MATE

Jaehyun x Taeyong


Ada apa dengan Jaehyun?

Kenapa ia terus memikirkan Taeyong?

Dan kenapa jantungnya berdetak dengan cepat saat membayangkan sosok Taeyong?


Taeyong sedang di kamar saat Nyonya Jung mengetuk pintu kamarnya. "Taeyong apa aku mengganggumu?" tanya Nyonya Jung melihat Taeyong sedang dimeja belajar.

"Tidak, Nyonya. Aku sudah selesai. Ada apa? Ada yang bisa aku bantu?" tanya Taeyong.

"Putraku memintamu membereskan pakaian dikopernya? Apa kau bisa? Aku sudah bilang akan menyuruh pembantu lain, tapi dia tidak mau. Dia mau kau yang membereskannya".

"Tentu, Nyonya akan aku bereskan" jawab Taeyong.

"Terima kasih" ucap Nyonya Jung tersenyum.

Taeyong pun segera menuju kamar Jaehyun. Mengetuk pintu dan masuk saat pemilik kamar menyuruhnya masuk. Dan melihat tuan mudanya sedang duduk dikasur dengan buku ditangannya.

"Nyonya Jung memintaku membereskan pakaian dikopermu, Tuan muda" ucap Taeyong dengan sangat sopan.

"Ehm i..ya.. Itu ko..perku" jawab Jaehyun masih gugup, menunjuk kopernya.

Taeyong menuju koper Jaehyun, membukanya. Dan mengambil pakaian Jaehyun lalu menaruhnya dilemari pakaian. Saat sedang mengerjakan pekerjaannya, Taeyong merasa kalau Jaehyun sedang memperhatikan dirinya. Mata Jaehyun seolah-olah memperhatikan setiap gerak-geriknya. Untuk memastikan ia pun lantas menoleh kearah Jaehyun dan benar saja, Jaehyun sedang memandangnya namun segera memalingkan muka setelah Taeyong melihatnya, dan pura-pura membaca buku. Taeyong pun menahan tawa melihatnya.

Setelah 20 menit Taeyong selesai membereskan pakaian Jaehyun. "Ada yang bisa aku kerjakan lagi, Tuan muda Jaehyun?" tanya Taeyong

Sebenarnya Jaehyun masih ingin Taeyong berlama-lama di kamarnya. Agar ia bisa terus memandanginya, tapi sayangnya tak ada lagi pekerjaan yang ia bisa minta untuk Taeyong kerjakan. Kamarnya sudah bersih, pakaian sudah tersusun rapih. "Mmm tidak ada" jawab Jaehyun. Belum. Jaehyun berkata dalam hati.

"Kalau begitu aku permisi, Tuan muda" ucap Taeyong

"Terima kasih, hyung" ucap Jaehyun dan dibalas senyuman oleh Taeyong. Membuat jantungnya berdebar semakin kencang.

Malam harinya Jaehyun tidak bisa tidur meskipun berbagai macam posisi tidur ia coba. Mulai dari telentang, tengkurap, miring kanan, miring kiri namun ia tetap tak bisa tidur. Meskipun tubuhnya lelah meminta istirahat namun tidak dengan pikirannya. Bayang-bayang wajah Taeyong selalu mengganggunya. Bayangan rambutnya yang berwarna coklat, matanya yang bulat dan besar seperti batu permata. Hidungnya yang mancung. Bibir merahnya yang tipis. Jangan lupakan juga senyumnya yang manis sekali. Yang membuat Jaehyun sesak nafas.

"Arrghh.. Kenapa aku tidak bisa tidur juga" ucap Jaehyun sambil mengacak-acak rambutnya. "Taeyong hyung.. Ini semua karena Taeyong hyung. Aku jadi tidak bisa tidur begini! Aahh!" ucap Jaehyun lagi menyalahkan Taeyong.

Sekitar pukul 4 pagi Jaehyun baru bisa tidur. Namun ia merasa baru saja tertidur ketika suara ibunya membangunkan.

"Jaehyun.. Sayang.. Ayo bangun sudah siang" suara Nyonya Jung membangunkan. Menurunkan selimut yang menutupi wajah putranya.

"Mmm" Jaehyun hanya bergumam. Hendak menutup kembali kepalanya dengan selimut karena masih mengantuk, namun bayangan sosok Taeyong melintas dikepalanya. Tiba-tiba Jaehyun langsung bangun dari tempat tidur, berlari menuju kamar mandi.

Nyonya Jung yang bingung melihat tingkah putranya lalu berteriak dari luar kamar mandi. "Kau mau langsung sarapan, sayang? Kau mau sarapan apa?"

"Apa saja, bu" teriak Jaehyun dari dalam kamar mandi.

"Baiklah, langsung ke meja makan ya kalau kau sudah selesai" teriak Nyonya Jung lagi.

"Iyaaa" jawab Jaehyun singkat.

Jaehyun pun segera turun ke lantai bawah menuju meja makan. Setelah selesai mandi dan berpakaian. Ia terlihat sangat bersemangat sekali. Melihat ayah dan ibunya sudah duduk disana. Ia pun duduk dikursi meja makan. Tak lama Nyonya Lee datang dengan membawa menu sarapan mereka. Roti sandwich isi daging asap mayonnaise kesukaan Jaehyun.

"Kau tau sekali kesukaanku, bi" tanya Jaehyun pada Nyonya Lee. Namun pandangannya menuju dapur. Mencari seseorang, namun yang dicarinya tidak kunjung kelihatan. Ia pun bertanya pada Nyonya Lee. "Mmm. Taeyong hyung mana, bi?"

"Taeyong sudah berangkat kuliah pagi tadi" jawab Nyonya Lee.

"Ooh.." ucap Jaehyun terdengar kecewa.

Jaehyun sarapan dengan tidak bersemangat. Bayangan akan melihat Taeyong pagi hari ini sirna. Membuatnya jadi tak nafsu makan.

"Aku mau kembali ke kamar. Masih ngantuk" ucap Jaehyun tiba-tiba. Lalu bangkit dari kursi melangkah menuju kamarnya.

"Loh, sayang. Kok tidak dihabiskan sarapannya?" ucap Nyonya Jung

"Aku sudah kenyang" jawab Jaehyun sedikit berteriak karena ia sudah sedikit menjauh dari ruang makan.

Tuan Jung dan Nyonya Jung hanya saling memandang dan menggelengkan kepala mereka bingung.

Didalam kamarnya Jaehyun hanya berguling-guling dikasur. Tidak tidur seperti yang tadi ia ucapkan pada ayah ibunya. Tentu saja itu hanya alasan. Jaehyun terus aja memikirkan Taeyong sesekali melihat ke arah jam. "Jam berapa ya kira-kira Taeyong hyung pulang?" tanya Jaehyun dalam hati.

Setelah hampir 3 jam lamanya ia hanya berguling-guling dikasur tanpa benar-benar melakukan sesuatu. Dan terus menerka-nerka dalam hati jam berapa Taeyong akan pulang. Akhirnya ia memutuskan bertanya langsung pada Nyonya Lee. Ia pun langsung keluar kamar menuju dapur.

Nyonya Lee sedang mempersiapkan makan siang ketika Jaehyun tiba-tiba datang. "Bibi sedang apa?" tanya Jaehyun pada Nyonya Lee.

Nyonya Lee sedikit terkejut tak menyangka Jaehyun tiba-tiba datang. "Ah Jaehyun, mengagetkan saja. Aku sedang menyiapkan makan siang untukmu"

"Ooh.. " jawab Jaehyun sambil tersenyum.

Nyonya Lee menaruh curiga pada senyum Jaehyun. Dan tidak biasanya Jaehyun masuk dapur. "Kau sedang apa disini?" tanya Nyonya Lee.

"Hanya menemani bibi" Jawab Jaehyun masih dengan senyum mencurigakan. "Mmm... Bi, jam berapa Taeyong hyung pulang kuliah?"

Nah kan, pasti Jaehyun kesini ada maunya. Nyonya Lee berkata dalam hati. "Biasanya jam 12 siang. Tapi kadang juga jam 2 siang baru pulang. Tidak tentu. Kenapa? Nyonya Lee bertanya.

"Ehm.. Tidak kenapa-kenapa hanya bertanya" jawab Jaehyun tiba-tiba gugup.

Nyonya Lee hanya senyum-senyum saja melihat tingkah putra majikannya ini. Dan selama Nyonya Lee memasak, Jaehyun hanya duduk memperhatikan, sesekali bertanya tentang Taeyong. Setelah 1 jam Nyonya Lee sudah selesai memasak untuk Jaehyun.

"Selesai. Kau mau makan sekarang?" tanya Nyonya Lee, ia tadinya mau langsung menghidangkan masakannya di meja makan keluarga Jung namun Jaehyun mencegahnya.

"Aku makan disini saja, bi. Tapi aku mau menunggu Taeyong hyu..ng" ucap Jaehyun malu-malu.

"Tapi sudah jam makan siang. Emangnya kau belum lapar, Jaehyun?" tanya Nyonya Lee

"Tidak apa-apa bi, aku belum terlalu lapar" jawab Jaehyun tersenyum lagi.

"Ya sudah kalau begitu" Nyonya Lee tidak jadi menyiapkan makan siang di meja makan keluarga. Ia menyiapkannya di meja makan di dapur tempat biasa ia, suaminya dan Taeyong makan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang namun Taeyong belum juga pulang. Jaehyun sudah semakin tak sabaran. Karena selain ia memang sudah lapar. Ia pun tak sabar ingin bertemu Taeyong.

"Bi, kenapa Taeyong hyung belum pulang juga" tanya Jaehyun

"Aku juga tidak tau. Biasanya dia sudah pulang. Mungkin dia ada tugas tambahan di kampus" jawab Nyonya Lee.

"Telfon Taeyong hyung, bi. Tanyakan kenapa Taeyong hyung belum pulang juga" ucap Jaehyun dengan nada sedikit khawatir.

Taeyong kan putranya. Kenapa Tuan muda Jaehyun jadi yang khawatir dan tak sabaran begini, pikir Nyonya Lee.

"Ya sudah sebentar aku ambil handphone dulu ya" jawab Nyonya Lee. Lalu mengambil handphonenya di kamar. Dan segera menghubungi Taeyong.

Nada dering terdengar.

"Hallo, Taeyong. Kau ada dimana?" Nyonya Lee langsung bertanya begitu Taeyong mengangkat telfonnya.

"Masih di kampus. Kenapa, bu?" tanya Taeyong bingung tak biasanya ibunya menelepon.

"Memangnya masih ada kuliah jam segini?" tanya Nyonya Lee lagi.

"Sudah selesai, aku hanya sedang ngobrol dengan teman-temanku. Ada apa sih, bu?" tanya Taeyong penasaran.

"Tuan muda Jaehyun menunggumu" ucap Nyonya Lee melihat ke arah Jaehyun.

"Menungguku? Untuk apa?" tanya Taeyong lagi semakin penasaran.

"Sudah, jangan banyak bertanya. Langsung pulang saja ya, cepat!" Nyonya Lee berkata dan langsung memutuskan sambungan.

Taeyong bingung, tapi tetap menuruti berkataan ibunya, setelah berpamitan dengan temannya ia pun segera pulang. Sekitar 30 menit Taeyong sampai di rumah. Memasuki rumah melalui pintu samping, ia langsung bisa melihat Jaehyun yang sedang menunggunya.

"Hyung kau sudah pulang" ucap Jaehyun begitu melihat Taeyong. Senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Iyaa.. Tuan muda Jaehyun. Mm.. Ada apa menungguku?" tanya Taeyong sambil melirik kearah ibunya yang duduk di meja makan.

"Aku menunggumu untuk makan siang bersama" jawab Jaehyun.

"Makan siang bersama?" tanya Taeyong tak percaya. Tuan mudanya mengajak makan siang bersama.

"Iyaa.. Ayo duduk hyung" Jaehyun menyuruh Taeyong duduk di meja makan.

Taeyong masih tak percaya. Namun tetap menuruti perintah Tuan mudanya. Mereka pun makan siang bersama. Meskipun hanya Jaehyun yang makan karena ia masih kenyang. Ia sudah makan siang di kampus.

"Hyung, benar kau tidak mau makan?" tanya Jaehyun mulutnya penuh dengan makanan.

"Iya aku masih kenyang" jawab Taeyong tersenyum melihat Tuan mudanya yang seperti anak kecil.

"Ya sudah aku habiskan ya makanannya" tanya Jaehyun lagi. Taeyong hanya mengangguk masih tersenyum.

Jaehyun pun makan lahap sekali dan menghabiskan semua masakan yang ada dihadapannya. Sepertinya ia sangat lapar. Atau juga sangat bersemangat makan karena Taeyong menemaninya. Jaehyun berfikir akan terus meminta Taeyong menemaninya makan.

Setelah menemani Jaehyun makan siang, Taeyong pun pamit ke kamar karena harus mengerjakan tugas kuliah. Dengan setengah hati Jaehyun mengiyakan, karena sebenarnya Jaehyun masih ingin bersama Taeyong. Dan tak mungkin juga ia ikut Taeyong ke kamar, ia pasti akan mengganggu Taeyong yang sedang belajar. Dengan terpaksa ia kembali ke kamar.

Selama di kamar, Jaehyun memikirkan sesuatu. Sesuatu yang membuatnya resah. Sangat resah. Ia ingin sekali dekat dengan Taeyong. Selalu bersama dengan orang yang telah mencuri hatinya. Iya. Taeyong telah mencuri hatinya. Taeyong telah membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Bayangan Taeyong selalu ada dipikirannya. Namun yang membuatnya resah adalah, ia hanya akan bersama Taeyong dalam waktu seminggu. Hanya seminggu karena ia harus kembali ke Amerika untuk melanjutkan kuliahnya. Membuat Jaehyun resah dan frustasi.

Bagaimana kalau ia merindukan Taeyong

Bagaimana kalau ia ingin bertemu dengan Taeyong tapi tidak bisa mengingat ia dan Taeyong tinggal dibeda benua.

Telfon saja tidak cukup baginya.

Namun..

Hanya ada satu jalan keluarnya..

Saat ini keluarga Jung sedang makan malam. Dan bukan hanya keluarga Jung. Keluarga Lee juga ikut makan malam bersama. Karena Jaehyun yang memintanya. Tuan dan Nyonya Jung tak bisa menolak jika Jaehyun sudah memintanya. Lagipula mereka sudah dianggap keluarga.

"Ayah ibu, aku ingin mengatakan sesuatu" Jaehyun tiba-tiba berkata ditengah makan malam mereka. Membuat semua orang menoleh kearahnya. Termasuk Taeyong.

"Katakan saja, sayang. Apa yang ingin kau katakan?" tanya Nyonya Jung.

"Mmm.. Aku tidak ingin kembali ke Los Angeles. Aku ingin melanjutkan kuliahku disini. Di kampus yang sama dengan Taeyong hyung" Jaehyun berkata santai namun terdengar serius. Membuat semua orang di meja makan terkejut. Taeyong menatap Jaehyun tak percaya. Nyonya Jung sampai menjatuhkan sendok ditangannya. Dan Tuan Jung tersedak makanan.

"APAAAA?!

TBC


Hallo aku datang lagi.. Hihihi.. \^^/

Thx yang udah review di chapter sebelumnya. Jangan lupa juga chapter yang ini. Hehehe.. /^^\

See you next chapter.. Bye~ ^^