Chapter 1

Cast :

Kim Samuel

Lee Daehwi

Kim Mingyu as Samuel dad

Kim/Jeon wonwoo as Samuel mom

Mr. Lee

Mrs. Lee

Happy Reading^^

.

.

.

Di sebuah kamar bernuansa putih itu terdapat namja manis berambut dark brown yang sedang bercermin besar di sudut ruangan dengan memasang wajah khawatir seolah olah sedang memeriksa apakah ada yang salah dengan dandanannya hari ini atau tidak.

Sementara ada pria tua yang memperhatikan Daehwi dengan bosan karena Daehwi sudah melakukan itu dari tiga puluh menit yang lalu. Yap, namja manis yang sedang berdiri didepan cermin itu Daehwi.

"Nak, mau sampai kapan kau memutarkan tubuhmu sepeti itu?.. kita harus segera ke altar karena upacara akan dimulai sebentar lagi"

"Appa.. aku harus sempurna hari ini, Inikan hari pernikahanku aku tidak boleh terlihat jelek… Bagaimana jika para tamu mengeritikku seperti ini "Bagaimana bisa menantu perusahaan Kim Corp mempunyai wajah yang jelek" "Dia tak pantas menjadi menantu keluarga Kim"atau lebih buruknya Samuel tak jadi menikahi ku terus…."

"Sshhh" sang appa pun memotong deretan kalimat Daehwi yang mungkin tak akan selesai hingga 1 tahun ke depan jika tidak diberhentikan. Appa Daehwi pun mendekat kearah anaknya yang sedang khawatir itu.

"Dengar Daehwi sayang.. Kau tidak jelek, kau pantas menjadi menantu keluarga Kim. Jika mereka berkata seperti itu, maka mereka sebenarnya iri padamu dan mereka mungkin lebih buruk dari kau" Appa Daehwi mencoba menenangkan putra satu satunya itu.

"Bagaimana jika Samuel.."

"Samuel tak akan melakukan apa yang ada dalam pikiranmu itu sekarang. Percaya lah dia mencintai mu dan tak akan melakukan hal itu padamu"

Daehwi pun hanya bisa menggangguk dalam diam.

"Aigoo.. bagaimana bisa putra ku yang manis ini sudah mau menjadi seorang istri dari seseorang.. padahal rasanya baru kemarin kau merengek pada appa agar appa tak usah berangkat kerja dan menemanimu bermain" Ucap Appa Daehwi sambil mengelus pelan rambut dark brown milik anaknya dan tersenyum karena mengingat kejadian kejadian saat Daehwi masih kecil.

"Appa.. aku sudah tak pernah melakukan itu!" rajuk Daehwi sambil mempoutkan bibirnya yang membuat semua orang ingin memeluk Daehwi karena gemas.

Sang appa hanya bisa terkekeh, namun beberapa saat kemudian ia mengingat sesuatu yang membuatnya berhenti terkekeh dan digantikan ekspresi sedih.

"Apa itu artinya tugas appa untuk mendidik anak appa sudah selesai.. Dan juga pada akhirnya rumah kita akan jadi seperti kuburan karena kau sudah tidak tinggal seatap dengan eomma dan appa lagi" Ucap Appa dengan nada sedih dan mata yang mulai berkaca kaca memikirkan apa yang terjadi setelah anaknya menikah nanti.

Daehwi pun juga berkaca kaca karena ucapan appanya tadi dan juga karena ia sudah tak mungkin bermanja lagi dengan orang tuanya yang sudah membesarkannya hingga seperti ini. Daehwi pun memeluk sang appa..

"Daehwi akan tetap jadi anak appa dan eomma yang manja, berisik, cerewet, dan manis.. Daehwi juga akan sering mengunjungi appa dan eomma dirumah" ucap Daehwi sambil menangis di bahu appanya.

"Sshhh.. anak appa harus kuat ga boleh cengeng dan harus hadapin apapun masalah rumah tangga kalian nanti. Selesaikan masalah dengan kepala dingin dan harus saling percaya satu sama lain, Arraseo?" Nasihat Appa sambil menghapus air mata Daehwi pelan.

"Ne Appa" Ucap Daehwi sambil tersenyum.

.

.

Ceklek

.

Tiba tiba ada seorang perempuan yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi tapi tidak terlihat tua juga. Ia adalah eomma Daehwi.

"Ayo.. kita harus ke altar sekarang" ucap Eomma Daehwi sambil memandang Daehwi dan suaminya.

"Ne.. Kajja Daehwi" ajak sang appa

Daehwi menganggukkan kepalanya dan memandang eomma nya, sedetik kemudian ia sudah memeluk eomma nya.

"Magu magu kesayangan eomma sudah akan meninggalkan eomma.. Jadilah istri yang baik sayang, turuti perintah suamimu dan jaga pernikahan hingga kalian bosan untuk mencari yang lain" Kata eomma Daehwi sambil mengelus belakang tengkuk Daehwi.

Daehwi hanya bisa bergumam tak jelas karena wajahnya berada di leher sang Eomma.

"Kajja" ajak sekali lagi oleh Appa Daehwi.

.

.

.

.

SKIP

.

.

.

.

Suara dentingan piano yang lembut membuat tempat itu menjadi lebih sakral. Gereja yang sudah di desain penuh dengan interior warna biru dan putih ini pun akan menjadi saksi bisu suatu pengikatan dua anak adam.

Di altar ada seorang pemuda yang sangat tampan berambut pirang yang ditata sedemikian rupa dan dipadukan dengan jas mewah berwarna hitam dan beberapa sentuhan putih.

Dia adalah Samuel atau lebih lengkapnya Kim Samuel penerus perusahaan Otomotif terbesar di Korea dan beberapa negara lainnya. Meskipun di usianya yg masih muda ia sudah dipercaya untuk mengelola cabang perusahaan milik appanya dan berhasil berkembang dengan pesat dengan sentuhan tanganya.

Tampan, muda, kaya, pintar, dan sopan membuatnya banyak digandrungi oleh kaum adam dan hawa. Namun, sepertinya yang masih berharharap pada Samuel harus menahan sakit hatinya karena sekarang adalah hari pernikahan nya dengan Daehwi, seseorang yang bisa merubahnya menjadi manusia yang sedikit lebih hangat.

"Gugup Sam?" Tanya appa Samuel aka Kim Mingyu.

"Tentu saja dad!" jawab Samuel sebal karena menurutnya pertanyaan Mingyu sungguh tidak bermutu.

"Wow.. slow anak muda, Dad hanya bertanya"

.

.

Tak lama kemudian pintu oak besar gereja ini terbuka pelan. Suara dentingan piano yang lembut membuat tempat itu menjadi lebih sakral. Gereja yang sudah di desain penuh dengan interior warna biru dan putih ini pun akan menjadi saksi bisu suatu pengikatan dua anak adam. Para tamu undangan pun berdiri

Terlihat sepasang gadis kecil yang membawa sebuket bunga di masing masing genggamannya sambil tersenyum ceria. Selanjutnya yang terlihat adalah Daehwi yang sedang digandeng oleh Ayahnya sambil berjalan pelan.

Daehwi pun mengangkat kepalanya untuk melihat ke depan. Maniknya langsung terfokus pada Samuel yang tak tau bagaimana bisa ketampanannya berkali kali lipat, entah karena pakaiannya atau karena senyumnya yang begitu mematikan. Pipinya terasa terbakar hanya karena meihat Samuel seperti itu.

Samuel sendiri masih mempertahankan senyum tampannya karena Ia melihat calon istrinya begitu manis dengan balutan jas putih yang sederhana namun masih terlihat elegant dan tentu saja juga mahal.

Tak terasa Daehwi sudah sampai di depan altar. Samuel mengulurkan tangannya untuk digandeng Daehwi.

"Ku percayakan anakku padamu nak"

"Pasti Sir" jawab Samuel tegas

Daehwi pun membalas uluran tangan Samuel, Ia yakin tangannya pasti terasa dingin dan berkeringat. Samuel pun mengeratkan genggaman tangan mereka bermaksud menenangkan Daehwi.

"It's okay" Bisik Samuel. Daehwi membalasnya dengan senyumnya.

Dentingan piano pun berhenti menandakan acara yang paling ditunggu akan dimulai. Tamu undangan kembali duduk.

Sang pendeta pun memulai upacaranya.

"Kim Samuel apakah kau bersedia untuk menerima istrimu dalam keadaan kaya, miskin, bahagia, sedih, sehat, dan sakit juga akan selalu mencintainya seorang?" sang Pendeta bertanya pada Samuel.

" Ya, saya bersedia"

"Lee Daehwi apakah kau bersedia mengganti margamu menjadi Kim dan menerima suamimu dalam keadaan kaya, miskin, bahagia, sedih, sehat, dan sakit juga akan selalu mencintainya seorang?" Tanya pendeta yang kali ini ditunjukan untuk Daehwi.

"Ya, saya bersedia"

Sang pendeta tersenyum singkat sebelum melanjutkan

"Sekarang silahkan ucapkan janji pernikahan kalian"

Samuel dan Daehwi pun saling berhadapan dengan tangan yang masih saling bertautan.

.

.

Samuel pun mengambil nafas untuk menenangkan jantung nya yang benar benar berdegup kencang karena gugup.

"I took you to be my wife. And I choose you to stand by my side. To be joy to your heart and food for your soul. To learn with you and grow with you, even as time and life change us both. I promise to laugh with you in good times and struggle alongside you in bad times. And I promise I will love you forever until I can't breath again"

Ucap Samuel dengan tatapan yang sangat serius dan penuh cinta pada Daehwi.

Daehwi yang mendengar wedding vow milik Samuel pun meneteskan air matanya. Tidak, bukan karena ia sedih tapi karena bahagia.

"Uljima" tangan Samuel terulur untuk menghapus air mata Daehwi.

Daehwi mencoba mengatur nafas nya sebelum berbicara

"I Lee Daehwi, take you Kim Samuel, to be my husband, to have and to hold from this day forward; for better, for worse, for richer, for poorer, in sickness and in health, to love and to cherish, till death us do part"

Ucap Daehwi sambil membalas tatapan Samuel dan juga tersenyum lebar.

Sementara dikursi tamu eomma dari Samuel aka Kim Wonwoo dan eomma Daehwi sudah menitikan air mata bahagia melihat anak mereka yang sedang mengucapkan janji mereka dan berharap ini adalah yang pertama sekaligus terakhir untuk mengucapkan janji pernikahan pada hidup mereka.

Setelah Daehwi menyelesaikan wedding vow nya, sepasang gadis kecil menaiki altar penikahan. Di tangan masing masing gadis kecil itu terdapat sebuat kotak beludru berwarna biru dan putih.

Gadis kecil yang membawa kotak beludru berwarna putih pun memberikan kotak tersebut kepada Samuel.

Samuel mengambil kotak itu sambil tersenyum kepada gadis kecil itu. Kemudian Samuel membukanya, didalam kotak terdapat sebuah cincin yang terbuat dari emas putih dengan hiasan berlian kecil kecil yang membentuk suatu pola yang indah.

Sederhana sekaligus terlihat mewah itulah definisi sebenarnya dari cincin itu.

Samuel meraih tangan kanan Daehwi, setelah itu ia memasangkan cincin tadi ke jari manis Daehwi.

Daehwi sampai menahan nafasnya saat Samuel memasangkan cincin itu ke tangannya.

Bahkan cincin nya terlihat lebih indah saat sudah terpasang di jari manis Daehwi. Samuel yang melihat cincin yang didesainnya sendiri terlihat pas untuk Daehwi pun tersenyum bangga.

Sekarang giliran gadis kecil yang membawa kotak beludru biru memberikan apa yang ada di tangannya pada Daehwi sambil tersenyum ceria, sambil mengambilnya Daehwi membalas senyum gadis kecil itu.

Daehwi pun membuka kotak beludru biru yang sudah berpindah ketangannya. Cincin yang berada di kotak beludru biru terkesan lebih sederhana daripada milik Daehwi cincin itu hanya berhiaskan satu berlian kecil namun tetap saja kesan mewahnya ada.

Daehwi melakukan hal yang sama pada apa yang tadi Samuel lakukan kepadanya.

Setelah memastikan cincin itu terpasang benar ia memandang Samuel sambil tersenyum bahagia.

"Sekarang kalian telah sah menjadi sepasang suami istri di hadapan Tuhan. Silahkan cium pasangan kalian" suara sang pendeta membuat Samuel dan Daehwi memutus kontak mata mereka sebentar.

Samuel pun mendekatkan wajahnya ke wajah Daehwi.

"I love you" bisik Samuel sebelum seditik kemudian bibir Samuel sudah menyatu dengan bibir berwarna cherry milik seseorang yang sudah menjadi istrinya. Daehwi pun menutup matanya.

Awalnya Daehwi mengira bahwa Samuel hanya akan menempelkan bibirnya, namun dugaannya salah karena Samuel mulai melumat bibir tipisnya perlahan tapi dalam dan penuh perasaan seolah olah tak mau menyakiti Daehwi-nya .

Ciuman itu hanya berlangsung beberapa detik saja sebelum mereka menjauhkan wajah dan kemudian mereka tersenyum begitu lebar seakan menunjukan bagaimana bahagianya perasaan mereka hari ini.

Para tamu undangan pun bertepuk tangan haru melihat Kim Samuel dan Lee ah.. maksudku Kim Daehwi telah menjadi sepasang suami istri hari ini. Mereka juga berdoa agar mereka selalu bahagia dan bersama hingga malaikat maut menghampiri salah satu dari mereka.

.

.

.

.

.

TBC

Wah … aku gak nyangka responnya bagus.. ^^ padahal ni ff abal abal bgt.

Big thanks to Kim991, Min Milly, 2nd hongjoshit, Aiko Vallery, octo93, Lita UchiHaruno, dan ongmuel yang udah mau reviews di PROLOG ^^

Oh iya makasih juga yang udah mau baca meski ga reviews dan yang udah follow favorite^^

Aku mau Tanya nih ma readers nim kalian mau ada part NC nya ga? Kalo ada yang mau reviews ya ngomong di reviews ya^^.. sebenernya author masih dibawah umur author 03 liner *gak ada yang nanya

Balasan review readers-nim :

Kim991

Oke sip.. ini kulanjutin kok, baca terus ya lanjutannya^^ makasih dh mau reviews

Min Milly

Hayooo… siapa yah yang bakal selingkuh.. author juga ga tau.. eh enggak ding. Yang sabar ya nungguinnya soalnya author juga lagi sibuk :'( . oh iya kenapa Daehwi ga boleh selingkuh sama bejin?.. makasih dh mau reviews^^

2nd hongjoshit

Wookeh aku lanjut kok ^^ btw capslocknya cebol ya mak hehehe… makasih dh mau reviews^^

Aiko Vallery

Tenang aku lanjut tapi kayaknya agak lama :'( makasih semangatnya dan makasih dh mau reviews^^

octo93

Aku haus akan samhwi jadi buat sendiri deh hehehe… kayaknya iya deh bakal penuh drama soalnya hidup author juga penuh akan drama gak ding.. makasih dh mau reviews^^

Lita UchiHaruno

Benarkah prolognya bagus, wah jadi terhura akunya :')… Siapa yah yang selingkuh? Samuel selingkuh ma author aja ya ^^ *ditimpuk ma readers. Masalah sad or happy ending author ga bakal kasih tau makanya ikutin cerita author terus ya.. dan silahkan menebak nebak Lita^^ makasih dh mau reviews^^

Ongmuel

Sip author lanjut .. saking langkanya ff samhwi jadi author buat sendiri :').. tapi author ga janji bakal fast update soalnya author juga lumayan sibuk belakangan ini :'( apalagi kemarin sampe sakit *abaikan curhatan author ini ya… makasih dh mau reviews^^

Paipai reders-nim ^^

Please reviews and don't be silent readers :'(