Okelah udah lanjut ke chapter berikutnya dengan ciri khas jelek,tak dimengerti,gaje,sulit dibayangkan de el el.
Bales para review dulu yah…
andien hanazono: heh? Ceritanya bagus? Menurutku ceritanya sangat payah, dan juga terimakasih ya untuk semngatnya J
guest:bagus? Bagus apaan o.o? Dah lanjut simak aja ya, chapter berikutnya ini yang lebih gaje
Lan Dewi: Hihihi ^.^, emang judul ama isi ceritanya kagak nyambung (emang keseringan), dan ngga terlalu menarik*buat ryu*, soalnya kan agak nyari nyari di Kamichama Karinnya…
AqiyuBellachan: Hehe,ini fic bukan permainan sepak bola, dan sesudah itu makasih yah buat saran di review yah!
Yamamoto Hikaru: Heh, keren? yang ada aq nyari nyari ide di Kamichama Karinnya , Kirihiko, baru tau, karena Kazune bilang Kirihiko gaje gitu *eps.25* and thanks for review!
Asihana Natsuki: Kalo tentang kata kata, Ryu make bahasa sehari hari makanya nggak nyambung, hehe :-D , dan arigatou untuk reviewnya..
Jamilah: udah next, ganbatte for yourself too! :D
Kamichama Karin (chu) ©Koge Donbo
WARNING!: Fantasy,OOC,Typo nyebar,GaJeAm(Ga Jelas Amat),AU (entah apa artinya?),Romance,LeDaJe(Lebih Dari Jelek), penggunaan EYD tidak sesuai pada tongosnya eeh,tempatnya dan beberapa (banyak) kata yang ilang pada saat nge publish, maklumi ya kalo sangat nggak nyambung -.-" dan Pastilah masih banyak kesalahan lainnya, YAKIN pasti ada..!
Summary: Anak ini dari masa depan!/Kazusa hilang,kemanakah ia?/ Himeka bersatu, bisakah dipisahkan lagi?/ wah, dia seorang idola../ tak ada yang bisa dilakukan.., kami menyerah… / kita tak bisa merubah masa lalu, tapi kita bisa merubah masa depan..
# summary yang sangat gaje
Missing For Kazusa
(Sequel dari Hari Kesialan Kazune)
Chapter 2: Kazusa Hilang,Kemanakah Ia?
Pagi yang cerah, tidak terbit, tidak gadis bermata hijau emerlard terbangun dari alam hanya membuka matanya saja, tak berkutik sama kejadian membuatnya hanya menatap kosong langit langit kamar. 'Apa yang harus ku lakukan, aku tak dapat menstabilkan detak jantungku' hanya bersembunyi dibalik selimut tebal miliknya.
"Kau kira sudah jam berapa sekarang KARIN!?" teriak Kazune seraya membuka kencang pintu kamar Karin
"Ka..Kazune kun? do..doushite?" tanya Karin agak gugup menatap Kazune yang marah besar sepertinya
"Baka! kau ingat sekarang sekolah!" ucap Kazune seraya mengusap keningnya
"Oh ya! aku lupa.." kata Karin tergesa gesa iapun segera menyiapkan diri untuk kesekolah.
.
.
.
Setelah semua itu, Karin menuju meja sarapan bersama
"Itadakimasu" ucap mereka-Karin,Michi,Kazune,Shii dan Suzune
"Ada yang tau, tadi malem jam 2 pagi,Karin dan Kaz-"
"Michi!"
"Nishikiori!" seru Kazune dan menutup mulut Michi yang kebetulan ada di sebelahnya,Karinpun mengajak Michi menuju keluar ruang makan tersebut.
"Huf" Michi bernafas lega setelah Karin melapas tangannya, " Hanazono san,bukankah kemarin kau berpelukan dengan Kazune?" celetuk Michi
"Kau melihatnya?" tanya Karin mengintrogasi(?) Michi
"Benar.." jawab Michi singkat
"Tutup mulutmu !" perintah Karin.
"Untuk apa,juga cuma Shii dan Suzune" Sahut Michi santai
"Aku tak ingin mengungkit kejadian itu lagi" ucap Karin dengan wajahnya yang dicat merah
" Woi! cepatlah! sudah jam berapa sekarang!" teriak Kazune dari ruang makan, sontak Karim dan Michi pun melihat jam dinding
"Jam 07.30!" kata Michi dan Karin barengan dengan nada sangat tinggi.
.
.
.
"Akhirnya tepat waktu juga.." ucap Karin lega
"Karin,apa nanti kau ada waktu kosong?" tanya Kazune meghampirinya
"Sepertinya aq tidak mempunyai waktu kosong,pr sekolahku menumpuk.." jawab Karin seraya tidur tiduran diatas meja
"Okelah," sahut Kazune kecewa :'(
.
.
.
Sepulang sekolah,sampai di rumah
"Huh,tidak ada makanan? aku lapar.." lirih Karin
"Kau pasti lapar ,karena sejak tadi pagi tak makan" tebak Kazune
"Apa yang harus ku lalukan Kazune kun, aku lapar.." rengek Karin
"Bagaimana kalau kita makan diluar?" tawar Kazune
"Baiklah " jawab Karin singkat
.
.
.
Karin dan Kazunepun tiba disebuah rumah makan.
"Karin,kau memilih apa?" tanya Kazune yang jarang sekali bertampang ramah seperti itu seraya menunjukan daftar menu..
"Eeto.." Karin bingung dengan masakan yang bervariasi dalam menu
"Pesan sekotak belut goreng ya.." Kazune memesan ke seorang pelayan rumah makan
"Aku tak serakus itu kali!" bentak Karin
"Kau pikir kau makan sendiri apa?" tanya Kazune kembali dengan tampang bekunya egh, dingin maksudnya
"Satu kotak bareng dengan kau, Kazune kun? iyuh!" ucap Karin seolah tak percaya
.
.
.
Setelah menunggu beberapa saat, sekotak belut gorengpun sudah dihidangkan di depan hidung mereka. Karin menelan ludah, perutnya keroncongan gaje, dan akan mengambil salah satu dari belut goreng itu dengan sumpit
'tak' belut goreng yang akan Karin ambil, juga akan diambil sama Kazune jadi, mereka nyumpit belut barengan tuh.. (author: cie..cie..cie..#plaakk! dilempar sepatu sama Kazune)
Kazunepun mengambil kembali sepatu yang tadi dilempar ke arah author.Melihat Kazune yang sedang pergi mengambil sepatu, Karin segera menghabiskan sekotak belut goreng yang ada di hadapannnya.'Wah enak!' pikir lama Kazunepun datang
"Karin, kemana semua belut gorengnya?" tanya Kazune seraya menunjuk kotak yang bersih tanpa noda hanya menepuk perutnya, seperti mengucapkan 'semua itu sudah ada di perutku'.Kazune hanya menggeleng pelan.
.
.
.
Selesai itu, mereka keluar menuju taman yang kebetulan bersebelahan dengan rumah makan yang mereka kunjungi.
"Karin, bukankah indah pemandangan disini?" tanya Kazune berbasa basi
"Memang indah, apalagi saat menyaksikan matahari terbenam" sahut Karin santai
"Tentang Kazusa, Himeka, apa yang kita harus perbuat?" tanya Kazune seraya menyipitkan matanya yang menatap matahari terbenam
"Hu wa ha ha!" tiba tiba seseorang terjun dari pohon(?) menuju mereka
"Meganekko terjun dari pohon!" Seru Karin yang kaget dengan kedatangan Kirio dari pohon
"Aku bukan meganekko terjun dari pohon, namaku Karasuma Kirio!"
"Ego Sumu Deus!"
"I Am God!" seru mereka berkamika
"Aku tak muncul untuk berperang" ucap Kirio santai sambil bersandar di sebuah pohon
"Hng?!" Karin dan Kazune bingung mereka seolah tak percaya
"Kalian tau mengapa?" tanya Kirio dengan senyum liciknya, "Karena ini" lanjutnya. Latar yang awalnya adalah sebuah taman berubah menjadi sebuah ruangan dan terdapat tiga orang yang sedang bercakap cakap
.
.
.
"Jika kau tak ingin menyerahkan formula itu, maka dia yang akan dijadikan bayaran" ucap salah seorang bermata seperti kucing tapi tak menyekap seseorang perempuan berambut blondepanjang, benar, dia adalah Kazusa
"Aku tidak akan menyerahkannya Karasuma!" sahut seorangnya lagi yang mempunyai mata beriris coklat
"Aku ingin formula itu, aku ingin menjadi manusia yang kebal selamanya! KUJYOU!" bentak seseorang yang dipanggil Karasuma atau lebih lengkapnya Karasuma Kirihiko
"Seandainya ku tak menyerahkannya?" Tanya orang yang dipanggil Kujyou atau lebih lengkapnya juga Kujyou Kazuto memancing Kirihiko
"Aku akan membunuh anak ini!" sahut Kirihiko yang kehilangan hanya terdiam seolah memikirkan 'diberi apa tidak'."Okelah,aku akan memberimu waktu satu minggu, jika lebih dari satu minggu kau tau akibatnya" lanjut Kirihiko mengancam.
.
.
.
Latar kembali menjadi sebuah burung berkicau ria, lembayung sore, dan orang orang bermain dengan asyiknya.
"Sekarang aku tak perlu menyerang kalian lagi" ucap Kirio
"Kita hanya menunggu seminggu lagi, benarkan Kirio-sama" lanjut seorang gadis yang tiba tiba muncul dari belakang Kirio
"Kau siapa?" tanya Karin memerhatikan gadis disamping Kirio itu
"Kau akan tau nanti, Kirio-sama ayo kita pergi" ucap gadis itu sembari menarik tangan pergi atau menghilang dengan tiba dari itu Kazune mengajak Karin pulang, sepertinya dia tertekan mengetahui semua ini.
.
.
.
"Himeka-chan kau sudah sadar!" kata Karin senang seraya memeluk Himeka, kesenangan juga dirasakan oleh Kazune, Michi dan yang lainnya
"Karin-chan,Kazune-chan,Michi :-). Dimana Kirio-chan dan Kirika-chan :-\?"
.
.
To be continue
.
.
Yah, chapter 2 sepertinya membingungkan,jelek bahkan lebih, gaje amat, dan susah dibayangin!
you can only read
you can reviews, onegai...
