A/N: OKEFIKS CAPEK bENERAN GUE. Dalam chapter ini bakal ada bumbu Kidokano dikit... Gak dikit juga sih. gak apa-apa ya? Maklum aye idenya gak banjer neh :( terus ceritanya gak jelas demi dah. Biarin yang penting update!

Suasana basecamp Mekakushi-dan menjadi rada hibring ajigile ketika salah satu anggota dari mereka ada yang sudah isi alias hamil.

"MARRY-CHAN! BASKOM MANA BASKOM?! KANO MAU MUNTAAAHHH"

"T-TUNGGU SEBENTAAARRR, A-AAAAHHH..." Perempuan medusa ini malah menjatuhkan baskom lantaran menginjak rambutnya sendiri, lalu mental. Nasib Rapunzel Mekakushi-dan ya...

"H...hmmpp..."

"ASTAGA KANO TAHAN BENTAR! Aduh Marry ini. Cckkckckckc" sang figur emak pun berusaha tegar dan lapang dada walaupun dirinya juga puyeng tujuh komplek lantaran ngurusin anggotanya yang udah rada-rada. Dirinya membantu Kano membawa ke kamar mandi.

"Kisaragi, kau urus Marry"

"B-baik.. Maaf Danchou-san..." Sang idol merapikan baskom yang dijatuhkan Marry dan membantu gadis malang itu bangun.

Sementara itu di kamar mandi, Kido memijat pelan lehernya supaya Kano bisa memuntahkannya dengan lancar.

"Huh... Sudah berapa kali kau muntah hari ini coba..."

"...Maaf Tsubomi. Aku sudah menyusahkanmu" desah Kano yang sedang membersihkan mulutnya.

"Gak perlu minta maaf. Tiap hari kamu melakukannya, dan aku sudah kebal"

JLEB!

"H...hahhahahhaaha..."

"Malah ketawa lagi. Sana kamu tiduran! Biar kubikinin makanan"

Sang Pirang hanya bisa menuruti keinginan dari ketua. Dia hanya berbaring di sofa, menikmati mulas hebat di perutnya. Kurang lebih janinnya sudah berumur 2 bulan, tentu sedang masa-masa adaptasi Kano dengan janinnya.

Hanya meratapi nasibnya yang sekarang. Dia tidak bisa bebas kawan, gimana mau jalan? Mau gerak sedikit aja rasanya mager gila. Sedikit-dikit pinggangnya kesemutan, pegal-pegal kalau nggak ya mual, terus muntah, panik semua orang. Haduh, semua pihak hanya bisa berujar "capek deh".

Shuuya Kano, 20 tahun, sangat rindu dengan kebiasannya yang dulu, bisa menyindir dan berceloteh ria dengan riang gembira, menjahili hampir semua anggota, membuat emosi dan susah antar anggota. Namun semua itu hanya impian belaka karena Kano harus benar-benar menjaga sikapnya, karena Kano tidak ingin anaknya nanti berwatak dan bernasib sama seperti ibunya. Kalo nggak iseng baca majalah, ya tiduran. Duh, kasian banget ya si kucing garong ini.

Semua itu ia lakukan, karena dia tidak mau Kousuke tersayangnya kecewa. Karena semenjak Kano hamil, Seto makin lembur karena menambah jatah kerja demi Shuuya-nya. Padahal yang ada mah jatah kerjanya dikurangi biar bisa memberikan banyak perhatian kepada kekasihnya yang sedang mengandung.

Sudahlah, tambah frustasi kalo aku mikir begituan. Mending tidur aja

Batin Kano hanya bisa berucap demikian. Ia berhasil menenggelamkan nyawanya sementara di lautan mimpi. Sementara seorang perempuan bersurai hijau hanya memandangnya sejenak, ia menyelimuti si pirang dengan selimut yang baru dicucinya.

Sayang kau sudah diambil oleh Kousuke duluan, pasti sepi banget tanpamu. Tapi syukurlah beban hidupku udah berkurang.

Sang Kelopak Bunga hanya bisa tersenyum tipis memandang teman yang paling dekat dengannya itu.

Sekitar 3600 detik si Pirang tertidur, lalu kembali membuka kelopak mata kucingnya. Sejenak mengamati keadaan sekitar, dilihatnya di seberang sofa yang ditidurinya, seorang gadis keturunan medusa tengah asyik membaca suatu doujinshi yang sepertinya isinya sih yaoi. Menyadari dirinya tengah diamati, Marry memandang pemuda pirang itu.

"Oh Kano, sudah bangun ya?" Tanyanya seraya tersenyum tipis

Masih masang tampang sengak dan bengak lantaran abis tidur, Kano hanya melenguh tipis merespon Marry.

"Kousuke sudah pulang?"

"E-eh?! Seto ya... Belum nih..."

Kecewa mendengar pernyataan Marry, Kano memasang muka mewek.

"Kousuke mana sihhh... Aaaahhhh... Aku kesepian... Uuuhhhhhh!"

Si pemuda kucing itu mengeluh rewel-rewel sendiri karena sosok yang sudah "mengisinya" tidak ada di sampingnya. Sampe guling-guling di sofa dan lantai, tanpa rasa malu. Marry hanya sweatdrop dan kemudian panik melihat pemandangan itu.

"D-duh...Seto mana... Aaa... Seto... Aaaa Kidooo... Kido manaaaa"

Suasana makin menjadi ketika sang Danchou pulang belanja, sejenak hening melihat muka Marry yang panik luar bisa.

"K-kidOooo! K-kano...a-aa..."

"E-eh?! Tenanglah Marry. Ada apa dengan Kano...?"

"Kano...Kano berendam di kamar mandi sambil menangis nungguin Seto. A-aku m..menghiburnya dengan secangkir teh tapi tehnya malah dia tumpahin...aku...aku... Bingung gimana ngatasinnnya..."

Awalnya sang Danchou tidak percaya, namun setelah melihat keadaan rumah yang sangat berantakan membuat dia ingin menubruk kepalanya sendiri di dinding. Namun sebagai ketua, dan juga ibu rumah tangganya Mekakushi-dan, ia harus bisa bertindak bijaksana.

"Marry, kau telepon Seto lalu kembali ke kamar. Biar aku yang ngurusin ini"

Tanpa berkata apapun Marry menuruti kata sang Danchou. Sedangkan Kido bergegas ke kamar mandi melihat keadaan Kano. Ternyata benar, dia sedang meratap di kamar mandi dengan keadaan shower mengguyur badannya.

Biasanya kalo Kano berbuat bandel, si gadis berambut hijau ini akan menghajar Kano tanpa ampun. Tapi Kido mesti melihat keadaan Kano, jadi dengan keadaannya yang seperti ini, Kido harus berbuat selembut mungkin. Dan hal itu mungkin akan menyiksa batin Kido karena selama beberapa bulan ke depan, sang Danchou tidak bisa menghajar si Pirang dengan leluasa.

"Shuuya..." Ujar Tsubomi memanggil nama kecilnya. Yang dipanggil langsung memandang wajah sang Tsubomi.

"...Kousuke mana... Aku rindu dengannya..."

"Kousuke pasti pulang kok. Kan dia bekerja demi kamu. Mana mungkin dia pergi kemana-mana"

"...tetep aja aku rindu..."

"Iya iya, aku tahu. Sekarang kamu jangan jongkok dan basah-basahan begini. Sana ganti baju, nanti aku beri handuk dan nelpon Kousuke"

"...makasih Tsubomi..."

Kano membentangkan tangannya, ingin memeluk Kido. Namun Kido malah menghalangi Kano.

"Kalau Kousuke lihat gimana? Nanti dia gak pulang lagi lho"

"H-heee... M-maaf maaf maaf~" Si kucing hanya sweatdrop mendengar pernyataan Kido. Ia bangkit dan bergegas ke kamarnya. Sedangkan Kido kembali ke ruang tengah yang sepertinya lebih cocok disebut kapal pecah, untuk mengembalikan kembali panggilan "ruang tengah" itu.

Ternyata kalo cowok hamil, tetep aja meliar ya...

Menjelang tengah malam, sosok Raven bertubuh tinggi memasuki mansion yang penghuninya sudah terlelap. Ia menyalakan lampu, matanya tertuju kepada pemuda pirang yang tengah tertidur di atas sofa. Duduk di sebelahnya, menggoyangkan tubuh itu dengan penuh perasaan.

"Shuuya...bangunlah~ siapa nih yang datang?"

Merasa terganggu karena tubuhnya digoyangkan, Kano mengucek matanya dan melihat sosok di hadapannya.

"Kousuke~~~" sang pemuda pirang memeluk tubuh besar itu layaknya tidak bersua selama puluhan tahun. Seto membalas pelukannya, dalam hati ia merasa terharu karena kekasihnya rela menunggu kepulangannya sendirian di ruang tengah.

"Kenapa kamu tidur disini? Kan dingin lho..."

"Tak apa dingin, asal bersamamu aku tetap merasa hangat~"

Wajah Seto memerah mendengarnya. Sosok yang didekapannya masih memeluknya erat, dengan muka manja-manja ababil yang sangat-sangat kelewat cute itu membuat sang Raven merasa gemas ingin mencium wajah kucing itu.

"Kousuke~ mau bobo..."

"Siap kapten, hahaha!"

"Gendong..."

"H-heeeeee...?!"

"Kousuke, gendong aku..."

"U-um... Baiklah~"

Sang Raven mengangkat tubuh pemuda yang lebih kecil darinya itu menuju kamar. Duh malem-malem masih ada aja ya yang cem-ceman. Kousuke membentangkan tubuh Kano ke tempat tidur dan menyelimutinya. Seraya bertukar kecup, mereka berdua akhirnya bisa mengakhiri hari yang rumit ini dengan lantunan dengkur malam. Mimpi indah, kalian.

Bersambung

A/N BACOTERS: Maaf ya gais (?) chapter ini plotnya super gak jelas karena gak ada ide samsek hueeeee, bikinnya abis mid pula jadi BuSET dah udah lama bener!. Jadi untuk menembus kesalahan saya di chapter ini /hetazekbahasague, di chapter selanjutnya semoga aja ceritanya jadi gak terlalu se-tIJEL (tidak jelas) chapter ini. Doain aja, 5 chapter beres dah. Kalo bisa 4 aja cukup kalo otak udah buntu.

Mentang-mentang mekaactor udah tinggal kenangan, asupan Setokano jadi ikutan menama(?) neh, gimana sih! sedih gue :') Yang ngupload ff Setokano dilanjutin dong hue cedihakukakacupankulangelah! . Terus yang minta link mpreg!setokano bisa di search di pixiv 'setokano' pake huruf katakana terus cari aja yang usernya id nya nomer 6563047. Itu bahasa jepang loh gueajangertinyadarigambarbukanceritanya, tapi itu yang part 1 tagnya r-18 kalo mau baca yang r-18 mesti punya akun pixiv terus di setting biar bisa buka yang r-18 /HEHSESATLO!.

oh iya gais, namanya hamil pasti ada anaknya kan?! bantuin gue dong anaknya mau gimana, mau single apa double apa kembar atau kembar siam sekalian atau brojol langsung 11 anaknya /BUSET mau cewek mau cowok terus namanya nama jepang nama bule apa nama indo sekalian /thor. POKOKNYA REVIEW AJA DEH! BENER BENER satu kata aja udah bantu gue banget, fav dan follownya jangan pelit pelit ya wkwkwk. Udah ah capek ngomong, eh maksudnya ngetik deng.

salam seksi, dengan kekuatan setokano insya allah

cha bye