.
.
.
.
I NEED YOU
.
.
.
.
Author : Gelda Lee
Genre : Hurt/Comfort, Friendship
ON-GOING
cast:
-All BTS Members
-SPECIAL CAST: EXO-K
Disclaimer: I don't own the cast, I just use their name for my story
NOTE!
Tanda ' digunakan untuk dialog yang ada dipikiran tokoh [monologue, tulisan dalam surat, dll]
Tanda menunjukkan lirik lagu (Karena masih dikaitkan dengan MV 'I Need You' , prologue, dan beberapa MV lain)
"ENYAH DARI HADAPANKU BOCAH!"
"Yoongi Hyung, kurasa aku akan pergi.. maafkan aku.."
(chapter 1 – I can't live without you)
Beberapa minggu semenjak kejadian itu, mereka semua berubah drastis. perubahan terbesar terjadi pada Jungkook dan Yoongi yang memang paling terpukul dengan kejadian ini. Jungkook berubah menjadi lebih pendiam dan lebih pemurung dari biasanya. Perubahan Yoongi lebih parah, dia sering sekali datang ke markas dalam keadaan mabuk dan tak jarang melukai mereka semua.
|Neon nae hanappunin taeyang sesange ttak hana |
"ENYAH DARI HADAPANKU, KALIAN KEPARAT!" teriak Yoongi. Untuk kesekian kalinya dia datang ke markas (trailer) dalam keadaan mabuk dan merusak barang-barang yang ada didalam trailer. Tentu saja, mereka hanya membiarkan Yoongi mengamuk karena jika mereka berusaha menghentikan Yoongi bisa-bisa nyawa yang jadi taruhannya.
|Neol hyanghae pieotjiman nan jakku mokmalla|
"Hyung, bisakah kau menghentikan ini..." gumam Jungkook. Yoongi menoleh kearah Jungkook."Berhenti? untuk apa aku harus berhenti? JANGAN MEMERINTAHKU BOCAH!" teriak Yoongi sambil melempar kursi kearah Jungkook yang untungnya meleset dan mengenai kaca didalam trailer.
|Neomu neujeosseo neujeosseo neo eopsi sal sun eopseo |
"MIN YOONGI! APA YANG KAU LAKUKAN BAJINGAN!" teriak Jin frustasi. Saat itu memang hanya mereka bertiga yang berada didalam trailer, Jin sempat berfikir untuk menghajar Yoongi agar anak itu sadar. Sebelum dia maju untuk menyerang Yoongi, dia sudah dihadang oleh Jungkook yang seolah mengatakan 'biar aku yang urus ini'.
| Gajiga mallado deo himkkeot soneul ppeodeo |
Jin menatapnya ragu, kemudian mengedikkan bahu dan keluar dari trailer, entah kenapa dia tidak mau mengganggu mereka. Sebenarnya Jin bisa saja membantu Jungkook ,tetapi nalurinya berkata lain. 'semoga tidak terjadi sesuatu...' batinnya.
| Deo ttwige haejwo
Nareul deo ttwige haejwo |
"CUKUP HYUNG!" teriak Jungkook sambil memeluk Yoongi, berusaha menghentikannya. "ENYAH DARI HADAPANKU BOCAH!" teriak Yoongi yang langsung mendorong tubuh Jungkook hingga dongsaengnya itu membentur dinding trailer.
| Du bare sangcheoman gadeukhaedo |
"ukh.." ringis Jungkook, tenaga Suga memang terkadang mengejutkannya. "Jinjjayo, KEUMANHAE (hentikan) Hyung!" teriaknya. Jungkook langsung berdiri dan meninju Yoongi sampai dia terpental dan menabrak pintu. Kesabaran Jungkook benar-benar sudah mencapai batasnya.
Tentu saja Yoongi tidak terima dengan perlakuan Jungkook. Dia langsung berdiri dan meninju badan Jungkook berkali-kali, kemudian menendang namja yang lebih muda darinya itu dan berlari keluar trailer.
"ukh.. Hyu-hyung..." lirih Jungkook. Dia langsung keluar ruangan dan berusaha mencari Yoongi agar permasalahan ini cepat selesai.
| Ni eolgulman bomyeon uneun nanikka |
At Seoul Downtown
| It goes round & round na wae jakku doraoji |
Jungkook terus berjalan menyusuri Downtown demi mencari Yoongi. dia sesekali meringis karena pukulan yang diberikan Yoongi tadi.
"Huft, sialan. Kalau saja ada TaeTae hyung, dia pasti sudah mengobatiku.." gumam Jungkook. Dia ingat kebiasaan hyung kesayangannya itu.
Walaupun Taehyung tidak terlalu menunjukkan perhatian pada dirinya seperti Jimin, tetapi Jungkook tau kalau Taehyung sangat sayang dan perhatian padanya.
"Hyung-" gumam Jungkook. Dia benar-benar merindukan Taehyung. Jungkook benar-benar hanyut dalam pikirannya sendiri sehingga dia tidak melihat sekitar dan menabrak seseorang. Jungkook tersadar dari lamunannya dan berbalik untuk meminta maaf pada orang itu.
| I go down & down ijjeum doemyeon naega baboji |
"ah, maaf-" Jungkook tercekat, tidak percaya saat melihat wajah orang yang ditabraknya-
-orang yang saat ini sedang dia pikirkan, Taehyung.
"T-taeTae Hyung?" gumam Jungkook tak percaya. Namja yang dipanggil 'Taehyung' itu hanya mengernyit kebingungan. "Taehyung? Namaku Baekhyun.." kata namja yang mengaku bernama Baekhyun itu. Jungkook agak kecewa, 'tentu saja.. tidak mungkin dia kembali' pikirnya.
"maafkan aku, sepertinya aku salah mengenalimu dengan orang lain" sahut Jungkook yang langsung membungkuk dan berjalan meninggalkan Baekhyun. Tiba-tiba, Baekhyun mencengkram pergelangan tangan Jungkook.
"siapa bilang aku akan melepaskanmu? Kau punya urusan denganku.." gumam Baekhyun. Jungkook menepis tangan Baekhyun," wae? Karena aku menabrakmu? Aku sudah minta maaf tadi" sahut Jungkook ketus.
Baekhyun menyeringai, "soal itu aku masih toleransi.. tapi aku berubah pikiran saat kau menyebutkan nama Taehyung,yang berarti kau mengenalnya. Ikut aku bocah!" Baekhyun langsung menarik rambut Jungkook dan menyeretnya. Sebenarnya Jungkook bisa saja menghajar Baekhyun, tetapi luka yang dibuat Suga tadi membuatnya sulit untuk mengeluarkan tenaganya.
| Na museun jiseul haebwado eojjeol suga eopsdago |
At Baekhyun's secret hideout
Baekhyun langsung menghempaskan tubuh Jungkook dan membentur dinding. Jungkook meringis, sebenarnya apa yang terjadi disini?
Jungkook melihat ke sekeliling beberapa namja lain selain Baekhyun, mungkin sekitar 5 namja lain.
"hei Byun, siapa bocah ingusan itu?" sahut namja bermata bulat yang berdiri tidak jauh dari Baekhyun. Baekhyun menyeringai, "anak ini tau soal Kim Taehyung. Kyungsoo, kau mau menyiksanya duluan?" gumamnya. "sungguh? Well, kali ini aku akan menikmatinya.." Kyungsoo tersenyum misterius sambal menatap sinis kearah Jungkook.
"kalian semua keparat.." gumam Jungkook. Rambutnya langsung dijambak lagi, kali ini oleh seorang namja berkulit tan. "hee,berani sekali kau bocah. Sudah bosan hidup hah?!" namja itu langsung mencekik Jungkook tanpa ampun.
"whoa, calm down Jongin. Kita masih membutuhkan anak ini dalam keadaan hidup, kalau semua sudah selesai kau boleh menghabisinya" sahut namja berparas angelic yang sayangnya memiliki sifat yang jauh dari dia Leader dari kelompok ini, karena Jongin langsung melepas cengkramannya dari leher Jungkook. Jungkook merosot ke tanah dan Jongin menyeringai senang.
Namja itu berjalan mendekati Jungkook dan langsung menendang perut Jungkook. "aku mengenalimu. Kau Jungkook, anggota Bangtan tempat si Kim Taehyung keparat itu.." gumamnya. Jungkook mendongak agar bisa melihat wajah namja itu lebih jelas, dan tentu saja dia langsung mengenali orang yang seenak jidat menendang perutnya.
Namja itu bernama Kim Joonmyeon atau Suho, Leader dari EXO yang merupakan musuh bebuyutan mereka. Mereka membenci semua anggota Bangtan, terutama pada Taehyung yang memang selalu mencari masalah dengan mereka.
| Bunmyeong nae simjang, nae maeum, nae gaseuminde wae mareul an deutnyago |
"cih, lama tak bertemu bantet. Percuma saja kau mencari TaeTae hyung, dia sudah tidak ada.." sahut Jungkook sinis. Sungguh, kalau saja dia tidak terluka mungkin dia akan menghajar wajah memuakkan Suho. Suho kembali menendang perutnya, "apa maksudmu dia tidak ada bocah? Jangan main-main kau" geramnya.
Jungkook tersenyum remeh, "dia tidak ada. Sudah mati, sesuai keinginanmu kan? Dan lagi aku tidak berbohong, silahkan cek kuburannya kalau kau mau" kata Jungkook, berusaha menekan kegetiran yang jelas dalam suaranya. Dia benci mengatakan hal itu tapi dia sedang berada di ujung tanduk, what choice did he have?
Hening sesaat, semua orang yang ada disana membeku seketika. Informasi dari Jungkook benar-benar mengejutkan. Tiba-tiba, Suho terkekeh mengerikan. "jadi bocah bangsat itu sudah mati? Baguslah, memang itu ganjaran yang pantas.." gumam Suho. Jungkook benar-benar ingin menghajar Suho sampai mati sekarang kalau saja dia bisa bergerak. Luka ditubuhnya seakan mengunci semua pergerakannya.
"hmm, tadinya aku ingin membiarkanmu bebas. Kurasa aku berubah pikiran. Chanyeol, Sehun, tahan tubuhnya. Yang lain, mari kita siksa dia perlahan" Suho menyunggingkan senyum kemenangan. Dua namja tinggi bernama Chanyeol dan Sehun langsung mengangkat badan Jungkook dan mengunci pergerakannya. Sebenarnya agak useless karena Jungkook sendiri sudah tidak bisa bergerak. Jungkook menutup matanya, 'kurasa ini akhir hidupku.. maaf Hyungdeul' pikirnya. Pukulan dan tendangan mendarat di beberapa bagian tubuhnya. Jungkook sudah tidak bisa merasakan apapun selain kesakitan yang sangat besar. Dia sudah bisa merasakan ajal akan menjemputnya, sebelum-
"BANGSAT! LEPASKAN DIA!"
-dia diselamatkan oleh sebuah teriakan.
| Tto honjamalhane (tto honjamalhane)
Tto honjamalhane (tto honjamalhane)|
Semua orang langsung menoleh kearah sumber teriakan yang berasal dari pintu yang sudah dibuka –ralat- didobrak oleh seseorang. Pelaku pendobrakan dan teriakan itu adalah Yoongi. Nafasnya memburu, raut wajahnya menunjukkan kemarahan dan kebencian yang dalam.
"cih, ada pengganggu." gumam Sehun. "mencoba menjadi pahlawan eh? Dasar bocah ingusan" sindir Chanyeol. Yoongi tidak menghiraukan sindiran barusan. "APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA DONGSAENGKU KEPARAT!" teriak Yoongi, dia benar-benar marah karena merasa gagal melindungi Jungkook yang sudah dia anggap seperti adik kandungnya.
Suho mendecih, " apa yang kami lakukan? Harusnya kami yang menanyakan itu padamu. Keadaan anak ini sudah parah saat kami bertemu dengannya dan kami hanya membuatnya 'lebih baik'.. " sahut Suho. Yoongi menggeram, tentu saja dia tau apa yang terjadi. Kejadian saat dia melukai Jungkook membuat perasaannya semakin buruk.
Yoongi langsung berlari dan menyerang Suho. Semua langsung berlari untuk membantu Suho, meninggalkan Jungkook yang sudah terluka parah. 6 lawan 1memang bukan jumlah yang seimbang, tapi jangan remehkan seorang Min Yoongi. Dalam sekejap, dia bisa membuat semua anggota EXO terluka.
"cih, mundur semuanya! Tunggulah Min Yoongi, kami akan membalasmu!" teriak Suho. Mereka langsung berlari keluar meninggalkan Yoongi dan Jungkook. Yoongi menghela nafas sejenak, lalu berlari untuk menolong Jungkook. Keadaan Jungkook benar-benar parah, banyak luka lebam diseluruh tubuhnya, beberapa bahkan sudah mengeluarkan banyak darah.
"hei,gwenchana?" Tanya Yoongi sambil menopang badan Jungkook. "aku baik-baik saja. Saking baiknya aku jadi ingin meninjumu sekarang" Jungkook terkekeh. Yoongi tersenyum lemah, sempat-sempatnya dia bercanda disaat seperti ini. "tidak sebelum aku menghajarmu duluan. Kajja,kita pergi dari sini" Yoongi langsung membantu Jungkook berjalan keluar dari ruangan.
|Neon amu mal an hae a jebal naega jalhalge
Haneureun tto parahge (haneureun tto parahge) |
At Seoul Downtown
Yoongi masih menopang Jungkook sambil mencari rumah sakit terdekat. Dia benar-benar khawatir dengan keadaan Jungkook. Saking khawatirnya, dia tidak memperhatikan jalan. Mereka menyebrang saat ada mobil yang melaju dari arah berlawanan. Saat Yoongi sadar ada mobil yang akan menabrak mereka, dia sudah berniat mendorong Jungkook agar dongsaengnya itu selamat. Tetapi Jungkook lebih cepat, dia mendorong Yoongi dan membiarkan dirinya tertabrak.
|Machi nabireul jjoccdeut kkum sogeul hemaedeul|
Tubuh Jungkook terhantam mobil dan terhempas beberapa meter dari tempatnya berdiri tadi. Tubuh Jungkook sudah setengah hancur, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menolongnya.
Yoongi langsung berlari menghampiri Jungkook. Dia berteriak meminta pertolongan sambil berusaha menolong Jungkook dengan cara apapun yang dia bisa.
Jungkook tidak bisa merasakan apapun, bahkan rasa sakit pun tidak. Semua terasa seperti mimpi, dia bisa mendengar teriakan Yoongi yang meminta bantuan. Jungkook mencoba menggerakkan anggota tubuhnya, tidak ada yang terjadi. Dia mencoba membuka matanya, tetapi pandangannya terhalang oleh darah yang mengalir dari kepalanya.
Jungkook tau, riwayatnya sudah berakhir. Tidak ada seorang pun yang bisa menolongnya. Kilasan-kilasan mulai bermunculan, saat dimana dia lahir, saat dia bermain dengan orang tuanya, dan saat pertama kali bertemu dengan sahabatnya.
|Neoui heunjeogeul ttaraga|
Jin yang cerewet layaknya umma, Yoongi yang kasar dan cuek tetapi sebenarnya punya perhatian yang besar, Namjoon yang pintar dan mengayomi layaknya seorang leader sejati, Hoseok yang selalu terlihat positif dan selalu sukses memberikan keceriaan, Jimin yang terlalu terobsesi dengannya, dan tentu saja... Taehyung yang merupakan hyung alien kesayangannya.
Jungkook juga melihat kenangan mereka saat tertawa, menangis, bertengkar, bermain, berbuat keonaran, Jungkook ingat semuanya.
|Gireul allyeojwo nal jom meomchwojwo|
Mungkinkah ini yang disebut kilasan yang akan kau lihat saat menjelang kematian? entahlah, yang jelas Jungkook benar-benar bersyukur karena dia masih bisa melihat dan merasakan itu semua untuk yang terakhir kalinya.
"Yoongi Hyung, kurasa aku akan pergi.. maafkan aku hyung, Jin hyung, Namjoon hyung, Hoseok hyung, Jimin hyung. TaeTae hyung... bogoshippo... " gumam Jungkook terbata-bata.
Jungkook tersenyum dan menghembuskan nafas terakhirnya disana, di pangkuan Yoongi yang langsung memeluk tubuhnya dan menangis.
|Nal sumswige haejwo|
TO BE CONTINUED
Kayaknya banyak yang agak kecewa sama chapter ini, jadi gue revisi ulang dan diperbaiki lagi ^^ apa masih ada letak kesalahan dalam penulisannya? Kalau masih ada kesalahan, jeongmal mianhae T_T chapter 2 siap dipublish, just wait for it :3 once again, I need your review guys. Tolong jangan jadi siders, karena gue masih membutuhkan pendapat kalian agar fanfiction ini jadi lebih baik lagi J
Regards,
Gelda Lee
