Fanfiction.

Guardian Angel – HunHan (Oh Sehun x Xi Luhan)

Warning!Typo dimana mana. Lelet update gegara Author males.

Enjoy!


Luhan kaget sampai membiarkan rahangnya menganga. Alisnya berkerut dan matanya mengerjap bingung. "….. hah apa maksud—AW!"

Sehun mencengkram kuat kedua bahu Luhan sampai Luhan mengaduh kesakitan. "kau…bernama…. Xi Luhan?" Luhan meneguk air liurnya, takut. Luhan mengangguk pelan sambil menatap mata Sehun yang melebar. Melihat anggukan—yang menurutnya jawaban— itu, Sehun langsung melepaskan cengkramannya dan meloncat loncat bahagia.

Mulut Luhan langsung ternganga hebat. 'orang gila…' dan Luhan langsung mengangguk. Mengiyakan pikirannya sendiri. Jujur dia bingung. Tidak, sangat bingung. Apa hubungannya orang asing—orang aneh— ini dengan dirinya. Dan kenapa ketika dia tau bahwa Luhan lah orang yang bernama Xi Luhan, dia langsung meloncat loncat bahagia. Luhan menggeleng pelan, 'kurang tidur memang menyebabkan halusinasi' pikirnya sambil memijit pelipisnya pelan.

Sehun menghentikan loncatannya dan berjalan ke arah Luhan sambil menampilkan senyuman manisnya. Luhan sedikit terpesona dengan senyuman Sehun yang manis itu. "Kau, Xi Luhan, apa kau percaya pada guardian angel?" Tanya Sehun sambil menatap lekat mata Luhan. Menunggu jawaban. Sedangkan Luhan sendiri menyerngit heran. Apa akhir-akhir ini ada film di bioskop yang bertemakan angel angel atau apalah itu? Beberapa menit yang lalu Xiu bertanya hal yang sama seperti orang asing di depannya. Luhan menggeleng pelan lalu menjawab dengan santai. "Tidak. Itu cuma khayalan, kan?"

Sehun melebarkan matanya, "k-kenapa kau tidak percaya…..?" Luhan menaikan salah satu alisnya bingung. Apa yang salah dengan kalimatnya? "Itukan Cuma khayalan anak-anak, Sehun-ssi…" Sehun semakin melebarkan matanya dan menunjuk-nujuk dirinya sendiri, "khayalan?! Lalu aku apa?!"

Luhan mengerjapkan matanya, "kau manusia, tentu saja…." Sehun menepuk dahinya lalu menggeleng pelan, "tidak! tentu saja bukan… aku adalah guardian angel!" Luhan menyipitkan matanya. Ini main main.

"Tentu saja tidak. Pertama, kau manusia. Sama sepertiku, seperti dia, dia, dan m`ereka," ujar Luhan sambil menunjuk-nunjuk orang asing yang lewat di sekitar mereka. "Kedua, kau terlalu… well…Bagaimana mengatakannya, ya? Mana ada guardian angel yang jatuh di atas tubuh clientnya?!" Lanjut Luhan sambil mengacak rambut brunettenya. Mendengar alasan Luhan yang kedua, Sehun mencibir, "heh, aku masih tingkat awal, tau! Lagipula, pergi ke dunia manusia tidak semudah yang kau bayangkan!" Luhan berdecak kesal. Keras kepala sekali orang ini.

"Berikan aku bukti"

Sehun mengerjap lalu memandang sekeliling. Cukup ramai. "Boleh. Ikut aku!" tanpa menunggu jawaban Luhan, Sehun langsung menarik pergelangan tangan Luhan lalu menyeretnya ke taman terdekat. Luhan mebelalakan matanya, "yah! Xiu masih disana!" Sehun tidak mempedulikan teriakan Luhan. Luhan terus digeret ke tempat yang cukup sepi dan akhirnya, tarikan di pergelangan Luhan melemah. Sehun tersenyum kearah Luhan dan melepaskan cengkramannya. Luhan memandang sekeliling. Cukup indah, sebenarnya.

"Uh… wow… aku harus lebih sering main ke taman…" ujar Luhan pelan sambil menyentuh pohon yang berada tidak jauh darinya. Seakan teringat tujuan mereka kesana, Luhan membalikkan badannya dan menatap Sehun, "tunjukkan padaku!"

"Tunjukan…. Apa…?" Luhan mendengus sambil menghentakan kakinya kesal. "Buktikan padaku bahwa kau guardian angel, pabo!" Sehun menepuk dahinya pelan. Kenapa ia bisa lupa, "oke, aku akan tunjukan. Tetapi…sepertinya ini tidak bisa menunjukkan bahwa aku guardian angel, tetapi ya… manusia biasa tidak akan bisa" Luhan memutar matanya bosan. "Cepat tunjukan! Setidaknya yang berbau bau mistis!" Sehun mempoutkan bibirnya. Kenapa tidak sabaran sekali.

Sehun menggerakan tangan kirinya pelan, membentuk sebuah liquid yang indah. Sangat lentur. Hembusan angin tertiup dari leher belakang Luhan, bergerak dengan lembut menuju pergerakan tangan Sehun. Sehun lalu menggerakan tangan kanannya, seperti mengambil semilir angin itu. Sehun tersenyum puas lalu berjalan mendekati Luhan. Luhan mengerjapkan matanya kagum.

"Uwaaah~" Sehun terkekeh lalu berjalan memutari Luhan. Seiring berjalannya Sehun, Luhan merasa semilir angin itu menggelitik balakang lehernya dan menyapu lembut pipi Luhan. Luhan memejamkan matanya, menikmati belaian lembut angin pada kulitnya. Luhan membuka matanya dan bertepuk tangan senang, layaknya anak kecil yang terkagum-kagum.

"Uwaaah~ apa kau bisa lakukan yang lain?" Sehun mengetuk-ngetukan jarinya di dagunya, sampai akhirnya dia menjentikan jarinya. "Well, aku kurang bisa sih. Soalnya, ini bagian Suho hyung. Well, tapi akan ku coba" Luhan hanya mengangguk ngangguk. Jujur saja dia tidak mengerti. Sehun langsung menggeret Luhan kearah danau. Mata Luhan langsung berbinar melihat air danau jernih yang cocok sekali dengan keadaan sekeliling.

"Kenapa bagus sekali….."

"Makanya, jangan ke mall terus."

"Yah! Diam kau! Tunjukan saja!"

Sehun mendengus lalu berjalan ke tepi Sungai. Sehun mencelupkan salah satu tangannya dan mengangkatnya. Luhan menyipitkan matanya. Apa yang sedang dia pegang

Luhan berjalan mendekati Sehun dan mebelalakan matanya.

"I-itu air, kan?" ujar Luhan sambil menunjuk bola air yang berada di tangan Sehun. Sehun menolehkan kepalanya dan mengangguk pelan. "Heung. Mau coba pegang?" tentu saja, Luhan langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Buka kedua tanganmu. Yang lebar" perintah Sehun. Luhan langsung mengangguk dan membuka lebar kedua tangannya. Perlahan, Sehun melepaskan bola air itu ke atas tangan Luhan. Tetapi tangan kanannya tetap berada di atas bola air itu. seakan akan tetap memberikan energi untuk menjaga bola air itu tetap utuh.

"W-wow…. Hebat…." Luhan merasakan sesuatu yang dingin, dan basah mengenai permukaan tangannya. Sehun menatap wajah Luhan yang masih fokus dengan bola air itu dengan geli. Kenapa lucu sekali.

Sehun menggerakan tangannya, dan Luhan merasakan air yang ada di tangannya berkurang dan dia merasakan ada energi panas datang dari tangan Sehun. Luhan menatap uap yang baru saja dibuat Sehun tanpa berkedip. Dengan cepat, Sehun menangkap uap tersebut dan memenjarakannya di antara kepalan tangannya, digerakannya beberapa kali, dan Sehun membuka kedua tangannya di atas tangan Luhan, di depan wajah Luhan.

Seperti salju, kelopak bunga berjatuhan dengan indah dari tangan Sehun. Luhan menggerakan tangannya, meraih kelopak bunga yang jatuh di depan matanya. "Indah…." Entah ada yang merasuki Sehun atau apa, ia sangat senang ketika Luhan sangat terpukau oleh 'magic'nya.

"Jadi kau sudah percaya?"

Luhan mengadah lalu mengendikan bahunya, "ini keren! Sangat keren! Tapi… aku masih kurang percaya"

JDER.

Bagai disambar petir, Sehun merasa dirinya lemas sekali. Sesudah ia melakukan banyak hal—menghentikan semilir angin dan mengontrol mereka, membuat bola air dari air danau yang agak susah, dan mengubah uap menjadi kelopak bunga— DAN LUHAN TETAP TIDAK PERCAYA.

Sehun mendengus, "aku tidak tahu clientku akan se idiot ini" ujarnya berbisik. Yang Sehun tidak ketahui, pendengaran Luhan sensitive. Sangat sensitive. "AKU DENGAR ITU OH SEHUN" Sehun merinding lalu berbalik menghadap Luhan. Luhan mempoutkan bibirnya lucu dan menyilangkan tangannya. Terlalu imut di mata seorang Oh Sehun. Sehun terkekeh lalu berjalan mendekati Luhan lalu mengacak rambutnya.

"Sudah sore, Xi Luhan. Kau harus pulang"

"Apa mak—" Sehun melingkarkan lengannya ke pinggang ramping Luhan dan menjentikan tangannya. Matanya berubah menjadi warna emas terang seakan akan mengatur Luhan untuk cepat tidur. Seketika mata Luhan tertutup, tertidur pulas bagaikan anak kecil yang terlalu lelah bermain. Dengan sigap Sehun menangkap tubuh Luhan yang terjatuh kebelakang, memeluknya erat. Sehun terkekeh sambil menggeleng pelan, "apa yang sedang aku lakukan" ujarnya sambil tersenyum kecil.

.

.

.

"Lu? Lu? LU BANGUN"

Luhan terlonjak kaget dan menatap sekeliling. Xiumin.

"Kenapa kau meninggalkan ku sendiri diasana, Lu?" Xiumin mempoutkan bibirnya sambil menggembungkan pipinya. Luhan hanya menyerngitkan alisnya.

"Aku… dimana? Bukannya aku sedang di taman… bersama Sehun…"

Giliran Xiumin yang menyerngit heran. "Siapa Sehun, Lu? Waktu aku pulang kau sudah berada disini tertidur dengan pulas!"

Luhan mengerjapkan matanya lalu menggeleng pelan, "benarkan? Ah, tidak. Hanya orang gila, Xiu"

.

.

.

"Pabo Luhan. Sudah capek-capek kubawa ke rumahnya, dia tetap mengataiku gila," Sehun berdecak kesal sambil menggerakan kakinya. Sehun sedang mengawasi Luhan dan Xiumin dari atap rumah disebelah mereka. Dan untung saja, sepertinya Luhan dan Xiumin tidak sadar bahwa mereka sedang di awasi. Sehun hanya tersenyum lalu berdiri tegak. Melihat Luhan untuk yang terakhir kalinya dan tersenyum. "Sampai jumpa di sekolah, Lu~"

TBC


HELLOW~ iyap, ini chapter ke-2 nya Guardian Angel. Iya, Sehun emang enggak elit banget. apaan toh wowowow FAIL FAIL FAIL. nah, buat manusia yang nanyain kabar Angel nih. jadi, ceritanya itu fanfic udah diapus dari file saya dari pihak fanficnya sendiri. nah, tadinya sih pengen re-publish. tapi kalo saya baca baca lagi, saya ngerasa kok alay banget sih gue dulu?-_- jadi... masih dipikir pikir ulang ya :D nah aku juga minta maap kalo yang bingung antara ngebedain cerita sama buku Harian XiaoLu. saya lupa... -_- ohiya, dan ini ff TBC maap kemaren lupa nulis... OvO

RnR?

BIG THANKS TO:

Imeelia ; chyshinji0204 ; lisnana1 ; Lyncth ; dian deer ;

URuRuBaek ; ohristi95 ; 0312luLuEXOticS ; Tania3424 ; Name PDAP ;

ajib4ff ; rinie hun ; Guest ; Lee MingKyu ; asroyasrii

xx, B.