya kepundakku. Kukocok sedikit juniornku dan kuposisikan di depan single holenya yang masih berkedut-kedut pasca orgasme. Sedikit hadiah, kuberikan kissmark di kedua paha dalamnya yang sukses membuat Sungmin kembali menggeliat resah.
.
"Palli Kyuhhh...ahh~" inilah kalimat yang kutunggu-tunggu. Akhirnya! Aku mendapatkannya! Kugesekkan ujung juniorku di sekitar holenya agar hole itu sedikit basah dan...
.
Jlebs
.
"Akkhh!" Sungmin memekik saat junior besarku langsung kulesakkan dalam hole sempitnya. Sedikit darah kulihat mengalir di belahan butt itu dan juga di batang atas juniorku.
"Hiks..hiks...Kyuuhh~" tanpa menghiraukan tangisannya segera kugerakkan juniorku dan kuhentakkan kedalam tubuhnya. Ohh~. Sensasi ini benar-benar nikmat. Holenya seolah menjepit dan menghisap-hisap juniorku dengan tekanan yang sangat kuat. Membuat juniorku perih sekaligus...nikmaaatt...
.
"Ahhh...ohhh...Sungmin-ahhh~...ahhh"
"Ohhh...akh...ngghhhaaahhh~
.
Desahan, derit ranjang dan bunyi kulit yang bergesekan membuat pikiranku benar-benar dipenuhi nafsu. Seluruh perutku seperti diaduk-aduk. Panas. Aku memejamkan mata dan mendongak keatas saat merasakan juniorku kini mulai berkedut hebat. Sementara hole Sungmin terus mencengkeram juniorku dengan kuat. Ahhh...nikmaaatttt...
"Kyuuuhhh...ahhh...ahhh~" tangan kananku kini meremas-remas junior Sungmin semantara tangan kiriku membelai kasar paha dan selangkangannya. Sungmin menjerit tertahan. Peluh sudah membanjiri tubuh kami berdua.
"Ahhh..Kyuuhh...aku...ma-mau...kel-lluuuu-arrrrggh hh~ aahhhhhKKHH!" Sungmin orgasme untuk yang kedua kalinya juniornya mengeluarkan lahar putih itu dengan kuat hingga mengenai tangan, wajah dan dadaku.
"ngghh...aahhh~" Sungmin terus mendesah sambil menikmati orgasme keduanya. Kini juniorku yang berkedut hebat di dalamnya lah penyebabnya.
"Minnn...enngghhh~...akkkhhhh~!" Akhirnya, aku orgasme setelah menggenjot tubuh itu dengan hebat. Kedua kakiku bergetar sementara juniorku terus meletupkan sperma berkali-kali di dalam lubangnya. Kaki Sungmin bergerak-gerak gelisah.
"Ahhhh~" lirih namja mungil itu pelan saat merasakan cairanku yang mengalir dalam tubuhnya.
"hhh~...hahhh~...hhh..."
.
Plop
.
Kukeluarkan juniorku dari dalam holenya. Segera setelah itu kulihat lelehan kental berwarna putih dan merah yang bercampur mengaliri sprei di bawah kakinya. Cairanku dan darahnya tentu saja.
.
"Gomawo jagiya, gomawo..." ucapku berbisik di telinganya dengan napas yang masih terputus-putus
"Ne...Kyuhh...jangan...hh..jangan tinggalkan...akuuu" ucap Sungmin sambil menatapku sendu.
"Pasti, jagiya...aku takkan meninggalkanmu..."
.
Cup
Kukecup keningnya.
.
Cup
Cup
Kukecup kedua pelupuk matanya.
.
Cup
Kukecup bibir merah bengkak yang masih terengah itu..
.
"Saranghae...Lee Sungmin" kubelai lembut pipinya sampai dia tertidur kemudian akupun menyusul setelah menutupi tubuh telanjang kami dengan selimut dan memeluk erat pinggangnya. Aku menyeringai.
.
'I GOT YOU, BABOYA!' ucapku dalam hati.
.
.
.
FLASHBACK END
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
Yowyow, Hyun kembali dengan chappie 2.
Disini Hyun mau pengakuan dosa sebentar, tolong dibaca ya Chingu ^^
.
1. Masalah SOUND OF SOUL. Cerita ini memang pertamanya Hyun buat versi HUNHAN. Jadi artinya nge-REMAKE dari FF ku sendiri yang kubuat pair HUNHAN menjadi KYUMIN. Saat chapter 1 selesai, Hyun buat juga versi KYUMIN-nya, setelah itu Hyun voting teman2 pada mau pairing yang mana. Akhirnya setelah dikumpulkan, pairing KYUMIN lah yang menang. Jadi, Hyun putuskan yang KYUMIN yang akan di publish. Ternyata Hyun masuk rumah sakit, laptop tak bisa di bawa. Jadinya Hyun pake laptop kk ipar Hyun. Nah, masalahnya Hyun lupa mindahin file KYUMIN ke laptop itu sedangkan yang di DOC MANAGER hanya ada yang HUNHAN, jadinya terpaksa di ubah. Sedikit memaksakan diri memang karena sebenarnya Hyun tak mengerti cara mengoperasikan tuh laptop, bingung dengan format MICROSOFT WORD N INTERNETNYA yang menurut Hyun membingungkan, jadinya ya gitu. #Ndeso... Mana cuma pake tangan kiri ngerjainnya karena yang kanan penuh infus jadinya ya gitu, masih banyak nama Luhan dan Sehun.
Jeongmal Mianhae...#deepbow m(_ _)m
2. Masalah TYPO, Hyun dah minta maaf dari awal karena memang itu jelas-jelas kesalahan Hyun. #OMG... Hyun harus minta maaf dengan cara bagaimana lagi supaya dimaafkan? Disitu Hyun bingungnya. Apa memang tak termaafkan lagi? Hyun akan berusaha lebih baik lagi teman. Maafkanlah kesalahan Hyun. T-T *babo
3. Masalah CHARA. Untuk hal ini, Hyun SUDAH MEMIKIRKAN DENGAN SANGAT KERAS. Tak ada maksud menjelek-jelekkan siapapun. Apalagi Seohyun dan KMS. Hei, Hyun juga KMS...AKUT. Secara pribadi Hyun juga sangat-sangat-sangat kesal dan marah jika ada crack pair KYU or MING. Sumpah, kesel banged ampe ubun-ubun rasanya. Tapi tolonglah dipikirkan, dalam kehidupan nyata itu tak ada yang mulus, bisa jadi memang percintaan antara KYU dan MING itu penuh dengan liku-liku orang ketiga, keempat dan seterusnya. Inilah salah satu konflik antara KYUMIN yang HYUN imajinasikan. Jika tidak suka dengan crack pair, lebih baik jangan dibaca, Hyun gak da maksud menghujat siapapun di sini. Hanya menyalurkan imajinasi yang absurb.
4. Masalah sifat dan sikap MING. Setiap nulis, Hyun selalu memosisikan MING sebagai diriku sendiri, jadi secara tak sadar Hyun membuat MING seolah-olah menjadi diri Hyun sendiri. Cerita yang ditulispun di sesuaikan dengan sikap itu. Cara yang Aneh? Ya begitulah setiap Hyun buat cerita. Dari zaman Hyun SD sampai tamat kuliah ini setiap orang yang baca cerita Hyun pasti bilang begitu.
5. Bagi yang tidak suka, tolong jangan dibaca. Hyun ngakak pas baca review chingudeul semua...haha. Tanggung jawab low alo Hyun dimarahin mba suster.
.
SPECIAL KISSEU TO :
winecoup137, evilming, paprikapumpkin, Iam E.L.F and JOYer, Fishy kece, Zahra Amelia, fishyank, lenyclouds, KyuMin Child Clouds, janie4750, ChoKyunnie, sitapumpkinelf, Kyurin Minnie, pumpkinsparkyumin, heeeminne, sun young, Lee Sanghyun, sissy, guest, Kanaya, cho minimi, TOTOMATO, Chikyumin, Unykyuminmin
Serta yang dah FAV n FOLLOW ff SOS ini...SARANGHAEYO CHINGU...
Silent readers sekalian, bukalah topengmu di depanku. #plakk
.
Sudah..^^ Sekian...
jangan lupakan rifyu ya teman-teman...
RnR pleaseeeeee...
SALAM KMS JOYERS, BELIEVE IT, KYUMIN IS REAL !
