Man in Love (Anime Boy sekuel)
Pair: V-Kim Taehyung, Jeon Jungkook, etc
Romance/Friendships/Schoolife
YAOI, BL, BOY X BOY, TYPHOS, ABAL, OOC
.
.
.
An X is kiss for a soft kiss
An O is for a circled hug
Maybe you already know
(EXO-XOXO)
...
Sekuel 2: One on One
"Umm.. senpai, hentikan.." Suara erangan Jeon Jungkook terdengar menggema di dalam kamar Kim Taehyung malam itu.
Dua orang lelaki duduk bersama di depan meja belajar yang berantakan oleh beragam action figure anime serta buku-buku pelajaran. Sudah pasti mereka mempunyai tujuan untuk belajar.
Namun lihatlah, ada sesuatu yang janggal dan membuat suhu kamar meningkat di malam yang sedingin es ini.
Lelaki rambut hitam bermarga Jeon terduduk di atas pangkuan sang kekasih berambut oranye, yang sekarang wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari miliknya sendiri.
Nafas terengah, kedua pipi penuhnya merona, dan dadanya naik turun dengan berantakan. Oh, jangan lupakan juga saliva yang menggantung pada bibir merahnya yang kini sedikit bengkak. Dan seme bersurai oranye di hadapannya sekarang tengah menyeringai mencurigakan sambil menjilat bibirnya sendiri.
"Kau kelihatannya tidak mau berhenti." Kim Taehyung berbisik, mendekatkan bibir pada telinga Jungkook yang telah berubah merah pekat. Melihat sang uke bergidik dan tak bisa berkata-kata, lelaki itu menyeringai makin lebar. Lidahnya terjulur keluar, siap menyapu telinga Jungkook yang tampak sangat meng—
BUAGH
"CUKUP SENPAI HENTAI!"
Tinju brutal Jungkook melayang telak pada ulu hati Taehyung. Saking kerasnya, Jungkook yakin bahwa dia telah membunuhnya. (Dan Jungkook berharap hal itu benar-benar terjadi.)
"Cukup sudah main-mainnya." Jungkook merengut, mengusap bibirnya dan bangkit untuk duduk di kursinya sendiri dengan wajah merah padam antara malu bercampur perasaan ingin membunuh orang.
"Belajar!" Dengus Jungkook, sok cool membuka-buka buku pelajaran yang sudah setengah jam terabaikan di depan mereka.
Yah.
Awalnya memang mereka berdua berniat belajar kok. Dan pelajaran mereka sudah berjalan cukup lancar selama lima belas menit. Sampai tiba-tiba Kim Taehyung bertanya kepada Jungkook mengenai satu bab yang tidak dimengertinya. Jungkook sebagai guru yang bertanggung jawab—dan terlalu polos—pun dengan baik hati mendekati lelaki itu untuk mengajarinya.
Kemudian entah bagaimana mulai dari situ Taehyung melancarkan aksi modusnya dan membuat Jungkook berakhir dalam keadaan nista di atas pangkuannya.
Sialan.
Bisa-bisanya Jungkook lupa kalau Kim Taehyung itu otaku pervert.
Mengingat kejadian itu lagi dari awal membuat Jungkook benar-benar ingin memakan orang saat ini. Rasanya sekarang dia bisa saja mencincang halus makhluk mesum yang duduk di sampingnya ini untuk diolah menjadi steak panggang atau hamburger.
"Kau tega Kook, tadi itu benar-benar sakit." Taehyung melenguh lemas, menjatuhkan kepala di atas meja.
"SIAPA SURUH MESUM, SIALAN!"
"Siapa suruh menggoda iman." Balas Taehyung bandel. "Bajumu itu terlalu tipis. Dari sini aku bahkan bisa melihat semua tubuh bagian atasmu."
Jungkook merinding ketika onyx tajam Taehyung menyapu tubuhnya dari ujung ke ujung seolah benar-benar dapat melihat apa yang ada di balik t-shirt putih polosnya. Cepat-cepat diambilnya hoodie hitam milik Taehyung yang tergantung sembarangan di punggung kursinya lalu dipakainya untuk memblok pandangan mesum si makhluk pervert.
"Hah. Sekarang kau bisa apa?" Jungkook melipat kedua lengannya di depan dada, puas.
"Aish, sekarang kau mencoba beraegyo? Mana bisa aku belajar malam ini." Taehyung mengerang tidak jelas, mengundang tatapan bingung dari Jungkook.
Apalagi yang salah coba?
Oh, seandainya Jeon Jungkook sadar bahwa dirinya sekarang jauh lebih terlihat 'mengundang' bagi Kim Taehyung si mesum tingkat dewa.
Hoodie milik lelaki yang lebih tua itu terlalu kebesaran di tubuh Jungkook sehingga jari-jarinya tenggelam dalam lengan hoodie yang super panjang. Juga raut wajah bingung serta bagaimana Jungkook mengerjapkan kedua mata bulatnya polos bagaikan anak perawan yang belum pernah dijamah itu benar-benar membuat Taehyung harus mati-matian menahan diri untuk tidak langsung menerkamnya.
"Jungkookie." Panggil Taehyung.
"Ya?"
"Daripada belajar, ayo main one on one saja."
"Eh? Seru sih. Tapi di luar kan dingin. Taman yang ada ring basketnya juga lumayan jauh dari sini."
"Maksudku di atas ranjang." Taehyung mengatakannya dengan wajah sedatar tembok.
"Ha? One on one di atas ranjang?" Jungkook garuk kepala, berpikir sebentar. Dan ketika otaknya akhirnya nyambung dengan jalan pikiran nista Taehyung, wajahnya kembali berubah merah padam.
"MATI SAJA SANA! GO TO HELL, KIM BASTARD TAEHYUNG!"
Jungkook kabur secepat kilat dari kamar Taehyung dan masuk ke kamarnya sendiri, menguncinya dua kali.
Persetan dengan belajar. Ketimbang mendapatkan nilai jelek, Jungkook lebih takut makhluk absurd berambut oranye itu melakukan hal yang tidak-tidak padanya.
Jeon Jungkook masih larut dengan kecemasannya malam itu dan bahkan sampai mendorong sofanya ke depan pintu untuk mencegah kemungkinan Kim Taehyung mendobraknya secara brutal. Tanpa menyadari bahwa kekasih berambut oranyenya itu sekarang tengah terbahak puas di kamar sebelah.
-SEKUEL 2 END-
A/N:
Ah. Jungkook terlalu tsundere untuk melakukan enaena. Itulah alasan mengapa saya tidak bisa menaikkan rated di ff Anime Boy sesuai keinginan beberapa pembaca.
Oh iya. Yang punya usul ingin melihat Jungkook dan Taehyung-senpai melakukan apa di sekuel berikutnya boleh tulis di kolom review kok. Saya akan menulisnya sesuai request.
Sampai jumpa~
