Minna – San!

Rasanya Sudah lama gk bikin fanfic, padahal baru kemaren buat fic *Bruk!*. Mungkin karena terobsesi bikin fic kali ya (?) sekali nemu Khayalan aneh cantumin di fanfic, sehari aja gk nulis fanfic, rasanya Deg, Deg'an kayak mau nyatain cinta gitu loh *Sotoy*, jadi para readers maklumin aja kalo fic ini gaje, secara authornya pun gaje *Ngaku*. Pokoknya selamat menikmati deh*Emangnya martabak(?)*.

Kuroro : "Kok gua gk maen di chapter 1 sih?"

Leorio : "Mungkin karena lo gak ganteng kali!"

Kuroro : "Ohh,, Lu nantangin gua? Berani lo sama gua?"

Leorio : "Hn.. Enggak sih"

Author : "Udah jangan berteman deh! Berantem aja!"

Kurapika,Gon,Killua,Leorio,Kuroro : *Timpukin author bareng bareng*

Chapter 2 ( Masuk SMA Hunter itu senang tidak senang )

"Semuanya sudah siap? Tidak ada yang ketinggalan?" Tanya leorio. "Ya, Aku rasa hanya ini. Nee terimakasih atas bantuan kalian semua ya!" ucap kurapika bersemangat. "Iya, jangan khawatir itu bukan apa apa" jawab killua. "Hmm.. sudahlah, kau harus berangkat kurapika" Gon mengingatkan kurapika. "Ah! Iya.. Aku terlambat! Selamat Tinggal!" kurapika pun bergegas menaiki bus sekolah yang sudah hampir berangkat. Beberapa saat kemudian bus pun berangkat. "KURAPIKAAA!" Teriak Gon. "YAAA?!" balas kurapika. "JANGAN LUPAKAAN KAMIIIII YAAAAAA!". "TENTU SAJJAAAAAA!" Teriak Kurapika.

Kurapika menghela nafasnya dengan berat "Selamat Tinggal Gon, Leorio, Killua" terasa tidak menyenangkan memang berpisah dengan teman yang sangat disayanginya. "Aku Taruh dimana ya barang barangku?" Kurapika kebingungan ingin menaruh dimana barang bawaannya. "Sini, Biar aku bantu" ucap seseorang yang hendak menolong kurapika.

Kurapika : "Whoaa!?"

Neon : "Maaf, kau terkejut ya?"

Kurapika : "Tidak apa apa, tenang saja" ucap kurapika yang sebenarnya terkejut

Neon : "Biar aku bantu membawa barang bawaanmu"

Kurapika : "Terima kasih"

Neon : "Siapa Namamu?" Bertanya pada kurapika Sambil menyodorkan tangannya

Kurapika : "aku, Kurapika" Menjabat tangan Neon dengan ragu ragu

Neon : "Aku Neon" Tersenyum kepada kurapika

Setelah melewati gunung, masuk ke jurang, melewati danau yang penuh dengan buaya berekor sembilan (Loh, eh?), bertarung dengan ikan teri gigi besi, dll ( Rute perjalanannya serem amat ya?) merekapun sampai ke SMA Hunter.

Kurapika : "akhirnya Sampai jugaa!" kurapika berteriak sangat keras

Neon : " Hey, Kau belum tau ya? Disini tidak boleh berteriak"

Kurapika : "Kenapa? Karena ini adalah SMA elit?"

Neon : "Sepertinya begitu"

Kurapika : "Menyebalkan"

Tak lama kemudian datanglah pengurus siswa/siswi baru SMA Hunter yaitu Bu Menchi.

Bu Menchi : "Nah, Selamat datang untuk kalian semua! Sekarang ibu akan mengelompokan kalian untuk tinggal di asrama, yang laki laki disebelah kanan, dan yang perempuan disebelah kiri" sambil menunjuk kearah kanan dan kirinya.

Kurapika : "Aku masuk barisan mana ya?" Kurapika bingung ingin mempertahankan penyamarannya atau menyudahinya.

Neon : "Kurapika, kau masih bingung ya?"

Bu Menchi : "Ada yang masih belum jelas? Oh kau, kau masuk kebarisan laki laki disebelah kanan"

Kurapika : "Baik, Bu..." Kurapika memutar kedua bola matanya karena kesal

Setelah selesai pengelompokan siswa/i untuk tinggal di asrama, Kurapika pun berjalan menuju kamarnya dengan lemas dan lesu (Yaiyalah, dia kan perempuan gimana rasanya perempuan tinggal di asrama yang penuh dengan cowok?). "Hu-uh.. untung saja satu kamar hanya ditempati satu orang!" Kurapika Menghela nafas (Lagi). Seketika Kurapika terkejut dengan suasana disekelilingnya, ini lebih terasa seperti apartemen daripada asrama baginya, kamar yang terlalu luas hanya untuk satu orang, dengan fasilitas kamar mandi didalamnya. "Hmm.. apa ini tidak berlebihan ya? Apa mereka tidak rugi membuat kamar seperti ini hanya untuk satu orang? (Sejak kapan kurapika mempertimbangkan untung rugi?) Tapi tidak apa apa, lagipula kalau aku tinggal bersama laki laki lain dalam satu kamar berbahaya juga kan?" Kurapika tersenyum.

ooOoo

Setelah satu bulan bersekolah di SMA Hunter (Masa sih? Cepet amat) Kurapika mulai mengenali teman teman satu kelasnya, ia mulai mempunyai teman. *Temannya Perempuan? Tentu saja! Laki laki juga ada sih! *Plakk* karena kurapika dikenal sebagai seorang laki laki, padahal dia perempuan. iapun lebih banyak dikenal oleh laki laki. "Apa aku bisa bertahan selama 3 tahun untuk mempertahankan Genderku sebagai laki laki ya?" Kurapika Menggaruk kepalanya *Sebenarnya tidak gatal(Untuk apa digaruk? Hanya Author, Kurapika dan Tuhan yang tau!) *Dikejar Fans Kurapika* kok jadi OOT ya? Oke, Oke ayo lanjutkan ceritanya, ceritanya kurapika masuk kelas IPA1, Kurapika dikenal sebagai orang yang jago dalam kimia, fisika, dan biologi. Namun, disamping itu masih ada teman sekelasnya, kuroro yang berhasil menyainginya walaupun dalam hal PR dia jarang mengerjakannya.

Neon : "Kurapika!"

Kurapika : "Ya?"

Neon : "Aku mencarimu, kesetiap centi SMA Hunter ini!"

Kurapika : "Ahh! Lebay deh" Kurapika mengibaskan tangannya.

Neon : "Oh, iya nanti istirahat bagaimana kalau kita kekantin bersama?"

Kurapika : "Boleh."

Jam pelajaran pertama dimulai dengan pelajaran ibu guru kita tercinta, Bu Menchi. Setelah bu Menchi selesai bel tanda istirahat pun berbunyi, Bunyinya Merdu sekali, hingga beberapa anak jadi sakit telinga akut mendengarnya. Setelah bel berbunyi kurapika merasa bebas, namun ada kejadian tak terduga yaitu Kuroro, saingannya Menghampirinya.

Kurapika : "Akhirnya Istirahat juga!"

Kuroro : "Kau, Kurapika?" Ucap Kuroro datar dan Dingin.

Kurapika : "Eh?! I-Iya"

Kuroro : "Ayo ikut denganku ke perpustakaan"

Kurapika : "Tapi aku ada jan-"

Kuroro : "Sudahlah ikut saja!" Kuroro sedikit membentak namun, tetap dengan ekspresi datarnya.

Kurapika : "Ba.. iklah"

Kuroro pun membawa kurapika Ke sebuah Perpustakaan, Sebenarnya Kurapika juga senang dibawa ketempat itu. Namun, ia teringat akan janjinya dengan Neon.

Kuroro : "Temani aku membaca disini" Tidak perlu dijelaskan, kuroro tetap dengan nada bicaranya yang dingin dan datar.

Kurapika : "Kuroro, mengertilah aku ada-"

Kuroro : "Kau tidak ingin menemaniku?"

Kurapika : "Lupakan Saja, aku akan membaca juga" kurapika mengalah pada kuroro

Entah apa yang merasuki Kuroro sehingga ia mengajak kurapika untuk menemaninya. Penasaran? Hanya author,Kuroro dan Tuhan yang tau! *Bletak!* (Dijitak Fans Kuroro) Sebenarnya Kurapika agak risih dengan suasana disekitarnya, yaitu banyak gadis yang mengelilingi mereka dalam membaca buku, dengan kata lain sebenarnya kuroro lah yang jadi pusat perhatian. Setelah membaca beberapa buku, bel masuk pun berbunyi gadis gadis berhamburan membuat kurapika merasa lega karena oksigen kembali tersedia.

Kurapika : "Hm.. Kuroro, apa rasanya dikelilingi gadis seperti itu?"

Kuroro : "Membosankan, Menjengkelkan, Menyebalkan, dan masih banyak lagi"

Setelah kembali belajar, bel pulang pun berbunyi "Neeet, Neeeeeeeet, Neeeeeeet" Kira kira begitulan bunyinya. Terlihat Neon didepan pagar Asrama Putri Menunggu seseorang dengan wajah yang cemberut.

Neon : "Kurapikaa!"

Kurapika : "Aah! Neon!"

Neon : "Kau kenapa tidak menepati janjimu?"

Kurapika : "Eh!? U-uh, bagaimana ya," kurapika mengusap dahinya.

Neon : "Kau bersama perempuan lainnya kan?" Neon Mengejek Kurapika dengan menegaskan kata "Perempuan Lain" didalam perkataannya.

Kurapika : "Ti-tidak Neon. aku bisa menjelaskan"

Neon : "Aku tidak percaya padamu!" Menjulurkan Lidahnya

Kurapika : "Terserah apa maumu Tuan Putri!" Kurapika membalas mengejeknya

Neon : "KURAPIKA!" Neon merasa malu dengan ucapan kurapika yang menekankan kata "Tuan Putri" Tersebut.

Kurapika : *Tersenyum* "Baiklah Tuan Putri Sampai nanti" berlari kecil menuju asrama laki laki.

Neon : "Dasar!" Neon pun cengar cengir sendiri ala ala anak SLB *Gubrak*

Setelah beberapa Bulan Mereka Berteman *Kuroro juga ikutan, walau gk sedekat neon* merekapun menjadi lebih dekat. Kuroro yang tadinya bersifat dingin dan datar sekarang mulai membagi senyum dan bercanda ria bersama Neon dan Kurapika, Walau banyak gadis yang iri dan membicarakan mereka dibelakang. mereka tetap tenang dan istilahnya 'Masa Bodo emang gue pikirin?' apalagi Kuroro yang tetap bersikap dingin pada orang lain selain temannya.

To Be Continued

THE END

Huuhh..! Capek juga Nulis Chapter 2 ini! Doa'in aja ya untuk Author supaya bisa lanjutin fanfic ini sampai selesai *Peace* walaupun capek dan pegel pegel, Author bela bela'in nulis fanfic ini buat readers sekalian lohh! Apa sih yang enggak buat para readers? *Asekk* Pokoknya tunggu Updatenya ya! :3 (Ganbate!)

Inilah Saatnya Untuk.. Minta Review!