Disclaimer: Vocaloid (c) Yamaha Corporation

Night Story (c) Rey Ai

Warning: Horror gagal, typo(s), pendek

.

.

Dont Like Dont Read, Enjoy Reading!


Bermain mainan baru!

Hari ini sungguh melelahkan bagi Rinto, dia melepaskan baju hitam yang dikenakannya. Matanya masih sembab karena habis menangis, tapi dengan segera Rinto mengusap air mata nya, laki-laki tidak boleh menangis!

Setelah dia berganti baju, niat awalnya ingin langsung tidur karena ini sudah hampir tengah malam, tapi dia ingat dia punya PR bejibun yang belum sempat ia kerjakan dan harus dikumpulkan besok. Mau tidak mau dia harus mengerjakannya kalo tidak ingin kena omel guru lagi. Karena pasti bosan, Rinto mengerjakan PR-nya sambil memakai head-set. Tak berapa lama, Rinto sudah terfokus mengerjakan PR-nya.

Tok! Tok!

Rinto seperti mendengar suara pintu diketuk, dilepasnya head-set yang dipakainya.

Tok! Tok! Tok!

Terdengar suara pintu diketuk lagi, lalu sebuah suara mengikuti. "Nii-chan apa kau didalam? Aku tidak bisa tidur! Tadi siang ibu habis membelikanku mainan baru! Ayo bermain!" ajak suara itu. Ah! Itu suara adik kesayanganya, Len. Sepertinya orang rumah sudah pulang, karena tadi dia memakai head-set makanya dia tidak mendengar pintu rumah yang dibuka saat mereka datang.

"Nanti saja Len! Aku masih sibuk mengerjakan PR-ku! Kau bermain dulu sana!" jawab Rinto. Yah, walaupun Len adik kesayanganya kalau ada tugas deadline harus diutamakan bukan kalau tidak ingin mendapat hukuman?

"Baiklah Nii-chan, akan kutunggu Nii-chan menyelesaikan PR-mu."

Tok! Tok! Tok!

Suara pintu diketuk lagi, "Nii-chan ayo bermain! Mainan pesawat terbangku sudah siap! Buka pintunya Nii-chan!" ajak Len lagi.

Rinto masih belum berkutat dari PR-nya. "Nanti saja Len! Aku benar-benar sibuk!"

"Ayolah Nii-chan! Buka pintunya! Ayo bermain!" Len masih bersikeras mengajak Rinto bermain.

"Nanti saja!" jawab Rinto.

Tok! Tok! Tok!

"Buka pintunya, ayo bermain Nii-chan! Aku sudah tidak sabar ingin bermain!" ajak Len lagi. Rinto tidak menjawab, dia hanya melirik jam yang ada dikamarnya.

"Nii-chan! Nii-chan! Buka pintunya! Ayo kita bermain! Aku lelah menunggu."Rinto cuma diam mendengar ajakan Len.

Tok! Tok! Tok!

Pintu diketuk lebih cepat. "Nii-chan buka pintunya! Ayo kita bermain!" Rinto cuma mematung dan menelan ludah.

Tok! Tok! Tok!

"Nii-chan buka pintunya! Ayo kita bermain!" Demi apapun! Rinto tidak akan membukakan pintunya!

Tok! Tok! Tok!

"Buka pintunya Nii-chan! Ayo kita bermain!"

Karena Rinto baru ingat kalau dia tadi pulang duluan. Sekarang pukul 11 tengah malam, dan orang tua Rinto berkata akan pulang sekitar pukul 12 tengah malam dari pemakaman Len!


A/N: Halo~ Haha saya baru bisa update lagi U,U lama banget ya? xD ini (lagi-lagi) saya ambil dari story yang sudah pernah saya publish di salah satu fanpage Vocaloid, yeah berhubung nggak tau lagi kapan bisa nge-update :"v

Maaf saya ga bisa bales review, soalnya saya lagi buru-buru, tapi makasih buat supportnya!:) akan saya update kalo emang ada cerita dan niat nulis xD jaa nee~ Good Night!~ (Serius ini nge-update jam 1 tengah malem)

.

.

Review?~