Masashi Kishimoto
Uchiha Sasuke x Namikaze Naruko
Drama/Romance
Rated M
Warning : fem!naru, abal, gaje, typos bertebaran dimana mana, ooc!naru, dark!naru, 18+
Summary : Naruko adalah korban dari ketidak adilan dunia, dan kegelapan hidup. Bahkan secara tidak langsung orang tuanyalah yang menjerumuskan Naruko dalam kegelapan. Menyedihkan, kata itulah yang pantas untuk Naruko.
Opening song~
But I couldn't tell you
Tapi tak bisa kukatakan padamu
Why she felt that way
Mengapa dia merasa begitu
She felt it everyday
Dia merasakannya setiap hari
And I couldn't help her
Dan aku tak bisa membantunya
I just watched her make
Aku hanya bisa melihatnya melakukan
The same mistakes again
Kesalahan yang sama lagi
What's wrong, what's wrong now?
Apa yang salah, apa yang salah sekarang?
Too many, too many problems
Terlalu banyak persoalan
Don't know where she belongs
Tak tahu dimana tempatnya
Where she belongs
Dimana tempatnya
She wants to go home but nobody's home
Dia ingin pulang namun tak ada orang di rumah
That's where she lies broken inside
Di situlah tempatnya sandarkan hatinya yang luka
With no place to go, no place to go
Tak ada tempat tujuan, tak ada tempat tujuan
To dry her eyes, broken inside
Tuk usap air matanya, hatinya terluka
Open your eyes (open your eyes)
Bukalah matamu
And look outside
Dan lihatlah keluar
Find the reasons why (why)
Temukanlah alasan kenapa
You've been rejected (you've been rejected)
Kau telah ditolak
And now you can't find
Dan kini tak bisa kau temukan
What you've left behind
Apa yang tlah kau tinggalkan
Be strong, be strong now
Kuatlah, kuatkanlah sekarang
Too many, too many problems
Terlalu banyak persoalan
Don't know where she belongs, where she belongs
Tak tahu dimana tempatnya
And her feeling she hides
Dan perasaan yang dia sembunyikan
Her dream she can't find
Impian yang tak bisa dia gapai
She's losing her mind
Dia tlah hilang akal
She's fallen behind
Dia tlah tertinggal
And she can't find her place
Dan tak bisa dia temukan tempatnya
She's losing her faith
Keyakinannya hilang
She's fallen from grace
Nama baiknya hancur
She's all over the place (place)
Dia ada di semua tempat
She's lost inside, lost inside (oh, oh)
Jiwanya tersesat
She's lost inside, lost inside
Jiwanya tersesat
(Nobody home - avriel lavigne)
Chapter 2 : Siapa?
Didepan kelas ternyata berdiri seorang wanita yang memiliki rambut pirang yang dikuncir kuda serta iris mata aquamarine seperti Naruko "ohayo, watashiwa Fukuyama Deidara desu. Pengganti walikelas kalian" ucap wanita itu (author engga tau marga Deidara itu apa, ada yang tau?)
"Baiklah, kalian jangan membuat ulah selama sensei cuti. Mengerti" tegas Kurenai-sensei
"Baik sensei" ucap semua murid kecuali SGSN + Naruko, tunggu Naruko. Kita lihat, Naruko kini hanya menatap tajam dan memasang wajah datarnya pada Deidara yang kini tersenyum manis didepan sana, 'cih topeng' batin Naruko. (Author : Tunggu tunggu kenapa Naruko terlihat sangat membenci Deidara, kenapa kenapa? #bletakdipukulDeidara) (Deidara : engga usah banyak omong lanjutin aja ceritanya) (author : kejamnya dirimu #nangis bombay) (Naruko : CEPETAN #mengeluarkanaurahitam) ( author : ha'i #manggut-mangguttakut).
Saat Deidara melihat satu persatu murid didiknya itu matanya membulat tak percaya melihat satu wajah yang tidak asing baginya, Deidara hanya tersenyum miris melihat Naruko menatapnya dengan tajam ia tau jika Naruko sangat membencinya. Sejak dulu Deidara selalu dihantui oleh perasaan bersalah karena dulu Deidara begitu egois bahkan... #stop (author : potong kalimat itu nanti ketahuan)
Naruko membuang mukanya dan mentap kearah jendela, Sasuke yang duduk disebelah Naruko menyadari jika Naruko terlihat tidak menyukai guru pengganti itu. 'Ada apa' batin Sasuke mempertanyakan sikap Naruko yang sedari tadi menatap tajam guru baru itu sebelum memalingkan wajahnya ke jendela sambil menghelakan nafasnya.
"Jangan menghela nafas seperti itu, kau membuang satu kebahagiaan hari ini" ucap Sasuke datar walau nada yang Sasuke gunakan terdengar seperti orang yang khawatir.
"Sejak kapan aku bahagia" gumam Naruko tanpa sadar, walaupun Naruko menguncapkannya dengan suara pelan Sasuke masih bisa mendengarnya dengan jelas membuat dirinya mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Jangan bersikap seolah olah selama hidupmu kau menderita, hidupmu masih lebih beruntung dibandingkan orang lain diluar sana. Kau masih punya kami teman temanmu" ucap Sasuke tersenyum lirih saat mengatakan kata 'kami teman temanmu' mengingat dirinya menyukai Naruko yang tidak pernah peka (author : bodoh sih)
"Ya kau benar, terimakasih kau mau menjadi temanku Sasuke" ucap Naruko tersenyum lembut Sasuke hanya mengacak ngacak puncak kepala Naruko dengan gemas walaupun kekecewaan bersarang dihati sang Uchiha bungsu itu, tapi apapun yang terjadi Sasuke akan tetap menjaga senyuman diwajah mataharinya.
"Hei jangan mengacak ngacak rambutku seperti ini" ucap Naruko dengan wajah memerah malu.
Deidara yang melihat hal itu tersenyum lembut, setidaknya Naruko kini berada dalam kehidupan normal. 'Tunggu apa benar Naruko sudah berhasil lepas jika ya aku benar benar bersyukur, tapi bagaimana jika Naruko belum mendapatkan kebebasannya apa teman temannya dapat menerima Naruko dengan tulus' batin Deidara kembali menunjukan sorot mata sedihnya.
Hari ini kelas 2-1 hanya diisi dengan tanya jawab selama pelajaran Naruko hanya menatap langit biru yang cerah tanpa menghiraukan ocehan demi ocehan yang terjadi dikelas, Deidara sendiri memaklumi hal itu untuk hari ini saja tentunya saat keadaan sudah serius belajar Deidara akan menegur Naruko karna tidak memperhatikan.
.
"Jadi" tanya Ino yang duduk didepannya sambil melipat kedua tangannya didadanya menuntut sebuah penjelasan.
"Apa?" Tanya Naruko menatap tak mengerti dengan Ino yang tiba tiba bersikap seperti itu padanya.
"Oh ayolah, sejak guru pengganti itu datang kau terlihat tidak menyukainya dan mungkin membencinya" ucap Ino menyelidik
Naruko hanya menatap Ino tanpa mengucapkan satu katapun membuat Ino semakin yakin jika Naruko menyembunyikan sesuatu darinya, dan sebagai sahabat baik Naruko Ino tidak suka.
"Kita sahabat dan kau menyembunyikan sesuatu dariku, sekarang ayo jelaskan apa yang sebenarnya terjadi" ucap Ino memaksa Naruko untuk menjelaskannya
"Walaupun sahabat bukan berarti kau harus tau semua tentangku" ucap Naruko dengan nada dingin membuat Ino terpaku mendengarnya
"Begitukah, baiklah aku mengerti" sinis Ino, sedangkan Naruko hanya menatap Ino tanpa membalas ucapannya dan pergi keluar karna sejak melihat wajah Deidara perasaan Naruko tidak bisa dikendalikan karna yang ada difikirannya hanyalah bagaimana caranya Naruko membunuh Deidara, ya MEMBUNUHNYA!
"Sudahlah Ino mungkin Naruko memiliki masalah besar dengan Deidara-sensei, suatu saat nanti Naruko pasti akan menceritakannya" ucap Hinata mencoba menenangkan Ino yang nampak sangat kesal
"Tapi aku selalu jujur padanya, kenapa sesulit itu untuk dirinya mengungkapkan apa yang terjadi diantara mereka" ucap Ino kesal
"Hanya satu kemungkinan, masa lalu mereka benar benar buruk dan Naru tidak ingin membuka luka lamanya itu karna terlalu menyakitkan" ucap Neji
Ino memikirkan perkataan Neji dengan baik dan jika itu benar Ino benar benar tidak cocok disebut sahabat untuk Naruko, karna sahabat akan menunggu bukannya memaksa seperti tadi. 'Aku harus minta maaf' batin Ino
.
Diatap Naruko hanya menatap langit biru dengan efek angin berhembus yang menggoyangkan rambut pirangnya serta bunga sakura yang berterbangan mengiringi angin yang berhembus, membuat dirinya terlihat sangat cantik tapi walaupun begitu sorot mata Naruko kini sangat tajam serta buku jarinya memutih mengepalkan lengannya dengan sangat kencang.
"Aku akan selalu ada didekatmu" ucap Sasuke yang berdiri disamping Naruko, Naruko sendiri merasa terkejut karna tidak merasakan Sasuke ada didekatnya.
"Terimakasih Suke" lirih Naruko menundukkan kepalanya tanpa menoleh kearah Sasuke
Greb' Sasuke memeluk Naruko sambil mengusap punggung Naruko dengan pelan, tanpa memperdulikan Naruko yang memasang wajah terkejut karena Sasuke yang tibatiba memeluknya seperti ini tapi Naruko memeluk Sasuke kembali dan merasakan kehangatan tubuh Sasuke. Hanya Sasuke yang memeluknya saat ia bersedih hanya Sasuke yang selalu ada untuknya hanya Sasuke yang dapat mengerti dirinya walaupun Naruko tidak pernah mengatakan hal apapun.
'Ada masalah apa antara dirimu dan guru pengganti itu Naru' batin Sasuke, padahal dirinya ingin menanyakan hal itu tapi Sasuke sadar kondisi Naruko benar benar tidak bisa entah apa yang pernah terjadi diantara mereka yang jelas itu pasti adalah hal buruk. Satu hal yang diketahui Naruko saat dirinya memeluk Sasuke beban pikiran yang ia miliki terasa menguap begitu saja, 'menguntungkan' batin Naruko
"Aku lapar~" rengek Naruko pada Sasuke, Sasuke sendiri terkekeh pelan sambil mengacak ngacak puncak kepala Naruko sebelum menarik lengan Naruko untuk pergi bersamanya.
Naruko tersenyum lembut, hanya Sasuke yang membuat dirinya berarti hanya Sasuke yang membuat dirinya mengeluarkan banyak ekspresi. Sasuke adalah sosok yang sangat berarti bagi Naruko sosok yang sangat ia kagumi walaupun sikapnya yang dingin dan menyebalkan tapi Sasuke tetap bisa memperlihatkan sisi hangatnya, dari Sasuke pula Naruko menyetujui pepatah yang mengatakan 'jangan hanya melihat dari luarnya tapi lihat juga hatinya' benar benar cocok untuk kepribadian Sasuke.
.
Sasuke dan Naruko pergi ke 'ichiraku ramen' kedai favorite yang menyediakan ramen terlezat bagi Naruko, Sasuke memang tidak terlalu menyukai makanan berlemak itu tapi demi membuat Naruko gembira kembali Sasuke akan melakukan berbagai cara untuk melakukannya. ('Cinta itu buta') Naruko menghabiskan 5 mangkuk ramen itu hal biasa bagi Sasuke tapi Sasuke masih berfikir kemana semua lemak yang ia makan tadi tanpa sadar Sasuke mengarahkan pandangannya kearah dada Naruko yang diluar kata normal itu 'masuk ketempat yang tepat' batin Sasuke menyeringai.
Naruko memergoki Sasuke yang sedang menyeringai hanya menatap penuh tanya, "kenapa kau menyeringai seperti itu" ucap Naruko mengerutkan keningnya sambil menatap intens onyx Sasuke.
"Ayo pulang" ucap Sasuke tanpa menjawab pertanyaan Naruko langsung berdiri dan berjalan kearah mobilnya yang tadi ia parkirkan disamping kedai, tanpa memperdulikan Naruko yang menggerutu kesal.
Sasuke membawa Naruko keapartement miliknya, eh maksudnya apartement Naruko sendiri. Karna sejak Naruko duduk di kelas 8 Naruko keluar dari rumah mewahnya sedangkan kedua orang tuanya tidak perduli atau tidak tau, entahlah Naruko tidak perduli toh mereka pun tidak perduli dengan dirinya. Apartement Naruko termasuk kedalam golongan mewah tidak luas maupun tidak sempit, hanya nyaman.
Saat Naruko hendak keluar dari mobil Sasuke, Sasuke melakukan hal yang tidak ia duga. (Author : apa apa apa? #bletak ittai) (Sasuke : berisik #merona) Sasuke mencium Naruko! Mencium Naruko! MENCIUM NARUKO! #dichidori Sasuke. Back to the story, Sasuke mencium kening Naruko walau tidak terlalu lama lalu tersenyum melihat Naruko membelalakan matanya sambil merona.
"Mau sampai kapan kau disini hm, atau kau ingin bersama ku terus" ucap Sasuke menyeringai
"Ck diam kau" bentak Naruko keluar dari mobil Sasuke dengan wajah merona membuat Sasuke terkekeh sebelum menjalankan mobilnya.
Naruko menatap mobil Sasuke dengan sorot mata yang sendu kemudian menghelakan nafasnya dengan kasar sebelum masuk kedalam apartementnya, tapi saat dilift Naruko bertemu dengan Kimimaru anak buah kabuto dan itu artinya Naruko memiliki sebuah misi.
"Ini" ucap Kimimaru menyerahkan sebuah map coklat pada Naruko
"Aku mengerti" ucap Naruko setelah membaca isi dari map itu
"Berhati hatilah bisa bisa kekasihmu itu dalam bahaya jika kau masih berada didekatnya, kau pasti mengerti maksudku kan Naruko" ucap Kimimaru menepuk pundak Naruko sebelum pergi meninggalkan Naruko yang termenung memikirkan misinya.
Perasaan Naruko berkecamuk memikirkan misinya yang harus menjadi kekasih salah satu senpai yang menjadi ketua club memanah yang tak lain adalah Sakon, murid kelas 12-1 yang termasuk dalam kategori murid populer yang sangat digandrungi oleh murid perempuan. Bukan bukan itu, masalahnya adalah jika dirinya menjadi kekasih Sakon itu berarti Naruko akan menjauhi Sasuke dan mungkin akan menyakiti hati pemuda itu.
'Aku akan menjauhkanmu dariku Sasuke, dan itu harus' batin Naruko membulatkan tekadnya sebelum melangkah masuk kedalam apartemntnya.
'Andai kau tau aku orang jahat, kau pasti tidak
menyukaiku Kufikir aku harus melangkah ke jalanku sendiri tanpa melibatkan dirimu untuk masuk dalam Lingkaran setan sepertiku' batin Naruko mengingat wajah Sasuke
.
Keesokkan paginya Naruko mulai menjauhi Sasuke tidak bukan hanya Sasuke, Naruko menjauhi teman temannya karna tidak ingin membuat mereka terluka. Teman teman Naruko menyadari hal itu tapi tetap berfikir positif tapi setelah tiga hari berturut turut mereka yakin Naruko menjauhi mereka, tapi karena apa? Entahlah mereka pun tidak tau.
Ino yang masih merasa bersalah mencoba untuk meminta maaf pada Naruko tapi Naruko menjauhinya atau mungkin membencinya, apapun itu Ino menjadi lebih merasa bersalah pada Naruko. Seminggu berlalu saat Naruko mulai menjauhi mereka itu membuat mereka merasa jengah begitu pula dengan Sasuke yang selalu diacuhkan oleh Naruko.
Brakk "sudah cukup sebenarnya ada apa denganmu kenapa kau menjauhi kami seperti ini Naruko" bentak Haruno Sakura, salah satu sahabat Naruko memiliki rambut pink beriris emerald membuat dirinya menjadi pusat perhatian semua murid.
"Jawab aku Naruko kenapa kau menjauhi kami, kau sahabat kami kenapa kau malah bersikap seperti ini hah" bentak Sakura namun Naruko menatap datar kearahnya
"Sahabat, untuk apa aku bersahabat dengan kalian menjijikan" sinis Naruko membuat Sakura membelalakan begitu juga dengan semua murid lainnya
"Apa maksud ucapanmu itu Naruko" bentak Kiba tak terima
"Sahabat akan percaya apapun yang terjadi, sahabat tidak akan pernah memaksa justru mendukung, dan sahabat selalu menginginkan kebahagiaan sahabatnya. Dan aku ingin kalian menjauhiku karna aku benar benar membenci kalian yang selalu memaksa kehendak kalian" sinis Naruko, Ino terisak dalam pelukan Hinata karena ia tau secara tidak langsung Naruko menyindir dirinya.
Plak "kau sudah keterlaluan, kami hanya mengkhawatirkanmu" desis Sasuke menampar Naruko
"Berhentilah melakukan hal yang tidak penting seperti itu" sinis Naruko walaupun didalam hatinya Naruko ingin menangis saat melihat sahabatnya kecewa begitu pula Sasuke sampai menamparnya seperti itu.
"Tapi hal itu penting bagi kami" ucap Neji
"Naru" panggil seseorang dari depan kelas membuat mereka melihat kearah orang itu.
"ah senpai~" riang Naruko mendekat kearah orang itu yang tak lain adalah Sakon target Naruko selanjutnya yang selama 3 hari lalu telah menjadi kekasihnya itu, dan memeluk lengan Sakon
"sudah istirahat bukan" Tanya Sakon pada Naruko yang merespon dengan anggukan kepalanya "baiklah ayo kita pergi bukankah kau ingin melihat album fotoku" ucap Sakon
"yosh ayo kita pergi" ucap Naruko menarik lengan Sakon untuk segera keluar dari kelasnya.
Teman teman Naruko menatap hal itu dengan pandangan tak percaya, apalagi Sasuke yang kini sedang menahan cemburunya. Cemburu ya Sasuke saat ini sedang cemburu melihat Naruko terlihat sangat dekat dengan Sakon, senpai mereka hanya bisa memukul mejanya dengan keras membuat semua murid tersentak kaget. Tapi mereka memakluminya karena mereka tau Sasuke menyukai Naruko.
"Naruko berbohong, semua yang ia katakan itu hanya sebuah kebohongan, aku pernah mendengar jika Naruko pernah berkata bahwa Naruko menjauhi kita dan menjaga kita dari jauh" ucap Hinata
"apa maksudmu" ucap Neji menatap saudara kembarnya itu
"Naruko seolah olah menjadi pelindung kita dari seseorang, entahlah ini sangat membingungkan Naruko bukan tipe seseorang yang menjadikan persahabatan kita sebagai permainan, Naruko pasti memiliki alasan menjauhi kita" ucap Hinata
"jika itu benar maka kita harus mengikuti permainan Naruko jika tidak mungkin Hal itu akan menyusahkan Naruko" ucap Shikamaru "dan mungkin ini ada hubungannya dengan senpai tadi" ucap Shikamaru lagi
"mungkinkah Naruko dipaksa" ucap Sakura
"entahlah, tapi ingat kita harus mengikuti permainan Naruko dan mencari tau apa yang terjadi" ucap Shikamaru serius "ini juga berlaku padamu Sasuke, kau harus menahan emosimu" ucap Shikamaru sedangkan Sasuke hanya memalinkan wajahnya tak suka, mau bagaimana lagi saat melihat Hal tadi saja Sasuke langsung memukul mejanya apalagi jika Sasuke melihat Naruko berciuman saat dirinya tanpa sengaja melihat Naruko berciuman dengan Sakon di belakang sekolah kemarin, haaah mungkin Sasuke akan membunuh Sakon. "haaah merepotkan" ucap Shikamaru.
ending song~
I'm not a stranger
No I am yours
With crippled anger
And tears that still drip sore
A fragile flame aged
Is misery
And when our hearts meet
I know you see
I do not want to be afraid
I do not want to die inside just
to breathe in
I'm tired of feeling so numb
Relief exists I find it when
I am cut
I may seem crazy
Or painfully shy
And these scars wouldn't be so
hidden
If you would just look me in
the eye
I feel alone here and cold here
Though I don't want to die
But the only anesthetic that
makes
me feel anything kills inside
I do not want to be afraid
I do not want to die inside just
to breathe in
I'm tired of feeling so numb
Relief exists I find it when
I am cut
Pain
I am not alone
I am not alone
I'm not a stranger
No I am yours
With crippled anger
And tears that still drip sore
But I do not want to be afraid
I do not want to die inside just
to breathe in
I'm tired of feeling so numb
Relief exists I found it when
I was cut
(cut - plumb)
Tbc
