Author : Raina Lee (ganti pen-name)
Cast : Cho kyuhyun
Lee Sungmmin
Etc.
Disclaimer : this story is remake from Movyssi eonni. Cast milik Tuhan, keluarga serta diri mereka sendiri.
Warning : Out of original caracter. GS for UKE. Remake story. Author abal.
IF YOU DONT LIKE IT, DONT READ. THANK YOU!
Ratting : T
p.s : happy reading... ini ceritanya aku Re-Publish, masih mau lanjut atau enggak itu tergantung kalian. Aku sih ikut kalian aja.. RnR?
Chapter 2
Preview chapter 1
###
"Ayahmu hanya meminta agar aku merawatmu dan mengurus perusahaan keluarga kita untuk sementara, yang tentunya tidak akan mungkin langsung diberikan pada gadis berumur lima tahun yang terbaring lemah di atas kasurnya, bukan? Anakku menyuruh pengacaranya untuk membuka surat wasiatnya ketika kau genap 20 tahun Sungmin-ah. Dan masalah ini, ini benar-benar pesan terakhirnya sebelum anak kebanggaanku itu menghembuskan nafas terakhirnya."
"Tentu saja sebagai seorang ayah dan kakek, aku… tidak ingin mengecewakan anakku dan menjerumuskan cucuku satu-satunya ini jatuh ketangan yang salah. Aku harap kau mengerti maksudku Sungmin-ah.." jelasnya panjang dengan raut wajah lelah yang sangat ketara di wajah tuanya itu.
"Haraboji… apa kau tahu… kau… baru saja membuatku… bingung."
###
Mendapat tanggapan seperti itu dari sang cucu malah membuat Tn. Lee terkekeh. Pasalnya, Lee Sungmin yang dikenalnya adalah gadis keras kepala yang memiliki tingkat ke-akut-an yang tinggi, tapi sekarang, gadis itu malah mengutarakan secara gamblang apa yang ada di kepalanya begitu saja.
"kau bodoh, sayang." ejekan yang di lontarkan Tn. Lee sontak menyadarkan Sungmin akan dunia nyata. Dan secara tidak sadar membuat wajahnya memerah. Antara marah dan malu.
"berhentilah tertawa, kakek, dan jelaskan maksud ucapanmu itu tadi." tuntut Sungmin keras pada sang kakek. Persetan dengan tata krama dan sopan santun. Yang dibutuhkannya sekarang hanya penjelasan akan hal yang baru saja di dapatnya.
"renungkan, sayang. Lelaki tua ini sedah terlalu lelah untuk menjelaskannya kembali apa maksud ucapannya." jawabnya santai sambil melenggang pergi meninggalkan sang cucu yang tengah di selimuti aura tak senang.
###
Sungmin memasuki kamarnya dengan emosi yang sudah berada di puncaknya. Ntah itu masalah perjodohan, alasan tiba-tiba yang kakeknya ucapkan tentang perjodohan konyol tadi -itu menurutnya- dan masalah rumah sakit bercampur menjadi satu di kepalanya.
Rasanya, Sungmin ingin sekali menangis akan segala masalah yang menimpanya. Bukan. Bukan karena dia gadis yang cengeng atau manja atau lain sebagainya, nyatanya, Sungmin hanya terlalu lelah dengan semua masalah yang mendesaknya sedemikian rupa dan tanpa bisa di bagi dengan siapa pun.
"Apa jadinya ya jika aku terjun dari sini?" gumamnya pelan sambil menerawang jauh ke dasar kolam renangnya -yang kedalamannya setinggi 3 meter- yang secara langsung tepat berada di bawah balkon kamarnya -lantai 2.
"..."
Sudah 30 menit berlalu dalam sunyi, Sungmin hanya menatap tanpa adanya pergerakan sedikit pun. hingga akhirnya hanya helaan nafas yang terdengar dari mulutnya.
'tok.. tok... tok...' pintu kamarnya terketuk pelan.
"Siapa? masuk saja." perintahnya dengan sedikit berteriak. pasalnya, jarak pintu kamarnya dengan balkon -tempat sekarang dia berada- cukup jauh.
Lama Sungmin menunggu, tapi tidak ada siapa pun yang masuk. 'mungkin hanya maid yang ada perlu' fikirnya santai. Hingga dentingan suara jam dikamarnya membuatnya bangkit, beniat untuk masuk dan beristirahat. Tetapi...
"Hai!" sapa seorang pria yang tengah terduduk santai di tempat tidur miliknya.
"K-kau..."
###
Kyuhyun hanya menatap berkas yang tertumpuk 'manis' di hadapannya kosong. Tentu, fikirannya sedang tidak disini. Otaknya sedang bercabang akan beberapa hal. Dan lagi, hal yang baru saja di dengarnya terasa tiba-tiba, membuat kerja otaknya semakin bercabang dan melambat.
"U-uh... Sial!" umpatnya frustasi. Diremasnya kencang rambut coklat gelap miliknya -yang sedari tadi sudah terlihat berantakan- menjadi semakin berantakkan.
"Ming... Mianhae..." dan hanya itu yang terlontar dari bibirnya sambil menatap langit senja di balik kaca ruang kantornya.
Flashback.
'Oppa...'
'Hn?'
'Oppa suka apa?'
'Hn?'
'Apa yang oppa suka?'
'Aku suka game, kau tahu itu, Ming.'
'Bukan itu maksudku!'
'Lalu?'
'Seperti ini, aku suka menatap langit.'
'Kenapa?'
'Karena kata eomma, jika kau ingin menyampaikan sesuatu kepada seseorang, lihatlah langit, dan ungkapkan pesanmu, lalu biarkan angin yang berhembus membawa pesan itu kepada seseorang disana.'
'Dan kau percaya? Lucu sekali.'
'Yak! Tentu saja aku percaya! Karena eomma tak pernah berbohong padaku!'
'Oh.'
'Jadi, oppa..'
'Kau.'
'Huh?'
'...'
Flashback end.
"Kau mempercayai hal aneh, Ming. Tetapi entah kenapa aku menyukainya. Dan sekarang..."
'bogossiposeo, Ming. Jeongmal.'
"...aku melakukannya."
###
Sungmin hanya tergagap begitu melihat pria yang dengan santainya tengah berduduk-duduk-ria di ranjangnya, dan butuh beberapa detik untuknya mendapatkan akal sehatnya kembali yang beberapa saat tadi sempat 'terbuang' ke lutut begitu melihat sang pria tadi.
"apa yang kau lakukan disana, Ikan?" tanyanya yang terdengar ramah dan tentu saja tidak lupa senyum manis lima jarinya, dan sudah pasti akan terdengar berbeda begitu orang lain yang mendengar serta melihat senyum mematikan miliknya, tak terkecuali pria di hadapannya sekarang. Lee Donghae.
"o-oh, santai, Min, aku hanya sedang berkunjung..." balas sang pria dengan ragu, sambil terbangun dari duduknya yang kikuk begitu melihat aura yang di keluarkan Sungmin sangat gelap dan menakutkan. Ingat kalau Sungmin sedang dalam kondisi yang... buruk?
"oh ya? Tapi adakah pria yang berkunjung di malam hari dan tengah terduduk santai di ranjang si wanita, Lee Donghae?" tanyanya tenang, meski tak menghilangkan kesan tajam nan menusuk dari nada bicaranya yang ceria.
"i-itu..." Donghae hanya meringis kecil. Pasalnya, dirinya tidak bisa membalikkan pernyataan Sungmin tadi. Meski nyatanya dirinya itu masih berstatus saudara dengan gadis itu.
"pergilah. Aku sedang dalam mood yang buruk. Kau tahu itu." Usir Sungmin pada Donghae, yang tentu langsung di turuti oleh Lee Donghae, tanpa banyak tanya lagi.
BRAKK
Bantingan suara pintu kamar, telah menandakan bahwa Donghae telah pergi dari kamarnya. Dan tanpa sadar, Sungmin menghela nafasnya berat. 'dilema yang menghadang, bunuh diri atau membunuh orang? Membunuh? Bagus juga..'
To be continued...
N.P :
Hiii, aneh ya? Maafkan aku yang nge-remake ff movyssi-eonni jadi jelek. Padahal cerita aslinya bagus. Huhu.. tapi kalau misalkan ada yang masih mau lanjut bakal tetep aku lanjutin kok, kalo enggak ya udah, hehe. Oh ya, yang ku maksud dengan remake disini bukan Cuma ganti pemain atau latar tempat aja ya, melainkan semua chap, makanya aku minta maaf kalo hasilnya jelek. Aku mau mengucapka terima kasi utuk semua yang baca cerita remake abalku ini, thank you sooooo much dear, love ya... Well, aku masih butuh banget kritik dan saran dari kalian, jadi, apa kalian berkenan untuk membantuku menjadi yang lebih baik lagi? RnR?
Flykiss for : kmskjw21 . TiffyTiffayLee . Heldamagnae . Cho Hyun Ah SparKins . HeeKyuMin91 . ada yang namanya mau di tulis juga?
Big Love
Raina Lee.
