Chapter 2
Lee Donghae Pov
Hyukkie kapan kau akan peka dengan perasaan ku, semua yang ku lakukan padamu semuanya itu beralasan. Maaf belum bisa memberitahukan perasaanku yang sebenarnya padamu hyuk. Saat ini bukan waktu yang tepat bagiku untuk menyatakannya, ucapku dalam hati melihat pintu apartemen eunhyuk. Tanpa sadar ada air mata yang sedari tadi ku tahan mengalir begitu saja. Aku segera menghapus air mata ini dengan kasar dan pergi meninggalkan apartemen Eunhyuk. Dia adalah yeoja yang paling aku cintai setelah banyak yeoja yang pernah ku pacari. Saat dengannya aku merasa berbeda. Dia memang tidak terlalu cantik tapi dia manis dimataku, dia yeoja yang hiperaktif, ceria. Dia selalu memperhatikanku, membantuku saat aku kesulitan belajar, ya dia memang yeoja yang pintar, dia percaya padaku dan akupun begitu. Ada satu sifat yang tidak ku suka darinnya yaitu kurang peka. Tapi itu tidak masalah buatku seiring berjalannya waktu dia pasti akan peka. Dari semua sifatnya yang paling aku suka dari dirinya adalah dia orang yang setia. Tidak seperti mantan yeojacingu ku yang lain. Aku sangat mencintainya, aku memutuskannya karna aku teringat kata-kata sepupunya kim ryeowook.
Flashback mode : on
Saat ini Donghae sedang berada ditaman menunggu ryeowook yang katanya ingin berbicara padanya. Sekita lima belas menit menunggu ryeowook datang dan duduk disamping Donghae.
"wookie-ah apa yang mau kau bicarakan padaku" ucap Donghae. Ryeowook hanya diam. Sekitar lima menit untuk mencari kata kata yang tepat. Mungkin
"ee.. hae maaf ya jika aku ikut campur dalam hubunganmu dan Eunhyuk. Tapi ini yang disampaikan oleh nyonya Lee padaku beberapa hari yang lalu" ucap ryeowook akhirnya. Donghae hanya diam menunggu kata-kata Ryeowook selanjutnya.
"kata nyonya lee, nilai eunhyuk akhir-akhir ini banyak yang turun. Walaupun dia mendapat peringkat satu kemarin tapi nilainya lebih kecil dari tahun yang lalu. Padahal sebentar lagi dia akan menghadapi ujian akhir. Nyonya lee takut kalau eunhyuk tidak lulus dalan ujian ini. bukan bermaksud menuduhmu hae, tapi sebaiknya kau akhiri dulu hubunganmu dengan eunhyuk untuk saat ini. Ini juga demi kebaikan kau dan eunhyuk." ucap Ryeowook. Sebenarnya dia tidak tega mengatakan ini ke Donghae. Tapi mau bagaimana lagi amanat harus disampaikan bukan.
Donghae hanya diam mencerna apa yang dikatakan ryeowook. Semua yang dikatakan ryewook –pesan nyonya lee- memang benar. Akhir-akhir ini nilai eunhyuk memang turun drastis. Dia merasakannya juga, eunhyuk sering tidak konsentrasi belajar. Tapi donghae tetap mau disisi eunhyuk karna dia sangat mencintai yeojacingunya itu. Apalagi mereka baru memulai hubungan ini selama tiga bulan. Tapi saat mendengar pesan nyonya lee melewati ryeowook, dia berfikir mungkin memang harus mengakhiri hubungan ini agar eunhyuk berkonsentrasi menghadapi ujian yang sebentar lagi mereka hadapi.
"baiklah jika itu yang diinginkan nyonya lee, aku akan melakukannya" ucap donghae akhirnya.
"mian hae jika aku harus mengatakan ini" ucap ryeowook melihat donghae.
"nan Gwencana. Gomawo karna sudah mau mengatakannya" ucap donghae sambil tersenyum.
Author Pov
Hari ini adalah hari dimana sekolah eunhyuk dan donghae akan menghadapi ujian. Ujian akan dimulai sejam lagi. Saat ini eunhyuk sudah sampai disekolahnya. Eunhyuk sengaja datang cepat takut kalau nanti ada peralatan ujian yang tertinggal. Disekolah juga sudah ramai dengan peserta ujian.
"Kim kibum apa kau deg-degan menghadapi ujian ini" ucap eunhyuk saat dia menemukan teman sekelasnya itu duduk disalah satu bangku yang ada didepan ruang ujian mereka. Dan eunhyuk pun ikut duduk disebelah kibum.
"sebenarnya yang deg-degan itu aku atau kau hyuk" ucap kibum
"eh. Aku sebenarnya sih deg-degan sih sedikit. Wajar saja kamu tidak gugup kamu kan murid terpintar disekolah ini" eunhyuk dan kibum memang tidak satu kelas tapi ruang ujian mereka satu kelas.
"kamu juga pintar hyuk" balas Kibum
"ehm Bummie, ada yang ingin aku ceritakan padamu" tanya eunhyuk tiba-tiba
"kemarin malem Donghae menciumku saat selesai belajar" ucap eunhyuk malu-malu
"bukannya dia memang sering menciummu akhir-akhir ini"
"ani bukan ciuman dikening, dia mencium bibirku. Bummie apa arti semua ini ? aishh" ucap eunhyuk frustasi sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Mwo !" ucapan Eunhyuk sukses membuat kibum terkejut dan membualatkan matanya. Kibum pun menatap eunhyuk, yang dibalas eunhyuk dengan tatapan frustasi.
"Mungkin memang Donghae masih mencintaimu Hyukkie ?" lanjut kibum yang telah tersadar dari keterkejutannya.
"Tidak mungkin. Dia bahkan tidak mengucapkannya kata Sarangahae" ucap eunhyuk sedih.
"hey cinta itu tidak harus selalu diungkapkan dengan kata-kata. Bisa juga melalui perbuatan dan sikapnya padamu hyuk. Aku yakin Donghae masih sangat mencintaimu" ucap kibum memberi semangat.
"jika dia mencintaiku seharusnya dia peduli padaku. Tapi dia hanya menciumku setiap selesai belajar. Aku takut hanya dipermainkan olehnya bummie. Aku selalu percaya dia masih mencintaiku dengan perbuatannya itu. tapi aku juga butuh pengakuannya agar perasaan ku ini pasti"
Kibum hanya diam mendengarkan cerita eunhyuk, dia tidak tau lagi harus berkata apa untuk menyemangati sahabatnya ini. Yang dikatakan eunhyuk ada benarnya. Yeoja tidak suka dengan ketidakpastian.
Mereka pun hanya diam terlarut dalam pikiran masing-masing. Saat ini sudah banyak peserta ujian yang datang daripada yang tadi. Tidak terasa lima belas menit lagi ujian akan segera dimulai.
…
Ini adalah hari terakhir sekolah eunhyuk melaksanakan ujian. Eunhyuk keluar dari ruang ujiannya dengan wajah yang senang begitu pula dengan murid yang lainnya. Bagaimana tidak senang, rintangan yang harus mereka lewati sudah selesai dan itu artinya mereka tinggal menunggu hasil kan.
Eunhyuk sedang berbicara dengan kibum didepan ruang ujian. Tiba-tiba seorang namja tinggi berwajah tegas menghampiri mereka.
"Bummie, ayo kita jalan-jalan ujian sudah selesai kan ? kau janji akan jalan-jalan denganku jika ujian selesai" ucap namja itu menggenggam tangan Kibum
"Eh Siwonie . Ah iya aku lupa, Hyukkie apa kau mau ikut kami jalan-jalan sekaligus refreshing" ajak kibum . ternyata namja yang mendekati mereka tadi adalah Choi Siwon namjachingu Kibum.
"Kalian pergi saja berdua , aku tidak mau mengganggu acara romantic kalian berdua" ucap eunhyuk tersenyum sambil mengerlingkan matanya ke kibum. Kibum hanya tertunduk malu.
"ya sudah kalau begitu, kita pergi dulu ne. bye Hyukie" ucap siwon dan langsung menarik tangan kibum. Sedangkan kibum hanya melambaikan tangannya ke Eunhyuk. Eunhyuk memandangi mereka dengan senyum miris. Aku iri melihat hubungan mereka, walaupun ujian didepan mata mereka tetap berpacaran walaupun hal itu dikesampingkan selama ujian. Setidaknya mereka mempunyai status pacaran. Sedangkan aku dan dia tidak punya status apa-apa tapi dia masih saja memperlakukan aku seolah-olah agar aku berfikir dia masih mencintaiku. Dasar babbo. Ucap eunhyuk dalam hati.
"heyo. Kau melamun" seketika enhyuk kembali tersadar dari lamunanya. Setelah tiba-tiba seseorang merangkul pundaknya. Eunhyuk menoleh kesamping dan mendapati wajah Donghae yang tersenyum. Donghae babbo jangan memperlaukan aku seperti ini dan jangan berikan senyuman itu untukku. Kau membuatku semakin frustasi dengan sikapmu ini.
"ayo kita pergi membeli makanan. Aku akan mentarktirmu sebagai ucapan terima kasih karna telah mengjariku selama ini" ucap Donghae yang melepas rangkulannya dan beralih menggenggam tangan eunhyuk. Ennhyuk hanya diam dan hanya mengikuti donghae. Dia melirik tangannya yang digenggam Donghae, dan tersenyum miris.
.…..
Eunhyuk Pov
Aku dan donghae sudah sampai diapartemen ku dengan membawa banyak sekali makanan. Dan beberapa botol minuman. Aku terkejut saat donghae mengajakku membeli banyak sekali makanan dan minuman. Aku dan donghae pun meletakkan barang belanjaan kami tadi diruang tamu dan duduk disofa untuk menghilangkan beranjak kedapur untuk menyiapakan makan yang kami beli tadi. Belum sempat aku berdiri donghae sudah berdiri dan tersenyum kearahku. Dan aku hanya menatapnya dengan bingung.
"aku yang akan menyiapakan semuanya kau tunggu disini saja ne" ucapnya menjelaskan.
"arraseo" ucapku singkat. Aku hanya melihat kepergiannya dengan tatapan sendu.
Seperti perkataannya tadi aku menunggunya diruang tamu. Karna merasa bosan aku pun menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang lelah ini. Sekitar 30 menit aku keluar dari kamar ku dengan kaos kuning bergambar monyet dan celana santai setengah tiang.
Kulihat ruang apartemenku gelap kecuali kamarku . Apakah listrik sedang mati saat ini, tapi lampu kamarku masih menyala. Dan dimana donghae, aku sedikit ketakutan karna ruangan yang gelap ini."Donghae-ah, apa kamu ada disana" aku berusaha memanggil donghae. tapi Donghae tidak menjawab. Sekelabat pikiran negative melintas di benakku. Apakah ada pencuri yang masuk kesini dan sengaja mematikan lampu agar perbuatannya lebih mudah dan dia membunuh donghae yang mengetahui aksinya yang mau mencuri. Akupun meraba dinding apartemenku mencari saklar lampu. Saat sudah ku temukan aku pun segera menghidupan lampunya. Tidak ada apa-apa diruang tamu. Aku pun berjalan menuju dapur dan menyalakan lampunya. Dan betapa terkejutnya aku saat lampu dapur sudah menyala. Mataku terasa panas ingin menangis saat itu juga melihat pemandangan yang ada didepan mataku.
"Donghae-ah" hanya kata itu yang keluar dari mulutku.
TBC
Ini Lanjutan FF nya. Mian jika ceritanya sedikit ngelantur. Dan maaf author baru lanjutin ff nya sekarang. Soalnya kemarin author sibuk kerja dan ngambil kelulusan. Dan akun fanfic author gak bisa dibuka. Buat para readers yang udah baca makasih udah mau baca FF author yang gaje ini. Gomawo yang udah mau review ikuti terus cerita author . gomawo saranghae. maaf gak bisa bales reviewnya atu atu..
Saranghae For All
