MOMMY MAID
.
Disclaimer : Belong to God and theirselves :D This story is mine. Not for commercial.
Author : Lee Rae Ra / Iqlima
Genre : General, Romance
Rate : T
Length : Sequel
.
Summary : Jung Yunho duda tampan dengan anak berusia 5 tahun bernama Changmin. Choi Jaejoong adalah Maid baru mereka. Bagaimanakah hari-hari Jaejoong selama menjadi Maid bagi Yunho dan Changmin?
.
MOMMY MAID
.
Yunho pun ikut mencicipi tiga makanan buatan Jaejoong. Dia pun mengakui bahwa masakan Jaejoong enak sekali, lebih enak dari beberapa makanan yang sudah dicicipinya. Dalam hati Yunho merasa heran, mengapa masakan seorang namja lebih enak dari masakan para yeoja.
Lalu tiba-tiba saja Changmin langsung memeluk kaki Yunho. "Daddy.. Noona ini saja ya yang jadi Mommy Minnie.. Minnie mau noona ini.."
.
MOMMY MAID
.
Raut wajah Yunho berubah begitu mendengar perkataan Changmin. Dia berjongkok dan memegang kedua tangan Changmin.
"Minnie.. Kita tidak sedang mencari Umma, kita mencari Maid." Kata Yunho.
Changmin cemberut dan mengerucutkan bibirnya. "Minnie tidak mau tahu! Pokoknya Minnie mau noona ini yang jadi Mommy Minnie!"
Perkataan Changmin yang bernada final itu membuat semua peserta seleksi yang ada langsung mendesah keras. Itu artinya kesempatan mereka untuk menjadi Maid Jung Yunho yang tampan sudah tidak ada lagi.
Sementara itu Jaejoong jadi salah tingkah. Dia pura-pura melihat lampu gantung dan bersiul-siul tidak jelas. Kemudian Yoochun menyuruh para pembantunya untuk menggiring para peserta seleksi keluar. Akhirnya di ruangan yang besar itu hanya ada lima orang, yaitu Yoochun, Yunho, Changmin, Jaejoong, dan Junsu.
"Pokoknya Minnie cuma mau noona ini! Noona ini! Noona ini harus jadi Mommy Minnie!" seru Changmin sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.
"Iya.. Kita bisa miliki dia sebagai Maid, tapi bukan sebagai Mommy." Kata Yunho sabar.
Akhirnya Changmin mulai mengeluarkan jurus andalannya, puppy eyes. Dia tahu Yunho tidak akan pernah tahan melihat puppy eyes nya.
"Jangan lakukan itu. Jangan lakukan itu!" Yunho mewanti-wanti begitu tahu ciri-ciri Changmin yang keluar saat akan mengeluarkan puppy eyes.
Tapi Changmin tidak peduli. Dia mengeluarkan puppy eyes nya. Kali ini Yunho berusaha untuk tidak kalah pada anaknya.
"Jung Changmin! Dengarkan Daddy! Kita mencari Maid, bukan Mommy!" kata Yunho tegas.
Changmin menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ya sudah, tidak peduli kita mencari apa! Pokoknya Minnie mau noona ini yang jadi Mommy Minnie! Bukan Maid, tapi Mommy!"
"Tapi dia bukan yeoja, dia itu namja."
"Eh?"
Changmin menatap Jaejoong dengan intens. Jaejoong yang merasa ditatap oleh Changmin semakin salah tingkah dan semakin pura-pura tak peduli.
"Kenapa noona secantik ini adalah namja? Ah.. Minnie tahu.. Ini kan namja berwajah cantik yang bisa menjadi Umma! Iya iya, betul!" seru Changmin riang.
Yunho tak tahu harus bagaimana lagi dalam menghadapi anaknya. Yoochun yang melihat ketidakberdayaan Yunho segera menghampirinya.
"Sudah, dia saja yang jadi Maid. Kasihan Changmin, kau tahu sendiri jika permintaannya tidak dituruti nanti dia marah-marah." Nasihat Yoochun.
Yunho menghela nafas panjang. Dia menatap Changmin yang masih menggunakan puppy eyes nya. Lalu dia beralih menatap Jaejoong. Sepertinya ini sudah keputusan final..
"Ya sudah, kau kuterima sebagai Maid." Putus Yunho.
"HUWAAAAA!"
Semua orang yang ada di ruangan itu kecuali Jaejoong langsung menutup telinganya begitu mendengar suara tinggi yang melengking itu. Jaejoong hanya menatap Junsu dengan pandangan Jangan-Keluarkan-Suara-Lumba-Lumbamu-Itu-Disini.
"Chukkae hyung chukkae!" seru Junsu sambil memeluk Jaejoong dan melonjak-lonjak senang.
Jaejoong bergantian menatap Yunho dan Yoochun sambil menggumamkan kata 'maaf'.
"Mulai bekerja besok. Alamatku minta saja pada Yoochun." Kata Yunho.
Jaejoong mengangguk. "Ne, saya akan datang besok pagi-pagi sekali."
"Jam kerjamu seperti ini. Pagi-pagi satu jam sebelum Changmin berangkat sekolah, kau harus sudah sampai. Changmin berangkat pukul 08.30, jadi kau harus sampai di tempat kami setidaknya jam 07.30. Kau pulang setelah memasak makan malam untukku dan Changmin. Kami makan pukul enam." Jelas Yunho.
Jaejoong mengangguk mengerti. "Ne.."
: MOMMY MAID :
Pagi-pagi sekali Jaejoong sudah mandi dan bersiap-siap, padahal baru Ibunya saja yang bangun.
"Kan kau disuruh sampai jam 07.30, berangkat nanti saja. Ini masih jam 06.30." Tegur Heechul.
Jaejoong tersenyum dan menggeleng. "Ini hari pertamaku, Umma. Aku harus membangun citraku sebagai Maid yang baik! Lagipula, majikanku itu sepertinya baik dan anaknya sangat lucu dan imut."
"Apakah dia sudah mempunyai istri?" tanya Heechul semangat.
Jaejoong mengerutkan keningnya. "Tidak tahu! Tapi kalau dia sampai mencari Maid untuk mengurus apartemennya, itu artinya dia tidak punya istri. Cerai mungkin. Tapi aku tidak tahu juga sih."
Mata Heechul berbinar-binar. "Waah! Kesempatan bagus! Siapa tahu kau bisa menarik perhatiannya sehingga dia jatuh cinta kepadamu!"
"Umma ini bagaimana sih?! Kerja saja belum malah sudah disuruh cinta cinta!" protes Jaejoong.
Heechul tertawa. "Ya sudah sana, kalau mau berangkat. Cepat!"
"Aku pamit dulu ya, Umma.."
Jaejoong mengambil tasnya dan kemudian keluar dari rumahnya. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dari jalan raya sehingga dia memilih jalan kaki untuk mencapai halte bus.
Sebenarnya untuk menuju ke apartemen Yunho, lebih cepat menggunakan subway. Walaupun rumah Jaejoong juga dekat dengan stasiun subway, tapi dia lebih memilih bus karena dia suka melihat pemandangan selama perjalanan.
Seperti biasa, pada pagi hari seperti itu bus sangatlah sepi. Kebanyakan orang belum bangun dari tidurnya. Jaejoong yang jarang naik bus pada pagi hari pun terperangah karena sepinya bus. Biasanya kalau dia naik bus di siang hari, ramai sekali sampai kadang-kadang dia tidak mendapatkan tempat duduk.
Sekali lagi Jaejoong mengeluarkan kertas yang kemarin diberikan Yoochun padanya. Kertas itu berisi alamat apartemen Yunho serta password apartemen Yunho. Tak lupa di kertas itu juga tertulis daftar alergi Yunho dan Changmin.
: MOMMY MAID :
Jaejoong memencet angka 261203 sebagai password untuk membuka apartemen nomor 35. Begitu pintu sudah terbuka, Jaejoong masuk dan menemukan keadaan apartemen yang luar biasa parah.
"Omo.. Memang benar mereka membutuhkan Maid.. Rumahnya saja seperti kapal pecah. Bangkai kapal Titanic pun masih lebih bersih daripada ini." Gumam Jaejoong, membuat perbandingan yang tidak mungkin.
Jaejoong melirik ke arah jam dinding. Jam 07.00. Jaejoong memutuskan untuk memasak dulu. Karena jika Changmin berangkat pukul 08.30, paling tidak jam 08.00 sarapan paginya sudah siap.
Jaejoong beranjak untuk mencari dapur. Ketika dia sudah sampai di dapur, dia bergegas membuka kulkas. Tapi apa yang didapatnya di sana sangatlah berbeda dari apa yang dibutuhkannya.
Isi kulkas itu hanya deretan botol air mineral serta susu juga beragam makanan cepat saji yang kebanyakan sudah tidak bisa dimakan lagi. Jaejoong pun memeriksa lemari dapur, tapi hasilnya sama saja.
"Benar-benar ya.." gumam Jaejoong.
Jaejoong bergegas menaruh tasnya di atas meja dapur lalu keluar dari apartemen dan mencari supermarket. Untung saja ada supermarket tepat di depan apartemen. Jaejoong membeli segalanya yang dia butuhkan lalu segera kembali ke apartemen.
Betapa terkejutnya Jaejoong ketika dia sampai di dapur, dilihatnya Yunho sedang berdiri di depan kulkas sambil meminum susu. Tapi bukan itu yang membuat Jaejoong terkejut, melainkan keadaan Yunho yang hanya memakai boxer serta tidak memakai baju, memamerkan abs indahnya serta kulit kecoklatannya.
Jaejoong menelan ludahnya dengan susah payah demi melihat pemandangan yang luar biasa indahnya ini. Memang dia beruntung bisa bekerja di sini kalau dia langsung disuguhi pemandangan seperti ini.
"Dari mana?" tanya Yunho membuyarkan lamunan Jaejoong.
Jaejoong tersentak. "Ah! Ada apa?"
Yunho tersenyum. "Dari mana? Tadi aku lihat ada tas disini dan pasti itu tasmu. Tapi kau tidak ada. Kau pergi kemana?"
Jaejoong mengangkat tas belanjanya. Yunho melihatnya dengan satu alis terangkat.
"Ah, jhwesonghamnida. Aku tidak mempunyai bahan makanan sama sekali. Aku selalu mengajak Changmin makan di luar, atau memesan makanan." Kata Yunho.
Kini giliran Jaejoong yang mengangkat satu alisnya. "Setiap hari?"
Yunho mengangguk.
Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya. "Itu tidak sehat, Tuan."
Yunho menghela nafas. "Ne, aku tahu. Itu sebabnya aku mempekerjakanmu. Nanti kau kuberi uang untuk belanja. Oh ya, kau masak yang banyak ya. Changmin itu food monster, makannya banyak sekali."
Jaejoong mengangguk. "Ne, Tuan. Sekarang saya mau memasak dulu, permisi Tuan."
: MOMMY MAID :
Diam-diam, Yunho mengamati Maid barunya yang sedang memasak. Dia tidak tahu Jaejoong akan memasak apa, tetapi dia benar-benar tidak sabar untuk segera mencoba masakan Jaejoong. Masakannya kemarin yang sederhana saja bisa seenak itu, bagaimana masakan yang rumit ?
"Daddy sedang apa?"
Tiba-tiba Yunho dikejutkan oleh suara Changmin. Dia tersenyum pada Changmin yang masih mengucek-ucek matanya.
"Kenapa sudah bangun?"
"Karena Minnie sudah tidak mengantuk. Daddy sedang apa berdiri tanpa baju begini?" tanya Changmin lagi.
"Daddy sedang melihat Maid baru memasak." Jawab Yunho.
Changmin menatap Jaejoong dan tiba-tiba matanya berbinar. Lalu tanpa banyak bicara, dia segera menghampiri Jaejoong.
"Mommy sedang masak apa?" tanya Changmin riang.
Changmin tidak tahu perkataannya membuat dua namja yang ada di dapur langsung menegang. Yunho mengira bahwa Changmin sudah melupakan perkataannya tentang 'Mommy' itu.
Jaejoong mengecilkan api kompor dan tersenyum menatap Changmin. "Masak sarapan untuk Changmin dan Tuan, juga membuat bekal untuk Changmin." Jawabnya.
Changmin mengerucutkan bibirnya. "Kenapa Mommy memanggil Daddy dengan 'Tuan'? Seharusnya panggil Daddy!" protes Changmin.
Jaejoong tersenyum canggung dan dia menatap Yunho, meminta bantuan.
"Turuti saja." Kata Yunho, lalu beranjak pergi untuk mandi.
Changmin menarik-narik celemek bermotif gajah yang dipakai Jaejoong. "Mommy masak sarapan apa?"
"Kimchijigae dan kimbab." Jawab Jaejoong.
"Kimchi? Ada sayurnya?"
Jaejoong mengangguk sambil melanjutkan memasak.
"Tapi Minnie tidak suka sayur.." gumam Changmin.
Jaejoong tersenyum."Tapi kemarin kata Changmin, Bokkeumbab buatan saya enak. Kemarin Changmin juga makan Kimbabnya."
Changmin kembali mengerucutkan bibirnya. "Kenapa Mommy panggil Mommy seperti itu sih? Panggil saja 'Mommy', begitu."
Jaejoong tersenyum. "Ah, ne.."
"Lalu untuk bekal Minnie, apa?"
"Pajeon."
Mata Changmin berbinar-binar. "Wah, jinjja? Minnie suka sekali!" serunya sambil melompat-lompat gembira.
"Kalau begitu, Minnie mandi saja ya. Sekali-kali berangkat lebih pagi."
Changmin mengangguk semangat dan segera berlari meninggalkan dapur. Jaejoong hanya tersenyum melihat kelakuan anak berumur lima tahun itu.
Dengan semangat Jaejoong kembali melanjutkan memasaknya. Di sela-sela memasak dia teringat rumah. Biasanya pagi hari begini dia memasak bersama Heechul, hanya berdua saja karena Junsu tidak bisa memasak.
"You have a new message~"
Jaejoong mengecilkan kompornya lagi dan merogoh kantong celananya. Dahinya mengkerut begitu membaca pengirim pesan.
From : Hae
Selamat pagi Jaee.. Miss you so much, long time no see.. Ayo bertemu hari ini, kau bisa ?
Dengan cepat Jaejoong mengetikkan pesan balasan untuk Donghae.
To : Hae
Aku bisa, tapi nanti malam saja ya. Ajak teman-teman yang lain juga, aku merindukan mereka.
From : Hae
Tentu, aku akan ajak yang lainnya. Mirotic Cafe, jam tujuh malam. Oke?
To : Hae
Oke.
: MOMMY MAID :
Dengan telaten Jaejoong menata masakannya di atas meja makan. Setelah menata makanan, Jaejoong bergegas kembali ke dapur untuk mengambil teh dan susu yang telah disiapkannya.
"Waah.. Harum sekali.." seru Changmin yang tiba-tiba masuk ke ruang makan.
Jaejoong menoleh ke arah Changmin dan mengerutkan keningnya melihat Changmin yang tidak memakai baju.
"Kenapa tidak pakai baju?" tanya Jaejoong heran.
"Minnie kan tidak bisa pakai seragam sendiri, jadi harus Daddy yang pakaikan. Tapi Minnie harus menunggu Daddy selesai mandi. Daddy mandinya lama." Jelas Changmin.
Jaejoong menghela nafas. "Ya sudah, sini Mommy yang pakaikan seragam Changmin."
Mata Changmin berbinar-binar. "Jinjja?"
Jaejoong mengangguk dan menggandeng tangan Changmin. "Ayo, tunjukkan kamarmu."
Dengan semangat Changmin membawa Jaejoong menuju kamarnya. Jaejoong baru menyadari bahwa apartemen Yunho ini besar sekali, bahkan terdiri dari dua lantai. Kamar Yunho dan Changmin saja terletak di lantai dua.
Mereka memasuki kamar yang bertuliskan "Jung Changmin" di pintunya. Jaejoong kembali terbelalak melihat keadaan Changmin yang berantakan.
"Minnie tidak pernah membersihkan kamar?" tanya Jaejoong.
"Tidak pernah. Kamar Daddy juga kotor sama seperti kamar Minnie." Jawab Changmin polos.
Jaejoong kembali menghela nafas. Sepertinya pekerjaannya bertambah.
"Mana seragam Changmin?"
Changmin menunjuk seragam kotak-kotak berwarna biru yang tergeletak di atas ranjang. Jaejoong mengambil seragam itu dan segera memakaikannya pada Changmin.
: MOMMY MAID :
Jaejoong menyeka keringat yang ada di wajahnya. Dia sudah membersihkan seluruh ruangan di apartemen ini kecuali kamar Yunho. Dia melirik ke arah jam dinding dan melihat bahwa ini sudah jam setengah sepuluh. Setengah jam lagi dia harus menjemput Changmin, karena itu termasuk dalam tugasnya.
Jaejoong naik ke lantai dua dan menuju kamar Yunho. Dia sudah tidak kaget lagi melihat kamar Yunho yang sangat berantakan.
"Come on, Jaejoong.. Kau harus semangat, hari pertama memang yang terberat." Kata Jaejoong menyemangati dirinya sendiri.
Jaejoong mulai membersihkan kamar Yunho dengan telaten. Setelah semuanya bersih, Jaejoong memunguti baju-baju kotor dan memasukannya ke dalam keranjang untuk nanti akan dicucinya dengan pakaian milik Changmin.
Jaejoong menaruh keranjang di samping pintu, lalu kembali menuju ke ranjang Yunho untuk mengganti sprei. Begitu Jaejoong menarik sprei ranjang Yunho, sesuatu jatuh ke lantai.
Dengan penasaran Jaejoong mengambilnya dan mengamatinya. Dia terkejut begitu melihat apa yang ada di tangannya.
"Ini kan Go Ara?" tanya Jaejoong pada dirinya sendiri.
Di pigura foto yang dipegangnya itu, terlihat foto Yunho bersama seorang gadis yang diyakininya adalah Go Ara, aktris serta model terkenal itu. Tapi Jaejoong tidak mengerti. Mengapa Yunho berfoto dengan Go Ara dalam pose yang semesra itu?
Jaejoong memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu lebih lanjut. Dengan hati-hati diletakannya pigura itu di meja nakas yang terletak di samping ranjang Yunho.
"Kalau begini kan lebih bagus.." gumamnya.
Jaejoong melepas sprei dan sarung bantal serta guling lalu memasukannya ke keranjang pakaian. Setelah itu, dia membuka lemari Yunho dan menemukan sprei.
"Saatnya memasang sprei. Hwaiting~"
: MOMMY MAID :
Yoochun masuk ke dalam ruang kerja Yunho dan melihat ke arah jam dinding, lalu menatap Yunho yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Tidak tahu ya, ini jam berapa?" tanya Yoochun.
Yunho melirik jam tangannya. "Jam sebelas."
"Tidak menjemput Changmin? Dia akan menangis menggerung-gerung kalau kau terlambat menjemputnya."
"Yang kemarin menyuruhku mencari Maid itu siapa?" tukas Yunho.
"Kau menyuruh Maid menjemput Changmin?"
Yunho mengangguk. "Tentu saja. Lagipula Changmin sangat menyukainya. Dia bahkan terus memanggilnya 'Mommy'. Apalagi masakannya enak sekali."
Yoochun menghempaskan tubuhnya ke atas sofa. "Kalau begitu nikahi saja dia." Kata Yoochun enteng.
Yunho mengangkat wajah dari dokumen yang sedang diperiksanya dan melotot ke arah Yoochun.
"Sudah gila ya?"
"Lalu apa yang akan kau lakukan? Ini pertama kalinya Changmin menyukai seseorang. Lihat saja Jessica, Tiffany, dan semua wanita yang pernah mendekatimu. Semuanya berakhir dengan mengenaskan."
"Aku tidak peduli." Kata Yunho acuh.
Yoochun menghela nafas panjang. "Masih mengharapkan Ara akan kembali padamu?"
Pertanyaan Yoochun membuat Yunho terdiam. Yunho sudah bersahabat dengan Yoochun sejak mereka TK. Yoochun tahu semua tentang Yunho, begitu pun Yunho tahu semua tentang Yoochun.
Yoochun lah yang menemani Yunho ketika Yunho terpuruk saat mengetahui bahwa Ara hamil. Yoochun lah yang menemani Yunho mengurus proses pernikahan Yunho dan Ara yang diam-diam itu. Yoochun lah yang menemani Yunho ketika Yunho kembali terpuruk saat Ara meninggalkannya. Yoochun lah yang menemani Yunho mengurus proses perceraian yang menguras seluruh tenaga Yunho. Dan yang paling penting adalah, Yoochun lah satu-satunya orang yang bisa dekat dengan Changmin, orang yang paling dicintainya di dunia ini.
"Ara yang melahirkan Changmin, 'Chun. Tentu saja aku sangat mengharapkannya." Desah Yunho.
Yoochun menunjuk televisi yang ada di pojok ruangan. "Kau lihat dia di sana? Dia bersenang-senang dengan kehidupan glamornya! Lupa kalau dia punya anak! Anak yang membutuhkannya! Untuk apa kau menanti orang seperti itu? Lupakan dia dan cari orang lain! Ara tidak pantas untukmu dan dia tidak pantas menjadi Ibu Changmin!" seru Yoochun berapi-api.
"Cukup! Cukup! Kau boleh memakiku sepuas yang kau mau, tapi jangan pernah sekali pun kau memaki Ara!" seru Yunho.
Yoochun mendengus. "Kau melarangku memaki wanita jalang itu? Bagaimana perasaanmu saat kau tahu skandal-skandal yang menerpanya itu? Foto porno lah, dia yang ciuman dengan aktor ini lah! Dia itu seorang Ibu! Tidak seharusnya dia menjatuhkan dirinya sendiri dalam situasi seperti itu!"
"CUKUP, PARK YOOCHUN! Kumohon jangan hina dia lagi!" seru Yunho.
"Terserah! Aku menyayangi Changmin, sama seperti kau menyayanginya. Dan sampai mati pun, aku tak akan membiarkan Ara kembali pada Changmin!" seru Yoochun dengan nada final, lalu keluar dari ruang kerja Yunho.
Yunho mengacak-acak rambutnya frustasi. Semua yang dikatakan Yoochun adalah benar. Semuanya benar dan tidak ada yang salah.
Tapi Yunho tak bisa memungkiri bahwa dia masih mencintai Ara. Ara adalah cinta pertamanya dan dia telah melahirkan Changmin. Bagaimana bisa Yunho membencinya? Yunho tak akan pernah bisa membenci, apalagi melupakan Ara.
: MOMMY MAID :
Begitu Baekhyun seongsaenim keluar dari kelas, Changmin segera mengambil tasnya yang ada di loker, bersiap untuk pulang.
"Changmin~" panggil seseorang.
Changmin menoleh dan menemukan Kyuhyun sedang berdiri di belakangnya.
"Apa apa Kyu?" tanya Changmin.
"Kyunnie cuma mau bilang kalau Pajeon yang dibawa Changmin tadi enak sekali.." kata Kyuhyun malu-malu.
Changmin tersenyum. "Oh, itu.. Mommy Changmin yang membuatnya."
Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Tapi bukannya Changmin tidak punya Umma?"
"Itu dulu, Changmin punya Mommy sekarang. Hari ini Mommy yang akan menjemput Changmin, Kyu mau bertemu dengannya?"
Kyuhyun mengangguk.
"Ya sudah, ayo kita keluar. Mommy pasti sudah menunggu." Ajak Changmin.
Berdua, Kyuhyun dan Changmin keluar dari kelas. Changmin menjulurkan kepalanya mencari Jaejoong. Lalu dilihatnya Jaejoong yang melambaikan tangan dari ayunan.
"Itu Mommy! Kajja!" seruu Changmin.
Changmin dan Kyuhyun berlari menghampiri Jaejoong. Jaejoong berjongkok dan merentangkan tangannya.
"Mommy~!" Changmin memeluk Jaejoong.
Jaejoong balas memeluk dan mengusap kepala Changmin. Dia menatap Kyuhyun.
"Annyeong, apakah kau teman Changmin?" tanya Jaejoong ramah.
Kyuhyun mengangguk. "Ne.. Cho Kyuhyun imnida."
Jaejoong mengusap lembut kepala Kyuhyun. "Anak manis."
"Mommy, Mommy.. Kata Kyuhyun, dia suka dengan Pajeon buatan Mommy." Celoteh Changmin.
Jaejoong menatap Kyuhyun. "Jinjja?"
Kyuhyun mengangguk. "Ne.. Pajeon anda.. umm.. Kyu harus panggil apa?" tanya Kyuhyun polos.
"Panggil Mommy saja biar saja seperti Changmin! Boleh kan, Mommy?" tanya Changmin.
Jaejoong tersenyum dan mengangguk. "Ne.. Kyuhyun boleh panggil Mommy."
"Pajeon Mommy enak sekali. Itu makanan terenak yang pernah Kyunnie makan." Kata Kyuhyun.
"Apakah Umma Kyuhyun tidak pernah membuatkan Pajeon untuk Kyu?"
Kyuhyun menggeleng. "Umma tidak bisa memasak, jadi kita memakai Maid. Masakan Maid tidak ada yang seenak masakan Mommy."
"Kalau begitu, besok Mommy akan membuat bekal dobel. Satu untuk Minnie dan satu untuk Kyu." Kata Jaejoong.
Mata Kyuhyun berbinar-binar. "Kyuhyun mau sekali.."
Terdengar suara orang memanggil Kyuhyun. Mereka bertiga sama-sama menoleh dan melihat seorang wanita melambaikan tangannya dari gerbang.
"Itu Umma Kyu. Kyu pulang dulu ya.." Kyuhyun menundukkan badannya.
Jaejoong kembali mengusap kepala Kyuhyun. "Hati-hati, Kyu.."
Jaejoong dan Changmin menatap Kyuhyun sampai Kyuhyun masuk ke dalam mobil dan mobil itu pergi dari depan sekolah. Jaejoong meraih tangan Changmin dan mengenggamnya.
"Kajja, kita pulang." Ajak Changmin.
"Apakah Mommy membawa mobil?" tanya Changmin.
Jaejoong tersenyum. "Ani.. Mommy naik bus tadi. Jadi sekarang kita naik bus."
"Jinjja? Kita akan naik bus?" tanya Changmin terkejut.
"Ada apa? Apakah Minnie tidak suka naik bus?" tanya Jaejoong khawatir.
Changmin menggelengkan kepalanya cepat-cepat. "Bukan begitu! Minnie ingin sekali naik bus, tapi tidak pernah karena kemana pun Minnie pergi, pasti naik mobil diantar Daddy atau Yoochun hyung. Minnie ingin naik bus, ayo cepat Mommy! Ayooo.." rengek Changmin.
Jaejoong tersenyum. Kemudian, dia dan Changmin berjalan dengan riang menuju halte bus.
: MOMMY MAID :
Taksi yang ditumpangi Jaejoong berhenti tepat di sebuah kafe yang terletak di kawasan yang sama dengan Gangnam Style Club. Setelah membayar, Jaejoong bergegas turun dan masuk ke dalam kafe.
Jika Gangnam Style Club adalah klub malam paling digemari di Seoul, maka Mirotic Cafe adalah kafe yang paling digemari di Seoul. Kafe ini selalu ramai, tak pernah sepi pengunjung.
Jaejoong masuk ke dalam kafe dan menemukan teman-temannya sudah berkumpul. Dengan gembira Jaejoong memeluk mereka satu persatu.
"Jaeee.. Miss youu!" seru Eunhyuk.
Jae tertawa dan balas memeluk Eunhyuk. "Aku juga merindukan kalian semua."
"Sejak kau pergi, posisimu digantikan oleh entah siapa namanya dan aku sangat tidak menyukainya. Huuh.." kata Eunhyuk.
"Dimana lagi kita bisa temui bartender secantik dan seseksi ini?" kelakar Donghae, yang langsung dibalas dengan cubitan oleh Jaejoong.
Jaejoong duduk dan dia memanggil pelayan untuk memesan minuman.
"Bagaimana, sudah dapat pekerjaan?" tanya Yesung.
Jaejoong mengangguk. "Ne."
"Jadi apa?" tanya Eunhyuk ingin tahu."
"Maid." Jawab Jaejoong pendek.
Eunhyuk menyemburkan bir yang sedang diminumnya. Jaejoong menatapnya dengan aneh.
"Ada apa?"
"Maid?" ulang Eunhyuk.
Jaejoong mengangguk. "Ya, Maid. Di apartemen. Majikanku adalah duda keren dengan anak satu umur lima tahun."
Mendengar perkataan Jaejoong, spontan Donghae langsung meledak dalam tawa.
"Pantas kau mau jadi Maid! Majikanmu saja duda keren! Jelas saja kau mau menjadi Maid!" ledek Donghae.
Eunhyuk dan Yesung ikut tertawa, sedangkan Jaejoong cemberut dan meninju pelan lengan Donghae.
"Jangan menggodaku!"
Donghae berhenti tertawa. "Katakan, siapa namanya?" godanya lagi.
Jaejoong mengerucutkan bibirnya. "Jung Yunho."
Kali ini giliran Donghae yang terbelalak. "Hah? Jung Yunho?"
Jaejoong mengangguk. "Ne. Jung Yunho. Kau kenal dengannya?"
"Apakah dia Jung Yunho yang mempunyai anak bernama Changmin?" tanya Donghae lagi.
Jaejoong kembali mengangguk.
"Dia bekerja di perusahaan Appaku. Reputasinya sangat bagus, dan kata Appa, beliau berencana mengangkat Yunho sebagai direktur di salah satu cabang perusahaannya."
Jaejoong melotot. "MWO?"
Donghae mengangguk. "Kudengar dia memang bagus sekali, jadi Appa tak akan salah orang."
Belum sempat Jaejoong membalas perkataan Donghae, perhatian mereka sudah teralih ke Eunhyuk yang berseru heboh.
"Ada apa? Jangan teriak-teriak!" seru Jaejoong.
Euhyuk menunjuk-nunjuk ke arah pintu masuk. "Lihat! Lihat siapa yang baru datang!"
Jaejoong menoleh ke arah yang ditunjuk Eunhyuk. Matanya membulat begitu melihat siapa yang ditunjuk oleh Eunhyuk.
"Go Ara..."
.
.
.
To Be Continued..
.
.
.
VOCAB :
Kimchijigae : sup yang terdiri dari kimchi dan daging babi atau sapi
Bokkeumbab : nasi goreng yang memakai sayuran kimchi yang sudah difermentasikan
Pajeon : pancake yang terbuat dari campuran telur, tepung, bawang bombai, dan kerang
.
.
.
Huaa bahagia sekali karena fic ini mendapat respon yang bagus :'D
Bahkan ada yang bilang kangen segala hahaha :D
Sooo I will keep this fic 3
Oh iya, sengaja Changmin gak dibuat evil. Dia evil pada saat-saat tertentu aja, hehehe ^^
