VIRTUE TWO,TEMPERANCE (KAGAMI TAIGA)
"Kagami-san, ayo cepat kita pergi! Aku ingin cepat pulang!" [Name] berkata kepada Kagami yang masih berjalan di belakangnya dengan santai, tidak terlihat terburu-buru seperti perempuan di depannya itu.
"Santai saja, [Name]. Memangnya kamu ada perlu apa sampai perlu cepat-cepat pulang?" Kagami bertanya dengan bingung, membuat perempuan berambut [hair color] berubah merah dengan alasan entah kenapa, dan Kagami sendiri menjadi gugup. "O-Oi, apa yang kamu rencanakan?" tanya Kagami dengan sweatdrop di belakang kepalanya.
"..et." [Name] menggumamkan sesuatu yang tidak bisa didengar.
"Kamu bilang apa?" tanya Kagami bingung.
"Aku tidak bisa makan setelah jam 8, karena aku sedang diet, Bakagami!" [Name] berteriak dengan wajah yang merah, membuat Kagami melihatnya dengan tidak percaya. "K-Kenapa kamu melihatku seperti itu!?"
"...Kamu hanya memikirkan hal bodoh seperti itu?" tanya Kagami dengan mudah, membuat [Name] semakin memerah, bahkan hampir saja mengeluarkan air mata yang sekarang menggenang di matanya.
"Bakagami memang bodoh! Kamu tidak mengerti perasaanku, kamu tahu!?" [Name] kembali berteriak sambil memukul tangan laki-laki berambut merah itu, sebelum berlari pergi—atau itulah yang dilakukannya kalau Kagami tidak memegang tangannya dengan erat dan membuat dirinya sendiri berubah merah. "A-Apa...?"
"A-Ayolah, sebentar lagi kita sampai di Maji Burger! Temani aku sebentar saja, [Name]!" Kagami berkata dengan wajah yang merah, tapi [Name] masih tetap ngambek dan sekarang memalingkan wajahnya dari laki-laki itu.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka berjalan ke Maji Burger—dengan kesunyian yang canggung dan tegang. Kagami tidak berani mengatakan apa-apa karena saat melihat wajah [Name], dia mengingat apa yang dikatakan oleh ayahnya.
"Ingat, Kagami! Kamu tidak boleh membuat kesal seorang perempuan yang menangis saat dia marah—atau kamu akan tahu akibatnya..."
Dan Kagami bahkan tidak ingin tahu kenapa ayahnya bisa tahu hal seperti itu.
"Selamat datang!" Salah satu pelayan restoran cepat saji Maji Burger menyapa [Name] dan Kagami saat keduanya masuk ke dalam restoran itu, dan Kagami langsung berjalan ke kasir sedangkan [Name] pergi untuk mencari tempat duduk.
[Name] masih mengambek dengan menggembungkan pipinya saat Kagami sudah selesai memesang dan duduk di seberang perempuan itu. Dia bahkan sama sekali tidak menyadari keanehan yang ada di depan laki-laki berambut merah itu sampai akhirnya [Name] memutuskan untuk melihat Kagami.
"E-Eh? Kamu baik-baik saja, Kagami-san?" tanya [Name] dengan khawatir saat melihat benda di depan Kagami—hanya ada lima burger disana, dan bahkan minuman yang dipesannya ukuran biasa. "Kamu tidak membenturkan kepalamu dengan sengaja saat latihan basket atau sesuatu semacam itu kan?"
"Kenapa aku melakukan hal seperti itu?" Kagami bertanya dengan sweatdrop di belakang kepalanya, sebelum dia berubah merah karena ingat kalau dia harus menjelaskan tentang apa yang dia lakukan. "Y-Yah, kamu tahu..."
"Hm?"
"K-Kamu bilang kalau kamu sedang diet, jadi kupikir aku harus makan yang biasa-biasa saja untuk sekarang..." Kagami bergumam dengan wajah yang semerah rambutnya sendiri, membuat [Name] terkejut.
"Kagami-san..." [Name] berkata dengan wajah tidak percaya, sebelum akhirnya dia tertawa, membuat wajah Kagami yang mulai mereda tadi kembali berubah merah lagi. "Terima kasih." [Name] berkata sambil tersenyum.
"J-Jangan melihatku seperti itu!"
Dan pada akhirnya kedua orang itu menghabiskan waktu yang menyenangkan berdua, bahkan saat Kagami menjelaskan kalau dia mengajak [Name] ke Maji Burger karena dia tidak ingin perempuan berambut [hair color] itu pulang sendiri semalam ini, dimana [Name] berubah merah dan tertawa kecil saat mendengar ini.
..
..
..
..
"Tapi, kamu tahu, Kagami-san..."
"Mmph? Adhwa apha?"
"...Lima burger itu masih banyak, bahkan untuk orang biasa."
"Eh? Orang biasa tidak makan sebanyak ini...?"
