WHEN REVENGE BECOME LOVE

Chapter Two

Main Cast :

Jung Yunho

Kim Jaejoong

Warning :

NC – 17, Out of Cast, Genderswitch, etc.

Summary :

Kim Jaejoong seorang wanita karir yang sangat sukses harus bertemu kembali dengan Jung Yunho yang dianggappnya merupakan sebuah kesalahan terbesarnya. Bagaimana pembalasan dendam yang akan Kim Jaejoong lakukan terhadap Jung Yunho ?

Yeoja cantik pemilik doe eyes itu kembali membaca biodata Jung Yunho. Dan sekali lagi dia sangat terkejut ketika membaca sederetan kata itu.

"Apa !"

Jaejoong menutup dengan kasar map berwarna biru tersebut. Kemudian ia berdiri menghadap jendela yang terdapat di ruang kerjanya tersebut.

Sesekali Jaejoong menghembuskan nafasnya dan mengakibatkan tercetak embun dikaca itu.

'Sudah jam 3.' Batinnya ketika dia melihat jam tangan-nya.

"Permisi ?"

'Ah, dia datang rupanya.' Batinnya lagi masih dalam posisi yang sama.

"Apa anda memanggil saya Nona Jaejoong ?"

"Ne, Jung Yunho-ssi." Jaejoong membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju namja bermata musang yang telah duduk dengan santainya di sofa itu.

Jung Yunho tidak bisa membohongi ekspresinya saat ini, dia terpukau melihat Jaejoong yang menurutnya seksi itu. Rambut hitam yang dibiarkan terurai, kemeja lengan pendek dan jangan lupakan rok hitam diatas lutut itu. Tapi, hatinya tidak bisa dibohongi, dia tidak suka tampilan Jaejoong yang seperti ini !

"Jung Yunho-ssi ?"

"Ah,ne."

"Yunho-ssi, sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat bergabung di kantor cabang distrik Jung-gu ini. Perkenalkan saya Kim Jaejoong yang akan menjadi atasanmu mulai hari ini."

Jaejoong mengulurkan tangannya bermaksud untuk berjabat tangan dengan Yunho.

Yunho pun membalas jabatan tangan Jaejoong dengan mata musangnya yang menatap penuh arti Jaejoong. Dengan gugup Jaejoong melepaskan jabatan tangan mereka.

'Omo, kenapa aku menjadi gugup begini ? Tidak boleh !'

"Jadi, mulai sekarang kamu akan menjadi asisten manager di bidang penjualan, mungkin kamu sudah berkenalan dengannya. Benar begitu Yunho-ssi ?"

"Maksud anda Nona Go Ahra ?"

"Ne,kamu harus membantu pekerjaannya."

"Dengan senang hati. Aku menyukai penampilan seksinya."

Jaejoong terkejut mendengar ucapan Yunho yang menurutnya agak tidak sopan tersebut.

"Bersikaplah yang sopan Jung Yunho anak tunggal pemilik Nissan's Group, Tuan Jung yang terhormat."

Yunho tertawa mendengar ucapan Jaejoong tersebut. Tidak disangkanya yeoja cantik itu mencari informasi tentang dirinya secepat itu.

Jaejoong yang duduk berhadapan dengan Yunho memberanikan diri-nya untuk mendekati Yunho.

"Dan, jangan harap kamu bisa berbuat sesuka hatimu disini hanya karena kamu anak pemilik Nissan's Group." Bisik Jaejoong tepat ditelinga Yunho.

Yunho reflek menarik tangan Jaejoong dan mengakibatkan Jaejoong terduduk dipangkuannya.

"Apa…unghh.."

Secara tiba-tiba Yunho mencium Jaejoong. Ciuman itu dari awal sudah sangat sensual karena bibir mereka terbuka. Yunho melumat bibir Jaejoong, melumat dan menikmati bibir Jaejoong yang sangat manis menurutnya.

Jaejoong terpana akan ciuman yang sangat intim ini, ciuman yang baru pertama kali ia rasakan dalam keadaan sadar. Dan hal itu memberi kesempatan bagi Yunho untuk mencium lebih dalam lagi, seluruh tubuhnya menempel pada tubuh Jaejoong. Semakin merapatkan tubuh Jaejoong ketubuhnya. Setelah mencicipi seluruh rasa bibir Jaejoong, lidah Yunho mulai membelai masuk ke dalam bibir Jaejoong.

"Ungh…Hen..tikaan..ungh.."

Jaejoong mengerang mencoba menolak, dia tidak pernah berciuman seperti itu. Tapi Yunho begitu lembut dan begitu lidahnya masuk ciumannya semakin bergairah,lidahnya menjelajah masuk, menikmati seluruh rasa dan manisnya Jaejoong.

"Euungh.." Yunho mengerang dalam ciumannya, sungguh dia sangat merasakan nikmat dapat merasakan cherry lips itu lagi. Gairahnya naik begitu cepat, Jaejoong terasa begitu nikmat, begitu manis dan begitu menggairahkan, sekujur tubuh Yunho menginginkan Jaejoong lagi, sangat menginginkannya.

Sejenak Jaejoong merasakan matanya gelap, semua ini begitu aneh dan begitu mengejutkan, ciuman ini sangat tidak terduga. Rasa ciuman ini…samar-samar teringat kembali seperti 3 tahun yang lalu.

Jaejoong mengerahkan seluruh kekuatannya dan seluruh kendali dirinya untuk melepaskan bibirnya dari pagutan Yunho,Jaejoong mendorong kuat-kuat hingga ciuman mereka terlepas.

Suasana ruangan menjadi hening, hanya nafas mereka memburu bersahutan. Jaejoong menatap tajam kepada Yunho dan langsung melepaskan dirinya dari Yunho.

"Bersikaplah yang sopan Yunho-ssi !" Jaejoong berteriak cukup nyaring, namun tak ada yang dapat mendengarkannya. Ruangannya kedap suara.

Yunho tertawa sarkatis, menggema keseluruh ruangan kerja Jaejoong. Jaejoong masih menatap tajam kepada Yunho.

"Bukankah kamu menikmatinya Jaejoong-ah ? Kamu bisa berbohong dengan kata-katamu tetapi tubuhmu tidak bisa berbohong Jaejoong-ah."

Jaejoong kali ini benar-benar marah. Didorongnya dengan kasar tubuh Yunho hingga Yunho mundur beberapa langkah.

"Jangan bermimpi Yunho-ssi ! Keluar dari ruanganku sekarang juga !"

"Baiklah Jaejoong-ah. Jangan habiskan tenagamu hanya untuk marah-marah kepadaku. Simpanlah tenagamu untuk kita bercinta nanti."

Emosi Jaejoong terbakar, ucapan Yunho kali ini sangat frontal. Jaejoong maju beberapa langkah ke arah Yunho. Tangannya reflek hendak menampar Yunho.

"Akh.."

Yunho mencengkeram dengan kuat tangan Jaejoong.

"Jaejoong-ah, kenapa ?"

"Apa maksudmu !"

"Kamu tidak tahu maksudku ?"

"Aku tidak peduli !"

Yunho semakin kuat mencengkeram tangan Jaejoon hingga membuat

Jaejoong mengeluh kesakitan.

"Sebaiknya kamu harus mencari tahu kenapa aku bekerja disini, Jaejoong-ah."

Yunho melepaskan tangan Jaejoong tepatnya menghempaskannya lalu dia meninggalkan ruangan tersebut dengan langkah cepat.

"Sial ! Kamu membuatku semakin ingin membalasmu Yunho-ssi !"

Jaejoong mengusap kasar bibirnya, bibir yang baru saja dicium oleh Yunho. Jaejoong merutuki dirinya sendiri yang sempat terbawa arus oleh ciuman Yunho.

.

.

.

Yunho berjalan menyusuri koridor kantor lantai 5 tersebut. Diabaikannya senyuman dari wanita-wanita yang tersenyum kepadanya.

Yunho memegang bibirnya, bibirnya yang baru saja mencium cherry lips yang sama 3 tahun yang lalu. Yunho tidak pernah bisa melupakan manisnya cherry lips itu.

Yunho sangat sadar malam itu, tepatnya 3 tahun yang lalu di pesta kenaikan pangkat Jaejoong. Saat itu Yunho hadir dipesta itu karena disuruh oleh Tuan Jung yang statusnya adalah Appa-nya.

Terpukau akan Jaejoong, itulah hal yang dirasakan Yunho saat itu. Menurutnya penampilan Jaejoong yang sedikit kuno itu justru membuat kesan manis sekaligus cantik dimatanya.

Yunho kembali menerawang malam 3 tahun yang lalu. Sebenarnya sesuatu yang tidak pantas ia lakukan kepada seorang wanita yang sedang mabuk.

"Jangan pergi."

Aku bingung menatapnya yang menarik kemeja yang kupakai.

"Hm ? Kenapa ?"

"I..ini dimana ?"

"Di hotel, aku tidak tahu rumahmu jadi aku antar kesini. Apa kamu sudah sadar ?"

Tidak ada jawaban darinya, ketika kulihat ia tertidur tapi tangannya masih memegang kemejaku. Aku pun menaiki ranjang itu lalu tidur disampingnya. Aku menatapnya, aku melepaskan kacamata yang masih ia pakai, oh Tuhan ! Dia sangat cantik ! Aku menatap bibir merahnya, kesadaranku dicoba disini. Aku mencium bibir itu, lebih dalam dan semakin dalam. Aku sangat menyukainya.

"Emmh..."

Dia mendesah ditengah ciuman, membangkitkan gairahku.

Aku semakin menciumnya kali ini tanpa jeda. Dia membuka matanya menatapku, tatapan sayu-nya sungguh bergairah. Aku menghentikan ciumanku.

"Jangan berhenti. Ungh.."

Dia merasakannya, aku tahu itu. Dia menikmati ciumanku. Kali ini aku menciumnya lebih ganas dan penuh gairah. Dapat kurasakan ia berusaha mengimbangi ciumanku. Eranganya terdengar parau.

"Ungh..ahh..."

Apa ? Dia semakin memperdalam ciumannya. Baiklah, kali ini aku tidak akan menahan diriku Jaejoong-ah.

Aku membuka kancing kemejaku lalu melepaskan kemeja yang kupakai. Kembali aku mencium Jaejoong yang terlihat pasrah. Sedikit erangan Jaejoong terdengar kembali.

"Ahh..."

"Teruslah mendesah sayang, aku ingin bercinta denganmu. Bolehkah ?"

"Ne, jangan..berhentii..ahh.."

Aku menindih tubuh kecilnya, tanganku menelusup dibalik kemejanya. Aku menemukan payudaranya yang masih terbungkus bra. Aku meremasnya sedikit terlalu bergairah sehingga dia mengerang.

"Ahh...uunghh.."

Tubuhnya sensitif sekali, aku yakin bahwa dia masih perawan. Aku menghentikan gerakanku lalu menatapnya lembut.

"Sakitkah ?"

Aku tidak medapat jawaban darinya, dia masih terengah-engah mengatur nafasnya. Well, sepertinya aku tidak membutuhkan jawabannya. Aku kembali meremas payudaranya, tanganku yang lain membuka kemejanya dan tanganku menelusup kepunggungnya.

"Emh.."

Dia mengacak rambutku, dia sangat bergairah malam ini. Seberapa banyak alkohol yang diminumnya ?

Dan, aku membuka pengait branya, kubuka bra yang menutupi payudaranya, wow, indah sekali.

Lalu, bibirku menghisap puting payudaranya, lidahku bermain-main disana. Hangat, dan panas yang kurasakan. Jaejoong merintih merasakan sensasi yang kuberikan. Aku tahu dirinya tidak berpengalaman berbeda dengan diriku yang bisa disebut ahli.

Entah sejak kapan, tubuh kami berdua telah telanjang, tubuhku masih menindih tubuh kecilnya.

"Oh, indahnya." Bisikku yang terdengar parau, dapat kulihat dia merasa malu, dia memalingkan mukanya tidak menatapku.

Aku mulai mengecup sekujur tubuhnya dan kini wajahku tepat berada di daerah kewanitaannya. Aku membuka kedua kakinya agar melebar, kuelus dengan lembut miliknya.

"Ahh...apa..yang..ahhhh..."

Aku merasakan tubuhnya menegang ketika lidahku menyapu miliknya. Aku menggertakkan gigiku merasakan sensasi yang tidak pernah kurasakan ini. Manis, sangat manis.

"Jaejoong-ah...ungh.." aku kembali mengerang. Dapat kulihat vaginanya sangat basah saat ini. Baiklah, sepertinya ini waktu yang tepat.

Aku memposisikan kejantananku tepat dipusat tubuhnya. Kukecup singkat bibirnya yang terlihat sedikit membengkak. Dengan perlahan aku mendesakkan kejantananku kedalam tubuhnya.

"Uhh..sempitt.."

"Sakiitt !" Tubuhnya kembali menegang, vaginanya terlalu sempit, bagaimanapun caranya aku harus memasukkan penisku. Aku tidak mau berhenti disaat gairahku telah berada dipuncak seperti ini.

"Sstt..."

Dan, dengan sekali hentakan milikku telah masuk sempurna divaginanya, darah merah miliknya telah membasahi sprei. Aku tidak mampu menahan lagi, dirinya sungguh hangat. Dia menatap diriku dengan nafas terengah, beberapa helai rambutnya jatuh diwajahnya, semakin membuatnya tampak liar.

"Ah...kamu pasti akan menyukainya, teruslah mendesah." Bisikku kepadanya.

Dia mencengkeram pundakku, aku dapat melihatnya kesakitan. Aku mengalihkan rasa sakitnya dengan kembali mencumbunya. Aku mencium bibirnya dengan lembut. Aku dapat merasakan dirinya yang ketakutan dan kesakitan, aku belum pernah bercinta dengan wanita yang perawan, jadi aku tidak tahu seberapa sakitnya. Aku hanya tidak suka melihatnya mengerang kesakitan.

Aku mulai menggerakkan tubuhku dengan selembut mungkin, aku harus menahan diri agar tidak menyakitinya saat ini. Aku kembali menghujamnya lagi dan lagi dan sangat dalam.

"Ahhh...teruskaan.."

Hm, sepertinya dia telah merasakan kenikmatan saat ini. Lalu, dia semakin mencengkeram kedua pundakku dan nafasnya terengah-engah, sepertinya Jaejoong telah mencapai orgasme pertamanya. Aku semakin menggerakkan tubuhku agak lebih cepat. Wajahnya sangat membuatku meledak-ledak.

"Ah..Jaejoong-ah..engh..." Aku meremas payudaranya, tubuhku masih bergerak menghujamnya.

"Engh..." erangan parau keluar dari bibirnya. Aku menenggelamkan mukaku dalam-dalam disisi lehernya.

Uh, ini saatnya. Aku mencapai orgasmeku. Aku menggertakkan gigiku dan aku mengerang tak tertahankan. Cairanku keluar begitu saja ditubuhnya.

"Jung Yunho-ssi ! Apa kamu tidak mendengarku memanggilmu !"

Go Ahra berteriak cukup nyaring dihadapan Yunho. Yunho sontak kembali kealam nyatanya.

"Mwo ?"

"Tolong ketikkan ini, dalam waktu 1 jam harus sudah ada dimeja kerjaku !"

Go Ahra, si manager kejam, begitulah panggilannya. Wanita yang tengah berumur awal 40-an, selalu berusaha bertampilan seksi. Walaupun begitu, Ahra telah memiliki seorang suami dan dua orang anak.

"Hm, akan kukerjakan Nyonya."

"Apa aku terlihat begitu tua ?"

"Tidak, hanya saja panggilan itu pantas untukmu Nyonya Ahra." Yunho menyeringai menatap Ahra yang terlihat kesal. Bukankah tepat memanggil seseorang yang berkeluarga dengan panggilan Nyonya ?

Yunho menatap malas berkas yang diberikan Ahra, berkas yang lumayan tebal. Dengan berat hati, Yunho mulai mengetik. Tidak ada satupun di ruangan bahkan dikantor cabang ini yang mengetahui bahwa Jung Yunho adalah anak dari Tuan Jung, si pewaris Nissan's Group. Ups, kecuali Kim Jaejoong.

'Sabar Yunho, ingatlah tujuanmu.' Batinnya.

.

.

.

"Yoochun-ah, apa istrimu ada di rumah ?"

"Ne noona, apa noona ingin ke rumah ?"

"Hm, nanti malam aku ke rumahmu, sudah lama aku tidak bertemu dengannya."

"Baik, akan aku sampaikan kepada Junsu."

Kim Junsu, sahabat Jaejoong semasa dia berkuliah. Junsu juga berperan banyak dalam mengembalikan diri Jaejoong, menyemangati hari-harinya. Hanya Junsu yang mau berteman dengan Jaejoong yang pendiam saat itu. Dan juga, hanya Junsu yang mengetahui insiden 3 tahun yang lalu.

"Terimakasih, Yoochun-ah, kamu bisa kembali ke ruanganmu."

"Hm, bagaimana dengan karyawan baru tadi noona ? Apa dia memiliki keahlian khusus ?"

"Aku tidak tahu untuk saat ini. Tanyakan saja kepada Tuan Jung."

"Kenapa ?"

"Karena Jung Yunho itu anaknya Tuan Jung."

"Apa !"

"Ssst…tenanglah sedikit Yoochun-ah, masih banyak yang harus kuselesaikan. Jika kamu berkenan, selidikilah Jung Yunho dari masa dia sekolah hingga sekarang. Dan yang terpenting, selidiki kenapa dia mau bekerja di perusahaan ini sebagai asisten manager."

"A..apa perlu sedetail itu noona ?"

"Ne, aku sangat memerlukan informasi itu. Terimakasih."

Yoochun mendesah mendengar permintaan Jaejoong yang satu ini. Tidak seperti biasanya. Apa perlu ?

"Beri aku waktu 3 hari, noona."

Jaejoong menganggukkan kepalanya dan tidak berapa lama ia kembali untuk fokus ke laptopnya.

'Apa yang harus kulakukan saat ini ? Aku harus membalas perbuatannya. Ah, aku tahu !'

"Yoochun-ah, tunggu !" seru Jaejoong disaat Yoochun telah memegang handle pintu.

"Tolong berikan ini kepada Ahra-ssi."

"Baiklah."

Yoochun menerima memo yang ditulis Jaejoong disecarik kertas, Yoochun membacanya, dan dengan tatapan heran dia melihat Jaejoong.

"Yakin ?"

"Tentu saja."

To : Ahra-ssi

Tolong pindahkan Jung Yunho ke bagian Sales saat ini juga. Dan tempatkan dia di Myeongdong. Dan pastikan dia menjual minimal 5 mobil dalam 1 bulan.

From : Kim Jaejoong

"Apa kamu ingin menyiksanya noona ?"

"Ya, lebih dari itu. Bukankah dia bekerja untuk belajar eoh ?"

"Hm, benar juga. Aku juga berpikiran seperti itu. Tuan Jung pasti ingin Jung Yunho memahami terlebih dahulu perusahaan ini sebelum Yunho menggantikan posisinya."

"Kamu memang pintar Yoochun-ah, tidak salah aku memilihmu menjadi asistenku. Nah, sekarang cepatlah serahkan kertas itu kepada Ahra."

"Ya."

Sepeninggalan Yoochun, Jaejoong tertawa terbahak-bahak. Dia sangat tidak sabar untuk melihat Yunho yang mencari-cari pelanggan.

'Ini hanya permulaan Yunho-ssi.'

To be continued

Give me some review ~

Balikpapan, 27 Mei 2013

ZE.